Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Pantai pribadi dan resort


__ADS_3

.


.


Berita mengenai keluarga kawada sedang hangat disiarkan di berbagai stasiun televisi, semuanya berlomba-lomba memberitakan kasus tersebut. Tidak hanya televisi, bahkan media sosial juga banyak membahas kasus tersebut. Semua perbuatan mereka mulai terkuak satu demi satu, namun cerita tentang penangkapan mereka yang dibantu oleh Fano dan teman-temannya tidak ada disebutkan.


Karena memang mereka ingin merahasiakannya, Yoshi juga tidak mau namanya disangkut-pautkan dengan


mereka. Kalau perlu dia akan membayar pihak media agar sama sekali tidak menyebut namanya, dia tidak sudi namanya dibawa-bawa dalam kasus Kawada.


“Matikan televisinya” ucap Fano yang baru keluar dari kamar mandi.


Ini masih pagi, Yoshi dan Noa sudah sarapan sereal sambil menonton berita yang isinya hanya berita menghebohkan tentang keluarga Kawada yang tertangkap.


“Ganti channel kartun dong kak!” pinta Noa, kemudian Yoshi memberikan remote TV pada Noa “Ganti sendiri bocah.” Kemudian Noa terpaksa mengganti channel, pilihannya kemudian terhenti pada channel yang menayangkan anime. Di musim panas ini ada beberapa anime baru yang cukup menarik untuk ditonton.


“Aku sedang suka anime genre isekai” celetuk Noa.


“Isekai itu genre?” tanya Fano, yang sedang mengeringkan rambutnya dengan pengering rambut, dia belum berganti pakaian, hanya mengenakan bath robe.


“Kayaknya bukan deh” sahut Yoshi “cuma banyak dipake, maksudnya isekai itu kayak masuk dunia lain gitu, gak tau lagi sih, aku gak begitu paham” tambahnya.


“Kak Yoshi orang Jepang tapi gak suka anime?” tanya Noa, dengan nada heran seakan-akan orang Jepang yang tidak suka menonton anime itu adalah dosa besar.


“Bukannya gak suka sih, aku suka nonton anime kok, cuma ya gak terlalu fanatik aja, kayak orang Korea, mereka belum tentu suka kpop kan? atau orang Indonesia yang yang belum tentu semuanya suka dangdut” kata Yoshi.


“Dangdut itu apaan kak?” tanya Noa, maklum dia bukan orang Indonesia, mana tau dia apa itu dangdut.


“Gak usah kepo sih” sahut Fano.


“Kepo itu apa?” tanya Noa lagi.


“Banyak nanya, kayak kamu ini, kepo” timpal Yoshi.


“Kalian pagi-pagi udah berisik aja sih” Leon yang baru datang bergabung di kamar Fano. Bocah itu sepertinya baru bangun, dengan rambut acak-acakan dan muka bantal, karena dia sekamar dengan Yoshi ... setelah tau Yoshi tidak ada dia langsung pergi ke kamar ini, Leon tidak suka sendirian.


Leon tidak bergabung di sofa bersama Yoshi dan Noa, tapi malah naik ke ranjang untuk lanjut tidur.


“Cuci muka sana!” perintah Fano.


“Gak mau, masih ngantuk – semalem aku main game, lawanku jago banget main game nya, aku kan gak


suka kalah, apalagi sama cewe, gak boleh pokoknya” gumam Leon, tapi suaranya masih keras, jadi terdengar jelas oleh yang lainnya.


“Kamu main game sama anak cewe?” tanya Noa.


Leon menguap sebentar sebelum menjawab “Aku juga baru tau kalo dia cewe, mana ngeselin banget lagi,


pas dia udah menang aja namanya diganti jadi Queen Mira, kan aku shock, ga terima dikalahin sama cewe, jadi aku tantang lagi dia” cerita Leon sambil bersungut-sungut, terlihat sekali jika dia sedang kesal.

__ADS_1


“Terus kamu menang?” tanya Fano.


“Iya, akhirnya menang tapi masih ga puas soalnya skor kita tipis banget” keluh Leon, bocah itu sudah tidak bersuara lagi setelahnya, mungkin sudah menyelami alam mimpi.


“Kita udah ga ada jadwal kan?” tanya Yoshi tiba-tiba.


“Kata siapa? Jadwalnya sekarang itu jalan-jalan, main, belanja” jawab Fano.


“Karena ini sedang musim panas, ayo ke pantai!” sahut Noa.


“PANTAI!!” Leon kembali bangun, kini tidak terlihat lesu seperti sebelumnya, malah dia sangat bersemangat.


“Pantai terlalu mainstream jika musim panas gini, banyak orang di pantai” keluh Yoshi.


“Kita sewa resort atau pantai pribadi gitu kan bisa kalo gak mau banyak orang, lagian Noa dan Leon itu idol, gak boleh main ke pantai yang ada banyak orangnya” sahut Fano.


Baru saja Yoshi membuka mulutnya ingin menanggapi Fano, namun pintu kembali dibuka, menampilkan Lylac yang sudah cantik memakai gaun santai warna krem “Aku mendengar kata pantai pribadi dan resort! Ayo pergi” ucap Lylac, dia juga tak kalah semangat dengan Leon.


“Kau pikir kita tidak butuh pesan dulu?” sahut Fano.


“Ayolah, kau adalah cucu pertama keluarga Doma, lalu Yoshi adalah cucu kesayangan keluarga Nakamoto, kemudian ada Noa dan Leon yang merupakan idol, apakah sulit untuk mendapatkan pantai pribadi dan resort dalam sekejap?”


