
.
.
Fano pikir karena sudah kelas tiga dan beberapa bulan lagi mereka sudah ujian kelulusan, tidak akan ada anak baru di kelasnya. Tapi dia salah, karena pada kenyataannya ada anak baru di kelasnya.
Dia sangat berisik, supel, dan mudah bergaul. Baru masuk saja dia sudah bisa berbaur dengan baik, semua orang terlihat sangat menyukainya.
Dia laki-laki, namanya Haikal, memiliki kulit kecoklatan khas negara tropis, meski begitu dia memiliki wajah yang tampan, manis.. dia juga memiliki badan yang cukup tinggi dan besar, tingginya sekitar 176 cm.
Harusnya dia tidak ada hubungannya dengan Fano, tapi jadi ada hubungan jika Haikal duduk di belakang Angel dan terus menggoda Angel. Masalahnya, Fano tidak bisa berbuat apapun.
Padahal Fano sudah ingin menonjok mukanya yang menyebalkan itu, tapi tentu saja sistem menghentikannya, karena Haikal bukan orang yang jahat, jadi tidak boleh disakiti.
Pada akhirnya, Fano pergi dari kelas beberapa menit sebelum bel istirahat berdering. Dia minta ijin untuk pergi ke toilet, tapi tentu saja dia tidak benar-benar ke toilet. Pak guru tidak akan terlalu memusingkan Fano, karena Fano kan murid teladan.
Fano yang dulu, bukan dengan Fano yang sekarang.
Fano pergi ke taman, merebahkan dirinya di salah satu bangku taman yang berada di bawah pohon, karena Fano memiliki kaki yang panjang, jadi sebagian kakinya menjuntai ke bawah bangku.
Kenapa ya Fano jadi sekesal ini hanya karena hal sepele?
[Itu cemburu namanya]
Benar juga, cemburu...
Fano belum menanyakan perihal kenapa Angel dijodohkan dengan orang yang tidak jelas oleh keluarga Raynold, pasti ada alasannya kan? tapi apa itu?
Banyak sekali pertanyaan yang ada dipikiran Fano, seperti dimana putra Albert berada saat ini? Kemana juga Reina menghilang? Lalu... kenapa Gio jadi berubah? Dan juga, kelompok mafia Albert dahulu sekarang bagaimana? Apa mereka bubar?
Saat Fano sedang sibuk berpikir, seekor kupu-kupu hinggap di atas hidungnya.
Refleks Fano menangkap kupu-kupu itu dengan satu tangannya, kemudian dia duduk dan merobek kupu-kupu itu hingga menjadi beberapa bagian. Dia tangkap kupu-kupu lain yang melintas, lalu merobeknya juga.
[Peringatan!!]
[Kamu mendapatkan hukuman karena menghilangkan nyawa dua ekor makhluk hidup yang tidak bersalah]
APA?!
Gawat!! Fano kelepasan!!
Fano menunduk pada robekan kupu-kupu yang sudah tidak bernyawa di rerumputan di bawah kakinya.
[Hukuman sedang diproses..]
[Hukuman adalah hunter game!]
Apa lagi itu?
Tiba-tiba sekeliling Fano berubah, ia tidak lagi berada di taman sekolah, namun sebuah tempat asing yang agak gersang, hanya ada pasir, tanah dan bebatuan saja.
Muncul sebuah tongkat emas di tangan Fano.
[Gunakan itu sebagai senjata, caranya dengan mengubah menggunakan imaginasi]
[Selamat bersenang-senang!]
Bersenang-senang apanya?!
Seekor kalajengking raksasa berwarna hitam datang menghampiri Fano, sontak Fano berlari menjauhinya. Akan tetapi kalajengking lain muncul, Fano pun beralih mendaki bukit untuk kabur.
Tapi tentu saja tidak ada tempat kabur, ada lima kalajengking hitam raksasa yang mengepungnya.
Fano mulai ketakutan dan badannya gemetar, dia bingung harus bagaimana.
Tapi dengan instingnya sebagai pembunuh di masa lalu, otak Fano bekerja dengan cepat. Meski dia panik, dan berusaha berpikir sambil terus menghindari kejaran dan serangan kalajengking.
Ini benar-benar seperti mimpi buruk.
Kalajengking memiliki sengatan yang mematikan, apalagi ini ukurannya sangat besar.
