Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Meski direstui, tapi....


__ADS_3

.


.


Ini keterlaluan! Fano adalah seorang boss besar, meski mungkin penampilannya lebih terlihat  seperti seorang idol ... yah, dia baru akan berumur 20 tahun, dia masih muda.


Tapi!


Saat Fano sampai di rumah Jungyu, dia menyambut Fano dengan senyuman lebar yang mencurigakan. Iya, itu sangat mencurigakan, senyumannya hampir mirip dengan joker dan dia terlihat konyol. Pasti ada yang tidak beres, pikir Fano.


Fano datang mengenakan setelan rapi berharga jutaan won, karena itu dibeli di Korea, Fano tidak mau repot-repot menghitung berapa di jika dirupiahkan, pokoknya setelah itu seharga 1,5 jutaan won.


Itu tidak penting! Yang terpenting sekarang adalah, bagaimana mamanya Angel meminta Fano untuk berganti baju dengan baju biasa, Jungyu katanya siap untuk meminjamkan.


Jadi disinilah Fano, di dalam kamar Jungyu.


Kamarnya cukup luas untuk ukuran orang normal, namun karena Fano mulai terbiasa dengan mansion mewahnya, jadi kamar ini terasa kecil baginya. Namun tidak masalah, yang jadi masalah disini adalah ... kenapa?


“Berhenti cemberut, Fano, kita hanya akan membuat kimchi” kata Jungyu, kemudian dia melempar kaos dan celana bersih untuk Fano.


“Iya, tapi –”


“Tidak ada tapi-tapian! Aku yakin kau bisa membuat kimchi dengan baik, bahkan lebih baik dari kami” sahut Jungyu, memotong ucapan Fano.


Fano sendiri mulai melepas setelannya, berganti baju secara normal, karena dia sudah biasa menggunakan skill fast change sehari-hari, jadi rasanya malas sekali untuk berganti baju secara normal seperti sekarang.


“Bukannya aku tidak mau, tapi kan –”


“Tapi apa lagi?”


“Bisakah kau tidak menyela ucapanku? Aku masih boss mu ya!”


“Tapi ini rumahku, bukan kantor, jadi lebih baik kau memanggilku hyung!”


Fano berdecak malas, mereka hanya punya selisih beberapa bulan saja, untuk apa memanggil Jungyu ‘hyung’ segala? Itu terasa canggung dan aneh bagi Fano. Jangankan Jungyu, Kaisar saja Fano tidak memanggil kakak meski Kaisar lebih tua.


“Aku tidak mau!”


“Kalau kau tidak sopan, bisa-bisa kau batal mendapat restu” sahut Jungyu, sambil memasang seringaian puas, apalagi setelah melihat raut khawatir dalam wajah Fano. Rasanya puas sekali membuat Fano ketakutan.


“Ba – baiklah, hyung.”


Jungyu tergelak mendengar Fano menyerah dan memanggilnya hyung, itu adalah panggilan untuk kakak laki-laki atau laki-laki yang lebih tua dari seorang laki-laki.


Apa penjelasanku rumit?

__ADS_1


Begini, jika laki-laki, memanggil laki-laki lain yang lebih tua dengan sebutan ‘hyung’, sedangkan memanggil perempuan yang lebih tua sebutannya ‘noona’. Kalau perempuan, memanggil laki-laki yang lebih tua sebutannya ‘oppa’, sedangkan memanggil perempuan yang lebih tua sebutannya ‘unni’.


Semoga tidak puyeng ya kalian, oke, lanjut.


“Jangan panggil aku hyung, kalau kau yang mengatakannya, aku jadi geli sendiri” kata Jungyu, Fano pun melempari Jungyu dengan bantal. Mereka kan sedang ada di kamar Jungyu, jadi mudah bagi Fano untuk menemukan bantal-bantal untuk menggebuk Jungyu.


Fano tidak ingin melakukan kekerasan, tapi ingin sekali memukulnya, jadilah memakai bantal agar pukulannya tidak terasa. Apa yang ku bicarakan ini?


Lanjut.


Fano sudah selesai memakai pakaian biasa, Jungyu sudah keluar kamar, jadi Fano juga menyusulnya. Mereka berkumpul di atap rumah untuk membuat kimchi.


Angel membungkus kedua tangan Fano dengan sarung tangan plastik, agar tangan tidak kotor saat membuat kimchi.


Beberapa bahan membuat kimchi sudah disiapkan, yang Fano tau, tiap keluarga biasanya memiliki resep sendiri untuk membuat kimchi, bahkan ada lomba membuat kimchi juga.


Fano hanya mengikuti arahan dari neneknya Angel dan Jungyu, disana ada bibi dan mamanya Angel juga.


Fano sudah fokus membuat kimchi, karena lama-kelamaan jadi seru juga. Fano jadi ingin ulus pada managernya Ether, agar membuat konten mereka membuat kimchi, kan lumayan nanti kimchinya buat Fano.


“Jadi kau kemari ingin melamar Angel?” tanya mamanya Angel, Fano tersentak dari lamunannya, dia segera menoleh pada mananya Angel lalu tersenyum manis dan mengangguk “Iya, tante.”


