
.
.
Pagi ini Fano sangat sibuk, masih jam enam pagi dia pergi bersama Dave, wawan dan Fira untuk bertemu
Lily. Lily mengajak mereka untuk bertemu di tempat yang aman dan tersembunyi, namun, tidak ada tempat seperti itu.
Jadi, tidak ada tempat lain, mereka pergi ke apartemen pribadi Lily, apartemen yang bahkan managernya tidak tau dengan tempat itu.
Setelah mereka sampai, Lily langsung menatap Fira, lalu minta maaf. Entah itu permintaan maaf yang tulus atau tidak, namun, Fira sangat senang mendengarnya. Tidak apa, paling tidak, Fira bahagia.
Meski begitu, Fira tetap tidak akan tinggal bersama ayahnya apalagi bersama Lily. Fira sudah terjerat janji manis buaya Seoul, dan dia cukup keras kepala. Lagipula masih belum ada jaminan jika Lily dan ibunya tidak akan menyakiti Fira.
Setelah mempersilahkan mereka masuk, Lily mengajak mereka sarapan bersama, Lily membelikan mereka bubur ayam. Baru setelah makan Lily menjelaskan tentang managernya yang lama.
Selama ini manager itu yang terus membuat Lily bekerja keras, meminta Lily menerima peran yang jauh lebih dewasa dari umurnya, meminta Lily berpenampilan terbuka. Namun setelah Lily mulai capek dan tidak mau lagi mendengarkan permintaan itu si manager mulai berulah, gaji Lily dari syuting banyak yang dia ambil, Lily hanya diberi 20% saja dari totalnya.
Kemudian Lily tidak tinggal diam, dia melaporkan hal tersebut pada agensinya, lalu agensi memberikan manager baru yang masih benar-benar pemula. Namun, manager baru itu sangat perhatian dan tulus, bahkan lebih perhatian dari ibunya sendiri, manager itu memberikan job yang cocok untuk umur Lily.
Akan tetapi manager yang lama tidak ingin disingkirkan, dia malah berbuat licik dengan mengancam Lily dan ingin membunuhnya.
Setelah mendengar semua cerita Lily, mereka memberitahu pada Lily jika sebenarnya mereka memiliki rekaman manager Lily yang tidak diberi oleh petugas di pesawat.
Mereka kemudian sepakat melaporkan kasus tersebut ke pihak yang berwajib agar segera ditangani, namun jika pihak berwajib tidak segera memproses kasus tersebut, maka mereka akan mengunggah vidio itu ke sosmed. Nantinya yang akan dirugikan ada beberapa pihak.
Pihak pesawat karena petugasnya mudah disuap, lalu pihak agensi yang kurang tegas menangani masalah Lily.
Lily juga masih umur 17 jadi dia akan mendapat banyak perlindungan karena belum cukup umur. Lalu mungkin orangtua Lily juga akan mendapat masalah karena tidak bisa melindungi anak mereka.
Ini sangat rumit memang.
Jadi, Fano menyarankan agar Lily pergi ke kantor polisi bersama ayahnya. Namun, kemudian Lily menolak karena tidak mau merepotkan ayahnya dan takut ayahnya sedih jika tau putrinya mendapat ancaman seperti itu.
Fano yang kesal akhirnya memilih untuk menghubungi Randy, tidak peduli meski Lily memohon-mohon padanya.
__ADS_1
Bagaimana pun juga, orangtua harus tau.
Lily ingin ayahnya memperhatikannya, namun dia sendiri menolak untuk memberitahu jika dia memiliki masalah. Dasar perempuan, ribet sekali hidupnya.
Randy tentu saja terkejut dengan penjelasan Fano, jadi dia langsung pergi ke apartemen Lily dari kantornya. Karena semalam Randy lembur.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk Randy sampai di apartemen Lily, karena gedung kantornya juga tidak jauh. Randy sempat marah karena Lily tidak jujur padanya, Lily menangis merasa bersalah, kemudian Fira datang untuk menenangkannya.
Pada akhirnya, Randy akan membawa Lily untuk melapor pada pihak berwajib dengan membawa semua bukti-bukti yang ada. Kemudian Fira meminta untuk ikut mereka, karena Fira ikut, jadinya Dave mau ikut juga, bukan membantu Lily, tapi menjaga Fira.
Setelah itu Fano pamit dengan membawa Wawan untuk pergi lagi, mereka akan ke gedung kantor karena Andy dan Surya sudah datang, jadi siang ini akan ada rapat. Kan mumpung Fano masih di Indonesia, semalam Fano juga sudah membaca beberapa laporan, bahan untuk rapat dan mempelajarinya.
