
.
.
BRUK
Nafas Fano terengah-engah, dia benar-benar lelah, ia hirup oksigen banyak-banyak dengan tidak sabaran/ dia baru saja menyelesaikan dungeon tingkat dua, dengan monster-monster kecil yang lebih gesit dari sebelumnya. Misinya masih sama, memburu monster sampai 500 dalam waktu satu jam, namun kali ini Fano harus meningkatkan sihir, memburu dengan sihir level dua.
Sebenarnya sihir level satu dan dua hampir tidak ada bedanya, hanya saja level dua sedikit lebih besar saja.
Sama seperti kemarin, Fano berhasil mengalahkan 500 monster kecil level dua di detik-detik terakhir. Fano merasa tenaganya terkuras habis, lebih capek dari kemarin.
Oh iya, rupa dari dungeon tingkat dua bukan lagi hanya padang rumput, namun sudah ada banyak pohon, bebatuan, dan juga sungai. Sungainya agak unik, warnanya bukan jernih, namun berwarna putih susu. Menurut Lylac itu memang air susu, namun tidak dapat diminum, hanya bisa dibuat mandi. Itu lho, seperti jika kalian mandi air susu, membuat kulit lembut, halus dan kenyal.
Fano dan Lylac saja sekarang duduk di bebatuan besar dekat dengan sungai.
“Kau capek? Mau mandi lagi?” tanya Lylac.
“Tentu saja aku mau mandi! Kau pikir aku akan melewatkan mandi sungai susu? Tentu saja tidak” sahut Fano, Lylac yang mendengar jawaban Fano berdecak malas “kemarin saja kau mau mandi di sumber air hanya karena batu berlian kan?”
“Apa di dalam sungai tidak ada batu berlian lagi?”
Sudah Lylac duga Fano akan menanyakannya, dengan sewot Lylac menjawab “Tentu saja ada! Namun itu berlian putih saja – HEI!!!”
Lylac berdecak malas melihat Fano sudah berganti dengan celana renang, berjalan cepat menghampiri sungai.
“Lebih baik kau ikut mencari berlian bersamaku!” teriak Fano, yang sekarang sudah masuk ke dalam sungai, sungainya bisa dibilang tidak terlalu dalam, hanya sampai 10 cm diatas lutut Fano saja. lebar sungai itu kira-kira dua meter, tidak terlalu lebar memang.
Kemudian Fano menyelam ke dalam sungai, ingin tau apakah benar ada batu berlian putih seperti kata Lylac.
Ternyata air sungainya tidak lengket, tidak berbau apapun, seperti air tawar saja namun warnanya putih. Fano tidak bisa melihat apapun meski telah membuka matanya, dia hanya memejamkan mata dan mengambil batu apapun yang bisa diraih oleh kedua
tangannya. Kemudian setelah Fano mengeluarkan kepalanya dari air, dia meletakkan batu-batu yang dia ambil dari dasar sungai.
Ternyata, semua batunya adalah berlian putih, namun bentuknya bulat-bulat, ada pula yang pipih.
Lylac sudah sampai di sungai, lalu duduk diatas batu pipih besar di tepi sungai.
“Kau bisa mengambil sendiri, aku nanti saja mandi” kata Lylac.
“Oh, kau pikir aku tidak bisa memaksamu?”
Lylac mengernyitkan keningnya “Apa sih?”
Fano kemudian menarik Kaki Lylac hingga mencebur ke dalam air, suara BYUR yang sangat nyaring terdengar, Fano terkekeh puas melihat Lylac jatuh, semua bajunya juga basah. Lylac masih memakai piyama tidur sih.
“FANO!!!”
Setelah itu bukannya mencari berlian, mereka malah sibuk saling serang menggunakan air. Mereka baru berhenti saat sudah capek.
__ADS_1
Lylac pun naik lagi ke atas batu, begitupun dengan Fano, dia juga lelah.
Fano sudah mendapat banyak batu berlian, dia kembali duduk menghitung berliannya, ada sekitar 36 berlian putih berhasil dia dapatkan hari ini.
Sementara Lylac mengomel-ngomel sambil mengeringkan bajunya dengan sihir, Fano memeriksa status dan koin yang berhasil dia dapatkan.
--*--
Nama: Farelino Adhitama / Alberto Maverick
Umur: 19 tahun / -
Level: 16 (16.910/17.000)
Koin: 2.830.500
--*--
Koin Fano banyak bertambah karena perburuan di dungeon pelangi, walau pungkin itu tidak akan bertahan lama, karena Fano sudah harus merelakan beberapa koin untuk mengisi gudang persediaan lagi.
Yah, koinnya terus berputar, uang juga terus berputar.
Ngomong-ngomong tinggal sedikit lagi Fano naik ke level 17, tinggal 90 poin lagi.
Dimana Fano mencari 90 poin dengan cepat ya? Oh iya, dengan bernyanyi dan membuat orang bahagia bisa. Jika tidak dapat melakukan pertunjukan langsung, bisa saja dengan melakukan siaran langsung di sosmed atau yutup.
