Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Teror masa lalu


__ADS_3

.


.


Fano tidak tau sekarang berada dimana. Bukankah ia tadi tertidur di apartemen? Kenapa sekarang ada di tempat antah berantah begini?


Tempat ini sangat gelap.


Fano terus berjalan menelusuri lorong yang gelap tersebut. Hingga kemudian dia berhenti melihat kejadian yang sangat familiar.


Mungkin ini mimpi lagi.


Karena Fano melihat Albert membunuh lagi disana. Dia tidak bisa melupakan itu, dimana terjadi banyak pembantaian karena banyak orang yang berkhianat. Albert tidak menyukai penghianatan.


Siapapun yang berkhianat akan dia bunuh.


Itu sangat simple.


Kenapa dia mendapat mimpi seperti ini lagi?


Fano ingin pergi dari sini, dia tidak mau melihat Albert membu –


PLAK


Tepukan kecil di pipinya membuat dia kembali tersadar, belum juga Fano membuka matanya, dia bisa mendengar suara Angel.


“Jisung jangan dipukul sekeras itu, pelan-pelan saja seperti ini”


Kini tangan mungil itu kembali menepuk pipinya, Fano kemudian membuka mata, membuat Angel terkejut.


“Fano kau sudah bangun? Hehe – aku melihatmu tidak tenang dalam tidur, jadi aku dan Jisung memutuskan untuk membantumu, yang lain mau berangkat ke bandara”


Fano bangkit duduk lalu mengusap kedua matanya “Jam berapa ini?” tanya Fano.


“Baru jam sembilan” jawab Angel “Cepat mandi, jangan tidur lagi atau kau akan mendapat mimpi buruk” tambahnya.


Fano setuju dengan itu, dia tidak akan tidur lagi karena tidak mau mendapat mimpi buruk lagi. Kenapa juga dia terus diteror dengan masa lalu Albert.


[Tidak ada yang menerormu]


[Itu semua murni dari dirimu sendiri]


Tapi kenapa? Apa dia menyesal telah melakukan banyak kesalahan dimasa lalu? Yah.. tentu saja dia menyesal, tapi sampai sekarang dia masih yakin jika orang yang berkhianat berhak dibunuh.


[Terserah saja, cepat mandi sana]


“Cerewet”


“Apa? Kau menyebutku cerewet?!”


Oh tidak, Fano lupa jika masih ada Angel dan bayi di kamarnya.


“Tidak, maksudku – aku akan mandi!” Fano buru-buru melesat ke kamar mandi sebelum Angel semakin meledak.


“Dasar Fano!”


Angel pun kembali keluar sambil membawa Jisung, di luar kamar sudah ada banyak orang, Noa dan Wonhi datang untuk mengucapkan perpisahan. Vivi terlihat sangat sedih karena harus pulang, kemudian Wonhi menghiburnya dengan memeluknya, kemudian Wonhi memeluk Bella.


“Jangan sedih Vivi, aku memberikan Album yang sudah ditandatangani semua member, di dalamnya sudah photocard semua member, jadi jangan sedih ya” Noa memberikan Vivi album dari grupnya, tentu saja Vivi sangat senang, dia sampai menarik Noa untuk dia peluk, untung Noanya tidak marah.

__ADS_1


Wonhi mendekati Dave untuk memeluknya, sebagai salam perpisahan, kemudian Wawan –


Tapi Dave menarik Wonhi kembali “Enggak, ngapain peluk Wawan juga” protes Dave, Wawan cemberut mendengarnya, padahal baru saja dia akan dipeluk gadis cantik.


“Kenapa sih?” Wawan.


“Pokoknya gak boleh!” Dave.


“Pelit!” Wawan.


“Kalo biar Noa aja yang peluk Wawan” Noa datang untuk memeluk tubuh Wawan yang jauh lebih besar darinya, kalau tidak tahu mereka seumuran, pasti akan mengira Noa lebih muda. Noa juga tinggi, namun jika dibandingkan Wawan yang bongsor, tentu saja Noa jadi mungil.


“Ya udahlah, lumayan dipeluk idol” Wawan.


Akhirnya Fano keluar dari kamar, mengenakan baju santai dengan rambut sedikit basah.


“Kalian belum pergi?” tanya Fano.


“Heh, kau mengusir kami?” protes Yoshi.


“Iya, lebih baik kalian cepat pergi sebelum terlambat, hati-hati ya” Fano.


Sebelum pergi Yoshi memeluk Fano dulu “Fano jangan lupakan aku ya”


“Apaan sih! Kita bukannya berpisah selamanya, nanti aku juga balik lagi ke Indonesia” Fano melepaskan Yoshi darinya.


“Kali aja kamu dapet banyak temen baru terus lupa sama aku, sama kita yang ada di Indonesia” kata Yoshi.


Fano mencubit pipinya “Mana ada! Udah pergi sana”


Yoshi mengusap pipinya yang mungkin sudah merah karena cubitan Fano, kemudian ikut pergi dengan yang lain.


Yang mengantar ke bandara hanya Jungyu dan Jehyuk. Noa dan Wonhi tidak mungkin ikut ke bandara, nanti banyak media yang kepo kan gawat.


