
.
.
“Ey-yo, bro! Wassap!” Jehyuk datang ke mansion Fano untuk mengantarkan Fira, sekalian untuk numpang makan malam. Fano nya sendiri ada di dapur, bersama Yoshi, Queen, Angel dan Jungyu. Jungyu setelah mengantar Hyun, lanjut menjemput Angel dan Queen, lalu kembali lagi ke mansion Fano.
Ngomong-ngomong, yang Jehyuk sapa itu Yoshi, yang duduk lemas sambil membantu memotong jamur.
“Yoshi-ya, jangan abaikan aku” lanjut Jehyuk, yang tak kunjung mendapat balasan dari Yoshi, Yoshi mendongak menatap Jehyuk yang masih berdiri di sebelahnya sambil memasang wajah tersakiti yang dibuat-buat.
“Apa maumu?” tanya Yoshi, dengan nada dingin. Jehyuk terkejut mendengarnya, sejak kapan Yoshi bisa jadi sedingin itu, mana tatapannya menusuk sekali hingga menembus jantung Jehyuk – oke, itu berlebihan.
“Fano, belahan jiwamu kenapa?” tanya Jehyuk.
“Kau mau ku pukul dengan spatula panas ini? Jangan ganggu dia, dia sedang sensitif, habis dimarahin sama Kaisar dan grandpa Chris” sahut Fano, sambil mengacungkan spatula nya pada Jehyuk.
Setelah itu Jehyuk duduk di sebelah Yoshi, meraih pisau lain dan mulai membantu Yoshi.
Fano kembali memasak, sementara itu Jehyuk melirik Yoshi, yang terus saja cemberut.
“Emang ada apa bro? Ceritalah, mungkin aku bisa bantu? Apa ini masalah cewek? Kalo gitu, aku ahlinya” kata Jehyuk.
Yoshi melirik Jehyuk, kemudian memotong satu jamur dan –
TAK
Suara pisau Yoshi terdengar sangat keras, hingga hampir saja membuat jantung Jehyuk copot.
“Ini semua gara-gara Chrystal, bocah itu ... aku akan balas dendam!” desis Yoshi, kemudian dia kembali memotong jamur dengan brutal. Fano yang melihat itu kasihan dengan jamurnya, ingin memarahi Yoshi tapi juga tidak berani, tidak tega juga.
“Berhenti menyiksa jamurnya!” namun, tentu saja Queen tidak peduli mau Yoshi sedang sensitif atau apa.
“Maaf” gumam Yoshi.
“Lagian kan udah selesai masalahnya, mereka udah gak marah kan? mereka percaya kau adalah pria yang baik” sahut Angel, yang kemudian diangguki oleh Jehyuk, meski dia belum tau masalahnya apa.
“Iya, tapi – aku masih dendam dengan Chrystal” kata Yoshi.
“Chrystal dan Aron itu sama menyebalkannya, mereka juga sering menjahiliku, kadang mereka mengajak Bima segala, yang sering jadi korban itu aku dan Abel, kalau kau membicarakan dendam, harusnya aku lebih darimu” sahut Queen.
Jadi saat makan pizza tadi sore, sekitar dua jam yang lalu, Yoshi yang ketahuan telah mencium Abel diomeli habis-habisan. Chris mengomel panjang lebar tentang pergaulan bebas dan sebagainya yang harus dihindari oleh anak muda. Belum lagi Kaisar menarik Abel menjauh dari Yoshi, menatap Yoshi dengan tatapan yang entah artinya apa.
Untungnya setelah itu Fano membantu Yoshi, mengatakan banyak hal baik tentang Yoshi, tentang dia yang selama ini beruaha keras membentengi dirinya untuk tidak berlebihan terhadap Abel. Kemudian Abel juga ikut membela Yoshi, dan mengatakan jika semua itu karena ulah Chrystal.
Sampai sana, Chris dan Kaisar sudah tidak marah lagi pada Yoshi, mereka juga minta maaf karena langsung menghukumi tanpa mengetahui kejadian sebenarnya.
Meski begitu, bukan berarti Yoshi tidak dendam dengan Chrystal.
“Apa yang pernah dia lakukan padamu?” tanya Angel.
Queen berdecak malas “Banyak, aku tidak ingin membicarakannya, tapi yah – sebenarnya dia baik, hanya jahil saja” kata Queen.
__ADS_1
“Dia seperti itu keturunan siapa sih? Padahal kakeknya baik sekali” gumam Yoshi lagi, lalu lanjut memotong jamur, kali ini lebih pelan dari sebelumnya.
“Mungkin ayahnya, ayah Chrystal sangat menyebalkan” sahut Fano.
“Om Sky?” tanya Angel.
“Apa yang pernah pamanku lakukan padamu?” tanya Queen.
Fano jadi salah tingkah, jika dalam tubuh Fano sih tidak pernah, tapi dalam tubuh Albert dulu – ugh, Sky sangat menyebalkan. Kalau dipikir-pikir, mengingatkan Fano pada Chrystal, hanya saja wajah Chrystal mirip ibunya, sedangkan yang mirip ayahnya itu Peter.
“Aku tidak bisa mengatakannya” kata Fano, kemudian pura-pura sibuk memasak bersama Jungyu.