Meski satu orang satu poin.
Gyuutt.
“Adu-du-duh! Sakit!” keluh Fano yang tiba-tiba mendapat cubitan sayang dari Lylac. Pipi Fano itu tidak lentur seperti Yoshi dan Dave, jadi jika ditarik sedikit saja akan terasa sakit. Fano memiliki kulit yang cukup padat, banyak daging dan otot dari pada lemak, jadi susah dicubit, jika dicubit jadi sakit.
“Lagian! Bisa-bisanya kamu mencela sistem di hadapanku!” kata Lylac. Dia sudah mengeringkan piyamanya, Fano juga sudah kering, jadi mengganti pakaiannya kembali dengan pakaian lain yang bersih dan kering.
Fano mengusap-usap pipinya yang barusan dicubit Lylac, dia mencubit dengan tenaga dalam sepertinya, Fano merasakan pipinya panas.
Kemudian Fano bangkit berdiri “Ayo pulang, aku akan memsak sarapan kali ini” kata Fano.
“Noa akan datang kan?” tanya Lylac, kalau sudah Noa saja dia berubah lagi menjadi gadis lembut, polos yang tidak punya dosa.
“Dia bilang sih begitu, bersama anggotanya, jadi aku akan memasak banyak pagi ini” kata Fano.
“Aku akan membantu!”
“Ugh”
“Kenapa sih? Aku bisa memasak!”
“Lebih baik kau diam memperhatikan saja”
__ADS_1
“Cih”
Merekapun keluar dari dungeon tingkat dua, di setiap tingkat ada semacam lift, yang bisa langsung memilih ingin turun di lantai mana, ada pilihan luar dungeon juga. Jadi dalam sekejap, Fano dan Lylac sudah sampai di luar.
Mereka tidak bisa langsung pindah dari dungeon ke bumi, jadi harus keluar dungeon dulu.
Sampai bumi, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 6 kst. Fano tersenyum melihat Angel masih tertidur nyenyak. Semalam mereka berakhir tidur bersama, dalam artian, hanya tidur biasa. Angel memijit Fano, sampai Fano ketiduran, lalu Angel juga tidur begitu saja.
Saat Fano tinggal untuk pergi ke dungeon, dia juga terkejut Angel tertidur di sampingnya.
“Angel, ayo bangun, kau bilang harus bangun pagi kan?” Fano mengguncang tubuh Angel untuk membangunkannya, karena Angel bilang dia ada banyak jadwal hari ini. Ada tambahan kelas akting juga karena agensi serius ingin Angel ikut casting drama, bersama Dojun.
Cih, jika mengingat itu Fano kesal sekali. Kenapa harus dengan Dojun?
Haruskah Fano ikutan casting agar jadi pemeran utama? Tapi Fano bukan orang Korea, tidak yakin juga bisa berakting. Pasti tidak diterima.
“Boleh juga!”
Fano hampir saja terlonjak karena terkejut, Lylac tiba-tiba datang berteriak, Angel saja sampai bangun karena teriakan itu.
“Berisik!” balas Fano.
“Fano juga berisik!” sahut Angel yang kesal, karena terbangun dengan paksa.
“Coba Fano ikut casting juga, pasti seru deh kalo ngliat wajah tampanmu di layar kaca” kata Lylac, dia sudah mendekat, duduk diatar ranjang bersama Angel, Fano sendiri duduk di kursi di pinggir ranjang.
Angel yang nyawanya masih setengah menatap Lylac bingung, kenapa Fano harus ikut casting juga?
“Maksudmu, Fano datang menemaniku?” tanya Angel.
“Tidak, ikut casting juga, menjadi pemeran utama laki-laki” sahut Lylac.
“Tidak! Aku gak mau, pekerjaanku itu sudah banyak, jangan kau tambahi pekerjaanku, aku bisa meledak karena stress” kata Fano, tidak setuju jika harus akting juga, tapi ... jika mengingat ada Dojun yang ingin jadi pemeran utama, lalu jika Angel lolos, mereka ada banyak adegan kissing – duh, Fano tidak rela.
“Tapi kau bukannya sudah stress memikirkan Dojun akan ikut casting juga?” tambah Lylac, Angel makin bingung, sejak kapan Lylac sudah tau tentang hal itu? Angel tidak tau saja jika Lylac tahu dari membaca pikiran Fano.
“Sudahlah, aku belum tentu akan lolos juga, aku ini amatir untuk urusan akting” sahut Angel.
“Tapi aku ingin melihat Fano ikutan casting” keluh Lylac, sambil menatap Fano dengan tatapan anak kucing minta makanan.
“Kalau hanya ikut-ikut, aku setuju aja sih” kata Fano, sudah mulai tergoyahkan dengan bujuk rayu Lylac.
“Kalau gitu besok kita berangkat bersama!” Angel.
“Kenapa aku gugup ya?” Fano.
“Kalu Fano jadi aktor, aku akan jadi managermu” Lylac.
“Duh, aku tidak mau repot jadi aktor!” Fano.
__ADS_1
.
.