Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Kabur dan menjadi buron


__ADS_3

.


.


Raja menatap Fano tidak mengerti.


“Eum – senang karena bisa bertemu lagi, tidak senang karena aku tidak bisa memeluknya dengan bebas, maksudku – aku sangat merindukannya, ada banyak hal yang ingin ku ceritakan” kata Fano.


Raja menepuk-nepuk bahu Fano “Meski dia dulu ibumu, tapi sekarang kan sudah bukan, jadi kau tidak bisa bebas melakukan itu” kata Raja kemudian.


“Aku tau, karena itu aku agak sedih juga” balas Fano.


“Jadi, apa kau baik-baik saja jika Lady Lydia menikah dengan Kaisar? Kurasa mereka mulai jatuh cinta setelah – eum, ku rasa itu sekitar setahun yang lalu, saat Lady baru diberi gelar bangsawan, saat itu Kaisar baru mengenalnya. Selama ini Kaisar hampir jarang ke istana, Kaisar lebih suka berada di bumi atau Devirtia, apalagi Kaisar kan membantu bisnis kakek di bumi. Awalnya kakek dan ayah menentang hubungan Kaisar dengan lady Lydia, namun Kaisar sangat keras kepala, jadi akhirnya kakek dan ayah tidak tega juga” cerita Raja.


Fano jadi mengingat dirinya sendiri yang tidak mendapat restu dahulu, sampai Albert harus membawa Reina pergi dari rumahnya menuju Paris. Tapi pada akhirnya keluarga Raynold, mau tak mau menyetujui hubungan mereka, sampai sekarang.


“Berarti Kaisar sungguhan jatuh cinta pada Lady Lydia?” tanya Fano.


Raja mengangguk “Iya, jadi aku harap kau mau merestui mereka”


Fano menghela nafas berat “Sebenarnya aku tidak memiliki hak untuk melarang saat ini, namun jujur saja aku khawatir dengan Kaisar. Kau tau, ibuku dulu menikahi ayahku yang keras dan tidak terlalu baik, ayahku bisa dibilang seorang penjahat, hingga akhirnya ayah pergi meninggalkanku dan ibuku, jadi kami hidup dengan susah. Meski begitu, aku dan ibuku bisa hidup dengan damai karena kami ada untuk satu sama lain” kata Fano.


“Jadi karena itu ikatan kalian masih kuat ya, karena kalian saling menyayangi, aku iri padamu. Mungkin dulu hidupmu susah, tapi yang penting kan ada ibumu yang selalu ada untukmu, bahkan sampai sekarang, dia kelihatannya menyayangimu” ucap Raja.


Fano tersenyum, meski Raja menyebalkan, tapi ternyata di saat yang tepat dia bisa juga jadi bijak.


Tidak diragukan lagi, dia memang pangeran mahkota.


Raja kembali menepuk bahu Fano “Jangan khawatir Fano, Kaisar orang yang baik jika kamu mau mengenalnya, sebenarnya sama sepertimu, dia juga tidak menyukaimu, alasannya mungkin sama seperti kau tidak menyukainya. Mungkin kalian mirip satu sama lain, karena itu kalian tidak cocok”


Fano mengedikkan bahunya “entahlah.”


“Ayo kembali, bukankah kau ada banyak pekerjaan? Queen saja sambil mengerjakan sesuatu disini, padahal dia sedang sibuk” kata Raja, kemudian dia membuka portal untuk Fano, kembali ke mansionnya.


“Sebenarnya sedang sibuk apa di istana ini sih?” tanya Fano.


Raja buru-buru mendorong Fano masuk portal “Ini urusan istana, orang luar tidak boleh tau” kata Raja.


Kemudian portal tertutup segera setelah Fano masuk.


Fano sudah sampai di kamarnya dalam sekejap mata.


Tumben-tumbenan hari ini bertemu Raja dan mereka tidak ada bertengkar sama sekali, malah sangat akrab. Yah, baguslah, hubungan Fano dan Raja semakin baik saja.


Fano merebahkan tubuhnya di ranjang, lega sekali setelah merasakan ranjang yang empuk. Semua rasa lelah tiba-tiba menghampiri Fano, dia melihat jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari waktu Korea. Kira-kira di Indonesia sudah jam sebelas malam, pokoknya beda dua jam.


Fano juga rindu kembali berada di Indonesia, tapi pekerjaannya masih banyak di negara ini, belum lagi dia akan pergi ke Jepang. Namun Fano ragu untuk kesana, semoga saja tidak bertemu dengan keluarga Doma. Tapi masalahnya, Grupnya Noa mendapat libur sebelum persiapan comeback. Jadi Fano sekalian mengantar Noa kembali pada keluarganya.


Meski Noa seharusnya sudah diusir di keluarga itu, namun Noa sangat merindukan ibunya. Noa juga rindu pada Jepang. Selain Noa, Asahi juga akan ikut untuk kembali ke Jepang, dia juga merindukan keluarga dan teman-temannya di Jepang. Xiao Kun juga akan kembali ke China. Sementara itu, keluarga Leon yang hampir semuanya ada di Korea, malah ingin ikut Noa dan Asahi ke Jepang, dia bilang sekalian liburan.


Jika nantinya keluarga Doma tau jika Fano adalah cucu keluarga itu, apakah mereka akan mengusir Fano? Yang pasti, Fano tidak akan membiarkan mereka menyakiti Noa lagi.

