
.
.
Fano menatap Wonhi lekat-lekat sebelum akhirnya bertanya “Apa maksudnya?”
“Aku pikir, aku bahkan tidak terlalu diperhatikan keluargaku, mereka semua sangat sibuk, mereka juga tidak terlalu peduli aku jadi idol atau apa, bahkan aku mendapat nilai buruk juga mereka tidak peduli. Apa aku berlebihan jika menginginkan seseorang untuk diandalkan?”
Fano tersenyum lalu mengangkat dagu Wonhi dengan jari telunjuk dan ibu jarinya, agar kembali menatap padanya.
“Kau bisa selalu mengandalkanku, selama aku ada disini dan selama aku mampu, aku bisa kau andalkan. Tapi kau harus tau, jika aku bukan orang yang sebaik itu, aku juga tidak sempurna, aku pun memiliki banyak kekurangan”
Wonhi tiba-tiba memeluk Fano erat, Fano yang bingung hanya mengusap punggungnya lalu menepuk-nepuk punggungnya pelan.
“Wonhi?” panggil Fano.
“Biar kan aku memelukmu, aku sebenarnya punya kakak, tapi mereka tidak peduli padaku juga, aku berharap punya seorang kakak seperti kak Fano”
Akhirnya Fano membalas pelukan Wonhi. Dia tidak atu apa saja yang terjadi pada gadis itu, tapi Fano pikir, Wonhi hanya ingin ada seseorang yang memperhatikannya. Mungkin dia kesepian selama ini, mengingat keluarganya sibuk sendiri-sendiri.
Fano sendiri juga kesepian sebelum bertemu dengan teman-temannya yang baik dan sangat memperhatikannya, jadi dia tau bagaimana rasanya merasa sendiri dan tidak ada seseorang untuk bersandar.
[Kamu telah membuat Wonhi bahagia, 1000 koin dan 10 poin kebaikan untukmu!]
Eh? Padahal Fano melakukannya dengan tulus, tapi tidak apa.. dengan ini Fano jadi tau jika Wonhi sedang bahagia.
“Kak Fano..”
Suara lain datang mendekat, Fano buru-buru melepas pelukannya dengan Wonhi dan berbalik, ada Dave di belakang mereka, membawa tiga cone ice cream.
“Kalian mau ice cream?” tawar Dave.
Fano tersenyum lalu mengangguk.
Kemudian Dave ikut duduk bersama mereka, di samping Wonhi, tempat yang masih kosong. Fano tidak mengerti kenapa dia tidak memilih duduk di sampingnya, tapi tidak apa, terserah dia juga sih.
Dave jadi akrab dengan Wonhi saat tau Wonhi pandai bermain game, jadi sejak bertemu mereka sudah beberapa kali main game bersama, kadang bersama Wawan juga, Fano sampai bosan. Tapi mau bagaimana lagi, namanya juga anak muda, Fano kadang kalau sudah mood bermain game juga tidak bisa berhenti.
“Kenapa kalian berpelukan seperti tadi? Kak Fano gak selingkuh kan?” tanya Dave dengan polosnya tanpa ada filter sama sekali.
“Hush, enak aja” sahut Fano kesal.
“Aku memeluk kak Fano karena bahagia saja” timpal Wonhi.
“Kau masih menyukai kak Fano?” tanya Dave lagi.
Wonhi mengangguk “Tentu saja, kenapa?”
Dave terlihat cemberut tapi kemudian dia menggeleng “Gak apa-apa kok”
“Kamu mau dipeluk juga?” tanya Wonhi.
“Enggak” Dave.
Meski begitu Wonhi memeluk Dave dari samping sampai wajah Dave memerah karena malu. Fano merasa jadi obat nyamuk di tempat ini.
“Jangan peluk-peluk” kata Dave, berbanding terbalik dengan ekspresinya yang mengatakan sebaliknya.
“Gimana kalo kalian pacaran aja” usul Fano asal, yang membuat kedua sejoli itu jadi salah tingkah.
__ADS_1
“Kak Fano apaan sih! Kita cuma temenan kok” sahut Dave, yang diangguki Wonhi dengan cepat “Iya, temen”
“Terserah sih” Fano.
“Lagian aku suka sama seseorang” tambah Dave.
Mendengar itu Fano cukup terkejut, tadi dia hanya bercanda sih menggodanya dengan Wonhi, dia tau Dave hanya malu dipeluk gadis cantik, laki-laki normal pasti begitu kan? apalagi Wonhi memang sangat cantik bagaikan boneka.
Tapi tiba-tiba Dave mengaku menyukai orang lain.
“Oh ya? Siapa?” tanya Wonhi, biasalah, perempuan pasti langsung semangat jika mendengar gosip baru.
“Rahasia” Dave
“Siapa?” tanya Fano.
“Kalian tidak perlu tau” Dave kembali memakan ice creamnya sambil menatap ke arah lain, asal tidak pada Fano atau Wonhi yang sedang menatapnya penuh kecurigaan.
“Seharusnya aku tidak mengatakan ini” gumam Dave kemudian.
***
Fano memeriksa statusnya untuk melihat jumlah poin yang ia butuhkan untuk naik level selanjutnya.
--*--
Nama: Farelino Adhitama / Alberto Maverick
Umur: 19 tahun / -
Level: 15 (15.360/16.000)
Koin: 150.000
--*--
[Kau ingin sebuah misi?]
