
.
.
Fano tersenyum dan melambaikan tangannya pada Angel yang baru saja masuk gerbang rumahnya. Sepulang sekolah Fano kembali mengantarkan Angel pulang.
Setelah itu Fano memutuskan untuk berkendara mengelilingi kota, dia hanya ingin tau keadaan kota seperti apa.
Tapi selama berkendara, Fano merasa terganggu dengan notifikasi di ponselnya yang sepertinya berbunyi terus tiada henti. Fano menepikan mobilnya untuk mematikan notifikasi ponselnya, tapi kemudian dia sangat terkejut dengan isi berbagai notifikasi yang masuk tersebut.
Masih ingat kan tadi siang Fano dan yang lain baru membuat medsos? Padahal itu baru beberapa jam yang lalu dibuat, dan sekarang pengikut Fano sudah satu juta lebih saja. Gila! Padahal dia bukan selebriti.. kok bisa ya?
Fano yang penasaran pun mengunjungi media sosialnya, padahal akunnya biasa saja, dia menamai akunnya sebagai (Farelino_Fano) dan satu-satunya foto yang dia posting adalah fotonya bersama Yoshi, Angel, Dave dan Tari. Fano juga hanya mengikuti keempat orang itu saja di medsosnya.
Tapi kenapa tiba-tiba yang mengikutinya sampai satu juta orang lebih?
Fano beralih pada laman notifikasi, ternyata ada sebuah vidio yang diupload oleh seseorang yang menandai akunnya.
Vidio tersebut telah ditonton sebanyak 3 juta kali padahal baru beberapa jam lalu di upload.
Itu adalah vidio tadi pagi saat Fano keluar dari mobil, kemudian membukakan Angel pintu lalu mereka berjalan ke gedung sekolah. begitu saja kok, tapi kenapa semua orang heboh?
Fano membaca beberapa komentar.
‘Pangeran tampan!!’
‘Mereka terlihat seperti pangeran dan putri!’
‘Cepat beritahu akunnya!’
‘Siapa pangeran itu?!’
‘Ganteng banget astaga!’
‘Itu mobilnya miliaran buat sekolah, sekaya apa tuh?’
‘Beruntung banget itu cewek’
‘Gaes!! Ini akun cowoknya Farelino_Fano terus akun ceweknya AngelGraham’
Pantas saja akun Fano langsung banyak pengikut, pasti akun Angel juga.
“Orang-orang yang merepotkan” Fano mematikan ponselnya, lalu kembali melajukan mobilnya. Fano berhenti di salah satu jalan yang memiliki cafe, toko dan restoran berkelas. Untuk memiliki toko disana harus membayar biaya sewa yang mahal.
Fano tidak ingin menyewa toko kok, dia pergi kesana karena tertarik dengan salah satu toko yang menjual desserts, toko yang sedang viral dan terkenal, sweetpeach yang masih milik Redpeach company.
Fano ingin membeli banyak manisan karena nanti malam dia, Yoshi dan Dave akan latihan bermain game untuk pertandingan besok. Semuanya harus ada persiapan matang bukan? Termasuk persiapan camilannya juga.
Oh iya, ngomong-ngomong camilan... sebenarnya perusahaan ayahnya Angel, Graham juga memiliki pabrik makanan terbaik dan terbesar di negara ini. Produk mereka juga selalu menjadi unggulan di antara yang lainnya. Meski akhir-akhir ini produk Redpeach sedang trend, tapi Graham tetap berjaya jika tentang makanan.
Hanya saja... Fano agak malas berurusan dengan perusahaan yang masih di bawah perusahaan milik mertuanya. Meski sekarang Fano bukan lagi menantu karena sudah beda tubuh serta identitas. Tapi dia merasa canggung saja.
Karena itu dia lebih memilih Redpeach.
Mertuanya juga menyukai buah peach, menyebalkan! Kenapa Fano mengingat itu sih? Padahal sudah tidak ada hubungan.
Cih.
__ADS_1
[Misi dadakan datang!!]
‘Hah?’
Baru saja Fano berhasil memarkirkan mobilnya ke tempat aman, karena dia menghindari kerumunan, nanti yang ada mobilnya difoto-foto lagi. Untung Fano tidak menuntut mereka karena telah memotret sembarangan.
[Bantu seorang wanita yang akan dicopet! Hadiahnya adalah 200 koin dan peningkatan skill pemain]
Fano langsung semangat melihat hadiahnya adalah peningkatan skill dan koin.
“Oke, dimana itu?”
[Wanita berbaju merah, cari saja]
Fano keluar dari mobilnya lalu pandangannya berkeliling mencari siapa wanita yang dimaksud sistem.
Seorang wanita cantik yang terlihat seperti wanita kantoran berkelas keluar dari sweetpeach dengan membawa kotak kue dan terlihat agak ribet, dia juga menenteng tas mahalnya, dia berbaju merah.
Fano sudah siap membawa batu seukuran genggaman tangannya.
Yang sudah dinanti datang, sebuah motor yang dikendarai dua orang pria melaju sangat cepat berniat menyambar tas mahal wanita itu.
“KYAA!!” teriak wanita itu kaget karena tasnya disambar begitu saja, baru saja dia ingin berteriak kembali meminta tolong, Fano sudah melemparkan batu yang ia genggam mengenai punggung pengendara motor.