Mendengar ucapan Lylac tersebut Fano langsung terdiam, semua ucapannya benar, bukannya tidak mungkin, malah ... itu sangat memungkinkan.


“Baiklah, kita ke pantai sekarang, Lylac, bangunkan Jehyuk dan Jungyu” pinta Fano.


Lylac pun segera melesat untuk keluar kamar lagi, menuju kamar Jungyu dan Jehyuk.


Tentu saja di siang hari Fano dan teman-temannya sudah sampai di resort dengan pantai pribadi. Itu adalah resort bergaya tradisional Jepang, mereka juga menyediakan pemandian air panas dan juga makanan khas Jepang.


Setelah sampai resort, mereka makan siang dulu dengan berbagai menu sushi, baru setelahnya mereka lanjut main ke pantai.


Sebenarnya ada banyak hal yang dapat mereka lakukan di pantai, karena tersedia berbagai fasilitas lengkap. Mereka bisa menyewa kapal feri, bisa menyelam, bisa berselancar, bisa juga main voli pantai jika mau.


Namun Fano memilih duduk saja di kursi pantai yang memiliki payung besar, di sebelah Fano ada Lylac yang sedang mengoleskan sunscreen khusus ke kulit tubuhnya. Gadis setengah manusia setengah peri tersebut mengenakan pakaian renang yang cocok untuknya, warnanya juga warna Lylac. Itu bukan pakaian renang bikini yang sangat terbuka, bisa dibilang pakaian renang Lylac sangat imut, desainnya tidak terlalu terbuka.


“Kenapa lihat-lihat?” tanya Lylac setelah sadar jika Fano menatap padanya “Urus saja bayi itu” lanjutnya.


Fano mendengus malas, dia tidak mengerti kenapa Yoshi malah membawa adik bayinya, Yoshi bilang dia


sedang marah karena ibu tirinya tidak dapat mengurusi adik bayinya dengan baik, jadi dia memilih membawa bayi itu.


Ayolah, Yoshi bahkan menyerahkan bayi itu pada Fano! Untungnya babysitter si bayi ikutan juga, tapi yah sama saja sih, karena adiknya Yoshi itu menempel sekali pada Fano. Kalau tidak Fano ya Noa, kalau tidak Noa ya Jehyuk atau Leon. Sepertinya bayi itu memiliki


tipe sendiri siapa kakak yang bisa menggendongnya. Karena dia tidak terlalu suka jika digendong Yoshi, Lylac atau Jungyu. Entah apa alasannya.


Jehyuk senang sih, karena akhirnya Yoshi bisa merasakan perasaannya dulu saat adik bayinya, Jisung


lebih memilih Yoshi dari pada dirinya, Fano juga senang sebenarnya. Lucu sekali melihat ekspresi kesal Yoshi saat melihat adiknya lebih menempel pada Fano.

__ADS_1


“Dada!” bayi bernama Aoi itu menunjuk-nunjuk pada pantai dan teman-teman yang lain yang sedang asyik


main.


“Gak boleh, aku males panas-panasan” tolak Fano, dia mengerti jika bayi itu ingin main bersama yang lain.


“Kau pikir dia mengerti ucapanmu?” tanya Lylac.


Fano mengedikkan bahunya “Aku juga tidak mengerti ucapannya, ini impaskan?”


Lylac berdecak malas “Kau ini ya – oh iya, ngomong-ngomong, apa misi mempelajari sihirmu sudah selesai?”


“Be - belum”


Lylac kembali berdecak “Kau ini, tinggal elemen apa? Cepat dikerjakan dong!”


“Aku sangat sibuk! Lagian tidak ada batas waktu dan aku tidak terlalu membutuhkan sihir di dunia ini”


jawab Fano sekenanya, dia hanya mencari-cari alasan saja. karena mempelajari sihir tidak semudah yang dibayangkan, apalagi Fano harus membaca banyak sekali teorinya dan mengingatnya dulu, baru setelah itu mempelajari sihirnya.


“Bagaimana jika tiba-tiba butuh? Seperti saat di hutan perkemahan”


Lylac benar juga, apapun bisa terjadi.


“Baiklah akan ku pelajari secepatnya, tapi elemen permata itu aku tidak mengerti konsepnya”


Lylac terkejut mendengar pengakuan Fano barusan “Kau mendapat elemen permata? bukan hanya elemen yang umum?”


“Aku juga tidak mengerti, elemen permata itu seperti apa? Kurasa lebih rumit dari elemen cahaya” tanya Fano.


“Apa kau tau elemen itu sangat langka? Bahkan dari semua peri roh yang ada di Floutessia, hanya aku yang memiliki elemen sihir itu” kata Lylac.


“Seharusnya kau bernama Fani, kurasa aku mendapatkannya karena dirimu” ucap Fano.


“Jadi menurutmu kita ini saudara kembar beda ayah dan ibu?” Lylac.


“Sepertinya memang begitu” Fano.


“Aku menolak” Lylac.


“Kau pikir aku sudi menjadi kembaranmu?” Fano.


.


.


.


.

__ADS_1


padahal aku pengen cepet namatin cerita ini 😭 tapi level malah naik, jd sayang bgt, makanya aku terusin, coba sampe 300k kata juga kyak novel Felix.


kasih semangat author dong 😭😭 kita panjangin novel ini 🥲


__ADS_2