__ADS_1


Perlahan kantuk menghampiri Fano, padahal dia belum melepas sepatu, dan juga jaket yang ia kenakan. Namun, rasa lelah dan kantuk membuat Fano tidak mempedulikan hal itu.


Tidak butuh waktu lama baginya untuk masuk dalam alam tidur.


***


PLAK


Fano terbangun dari tidurnya saat dia merasakan pahanya dipukul dengan keras, tapi mata Fano belum sepenuhnya terbuka. Dia masih malas untuk bangun.


“Kebiasaan! Kalo tidur tuh ya sepatu, kaos kaki, jaket semuanya dilepas, jangan tidur gitu aja!”


Suara omelan itu sepertinya familiar, siapa ya? Itu bukan suara Angel, bukan juga Noa, apalagi Suho, tidak mungkin juga member Noa yang lain karena mereka tidak tidur di mansion ini, Noa juga tidak tidur di mansion kok.


Jungyu dan Jehyuk juga tidak mungkin.


Apalagi, dia menggunakan bahasa Indonesia.


Fano menggeliat sebentar, masa baru bangun tidur haru berpikir dulu sih.


Akhirnya Fano bangun dan duduk, mengusak matanya sebentar sebelum menguap dan dan membuka mata.


Sebuah wajah pucat muncul di depan Fano, menatap Fano dengan tatapan sengit.


“Hantu?” gumam Fano.


PLAK.


Perhatian sekali makhluk satu ini.


“Gak usah nyengir-nyengir! Udah bangun apa belum sih ini?”


“Aku udah bangun! Lihat nih mataku udah terbuka semua, emang kamu –” Fano kembali tidak meneruskan ucapannya saat makhluk putih pucat itu mengangkat sepatu Fano lagi “Ampun nyai” tambah Fano.


“Nyai nyai kepalamu!”


“Lagian kamu ngapain sih udah sampe sini aja? Bukannya harusnya masih besok ya sampenya? Apa kerjaanmu sudah beres semua tuan Ajinomoto?”


“NAKAMOTO! Haruskah ku lempar sepatumu ke kepalamu, Farelino gonzales?”


“Sejak kapan nama margaku berubah jadi Gonzales? Siapa lagi Gonzales tuh” protes Fano.


“Gak tau, asal ceplos aja tadi, aku udah sampe sini karena kabur – untuk pekerjaan tenang aja, udah selesai yang berat-berat, tinggal yang ringan udah aku kasih ke Dave sama Wawan, ada kak Yanto juga yang ngurus, jadi beres kok” kata makhluk itu – Yoshi.


Fano berdecak malas “Kabur kenapa lagi sih dirimu ini? Kamu buron sekarang hah?”


PLAK.


Fano meringis karena pahanya ditepok lagi oleh Yoshi, untung menggunakan tangannya, bukan sepatu Fano.


“Sembarangan! Aku buron keluarga Raynold aja kok”

__ADS_1


“Tuh kan, buron – masalah apa lagi sih ini?” tanya Fano.


Yoshi tiba-tiba terlihat murung, wajah putih pucatnya makin tertekuk saat ini “Ini masalah Abel lagi”


Fano berdecak malas “Abel lagi? Kenapa lagi sekarang?”


“Aku udah sadar kan suka sama Abel, jadi aku kejar dia sampe kemarin tuh kita udah pacaran, tapi ...”


“Tapi?”


“Itu pun masih salah di mata keluarganya Abel! Gila aja sih, dulu aku tolak salah, sekarang aku pacarin salah juga, katanya aku pedofil masa”


Mendengar itu Fano terbahak, Yoshi kembali memukuli Fano tapi Fano malah tertawa makin kencang.


“FANO!!! Temen lagi susah bukannya dibantuin malah diketawain!!”


“HAHAHAHaaa – lagian, lucu banget sih! HAHAHAHA”


Yoshi berdecak kesal, sepertinya salah dia mendatangi Fano.


“Kalian ini masih pagi udah ribut aja” kata Angel yang baru masuk ke kamar Fano, Angel penampilannya sudah rapih saja. maklum ini kan sudah jam tujuh pagi, dua jam lagi Angel ada kuliah, makanya dia sudah serapih itu. Tadi malam Angel tidak tidur di mansion ini kok, Angel ada disini karena sudah menjemput Yoshi di bandara bersama Jungyu.


Yoshi makin cemberut karena Fano masih mentertawainya.


“Aduh anak mami kenapa cemberut sih?” tanya Angel.


Mendengar itu Fano berhenti tertawa, apa dia tidak salah dengar ini?


“Mami, ini Papi nakal!” kata Yoshi.


“HAH? Apaan! Sejak kapan aku – heh, mau ngapain!” Fano menghentikan Yoshi yang ingin bangkit berdiri untuk menghampiri Angel.


“Mau meluk Mamiku!”


“Gak ada!! Gak sudi aku punya anak kayak kamu!” bantah Fano.


“Ya udah, Mami nikah sama orang lain aja” kata Yoshi.


“Oh ya? Menurut kamu siapa yang cocok jadi papi kamu nak?” tanya Angel, Fano cemberut karena ini masih pagi dan dua orang ini sudah mengerjainya saja, mereka kompak sekali untuk membuat Fano kesal di pagi hari.


“Eum ... kayaknya Dojun –”


“Gak ada ya!”


Angel dan Yoshi tertawa melihat Fano kesal.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2