
.
.
Selain membahas bisnis dan juga hal-hal yang tidak terlalu penting, mereka juga membahas tentang keluarga Kawada. Ternyata kakeknya Yoshi memiliki pengalaman buruk dengan keluarga itu juga.
Kaze bercerita jika keluarga kawada itu sempat mencari gara-gara dengan Royal group, karena kawada itu dulunya anak buah dari salah satu geng yang pernah dihabisi oleh Felix.
Jika kalian membaca novelnya Felix, masih ingat dengan pamannya Haruto yang membawa gengnya untuk menjebak Felix dan teman-temannya, hingga kemudian berakhir mereka dihabisi oleh Felix dan dimasukkan ke penjara.
Kawada merupakan salah satu anak buahnya, salah satu yang masuk penjara juga, dia termasuk yang
lebih awal keluar dari penjara. Kawada dan kawanannya membentuk geng baru hingga menjadi yakuza sampai sekarang. Sempat mencari gara-gara saat Royal Group baru saja didirikan cabangnya di Jepang.
Waktu itu yang menghadapi adalah Kaze dan Yoshi (adik sepupu Kaze), mereka dapat dikalahkan
dengan mudah. Sampai sekarang Kaze pikir Kawada sudah tidak berani mendekati keluarganya maupun keluarga Doma, karena masih takut dengan keluarga Raynold.
Tapi ternyata tidak, malah cucu kesayangan Kaze yang diincar saat ini.
“Aku tidak menyangka mereka berani melawan cucuku” kata Kaze.
“Mungkin karena aku tidak pernah memberitahu jika aku adalah cucu kakek” sahut Yoshi “Yang namanya
Nakamoto waktu itu ada lagi anak lain, mereka tidak tau jika Nakamoto cucunya kakek itu aku, aku memilih diam karena tidak mau diganggu” tambahnya.
“Karena kau tidak mau mengaku itu makanya kau malah diganggu Yoshi, kau bodoh sekali sih” sahut kakeknya Yoshi.
“Itu sudah tidak penting, ku rasa meski Yoshi mengaku dia siapa, perempuan itu akan tetap mengincar Yoshi” kata Fano.
“Memang susah jadi orang ganteng, aku mengerti itu” Jehyuk menepuk bahu Yoshi prihatin.
“Jadi apa yang akan kalian lakukan setelah ini terhadap Kawada?” tanya kakeknya Yoshi.
“Kami akan mencari banyak bukti kejahatannya, jangan khawatir, kami bisa mengatasinya sendiri” kata
Fano.
“Jika kalian butuh bantuan, aku akan siap membantu, aku juga tidak terima mereka mengincar cucu kesayanganku” kata kakeknya Yoshi.
Pertemuan hari itu hanya berlangsung sampai sore, setelahnya Fano, Jehyuk dan Jungyu kembali lagi
ke hotel, karena urusan juga sudah selesai. Sementara itu Yoshi masih tetap tinggal, dia bilang akan kembali ke hotel di malam hari.
***
Sampai hotel, Fano dibuat heran dengan Noa yang sudah ada di kamar saja dengan Leon. Dua bocah itu
duduk diatas ranjang, Leon sedang menenangkan Noa yang sedang menangis. Noa bukan bocah yang cengeng dan mudah menangis meski dia agak kekanak-kanakan, namun jika dia sudah menangis begini pasti ada sesuatu yang membuatnya seperti itu, dan sepertinya itu serius.
__ADS_1
Fano mendekati mereka lalu duduk di depan Noa “Apa yang terjadi? Dimana Lylac?” tanya Fano.
“Pertama-tama, ibunya Noa sedang istirahat di kamar Lila, jadi dia mengantar ibunya Noa, lalu tentang kenapa bocah ini bisa menangis – ceritanya panjang” kata Leon.
“Tidak masalah, ceritakan saja padaku” kata Fano.
Leon mendengus lelah, kemudian mulai bercerita pada Fano, sementara Noa beralih memeluk Fano lalu
menangis lebih keras lagi. Fano jadi bingung harus mendengar tangisan bocah atau cerita dari Leon, untungnya Fano bisa mendengar keduanya, sepertinya Fano bisa multitasking.
