Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Papa, mama dan baby


__ADS_3

.


.


Sambil masih mengatur nafas, Fano mencari ke sekeliling tempat itu. Hanya ada rumput, pohon dan tanaman lain.


Meeoowww


Juga kucing yang lewat.


“Fano, kamu nyari apa sih celingukan gitu?” tanya Yoshi, dia pun ikut mencari-cari di sekeliling mereka padahal dia tidak tau apa yang sedang dicari.


“Fano!” tiba-tiba Yoshi menepuk-nepuk punggung Fano lalu menunjuk pada sesuatu, seperti sebuah keranjang yang tergeletak di bawah pohon. Keranjangnya cukup besar seperti keranjang bayi.


Mereka pun menghampiri keranjang itu, ternyata benar keranjang bayi, ada selimut dan bantal kecil tapi tidak ada bayinya. Hanya ada secarik foto polaroid yang terselip di selimut yang sudah berantakan.


Untuk jaga-jaga, Fano kantongi foto itu.


“Ada keranjangnya tapi bayinya gak ada” kata Yoshi.


Tiba-tiba ada sesuatu yang bergerak dari semak-semak di sebelah Fano, hingga kemudian kepala kecil muncul dari sana.


“Boo!” bayi itu keluar dari semak-semak, merangkak ke arah Fano jadi Fano menangkapnya dan menggendongnya. Bayi itu menatap Fano dengan mata bulat besarnya. Itu adalah bayi yang ada di dalam foto bersama seorang wanita, yang Fano yakin wanita itu ibunya.


“Papa!”


Yoshi langsung tergelak mendengar si bayi memanggil Fano papa, dia tertawa puas sambil memegangi perutnya, sedangkan Fano yang melihat itu makin kesal saja.


“Aku bukan papa, tapi Fano” kata Fano, karena dia pikir si bayi pasti mengerti ucapannya. Tapi yang namanya bayi, tentu saja dia tidak mengerti, bayi itu hanya menatap Fano bingung.


Fano pun luluh karena keimutan bayi yang tiada tara. Matanya bulat besar seperti boba, pipi gembil, hidungnya mungil, bibirnya juga mungil.


Lucu sekali.


Karena tidak tahan, Fano mengecup pipi bayi itu, bayinya tertawa sambil menepuk-nepukkan kedua tangan mungilnya “Papa!” sambil menyebut-nyebut papa.


“Sini sini Fano aku mau gendong” Yoshi yang sudah tidak tertawa beralih menggendong si bayi, Yoshi terlihat bahagia melihat bayi imut itu “mo kawaii!!!”


Fano terkekeh melihat Yoshi dan bayi, mereka lucu sekali berdua.


“Pasti adik tiriku udah sebesar ini juga ya” kata Yoshi, adik Yoshi dari ayahnya dan ibu tiri sudah lahir dan katanya perempuan. Tapi Yoshi sendiri belum pernah melihatnya.


“Mungkin lebih kecil, adikmu masih berapa bulan.. yang ini kayaknya udah sekitar 8 bulanan” kata Fano sok tau, padahal dia tidak mengerti tentang bayi.


“Mama!”


Fano dan Yoshi terdiam mendengar si bayi menyebut mama sambil menatap mata Yoshi. Kemudian Yoshi memberikan bayi itu lagi pada Fano.


“Aku tidak menyukainya” kata Yoshi.


Fano kembali tertawa, apalagi setelah si bayi terus memanggil Yoshi mama sambil mengangkat tangannya, mau digendong Yoshi lagi.


“Aku bukan mama! Ish – kok ngeselin sih bayi siapa kamu hah?” Yoshi


“Huwwaaaaa”


Si bayi pun menangis.


Karena tidak tega Yoshi kembali menggendong si bayi lalu dia timang-timang agar tidak menangis lagi. Sementara itu Fano terdiam karena mendapat pesan dari sistem.

__ADS_1


[Kembalikan bayi pada orangtuanya, jadi kau harus pergi ke kantor polisi untuk melapor dulu]


[Jangan biarkan ada yang menculiknya]


[Foto yang kau ambil itu benar ibu dari si bayi]


[Hadiah untuk misi ini adalah 5000 koin]


Fano pun semangat melihat hadiah koin itu, jadi dia ambil keranjang bayinya lalu berdiri lagi menghampiri Yoshi yang masih menggendong si bayi. Kini bayi itu sudah tidak menangis, dia malah tertawa-tawa saat Yoshi pura-pura menerbangkannya.


“Hati-hati bahaya” kata Fano.


“Papa!”


Fano ingin protes dipanggil papa oleh anak orang, tapi masa iya dia protes dengan bayi sih? Tapi masih mendinglah dari pada Yoshi dipanggil mama.


“Mungkin dia pikir kita orangtuanya kali ya” kata Yoshi.


“Mungkin” sahut Fano kemudian dia menoel pipi gembil si bayi.


“Ayo ke kentor polisi untuk melapor” tambah Fano.


“Tunggu!!”


Seorang wanita datang mendekati mereka “Itu bayiku! Kemarikan mau dibawa kemana?”


Fano mengernyitkan dahinya, lalu memberi kode pada Yoshi agar tidak melepaskan si bayi, Yoshi menurut saja dan mendekap bayi itu erat-erat.


“Sudah ku bilang itu bayiku! Kembalikan!” teriak wanita itu lagi.


Masalahnya, itu bukan wanita yang ada di dalam foto.


