Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Adik yang lebih menyeramkan


__ADS_3

.


.


Lily mendorong Fira menjauh dari ayahnya, lalu memeluk lengan ayahnya sambil menatap Fira sinis “Siapa sih kamu? Ngapain godain papaku?!”


“Lily, tenang dulu, Fira ini juga anak papa” kata Randy, berusaha menjelaskan situasinya.


“APA? Jadi papa selingkuh dari mama?” tuduh Lily.


“Bukan, dia anak dari istri pertama papa, sebelum mama mu” Randy.


“Dia aneh, rambutnya biru, matanya biru – ugh! Ngeselin! Aku ga bakal nerima dia jadi kakakku! Titik!”


teriak Lily, dia tidak terima karena merasa Fira jauh lebih cantik dan menarik darinya.


“Papa tidak butuh persetujuan mu, karena dia memang anak papa” kemudian Randy melepaskan pelukan Lily, kemudian menghampiri Fira yang hampir menangis.


“Fira, jangan sedih, kau akan selalu jadi anak papa, kau kemari karena ingin tinggal dengan papa kan?” tawar Randy.


“GAK BOLEH!” teriak Lily.


“Lily!” Randy.


Lily yang sedang emosi dan iri mendekat pada Fira lalu menarik rambutnya, Fira hanya mengaduh kesakitan, dia tidak mau melawan, meski dia bisa. Fira tidak ingin menyakiti adiknya.


“Lily, hentikan!” Randy ingin menghentikan Lily tapi dia malah mendorong ayahnya hingga jatuh ke lantai.


“Hei, berhenti!” Fano yang sudah kesal mulai beraksi, agar lebih dramatis, dia menyelamatkan Fira di akhir, seperti tokoh pria utama lainnya.


Lily mematung, dia baru menyadari ada Fano juga disana, perlahan dia melepaskan Fira.


“Aku dari tadi diam dan merekam semua kelakuanmu, menurutmu bagaimana jika aku menyebarkan vidio


ini? Kau sudah menimbulkan banyak kontroversi, ingin menambah lagi?” kata Fano sambil menunjukkan ponselnya.


Lily berdecak kesal “Ugh, kenapa kau disini?”


“Karena Fira adalah temanku, jika kau menyakitinya, aku tidak bisa tinggal diam” jawab Fano.


“Lagipula, apa susahnya untuk menerima Fira? Dia tidak berusaha merebut harta ayahmu, dia hanya ingin bertemu ayahnya saja, jangan berlebihan, kau konyol sekali” tambah Fano.


Lily menghentakkan kakinya kesal lalu pergi dari tempat itu, kembali ke lantai bawah.


“Maafkan putriku ya? Selama ini dia diasuh oleh mamanya, jadi sifatnya mirip, agak kasar” kata Randy, berbisik pada Fira, namun Fano dapat mendengarnya karena hanya ada mereka bertiga di roof top ini.


Fira akhirnya menangis, kemudian ayahnya memeluknya erat “Maafkan ayah ya Fira”


Fira menggeleng pelan “Gak apa-apa, aku juga mau ikut Fano aja, gak perlu tinggal sama ayah kok” kata Fira.


Fano kaget dong, ini Fira gimana sih? Udah dianterin ke ayahnya malah minta tinggal sama Fano. Mungkin karena tinggal dengan Fano ada banyak teman ya, sedangkan tinggal dengan ayahnya akan bertemu saudara jahat seperti Lily, tidak aneh sih Fira takut. Belum lagi ibu tirinya.

__ADS_1


“Fano? Kamu ingin kerja sama Fano?” tanya Randy, Fira mengangguk.


“Baiklah, jika itu maumu” tambah Randy, meski begitu dia tetap melirik tidak suka pada Fano.


“Begini Om, jika tinggal dengan saya, Fira ada banyak teman, seperti Lylac, Lylac itu adik paling bungsunya Om Lino, begitu, Fira sangat akrab dengannya, Fira juga akrab dengan teman-temanku di Korea” kata Fano, dia berharap dengan begitu Randy tidak akan marah dan berpikir yang tidak-tidak.


“Korea? Maksud Fira tinggal denganmu itu, ikut kau ke Korea lagi? Pekerjaanmu disana belum selesai ya?” tanya Randy.


Fano mengangguk pelan, lalu menggaruk kepalanya canggung.


“Baiklah, tidak apa, ayah akan mengurusi identitas baru Fira, agar punya kewarganegaraan disini” kata Randy.


“Maksud ayah, jadi orang Indonesia?” tanya Fira.


Randy mengangguk, “Tentu saja, kan Fira anak ayah”


Fira kemudian menoleh pada Fano, Fano menangkap signal itu, Fira ingin menolak tapi dia tidak enak dengan ayahnya.


“Om tidak perlu repot-repot, untuk identitas sementara kita sudah ada, lagipula, Fira tidak akan tinggal selamanya disini, maksudku, kan dia mermaid, jadi itu agak susah” kata Fano.