Seekor kalajangking menghadang Fano yang terus berlari kabur, dengan panik Fano membayangkan tongkat emasnya berubah menjadi pedang, dengan sekuat tenaga, dia mencoba menebas kalajengking tersebut.
SRAT
Salah satu capitnya berhasil terpotong, karena itu si kalajengking makin brutal menyerang Fano. Fano yang tidak mau kalah turut menyerang kalajengking dengan pedangnya.
__ADS_1
Hingga satu kalajengking berhasil dihabisi dengan sadis.
[Selamat! Anda mendapatkan 1000 koin]
Melihat itu Fano pun jadi bersemangat.
Dengan aura psikopat yang selama ini ditahannya, dia mulai menyerang ke empat kalajengking lainnya dengan pedang yang sangat tajam tersebut.
[Selamat! Anda mendapatkan 2000 koin]
[Selamat! Anda mendapatkan 1000 koin]
[Selamat! Anda mendapatkan 1000 koin]
Selesai sudah.
Fano ambruk di rerumputan, dia langsung kembali segera setelah semua kalajengking dihabisi.
Nafasnya terengah-engah, keadaannya yang sudah berantakan tidak kembali rapi seperti semula, luka gores sebab bebatuan dan beberapa kali tergelincir juga masih ada disana. Seragam yang Fano kenakan sudah sedikit berantakan.
Ini gara-gara kebiasaan Albert yang tidak akan segan-segan membunuh serangga kecil. Tapi hukumannya boleh juga, Fano jadi mendapat banyak koin.
Sekarang koin Fano ada 9080 koin, sedikit lagi menjadi 10 ribu koin.
[Kau suka hukumannya?]
“Bagian koin iya, yang lainnya tidak”
[Ini, ramuan penyembuh gratis untukmu]
Sebuah botol dengan cairan biru di dalamnya keluar begitu saja di hadapan Fano yang kini terduduk di rerumputan, di bawah bangku taman yang tadinya ia duduki.
Fano menyambar ramuan tersebut lalu menenguknya hingga kandas.
Selesai minum dia sudah lebih tenang, debaran jantungnya sudah lebih normal dari sebelumnya, luka-luka yang ia terima juga perlahan-lahan menghilang.
Fano sedang memperhatikan logo di tutup botol ramuan, ada huruf ‘F’ berwarna emas kecil disana.
“F ini maksudnya Fano?”
[Tidak perlu dipikirkan, itu logo tempat membuat ramuannya]
[Ingat untuk tidak sembarangan membunuh makhluk yang tidak bersalah]
“Hmm..”
[Kalau kau sengaja melakukannya lagi, mungkin hukumannya tidak akan seringan tadi]
“Iya, aku mengerti”
[Kau ini..]
Fano kembali bangkit dan duduk di bangku semula, dia baru sadar jika beberapa murid sudah keluar dari kelas, apa bel istirahat sudah berbunyi?
“Fano!”
Senyuman terbit di wajah Fano melihat siapa yang datang, Angel berlarian menuju tempatnya berada.
“Kenapa kamu disini? Aku nyariin dari tadi, kamu gak balik-balik dari –” ucapan Angel terhenti saat Fano menarik lengannya untuk duduk di bangku taman di sebelah Fano.
“Maaf deh, aku suntuk di kelas” kata Fano.
“Gak biasanya kamu kayak gini, ada masalah?” tanya Angel, Fano memeluk pinggang Angel, sementara Angel meletakkan kepalanya di bahu Fano, mereka merasanyaman dalam posisi seperti ini.
“Kalau masalah aku punya banyak” jawab Fano.
“Kau habis ngapain? Penampilanmu berantakan” Angel sedikit menjauh, memeriksa penampilan Fano yang tidak serapi tadi sebelum ijin untuk pergi ke toilet. Angel sedikit membersihkan pasir-pasir halus yang menempel di seragam Fano.
Angel mengerutkan dahinya bingung karena seragam Fano bisa banyak pasir halusnya, warnanya juga tidak biasa, putih agak merah muda, seakan Fano baru saja dari pantai.
Tapi itu tidak mungkin.
Angel menghentikan kegiatan membersihkan seragam Fano saat dia merasa Fano sedang memperhatikannya, jadi Angel beralih menatap mata Fano. Benar saja, Fano sedang menatap wajahnya sambil menyunggingkan sebuah senyuman.