“Jadi begini, kami kan sedang main dan jalan-jalan diberbagai tempat, kemudian kami tidak sengaja bertemu beberapa penggemar, mereka memaksa untuk berfoto dengan kami dan membuat kami kualahan. Lila tidak terima jadi dia mengusir semua penggemar itu dengan baik-baik, tapi kemudian ada satu penggemar yang tiba-tiba mendorong Lila hingga hampir jatuh, dia juga sempat mendorong ibunya Noa segala. Ku rasa waktu itu Lila menahan diri untuk tidak melawan, tapi penggemar gila itu mengatakan omong kosong jika aku sebenarnya sedang berkencan dengan Lila, dan ibunya Noa adalah ibuku yang sedang mengantar kami jalan-jalan.
Banyak penggemar yang marah dan tidak terima, mereka menghina Lila, tapi kemudian Noa menghentikan mereka dan mengatakan jika sebenarnya ibunya itu ibunya, bukan ibuku, lalu penggemar gila itu malah berkata omong kosong lain jika sebenarnya dia sudah lama berkencan dengan Noa, dia mendekati ibu Noa dan memeluk ibunya Noa. Aduh apalagi ya tadi? Pokoknya penggemar gila itu menyebabkan kericuhan, ibunya Noa hampir saja terluka disana, makanya sekarang ibunya Noa disuruh istirahat dan Noa menangis tidak tega dengan ibunya.
Memang baru kali ini ada kejadian seperti ini, meski pada akhirnya Lila membuat mereka semua menyingkir – apa tidak tau bagaimana dia bisa melakukannya, yang pasti saat ini Lila terlihat marah dan hanya diam sepanjang perjalanan pulang”
Leon bercerita panjang lebar, membuat Fano makin pusing saja. dia tidak menyangka Lylac akan menahan dirinya dan berusaha keras untuk tidak mengamuk disana, Fano tau dia pasti sangat marah mengingat Lylac memang sumbunya pendek, emosian terus, terutama jika itu berhubungan dengan orang yang dia suka.
Fano menepuk-nepuk punggung Noa untuk menenangkannya “Sudah-sudah, ibumu pasti baik-baik saja, jangan menangis lagi” kata Fano.
“Tapi kak Fano, pasti habis ini aku makin dilarang jadi idol, ku rasa mama sangat marah dan juga shock. Mama orangnya tidak tegaan, pasti mama sangat khawatir denganku jika tau aku sering mendapat masalah seperti itu” kata Noa, dia sudah lebih tenang dari sebelumnya.
“Jadi kalian sering mendapat masalah seperti itu?” tanya Fano.
“Sering banget kak Fano, kami memiliki banyak sekali sasaeng yang sering mengikuti kami, Noa ini termasuk yang banyak sasaengnya. Pernah juga ada sasaeng yang hampir memasuki dorm kami, security di dorm kami yang mengatakannya, untungnya kami waktu itu
menginap di mansion kak Fano semua. Pernah juga Wubin dan Xiao Kun hampir celaka karena sasaeng itu, banyak lah cerita yang seperti itu, ini tidak mengejutkan kami sebenarnya, kami sudah biasa” kata Leon.
“Kalau begitu seharusnya keamanan kalian diperketat bukan? Bagaimana bisa ada banyak sasaeng atau stalker yang mengikuti kalian?” tanya Fano.
“Keamanan kami menurutku sudah bagus, perusahaan bahkan menambahkan security ekstra untuk
menjaga dorm kami, tapi para sasaeng atau stalker itu jauh lebih pandai lagi, bahkan pernah perusahaan menuntut seorang sasaeng yang keterlaluan – tapi itu
bukan kita sih, itu sasaengnya kak Dojun sama kak Angel” kata Leon.
“Angel?” Fano terkejut teryata Angel mendapat masalah serupa, karena Angel tidak pernah mengeluh tentang itu, dia terlihat selalu tersenyum bahagia di depan Fano. Fano jadi merasa bersalah, sepertinya dia kurang memperhatikan Angel.
