Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Antara Fano dan Kaisar


__ADS_3

.


.


Akhirnya Queen membuka matanya, kemudian menguap sebentar, lalu tersenyum melihat Fano sudah ada di depannya, menunggunya bangun.


“Akhirnya putri tidur bangun juga” celetuk Fano, Queen mencebikkan bibirnya kesal “Aku bukan putri tidur! Aku hanya sangat lelah, beberapa hari terakhir aku jarang tidur –”


“Iya, aku mengerti ... kau terlihat lelah” kata Fano.


Queen bangkit duduk lalu memeluk Fano “Apa aku tidur sangat lama?” tanya Queen.


Fano mengangguk “Iya, lama sekali, mulai dari kemarin sore, sampai sekarang, orangtuamu melarang ku untuk membangunkan mu, karena mereka bilang kau sangat sibuk akhir-akhir ini, jadi pasti kau capek, apa saja yang kau lakukan? Apa kau lebih sibuk dariku?” kata Fano, sambil merapikan rambut Queen yang sedikit berantakan.


“Aku menyiapkan banyak hal untuk pesta pernikahan kakakku, aku ingin pesta pernikahan itu sempurna, kak Kaisar meski menyebalkan begitu tapi dia sangat menyayangiku dan selalu menjagaku, jadi – aku ingin pestanya sempurna” kata Queen.


“Begitu ya? Jadi dia kakak yang baik” gumam Fano, Queen mendongak untuk menatap Fano “memang kenapa? Apa kau masih tidak menyukai Kaisar?” tanya Queen.


Fano menggeleng pelan lalu tersenyum “tentu saja tidak, aku – eum, merasa biasa saja, tidak membencinya, tidak juga menyukainya, haha – mungkin karena kami belum dekat.”


“Kaisar sebenarnya baik, dia hanya terlihat dingin dan garang di luar saja, tapi sebenarnya dia sangat menyayangi keluarga, jadi ... eum – cobalah untuk lebih dekat dengannya” kata Queen.


“Baiklah, akan ku coba” gumam Fano, meski dia sendiri tidak yakin untuk jadi ‘lebih dekat’ dengan Kaisar. Karena entah kenapa sejak tau bahwa Kaisar adalah reinkarnasi ayahnya di masa lalu, Fano agak segan dengannya. Albert tidak mengenal ayahnya, tidak tau bagaimana ayahnya, yang dia ketahui hanyalah omongan orang-orang tentangnya, yang kebanyakan mengatakan ayahnya tidak baik.


Namun, ibunya selalu mengatakan jika ayah Albert adalah pria yang hangat dan menyayangi keluarga, tentu saja – Albert tidak bisa mempercayainya begitu saja. akan tetapi, kali ini Fano ingin mempercayainya, dia bukan lagi Albert yang sangat keras kepala, dia sekarang adalah Fano yang bisa menerima segala hal dengan kepala dingin.


Queen mengangkat tangannya untuk menyentuh pipi Fano, kemudian tersenyum “Fano, aku tidak tau kenapa kau jaga jarak dengan Kaisar, tapi dia tidak seburuk yang kau pikirkan – maksudku, eum ... seharusnya aku tidak mengatakan ini, tapi Kaisar sangat.khawatir kau tidak menyukainya, dia menceritakan banyak hal padaku, dia juga merasa bersalah karena dulu sempat menuduh mu ingin merebut Lady Lydia, Kaisar ingin dekat denganmu tapi, Kaisar itu kaku, dia sulit untuk mendekati orang lain, jadi ku pikir, karena kau tidak sekaku Kaisar, kau bisa memulainya dulu” kata Queen.


Fano tidak menyangka Kaisar berpikir seperti itu terhadapnya, Fano jadi merasa bersalah. Kemudian Fano.mengangguk “Aku akan mencoba dulu, untuk lebih dekat dengannya” kata Fano.


Queen tersenyum lalu kembali memeluk Fano “Terimakasih, aku ingin kau dekat dengan seluruh keluargaku, karena kau akan segera menjadi bagian dari keluargaku nantinya – aku akan mandi dan siap-siap dulu, tunggulah dibawah” kata Queen.


“Eum, Queen – itu ... kau mungkin belum tau, tapi, Arcer – maksudku Arthur menantangku untuk berburu siang ini” ucap Fano.


“Apa? Dia menantangmu? Buat apa?” tanya Queen jengkel, Fano mengedikkan bahunya, karena dia sendiri juga tidak paham dengan niatan asli Arthur.


Queen berdecak malas “Pangeran bodoh itu! Sepertinya dia terlalu meremehkanmu, tapi, dia memang selalu menang dalam pertandingan berburu – kau tau, ada pertandingan berburu antar pangeran, putri dan anak-anak bangsawan, Arthur selalu menang, entah itu juara dua atau tiga” kata Queen.

__ADS_1


“Lalu yang juara satu?” tanya Fano.


“Biasanya Kaisar atau Hendry, Raja jarang mau ikut, tapi pernah ikut dan juara dua, aku sendiri juga jarang ikut, tapi kemarin aku ikut dan juara tiga, itu menyebalkan, tapi aku sudah puas karena mendapat juara, aku mandi dulu, jangan ngintip!” Queen.


“Akan ku tunggu di bawah bersama yang lain” Fano.


“Okay!”


***


“Aku yakin kau bisa, berjuanglah” Felix menepuk-nepuk bahu Fano saat Fano akan berangkat ke hutan tempat pertandingan akan dilaksanakan. Ekspresi Fano sih hanya tersenyum biasa saja, namun dalam hati dia sangat gugup.