Randy berpikir sebentar “benar juga ya, kalau begitu, Fira pegang kartu ini, dan ini, jadi jika Fira ingin beli sesuatu bisa mudah, semua itu bisa digunakan di Korea atau negara lain juga, jadi jangan khawatir”


Fira senang mendapat kartu itu “Terimakasih ayah”


“Fira, kau mirip sekali dengan ibumu! Peluk ayah lagi, ayah juga rindu padamu ... dulu ayah sampai berpikir untuk menculik mu dari kakek mu, tapi kak Lino menghentikan ku, dia bilang kau akan baik-baik saja, syukurlah Fira sudah tumbuh sebesar ini, jika ada apa-apa, Fira bisa menghubungi ayah ya, Fano memiliki nomor ayah”


Fira mengangguk-angguk mengerti.


“Si ... siap Om”


***


Fano melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, menuju bukit tempat villa miliknya berada. Tidak ada pembicaraan apapun karena Fira terus melamun sambil memakan beberapa kue yang dibungkus untuknya.


Sampai kemudian Fano mendengar suara isakan Fira, Fano sempat melirik dan melihat pipi Fira sudah banjir air mata. Buru-buru Fano mengeluarkan kotak tisu dan memberikannya pada Fira.


Sampai kemudian satu mutiara turun dan jauh ke box kue yang ada di pangkuan Fira.


Fano jadi kepikiran, tadi di cafe Fira sempat menangis, apa tangisannya berubah jadi mutiara ya? Kalau iya, pasti ada satu atau dua yang tercecer di lantai.


“Fira?”


“Lily jahat ... hiks, padahal aku kan kakaknya, kenapa dia seperti itu?”


Kini Fano mengurangi kecepatan laju mobilnya, takut terjadi hal buruk jika Fano oleng sedikit. Kan meski Fano memiliki skill mengemudi setinggi apapun, jika sial sudah menimpa, pasti ada saja kecelakaan.


Jadi harus hati-hati, meski sudah yakin dengan kemampuan, hati-hati sedikit tidak akan merugikan sama sekali.


“Jadi, karena dia kau tidak mau tinggal dengan ayahmu lagi?” tanya Fano dengan hati-hati, dengan suara yang lembut, tidak boleh terdengar kesal. Fano tidak kesal karena harus menjaganya, Fano hanya kesal karena padahal kan dia sudah jauh-jauh mengantar Fira pada ayahnya, tapi ujung-ujungnya malah ingin ikut Fano ke Korea.


Apakah ini karena sebelum Fira pergi ke Indonesia, Jehyuk ada mengajaknya mojok dan membicarakan

__ADS_1


sesuatu? Jika iya, Fano jadi sangat curiga.


Fira mengangguk “Iya, lalu – Jehyuk bilang dia punya villa di pinggir pantai yang kolamnya adalah air laut, jadi jika aku kembali lagi denganmu ke Korea, dia akan mengajakku kesana”


Tuh kan, pantas saja.


Dasar buaya Seoul.


“Hanya karena itu kau ingin ikut ke Korea?” tanya Fano.


“Iya! Lagipula, aku tidak mau tinggal dengan Lily, belum lagi istrinya ayah, pasti sangat menyeramkan,


belum apa-apa aku sudah takut, dan juga, jika aku ikut papa, kan Lylac ikut Fano, aku jadi tidak bisa bersama dia lagi dong” kata Fira.


“Pemikiran yang bagus, eh bentar”


Fira menatap Fano bingung. Fano menepikan mobilnya di jalanan. Tempatnya cukup ramai, ada banyak orang yang berjualan di pinggir jalan, banyak juga orang-orang yang membeli.


“Ada orang jualan bayi kepiting lho, itu gimana rasanya ya?” gumam Fano.


“Bayi kepiting enak kok rasanya”


Fano menoleh pada Fira “Kau pernah memakannya?”


Fira mengangguk pelan “Aku memakan ikan-ikan kecil juga, ada yang enak, ada yang pahit, aku suka bayi gurita”


“Itu saat di laut?” tanya Fano.


“Kau pasti berpikir aku memakannya mentah-mentah ya? Tentu saja aku memasaknya” sahut Fira “Dengan api biru yang dapat menyala di air” tambah Fira.


Kemudian dari tangan Fira muncul sebuah api kecil warna biru “Api ini bisa lebih besar di laut, namun jadi kecil di udara, makhluk bawah air rata-rata bisa memunculkan api seperti ini”


“Apa aku bisa mempelajari sihir ini?” tanya Fano.


“Bisa kok, ini sangat mudah, apalagi kau bisa meniru suara siren juga, tapi, Fano kan tidak butuh api biru bawah laut” Fira.


“Jika kau mau mengajariku, aku akan membawamu ke Korea dan mengijinkan mu pergi ke Villanya Jehyuk” Fano.


“Oke!”


Padahal tanpa itu Fano juga sudah setuju, polos sekali kamu, Fira.


“Aku mau mencoba beli bayi kepiting chrispy, kamu mau juga?” tanya Fano.


“Mau! Sekalian beli yang banyak Fano!”


“Baiklah.”


.


.

__ADS_1


__ADS_2