Wanita itu mulai terlihat aneh “Bu – bukti apa sih? Kembalikan bayiku!”


“Siapa nama bayi ini?” tanya Fano lagi.


“Yoon ... Yoon Jimin” jawab wanita itu.


“Tanggal lahir?” tanya Yoshi.


“Itu tidak penting, kembalikan bayiku sekarang!” Wanita itu kembali berusaha merebut si bayi, sampai bayinya menangis, jadi Fano menghalangi wanita itu lalu kembali bertanya.


“Siapa nama bayinya?” tanya Fano lagi.


“Aku bilang Yoon Jina!” teriak wanita itu


“Tadi kau bilang Yoon Jimin!” sahut Fano “Kau menipu kami? Kita akan buktikan di kantor polisi saja”


Mendengar kata kantor polisi, Wanita itu mulai berjalan mundur lalu ingin kabur, tapi tentu saja dalam sekejap Fano bisa menangkapnya.


“Mau kemana nyonya? Kita ke kantor polisi sama-sama” kata Fano sambil menahan lengan wanita itu.


“Lepaskan aku!!”


“Tidak akan ku lepas sebelum sampai kantor polisi, ayo Yoshi! Dan baby!”


Mereka pun berjalan keluar dari area tersebut, mencari kantor polisi terdekat, sistem telah memberikan map untuk menunjukkan lokasi kantor polisi yang bisa didatangi. Untungnya lokasinya cukup dekat.


Fano menyerahkan wanita itu serta menjelaskan situasinya pada pak polisi yang menanganinya. Tidak lama kemudian seorang wanita datang, Fano lega karena wanita itu adalah wanita yang ada di foto.

__ADS_1


Ibu bayi itu menangis melihat putranya bisa selamat. Dari yang Fano lihat ibu bayi itu sepertinya wanita kaya, terlihat dari penampilannya. Lalu ternyata lagi, wanita yang ingin menculik si bayi adalah pengasuh baru si bayi.


Wanita itu ingin menculik si bayi dan mendapat tebusan uang.


Fano dan Yoshi sih langsung pamit pergi karena tugas mereka sudah selesai, Fano juga sudah mendapatkan 5000 koinnya.


[Selamat! Misi telah terselesaikan, hadiah 5000 koin akan dikirimkan]


[5000 koin berhasil terkirim!]


“Tunggu dulu! Saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah menemukan putra saya” kata ibu dari bayi itu.


“Tidak apa nyonya, kami senang hati membantu anda dan putra, dia sangat manis” kata Fano.


“Tidak bisa begitu, saya ingin mengundang kalian makan malam, bagaimana?” pinta wanita itu.


Fano menoleh pada Yoshi, lalu Yoshi mengangguk saja, dia pasti senang dapat undangan makan malam.


“Ini kartu nama saya, saya menanti kedatangan kalian di rumah saya” wanita itu memberikan dua kartu nama, ada alamatnya disana, dan Fano bisa mengenali perumahan wanita itu adalah perumahan Elit di daerah Apgujeong, Gangnam. Luar biasa, wanita ini sungguhan dari keluarga kaya.


“Sebenarnya kami memiliki empat adik bersama kami” kata Fano, Yoshi menyenggol rusuk Fano, mungkin dia malu karena Fano malah berkata seperti itu. Tapi wanita itu terlihat senang “Bagus, tidak apa.. kalian bisa mengajak seluruh keluarga kalian, aku dan Jisungie akan menyambut kalian semua, ya kan Jisungie?”


Ternyata nama bayinya Jisung, bukan Jimin atau Jina.


Bayi Jisung tertawa senang sambil menggerak-gerakkan tangannya, dia bayi yang ceria dan lucu. Fano jadi berpikir, apa dulu Alfred selucu itu ya? Fano tidak bisa mengingatnya dengan baik, karena yang bisa diingat hanya sosok Alfred yang sudah dewasa.


Setelah itu Fano dan Yoshi kembali berjalan untuk pulang.


“Apgujeong bukannya dekat dengan apartemen kita ya?” tanya Yoshi sambil membaca kartu nama wanita itu lagi, nama wanita itu Yuna.


“Iya, ku rasa tidak jauh, itu perumahan elit” sahut Fano.


 “Wah, apa rumahnya besar ya?”


“Mana ku tahu... tapi kelihatannya wanita itu orang baik”


“Kasihan juga dihianati babysitter barunya”


Fano mengangguk setuju, padahal kalau butuh uang, dia juga sudah mendapat kerja bagus sebagai pengasuh anak orang kaya. Tapi yang namanya manusia kadang kurang bersyukur.


“Nama bayinya tadi siapa?” tanya Yoshi lagi.


“Jisung”


“Namanya pasaran banget ya, banyak orang Korea namanya Jisung”


“Namamu juga pasaran Yoshi, banyak orang Jepang namanya Yoshi”


“Nama Farel juga pasaran kok di Indonesia!”


“Iya iya nama kita pasaran, puas?”


“Fano kenapa sih? Kok akhir-akhir ini ngeselin banget? Kurang belaian? Kan ada Angel - huwwaaaa”


Yoshi tidak meneruskan ucapannya karena Fano sudah melotot, akhirnya Yoshi lari dan Fano mengejarnya. Mereka kembali kejar-kejaran seperti anak TK. Orang-orang di sekitar sana menatap mereka aneh.


Dua bocah ini tidak takut merusuh di negara orang.


.

__ADS_1


.


__ADS_2