Bukan gugup karena akan melawan Arthur, namun gugupnya Fano adalah ... karena Kaisar yang akan mengantarnya. Raja jelas tidak bisa karena dia akan mengajak putri Frazeice jalan-jalan, seperti yang telah disepakati. Fano sudah membujuk Raja untuk membawa putri itu melihat danau yang penuh dengan bunga teratai, Fano pikir, perempuan pasti suka melihatnya. Apalagi di daerah es atau salju kan jarang ditemui hal-hal seperti itu, pasti ada banyak hal yang ingin putri itu kunjungi di wilayah lain, terutama yang tropis seperti Fleurazia.


“Hmm” Fano hanya menjawab Felix dengan gumaman saja, yang kemudian dia mendapat jitakan di kepala “Apa-apaan jawabanmu tidak semangat begini? Bukankah jika kau kalah, kau harus menyerahkan Queen padanya?”


Fano mengernyitkan dahinya “Hah? Mana mungkin Queen mau, lagipula, aku akan berusaha sangat keras, jika aku kalah, itu akan melukai harga diriku” kata Fano.


Felix terkekeh mendengarnya, pada Fano pikir tidak mengatakan sesuatu yang lucu, dia juga tidak sedang melucu.


“Anggap saja ini permainan, jangan terlalu serius, tapi juga jangan terlalu meremehkan sainganmu, oh iya, jika kamu membawakan beruang, aku akan memasakkan beruang itu untukmu” kata Felix.


kepalanya, apalagi mengolah daging beruang itu sangat sulit, butuh beberapa proses untuk menghilangkan rasa amisnya juga.


“Terimakasih, tapi, aku tidak ingin memakan beruang” sahut Fano.


Felix terkekeh lagi “Ayolah, aku akan membuatkan sup kaki beruang ala China, kau pasti suka.”


“Eum – aku tidak yakin akan menyukainya” kata Fano, yang membuat Felix terkekeh lagi.


“Felix, berhenti mengganggu Fano, tidak semua orang menyukai daging beruang, mengolahnya juga sangat sulit” sahut Chris, dia datang bersama Kaisar, membawakan unicorn bersurai perak untuk Fano.


Mereka akan pergi ke hutan dengan menaiki kuda atau unicorn, tapi di Fleurazia lebih banyak unicorn dan pegasus dari pada kuda biasa, jadi lebih baik unicorn saja.


Unicorn itu seperti kuda, memiliki tanduk di kepalanya. Sedangkan pegasus itu kuda yang memiliki sayap.


“Tapi daging beruang yang diolah dengan benar rasanya enak kok” kata Kaisar.

__ADS_1


“Tuh, Kaisar saja suka” Felix.


“Lebih baik memburu rusa saja, rasanya lebih enak” kata Chris.


“Aku akan memburu apapun yang ada di hadapanku saja” sahut Fano.


Kaisar membantu Fano menaiki unicorn perak, kemudian Kaisar sendiri menaiki unicorn putih bersurai emas. Unicron perak sangat indah, tapi menurut Fano unicorn dengan surai emas juga sangat cantik.


Apa surainya bisa dijual ya?


“Fano!! Berjuanglah!! Aku akan menunggumu disini!” teriak Lylac, dia hanya berdiri di depan istana bersama Queen dan Abel, sambail melambai pada Fano.


“Kami akan menyusul membawakan bekal makan siang!” sahut Lady Lydia, baru saja keluar istana dan bergabung dengan Lylac, Queen dan Abel.


“Kak Fano, semangat!!” teriak Abel.


“Kalahkan pangeran menyebalkan itu!” Queen juga ikut berteriak.


“Ayo Fano” ucap Kaisar, dia jalan duluan, sementara itu Fano hanya mengikuti di belakangnya.


“Jangan jauh-jauh, kemarilah di sebelahku” kata Kaisar, saat menyadari Fano beberapa meter di belakangnya. Mendengar itu buru-buru Fano maju hingga sampai di sebelah Kaisar.


“Kenapa kau jaga jarak denganku?” tanya Kaisar.


“Eh? Ti – tidak kok, aku tidak jaga jarak” sahut Fano dengan gugup.


“Tapi kelihatan sekali, jika kau jaga jarak denganku, apa kau pikir aku tidak menyadarinya? Aku minta maaf jika memiliki kesalahan, kau mungkin tidak suka karena aku menikahi ibumu – maksudku, reinkarnasi ibumu, tapi – eum” Kaisar berhenti bicara karena tidak tau harus mengucapkan apa lagi. Entah mengapa dia sangat canggung dengan Fano.


Kaisar memang orang yang kaku dan canggung, tapi dia tidak pernah merasa secanggung ini dengan orang lain.


“Aku tidak masalah dengan itu, aku – sudah berusaha menerimanya, Lady Lydia menyukaimu, jadi aku tidak berhak melarang” kata Fano.


“Dia sangat menyayangimu, dia sering menceritakan kehidupan kalian yang dulu, aku – aku tidak tau jika kalian dulu sangat menderita, eum – maaf aku tiba-tiba membahas ini, kau mungkin tidak nyaman.”


“Aku tidak masalah, yang penting kau sudah mengerti jika hubunganku dengan Lady Lydia hanya seperti ibu dan anak, aku juga menyayanginya, sangat menyayanginya” kata Fano.


“Sudah sampai” ucap Kaisar.

__ADS_1


.


.


__ADS_2