“Sebenarnya kami sudah lama membicarakan ini, aku dan papanya Angel sudah melihat kegigihanmu dalam menjaga Angel, kau bahkan membantu Angel lepas dari Yohan yang ternyata jahat. Kami sebegai orangtua merasa gagal karena terlambat mengetahuinya, karena kami sangat berterimakasih pada Fano, jadi kami memutuskan untuk mendukung hubungan kalian, jadi kalian bisa menikah” kata mamanya Angel.


“Fano tampil sangat bagus di TV, aku sangat menyukainya, bahkan ibu-ibu di sekitar sini sering membicarakan Fano, mereka ingin mengenalkan Fano dengan putri mereka” sahut bibinya Angel, yaitu mamanya Jungyu.


“Fano milikku, tidak boleh dikenalkan dengan siapa-siapa” sahut Angel.


“Iya iya, milikmu” timpal mamanya Angel.


“Oh iya, Angel, katanya kau akan membintangi drama ya?” tanya  bibinya Angel.


“Oh iya, apa itu benar?” sahut mamanya Angel.


“Tidak, itu masih mau casting, jadi nanti dipilih lagi, jika aku tidak sesuai ya tidak jadi, lagipula aku tidak bisa berakting, aku tidak akan mengikuti casting itu” kata Angel, Fano mengangguk senang. Angel tidak perlu casting, jadi tidak bisa main drama dengan Dojun sialan itu.


“APA?! Tidak bisa Angel! Kau harus mengikutinya, kau harus memainkan dramanya, ini kesempatan bagus bagimu? Siapa yang melarang sih? Pokoknya kau harus main drama! Tidak boleh menikah sebelum mencobanya dulu.”


Ucapan mamanya Angel itu seakan sambaran petir yang langsung menghujam jantung Fano, oke – itu berlebihan, tapi – ayolah!


“Mama! Aku tidak bisa berakting, aktingku buruk, aku hanya bisa bernyanyi” sahut Angel, dia jadi emosi mendengar ucapan ibunya.


“Angel tenang dulu” kata Jungyu, dia mulai melihat ketegangan di antara mereka, padahal tadinya damai-damai saja.


“Tapi kau paling tidak harus mencobanya dulu, mama akan mengantarmu untuk ikut castingnya, mama tidak mau tau” kata mamanya Angel.

__ADS_1


“Ini kesempatan yang baik untukmu, Angel, kau harus menggunakannya dengan baik, jangan menyerah sebelum bertanding” sahut bibinya Angel.


Sejak pembicaraan itu, Fano, Angel dan Jungyu jadi diam dan murung, terutama Fano. Selesai membuat kimchi, bibi dan mamanya Angel ingin Fano memasakkan sesuatu untuk makan siang mereka, dengan bahan-bahan lokal yang ada.


Meski Fano sedang murung, dia juga ingin menunjukkan kebolehannya dalam memasak, jadi berusaha memasakkan masakan yang lezat dengan ide-ide beberapa masakan Korea dan China yang dia tau.


Untungnya, masakan Fano tidak mengecewakan mereka, mereka mulai membicarakan jika Fano menikah dengan Angel mereka bisa merasakan masakan Fano setiap saat.


Itu benar, Fano senang mereka merestui hubungannya dengan Angel, tapi jika mereka meminta Angel mengikuti casting drama, bagaimana Fano bisa tersenyum hari ini?


Jungyu kasihan melihat Fano menghela nafas terus sedari tadi, mereka sudah makan siang, tapi Fano masih lemas saja.


Mereka ada di ruang tengah di rumah itu, Fano hanya duduk memeluk bantal sofa, menatap TV yang tidak nyala dengan tatapan kosong.


“Fano, gimana ini?” tanya Angel.


“Kau bisa mengikutinya” kata Fano.


“Tapi jika mama ikut, aku pasti di suruh berakting dengan benar, kalau terlihat aku ogah-ogahan pasti mama marah padaku” ucap Angel.


“Aku juga akan ikut” sahut Fano.


“Maksudmu apa?”.timpal Jungyu.


“Fano ikut mengantarku?” tanya Angel, Fano menggeleng pelan “Bukan, tapi aku akan ikut castingnya juga, Jungyu kosongkan jadwalku ya? Itu besok bukan?”


“A –aku akan mengurus semuanya” kata Jungyu, kemudian dia berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.


“Fano yakin?” tanya Angel.


Fano mengangguk “Aku tidak akan membiarkan apa yang Dojun rencanakan berhasil begitu saja” kata Fano.


“Kenapa semuanya jadi rumit begini ya? Aku sungguhan tidak mau ikut drama” Angel memeluk Fano dari samping, meletakkan kepalanya bersandar di bahu Fano.


“Oh, aku punya ide lain!” kata Fano tiba-tiba.


Angel menatap Fano yang kini sudah lebih bersemangat dengan tatapan bingung “Maksud Fano apa?”


Fano tersenyum lebar “Angel percaya saja padaku ya? Aku dan Jungyu akan pergi sekarang juga” kata Angel.


“Aku ikut!” pinta Angel.


“Hmm, boleh sih, ayo!”


.

__ADS_1


.


__ADS_2