Sebenarnya perusahaan Fano yang ada di Indonesia tidak ada kendala, semuanya bisa mengatasi dengan
baik. Justru karena perusahaan di Indonesia sudah stabil dan tidak terlalu membutuhkan Fano, maka Fano berani untuk melepasnya dan membangun cabang di Korea.
Meski jatuhnya Fano malah mendirikan F&A Group di Korea.
Tapi tetap, Floutesse Beauty pusatnya tetap di Indonesia.
Fano jadi curiga produk baru itu sangat penting.
Fano kepo, apakah dia salah?
Itu adalah sifat manusia normal, untuk kepo dengan sesuatu yang tidak boleh dia tau. Untuk Royal Food&drink memang jatuhnya perusahaan Fano yang F&A Group itu adalah saingan. Karena sama-sama bergerak di bidang makanan dan minuman.
Meski Fano ngotot mereka bukan saingan, tapi sudah jadi rahasia umum jika restoran milik kedua perusahaan besar itu adalah saingan, bahkan mereka memiliki pelanggan setia masing-masing, yang tidak jarang memperdebatkan mana yang terbaik.
Lylac diminta untuk datang ke mansion itu karena kakak-kakaknya ingin berjumpa dengannya, yaitu Lino, Roi dan Subin. Selain itu sepupu yang lain juga ikut penasaran, seperti Rin, Lia (ibunya Bima, dia termasuk sepupu Raynold), Felly, Sky, Sam, dan lain-lain.
Lylac agak gugup dan malas tapi setelah berpikir di mansion itu ada banyak makanan maka dia akhirnya mau saja pergi.
Fano dan Wawan sampai di gedung kantor sekitar jam delapan lebih, beberapa karyawan menyambut mereka dengan ramah, Fano juga tersenyum ramah pada mereka.
Sepertinya ada banyak karyawan baru, karyawan Fano sangat banyak, jadi tentu dia tidak kenal satu-persatu, namun semua karyawan diwajibkan mengenakan name tag. Setiap karyawan masuk akan diberi name tag khusus, seperti yang ada di seragam anak sekolah. jadi jika lupa tidak mengenakan Id card, yang lain tetap dapat mengenali mereka. Malah, di kantor Fano yang namanya id card tidak terlalu penting dibandingkan dengan name tag.
__ADS_1
Karena name tag itu khusus, mereka bisa absen dengan menunjukkan name tag mereka yang canggih itu, seluruh informasi akan langsung dapat diakses. Itu adalah name tag yang canggih dan mungil, jadi jika ada yang kehilangan, harus menebus sekitar satu setengah juta untuk membuat yang baru.
Name tag tersebut juga memiliki fitur khusus yang sangat berguna terutama bagi perempuan, karena karyawan Fano kebanyakan perempuan. Mau bagaimana lagi, kan Fano menjual kosmetik. Jadi name tag itu bisa mengeluarkan bunyi sirine yang keras apabila pengguna berteriak minta tolong, sirine baru berhenti apabila detak jantung pengguna kembali normal atau pengguna mengatakan ‘sudah aman’.
Aneh ya?
Salahkan pemikiran Fano yang sangat berbeda, dia terlalu memperhatikan keselamatan karyawannya.
“Mana oleh-olehnya?”
Wawan yang baru melihat Surya dan Andy, langsung menodong mereka meminta oleh-oleh.
“Dasar bocil, pikirannya oleh-oleh mulu, itu ada kok nanti dibagi” sahut Andy, mendengar itu Wawan mulai bersemangat, meski tidak tau oleh-oleh macam apa yang akan diberikan.
“Semuanya sudah berkumpul?” tanya Fano.
“Sudah semuanya” jawab Surya.
“Baiklah, mari kita mulai rapatnya” kata Fano.
“Dave dan Yoshi tidak ikut?” tanya Andy.
Fano menggeleng “Tidak, mereka ku beri tugas lain” kata Fano. Memang kan Fano memberi tugas menjaga
Fira sekaligus menolong Lily pada Dave, sementara Yoshi, Fano memberinya tugas untuk membagikan oleh-oleh pada pengurus villa di pantai dan juga di mansion milik Fano.
“Ayo kita mulai rapatnya” kata Fano sambil membuka laptopnya.
Ada banyak hal yang akan dirapatkan, jadi harus segera dibuka agar selesainya tidak terlalu siang, apalagi sore.
.
.
.
__ADS_1