Lalu Angel mengakatan jika siang ini dia ada jadwal syuting, Fano menatapnya tidak percaya “Syuting? Bukankah kau libur?”


“Itu akan tayang satu minggu lagi, jadi harus syuting sekarang, aku tidak akan lama kok” jawab Angel.


“Padahal aku ingin kita melihat rumah barunya” protes Fano, dia sudah tidak sabar melihat mansion mewah hadiahnya, tapi Angel malah sibuk.


“Kan bisa pergi dengan Noa, atau pergi besok saja, kenapa kau tidak sabaran begini?” kata Angel.


“Kak Fano beli rumah?” tanya Noa.


Fano mengangguk “Iya, mansion.. nanti kita lihat sama-sama ya, besok aja. Oh iya, Queen akan datang”


Mendengar itu Angel hanya diam menatap Fano.


“Kau tidak suka?” tanya Fano. Kemudian Angel tersenyum dan menggeleng pelan “Tidak, bukannya begitu.. aku hanya terkejut dia datang tiba-tiba”


Fano mengedikkan bahunya “Aku juga tidak tau, mungkin dia hanya khawatir dengan keadaanku”


“Queen itu siapa?” tanya Wonhi.


“Pacarnya Fano” sahut Angel.


“Lho? Maksudnya?” tanya Wonhi lagi.


“Kak Fano punya dua pacar?” tebak Noa.

__ADS_1


Fano tersenyum tipis lalu megangguk pelan “begitulah, kenapa kalian terlihat terkejut seperti itu?”


“Jadi kak Fano ini playboy?” tanya Noa.


Angel mendengar itu terkekeh geli, sedangkan


Fano tersedak makanannya sendiri, kemudian buru-buru mencari air dan meminumnya.


***


Fano melirik pada Noa yang cemberut terus dari tadi sambil melihat-lihat ponselnya, karena Fano khawatir, jadi dia mendekati Noa. Dia takut jika adik sepupunya itu mendapat ancaman kematian atau komentar jahat lagi.


“Noa kenapa?” tanya Fano.


Noa mendongak menatap Fano, lalu kembali cemberut menatap ponselnya.


“Aku sedang membuat sebuah lagu, namun aku tidak puas dengan lagunya, tapi aku tidak tau bagian mana yang kurang, kak Fano ingin mendengarnya?”


Sebenarnya Fano tidak terlalu mengerti musik, tapi dia tidak ingin mengecewakan Noa.


Haruskah dia membeli skill musik? Fano sudah membeli skil itu sejak level 6, namun dia tidak membelinya karena berpikir itu tidak terlalu penting.


[MISI DATANG!]


[Belilah skill musik, lalu bantu Noa membuat sebuah lagu yang luar biasa, lagu yang dapat membuat orang lain bahagia]


[Jika berhasil kau akan mendapat hadiah]


Ada misi, tapi hadiahnya masih misteri.


Sudahlah terima saja.


“Tentu saja, sini coba aku dengarkan”


Noa memberikan earphonenya pada Fano, agar Fano dapat mendengarkan lagu yang ia buat. Lagunya sudah bagus, jika Fano tidak menggunakan skill musik, dia pasti sudah mengatakan lagu itu baik-baik saja.


Tapi setelah dia mendapatkan skill musik, dia jadi tau jika lagu itu akan jadi membosankan.


“Lagunya bagus Noa, tapi memang agak membosankan, jika kau tetap menggunakan ini, memang akan baik pada awalnya, tapi tidak ada sesuatu yang akan membuat lagu ini berkesan. Apa lagu ini untuk grupmu?” tanya Fano.


Noa mengedikkan bahu “Entah, jika lagunya cocok untuk grupku, akan kami bawakan, tapi jika cocok untuk yang lain, akan ku beri untuk yang lain”


“Jangan seperti itu, bagaimana jika kau membuat lagu ini hanya cocok untuk grupmu, masukkan ciri khas grupmu di dalamnya” saran Fano.


Perlahan Noa tersenyum lalu mengangguk “Boleh juga, hehe – apa kak Fano mau membantuku?”


“Tentu saja, aku akan membantumu, tapi aku tidak terlalu mahir dengan musik, tidak sepertimu atau Angel”


Noa menggeleng “Tidak apa, aku akan senang hanya ditemani kak Fano, lagipula pendapat kak Fano sangat ku butuhkan”


Kemudian terdengar bel pintu berbunyi, seseorang datang.


Wonhi yang tadinya main dengan Jisung setelah Angel pergi bersama managernya akhirnya berdiri “Biar aku yang buka” kata Wonhi sambil menggendong bayi Jisung.


Mungkin itu Jungy atau Jehyuk yang belum kembali dari bandara. Entah apa yang mereka lakukan sampai lama sekali tidak pulang-pulang.


Akan tetapi bukan Jungyu atau Jehyuk yang datang, melainkan Queen, Raja dan Felix.


Okay Fano sudah bersiap-siap dengan Felix, tapi Raja? Kenapa dia ikut juga coba? Memang Raja sudah menerima hubungannya dengan Queen, tapi bocah itu suka sekali mengganggu Fano. Semoga dia hanya mampir sekali saja.

__ADS_1


.


.


__ADS_2