Queen menatap Fano dengan tatapan penuh curiga, tapi kemudian membiarkan saja, tidak mungkin dibicarakan saat memasak.
Mereka langsung masak makan malam karena meski Fano dan Yoshi sudah kenyang, namun Angel dan Queen kelaparan. Dua kekasih Fano itu memaksa Fano memasak untuk mereka, itulah kenapa mereka ada di dapur saat ini, bahkan Yoshi dan Jungyu saja membantu.
“Lylac dimana?” tanya Fira, dia sudah kembali dari kamarnya, tadi dia pergi ke kamarnya untuk berganti dengan baju santai. Fira ke kantor dengan setelan kantor, karena saking semangatnya. Jehyuk yang membelikan Fira setelan kantor, dia membelikan banyak sekali baju untuk Fira, karena Fira sendiri cantik seperti boneka, jadi semua baju cocok saja, asal bagian dadanya tidak sempit.
“Pergi dengan ayahnya, masih belum kembali” jawab Fano, dengan sedikit mengeraskan suaranya, agar bisa terdengar sampai Fira yang masih berdiri di ambang pintu dapur.
“Oh? Kapan akan kembali?” tanya Fira lagi.
“Kenapa kau mencari dia sih? Kan ada aku disini, ayo bantuin motong sayur juga” kata Jehyuk, Fira pun mendekat lalu ikut duduk di sebelah Jehyuk, tapi tidak ikut memotong sayur.
“Aku mencari dia karena khawatir dengannya” kata Fira.
“Kenapa dengan dia? Ada masalah?” tanya Queen.
“Jangan khawatir Fira, aku bisa merasakan dia sudah kembali ceria saat ini” sahut Fano, kemudian dia mematikan kompornya, karena masakannya telah matang.
“Jadi sebenarnya belahan jiwa Fano itu Lylac, ya? Bukan Yoshi?” tanya Jungyu yang dari tadi hanya menyimak mereka saja.
“Sejak kapan aku jadi belahan jiwa Fano?” protes Yoshi.
“Kalian selalu bersama dalam suka dan duka, tidak terpisahkan seperti anak kembar” sahut Angel, dengan nada mengejek.
“Aku menolak” timpal Fano.
“Kau pikir aku suka kembaran denganmu?” sahut Yoshi, menatap Fano jengkel.
“Jangan berteman kalian, berantem aja” Jehyuk.
“Kamu jangan nyuruh mereka berantem” Fira.
“Eh, aku bercanda, sayang” Jehyuk.
“Ini lagi, buaya darat gombalin Fira mulu!” omel Angel.
“Dari pada gak ada yang digombalin” Jehyuk.
“Kamu menyindirku, Jehyuk-ssi?” Jungyu.
__ADS_1
“Hmm? Enggak, kok situ ngrasa ya?” Jehyuk.
“Kalian berantem gak dapet makanan!” Queen.
“Mana jamurnya, udah belum?” Fano.
“Udah, Nih” Yoshi menyerahkan jamur yang dia potong-potong bersama Jehyuk, meski Jehyuk hanya memotong sedikit.
“Kalian sedang apa kumpul disini?” mereka semua menoleh, melihat sosok yang familiar mendekati mereka.
Lylac.
“Lylac!! Kau kembali? Dari mana aja?” tanya Fira, dia berdiri lalu menyambut Lylac dan memeluknya.
“Aku habis jalan-jalan dengan ayahku, tapi ... banyak yang mengira kita pasangan disana, saat ayahku mengatakan yang sebenarnya mereka sangat terkejut, hahaha” cerita Lylac.
Fano tersenyum, dia lega melihat Lylac ceria kembali.
“Itu karena kakek memang terlihat masih muda” sahut Queen bangga.
“Ngomong-ngomong, ayahku memenangkan banyak permainan dan aku mendapat banyak boneka lucu, ada di ruang tengah, kalau kalian mau ambil silahkan” kata Lylac.
Mendengar itu, Fira, Angel, dan Queen buru-buru pergi dari dapur, Lylac juga mengikuti mereka.
“Eh? Langsung pergi gara-gara boneka doang” gumam Jehyuk kesal.
“Itu kode, kau harus membelikan banyak boneka untuk Fira” kata Yoshi.
“Oh ya? Memangnya, kau pernah memberikan apa saja untuk Abel?” tanya Jungyu.
Yoshi terlihat berpikir “Apa ya? Aku sering membelikan makanan, Abel suka makan, oh iya, pernah juga aku membelikan satu boneka dinosaurus kuning, Abel sangat menginginkan boneka itu, jadi aku membelikannya” kata Yoshi.
“Jadi, kau sudah mencium Abel?” tanya Jehyuk, Yoshi menatapnya jengkel, kenapa dia harus membahas itu lagi?
“Aku hanya tidak menyangka saja, hati-hati, nanti dikira pedo” tambah Jehyuk.
“Apa kau tau aku memegang apa?” Yoshi mengacungkan pisaunya.
“Jangan main-main dengan pisau!” Jehyuk.
“Kalau begitu jangan menyulut emosiku!” Yoshi.
“Kalian berisik!” Fano.
“Kenapa? Butuh bantuan?” tanya Jungyu.
“Tidak kok” Fano.
.
.
__ADS_1
.