“Kenapa?” tanya Angel bingung.
Fano menggeleng “Tidak, aku hanya berpikir kau cantik”
__ADS_1
PUK
Angel memukul dada Fano kesal, tidak keras sih, malah tidak ada tenaganya, jadi Fano hanya tertawa saja.
“Kau belum menjawab pertanyaanku, kenapa kau jadi kotor?” tanya Angel lagi.
“Tidak ada, aku hanya duduk disini, mungkin ada debu-debu beterbangan tadi, makanya jadi kotor” kata Fano, agak tidak masuk akal, tapi lebih tidak masuk akal lagi jika Fano sempat pergi ke suatu tempat selain di taman ini.
“Begitu, kenapa tadi kau tiba-tiba pergi dan kau juga tidak kembali ke kelas?”
“Ku rasa aku cemburu”
Angel menatap Fano bingung “Maksudmu?”
“Anak baru itu.. dia terus menggodamu, aku jadi kesal dan pergi”
“Maksudmu Haikal? Dia hanya bercanda Fano... jangan khawatir, aku hanya menyukaimu”
Fano kembali menarik Angel ke dalam pelukannya “Maaf, aku hanya tidak suka milikku di dekati orang lain, terutama orang baru yang asing”
“Jadi aku ini milikmu?”
“Iya, kau milikku”
“Kau posesif sekali ya... tapi, aku –”
“Apalagi? Kau akan ditunangkan dengan seseorang? Bagaimana jika aku meminta pada orangtuamu untuk membatalkannya?”
Angel menggeleng “Itu tidak mungkin berhasil Fano, orangtuaku tidak mungkin menolak permintaan itu, lagipula mama bilang itu penting”
“Tapi tidak ada salahnya mencoba kan?”
Angel hanya diam, dia tidak mau Fano mendapat masalah karena hal ini. Karena Fano sedang membangun sebuah bisnis, Angel tidak ingin Fano berselisih dengan keluarga Raynold, karena itu hanya akan merugikannya.
Angel melepaskan diri dari pelukan Fano “Tidak Fano, biarkan aku melakukannya, kau hanya perlu fokus dengan bisnismu, jangan khawatirkan aku. Lagipula itu hanya pertunangan, karena aku akan terikat dengan sebuah agensi, aku tidak mungkin bisa menikah cepat-cepat”
Fano tau Angel ada benarnya, apa dia yang terlalu berlebihan?
Fano tidak suka miliknya disentuh oleh siapapun, apalagi orang yang tidak jelas.
“Pastikan dia tidak bisa menyentuhmu sedikitpun”
Angel mengangguk “Jangan khawatir”
Angel kembali memeluk Fano, dia merasa bahagia hanya berdua seperti ini, apalagi di taman ini sangat sepi, murid-murid yang lain sedang sibuk mencari makan di kantin.
“Oh iya Fano... apa kau tau? Rumor yang beredar, ada pengedar narkoba di sekolah kita”
Fano menundukkan kepalanya menatap Angel “Kau tau dari mana?”
“Tidak sengaja mendengar anak-anak lain yang bergosip, lagipula berita tentang itu kan sedang viral, katanya negara-negara di Asia akan jadi target selanjutnya, jadi banyak yang takut jika itu akan terjadi di sekolah kita juga”
“Bagaimana jika itu benar?”
“Tapi mungkin itu hanya rumor saja Fano..”
Fano menggeleng “Aku yakin ada seseorang yang membawanya ke sekolah kita, mungkin anak baru?”
“Kau menuduh Haikal?”
Fano mengedikkan bahunya “Itu bisa saja”
“Jangan sembarangan menuduh seseorang, apalagi jika tidak punya bukti”
“Akan ku cari buktinya”
Karena itu memang misi Fano untuk satu bulan ini.
.
.
.
satu bab aja ya kawan2, akhir tahun sibuk 😅 hehe 😂
oh iya... banyak yg terjebak di bagian fano dan angel di villa. kalian pikir mrk nglakuin sesuatu?? 🤔🤔
__ADS_1
fano gak jadi ngapa2in angel krn dapat teguran dr sistem bukan? apa mungkin stlah itu mrk nglakuin sesuatu?
😂😂 hati2 jebakan ya kawan 😏