“Noa sudah, gak usah nangis, aku akan membantumu, tidak ada yang bisa menghentikanmu menjadi idol,
meski itu ayahmu sekalipun – besok kita akan pergi ke rumah keluarga besarmu, aku akan ikut denganmu” kata Fano.
Noa berhenti merengek lalu menatap Fano dengan mata berkaca-kaca “Sungguh? Kak Fano akan selalu ada.dipihakku?” tanya Noa, Fano tersenyum lalu mengangguk, kemudian dia mengusak kepala Noa “tentu saja, aku kakakmu, aku akan selalu melindungimu”
Kemudian Leon tiba-tiba memeluk Fano dan Noa “Angkat aku jadi saudara kalian juga dong! Hehe, aku anak tunggal nih, kan seru kalo punya kakak adek” kata Leon.
“Gak bisa, kau tidak mirip dengan kita” kata Noa.
“Kau lebih mirip dengan Yoshi, minta dia mengangkatmu jadi adik” sahut Fano, memang Yoshi dan Leon sama-sama memiliki kulit yang putih sekali, seputih susu, mata mereka berdua juga sama-sama kecil. Tapi Yoshi dan Leon wajahnya tidak mirip sebenarnya.
__ADS_1
“Gak mirip ya!” protes Leon.
BRAK
Mereka bertiga terkejut saat pintu kamar dibuka dengan tidak berperi-kepintuan, ternyata pelakunya adalah Lylac, wajah cantiknya itu sudah terlihat sangat suram.
“Aku ingin membunuh seseorang” kata Lylac dengan santainya.
“Aku sudah mengerti garis besar ceritanya, jangan berlebihan begitu, sini duduk dulu tenangkan dirimu” kata Fano.
Lylac mendekati mereka sambil menghentak-hentakkan kakinya, terlihat sekali jika dia sedang sangat teramat kesal.
“Hanya satu makhluk itu yang membuatku jengkel!! Berani-beraninya dia mengatakan jika dia dia pacarnya Noa, ingin ku sembelih saja rasanya!! AARRGGHHH!!!” Lylac meninju bantal tidak bersalah yang tadinya tergeletak begitu saja di atas ranjang.
“Kak Lila sabar” kata Noa, mendengar itu Lylac berhenti lalu duduk manis, dia juga melempar bantal yang tadi dia tinju.
“Oke, aku sabar”
Kemudian Leon meminta mereka semua untuk diam karena dia tiba-tiba mendapa telfon.
“Halo, kak Suho kenapa?”
“Leon, kamu sudah melihat berita terbaru tentangmu?”
Leon mengerutkan keningnya “Berita terbaru apa?”
“Tentangmu, Noa dan Lila, coba lihat beritanya, banyak tersebar di internet”
Setelah itu Leon buru-buru mematikan telfonnya dengan Suho dan memeriksa berita terbaru. Benar saja, berita tentang huru-hara yang terjadi siang ini sudah tersebar luas di internet.
Bahkan foto ibunya Noa dan Lylac juga ikut tersebar.
“Ku rasa, penggemar gila itu memang sengaja melakukannya” gumam Fano.
“Benar, dia pasti sengaja” sahut Lylac “pasti ada sangkut pautnya dengan Kawada, aku yakin itu” tambahnya.
Fano tau jika Lylac sudah mengatakan yakin begitu, itu artinya memang ada sangkut pautnya, hanya saja, mereka harus menemukan bukti yang kuat untuk membuktikannya.
“Ternyata dia sudah menyerang duluan ya, dia salah besar jika menganggap bisa menghancurkan kita dengan trik murahan begitu” kata Fano.
“Tapi kita tidak perlu menanggapi, besok urusan kita adalah dengan keluarga Doma, baru setelahnya kita mengurusi Kawada” lanjut Fano.
.
.
.
anu, meski kalian gak inget cerita di novel Felix atau kalian gak baca cerita itu harusnya gak masalah dong ya? aku selalu jelasin dengan detail kok.
__ADS_1
tapi kalo masih gak ngerti bisa tanya aja di komen.
makasih ☺️