Fano berpikir sejenak, dia tidak menginginkan misi apapun, apalagi ini sudah waktunya untuk istirahat. Ini sudah malam, sekitar jam delapan malam. Fano dan teman-temannya sudah makan malam juga. Akan tetapi Fano masih berkutat di ruang tengah mengerjakan beberapa pekerjaan penting.
Sedangkan Yoshi, Dave, Vivi, Bella dan Wawan sedang beres-beres untuk kembali lagi ke Indonesia. Bagaimanapun juga anak-anak itu masih harus sekolah, Yoshi juga ada kuliah.
Sementara Fano masih tetap di Korea karena pekerjaannya.
Tapi dia sudah suntuk bekerja terus seharian ini, dia butuh sesuatu yang baru.
“Baiklah, misinya apa memangnya? Kalau susah aku skip”
[Kau tidak bisa skip misi apapun]
“Cih, sudah katakan saja”
Fano mulai bosan karena tidak ada Angel, setelah pagi dan siang ada di gedung agensi, sorenya dia ada kuliah di kampusnya. Meski Angel katanya liburan, tapi nyatanya dia masih super sibuk.
[Pergi ke jalan ini, pergi ke toko pernak-pernik untuk membelikan oleh-oleh untuk dibawa teman-temanmu]
Setelah itu sistem menunjukkan sebuah lokasi. Itu adalah jalan yang cukup terkenal karena banyak toko-toko dan cafe disana, ada juga toko suvenir yang sedang tren. Lokasinya bisa ditempuh dengan jalan kaki dari gedung apartemen ini selama kira-kira 15 menit.
Cukup dekat.
__ADS_1
“Misiku membelikan oleh-oleh saja?”
[Tidak, itu bukan misimu, kau harus pergi ke sana dulu]
Kemudian Fano menyimpan file yang tadi dia kerjakan sebelum kemudian mematikan dayanya. Setelah itu baru pergi ke kamar untuk berganti pakaian.
Di kamar sudah ada Yoshi yang kopernya sudah rapih. Sementara pemilik koper sudah berbaring dengan nyaman di ranjang sambil memainkan ponselnya.
“Mau ikut gak?” tanya Fano, Yoshi melirik sebentar sebelum kembali pada ponselnya “Ikut kemana? Males, udah pewe”
“Aku mau beli oleh-oleh untuk kalian bawa nanti” jawab Fano.
“Pergi sama Dave aja, aku sibuk” sahut Yoshi.
Sebenarnya apa yang dia sibukkan? Sepertinya Yoshi sedang berkirim pesan dengan seseorang. Fano jadi penasaran dan ingin mengintip, tapi Yoshi dengan cepat menyembunyikan ponselnya dari jangkauan Fano “Jangan lihat”
“Chatingan sama siapa sih? Gitu banget”
“Abel”
Fano memincingkan matanya, menatap Yoshi tidak percaya.
“Abel minta maaf karena para sepupunya mengirimiku banyak ancaman, kemudian aku bilang aku baik-baik saja, lalu kami berjanji untuk bertemu dan bicara empat mata”
Fano mengangguk-angguk mengerti, kemudian menepuk-nepuk kepala Yoshi, yang langsung ditepis oleh pemilik kepala.
“Jadilah gentleman, hadapi semuanya dan jangan lari”
“Yang memintaku lari kan kau sendiri Fano”
“Aku menyelamatkanmu dari bencana”
Yoshi memutar bola matanya malas “iya iya, arigato ne”
Pada akhirnya Fano pergi tanpa Yoshi, temannya itu lebih memilih chattingan dengan Abel dari pada pergi dengan Fano.
Karena takut kemalaman, jadi Fano tidak mengajak Dave juga, dia hanya pergi sendirian, biar aman. Dia tidak mau terjadi hal tidak diinginkan pada teman-teman bocahnya. Karena malam hari kan rawan kejahatan.
Ada banyak toko yang menjual oleh-oleh, Fano ingin memberikan oleh-oleh untuk teman-teman di kantor juga, jadi dia memilih banyak sekali oleh-oleh. Dia tidak membawanya sendiri, dia meminta pihak toko untuk mengirim ke alamat apartemennya.
Tapi...
Kenapa Fano belum mendapatkan misi?
[Dasar tidak sabaran]
[Misimu kali ini adalah membiarkan dirimu diculik, lalu melawan mereka, dan mengungkapkan kejahatan mereka]
Fano akan diculik? Tapi siapa orang iseng yang ingin menculik Fano?
[Menurutmu?]
Yohan? Tidak ada orang lain di negara ini yang memiliki masalah dengan Fano selain si Yohan. Pura-pura diculik itu sangat mudah.
Fano keluar dari toko, lalu berjalan dengan pelan menuju jalanan yang agak sepi, kemudian diam-diam meminum ramuan penyembuh agar nanti jika dibius –
Fano merasakan ada seseorang di belakangnya, sesuai rencana, Fano pura-pura terbius dan membiarkan mereka membawanya.
Pas sekali, apa mereka tidak tau jika tempat mereka menculik Fano ada CCTV tersembunyi?? Fano akan membuat mereka semua tertangkap, termasuk dalang dibaliknya.
__ADS_1
.
.