Lemparan yang sangat kuat serta tepat sasaran itu sontak mengejutkan pencopet, membuatnya oleng hingga kemudian roboh.
Fano tidak peduli dua copet itu terluka parah atau tidak.
“Mbak, panggil polisi atau keamanan aja ya” kata Fano sebelum menghampiri dua copet itu.
Si mbak yang awalnya masih shock segera pergi mencari petugas keamanan setelah diberitahu Fano.
Fano dengan kasar menyambar tas mahal milik mbak yang tadi.
“Anggap saja kalian bernasib buruk karena mencopet di dekatku, sakit?? Hahaha – aku tidak peduli” kata Fano, dia sudah melihat keadaan pencopet tadi kakinya sedikit berdarah karena jatuh, belum lagi motor mereka yang sepertinya rusak.
Bukan urusan Fano.
Mbak yang tadi datang bersama petugas keamanan, Fano segera menyerahkan tas tersebut padanya.
“Terima kasih ya dek..”
“Sama-sama, lain kali hati-hati membawa tasnya mbak” kata Fano sebelum kemudian berlalu pergi dari sana, dia terus berjalan dan memasuki toko sweetpeach untuk membeli camilan dan desesserts terbaik yang toko ini miliki.
Fano membeli cheese cake, matcha cheese cake, strawberry cheesecake, roti krim sus – oke sudah, kalau soal makanan saja langsung kalap ingin membeli semuanya, padahal belum tentu bisa menghabiskan semua.
Tiba-tiba tempat ini ramai saat seorang gadis cantik datang, Fano meliriknya sebentar.
Dia gadis yang sangat cantik dan berpenampilan trendy serta mahal dari ujung rambut hingga ujung kaki, semuanya berkelas, sekan dia seorang idol atau model.
Gadis itu memiliki raut wajah jutek namun terlihat indah dilihat, tubuhnya tinggi, langsing dan molek seakan sia sebuah boneka yang sempurna.
Semua yang melihatnya tidak bisa memalingkan pandangan dari sosok cantiknya itu.
Kecuali Fano.
Dia hanya melihat dalam dua detik, setelahnya dia kembali menunggu pegawai toko membungkus kue yang dia beli.
__ADS_1
“Katanya kalian memiliki macaroon terbaik, aku memesan semuanya! Kita lihat apakah produk sweetpeach yang viral lebih baik” kata gadis itu.
“Baik nona! Kami akan siapkan semua varian macaroon kami untuk nona segera!”
“Aku tidak mau menunggu lama”
Gadis yang arogan.
“Tuan, ini semua pesanan tuan”
“Bisa bayar pakai ini?” Fano menyerahkan kartunya untuk membayar semua kue.
Gadis itu melirik Fano “Apa seenak itu sampai kau memborong kue sebanyak itu?”
Fano mau tidak mau menoleh pada gadis itu “Aku baru kali ini datang kemari, kalau kau lebih pro ke produk merek lain jangan mengacau di perusahaan saingan, takutnya kau mempermalukan dirimu sendiri”
“Hei kau pikir kau siapa?”
“Kau juga siapa tiba-tiba mengajakku bicara? Penting?”
Setelah itu Fano pergi karena urusannya sudah selesai.
Gadis cantik itu terlihat kesal, tapi dia tidak mau terlihat marah-marah di depan umum, dia harus jaga image.
“Siapa sih dia? Menyebalkan!”
“Apa kami perlu mencari tau siapa dia tuan putri?”
Gadis itu menggeleng “tidak perlu, tidak terlalu penting juga”
Kalau tidak penting kenapa tadi bertanya ya?
Fano sudah kembali ke tempat parkir, beberapa orang bergerombol melihat pada mobilnya, Fano tidak mengerti.. kurang kerjaan sekali mereka ini.
“Permisi.. kalian mengganggu” dengan ‘halus’ Fano mengusir orang-orang itu, tapi mereka malah mengarahkan kamera ponsel mereka pada Fano.
Mereka memberi Fano beberapa pertanyaan seperti apa Fano pemilik mobil mahal itu, apakah benar Fano yang hari ini sedang viral di internet, dan berbagai pertanyaan lain yang sebenarnya tidak ingin Fano jawab.
Fano pura-pura tersenyum pada mereka, beberapa wanita menjerit senang melihat senyuman tampan itu.
“Maaf tapi saya sedang sibuk.. permisi” Fano buru-buru masuk ke dalam mobilnya. Dia menghembuskan nafas lega setelah berhasil melajukan mobilnya kembali.
[Misi dadakan telah berhasil terselesaikan! Kamu mendapat hadiah 100 koin dan peningkatan skill pemain]
“Tunggu dulu! Tadi bukannya 200 koin?”
[Hadiah dipotong karena kamu terlalu keras pada pencopet tadi, pencopet mengalami kerugian karena motor mereka perlu diperbaiki]
“Persetan dengan itu mereka salah!”
[Kau tidak memiliki belas kasih ya?]
“Tidak”
[Kalau begitu terima saja hadiahnya, masih untung aku tidak memberi hukuman]
Padahal dia telah berhasil menyelesaikan misi, tapi dia masih salah juga di mata sistem? Fano tidak mengerti kenapa dia bisa salah. Tapi dia senang juga karena sistem memilih memotong hadiahnya dari pada memberi hukuman aneh yang mengerikan.
__ADS_1
.
.