
.
.
Angel segera memeluk Fano saat Fano dan yang lain sudah sampai di apartemen.
“Kalian sudah makan malam?” tanya Fano, Angel mengangguk sambil tersenyum lebar “Iya! Kak Dojun mengajak kami makan malam setelah selesai acara” kata Angel.
Senyum Fano luntur mendengarnya, Dojun lagi Dojun lagi, Fano lama-lama bosan mendengar namanya.
“Kyaaa! Dojun-oppa ganteng banget!! Dia juga bilang aku cantik!!” teriak Vivi sambil lompat-lompat tidak jelas, tapi kemudian Bella menariknya untuk duduk di sofa. Bella sudah capek melihat Vivi teriak dan lompat-lompat cuma karena Dojun menyebut Vivi cantik.
“Dia juga mengatakan aku cantik, tapi aku tidak lebay sepertimu!” sahut Bella.
“Gimana rasanya setelah dipanggil cantik sama Dojun? Seneng?” timpal Dave dengan nada mencibir.
“Gak usah cemburu gitulah, situ pasti di cafe juga ketemu cewek-cewek cantik ya kan? ngaku!” tuding Vivi, sambil menunjuk-nunjuk muka Dave dengan telunjuknya.
“Ya ada sih cewek cantik, tapi tadi kita ketemunya sama temen baru.. siapa tadi namanya? Nora?” kata Wawan.
“Namanya Noa, sama Wubin” sahut Yoshi, dia ikut duduk di sofa yang masih kosong, Fano dan Angel juga memilih duduk si sofa karena capek. Sedangkan Wawan berjalan menuju kulkas untuk menemukan minuman dingin.
“Kalian ketemu Noa sama Wubin demi apa?!! Kok gak bilang-bilang sih??” sekarang Vivi malah merajuk, terlihat iri karena tidak bisa bertemu dengan Noa dan Wubin.
“Hadeh... kamu kan sibuk sama Dojun jadi gak tau” balas Dave, kemudian dia duduk di samping Bella, yang membuat Bella langsung terlihat aneh. Bella sebenarnya menyukai Dave, bahkan Fano dan Yoshi saja tau itu, namun sayangnya Dave tidak mengerti dan tidak peka. Maklum saja, Dave masih mental bocah, tidak terlalu mengerti dengan cinta-cintaan, atau mungkin.. memang belum saatnya.
“Wan ambilin cola dingin dong!” teriak Yoshi.
“Sama gelas juga Wan!” sahut Dave.
Wawan yang disuruh-suruh hanya bisa cemberut, tapi tetap mengerjakan apa yang mereka perintahkan. Nasib menjadi yang paling muda ya begini, di suruh-suruh terus, tapi enaknya jika ada apa-apa Wawan akan ditawari lebih dulu, terutama jika sedang makan.
“Oh iya, kalian tau gak kalo Noa masih ada hubungan keluarga dengan Dojun – tidak, maksudku keluarga Raynold?” tanya Fano.
“Aku tau kok, malah gara-gara itu, kemampuan Noa selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang, belum debut saja dia mendapat banyak komentar kebencian, tidak jauh beda denganku... namun, yang menjadi masalah adalah dia masih sangat kecil, mentalnya masih belum kuat. Namun dia anak yang hebat dan terus berusaha untuk membuktikan jika dirinya memiliki talenta” kata Angel.
Vivi mengangkat tangannya “Aku tau banyak jika itu tentang Noa-oppa!”
“Heh! Dia seumuran Wawan, kamu gak bisa manggil oppa dong!” sahut Dave.
Wawan yang baru datang membawa sebotol besar cola dingin dan beberapa gelas kertas bingung kenapa namanya disebut-sebut.
Bella yang ada di tengah-tengah Dave dan Vivi hanya diam tidak bergerak, dia terlihat cemberut.
“Tapi Noa pernah bilang di siaran langsung jika dia sangat suka dipanggil oppa kok! Jadi terserah aku lah!” sahut Vivi tidak terima.
“Jangan berantem! Minum cola dulu biar adem, nah.. Vi, lanjutin tadi kamu mau ngomong apa” kata Fano, berusaha mengengahi mereka. Memang Dave dan Vivi sering sekali bertengkar, apalagi mereka juga sekelas setelah naik kelas dua, adu mulut sudah sering terjadi hingga mereka bosan.
“Bentar kak, minum dulu” Vivi menuangkan cola ke dalam gelas lalu meminumnya hingga kandas “Oke lanjut, jadi.. debutnya Ether itu ditunda satu bulan karena keadaan Noa, dia memiliki kondisi gangguan cemas yang berlebihan karena banyak komentar jahat, jadi mereka menunda debut sampai Noa baikan. Meski begitu, setelah debut, karena Noa sangat tampan, dia mendapat banyak perhatian dan banyak dipuji karena ketampanannya – bentar, mau minum lagi”
Vivi melanjutkan setelah meminum cola untuk kedua kalinya.
__ADS_1
“Karena Noa banyak mendapat perhatian itu, banyak orang-orang yang membencinya kembali menyerang Noa. Mengatakan jika Royal Ent terlalu menganak-emaskan Noa, jadi anggota lain tidak terlihat bersinar, banyak juga yang mengatakan Noa terlalu disorot, padahal juga tidak.. semua anggota bersinar dengan caranya masing-masing. Pokoknya banyak sekali yang komentar kebencian yang mengarah padanya, aku sangat sedih menceritakan ini, padahal Noa masih sangat muda, masih dibawah umur, tidak seharusnya mereka membenci Noa sampai segitunya” Vivi mengakhiri ceritanya dengan kembali meminum cola.
“Jadi, dia memiliki gangguan kecemasan?” tanya Fano.
Vivi mengangguk “Iya, sebenarnya masih banyak lagi masalah Noa. Ada juga yang mengirimnya pesan kematian, meski Royal Ent sudah menuntut semua yang menyerang Noa, tapi masih saja banyak yang membencinya”
Fano mengangguk-angguk mengerti, sepertinya Noa memiliki masalah yang berat. Tapi, bagaimana dengan orangtuanya? Apa mereka tidak memperhatikan Noa?
“Apa orangtua Noa ada disini?” tanya Fano.
“Tidak Fano, mereka ada di Jepang, jadi yang mengurusi Noa di sini hanya keluarganya kak Dojun” sahut Angel.
“Tapi kan mereka semua orang sibuk, ku pikir tidak mungkin mereka selalu memperhatikan bocah itu” kata Yoshi.
Angel mengangguk pelan “memang, karena itu yang biasanya memperhatikan Noa hanya aku dan kak Dojun, tapi teman-teman seanggotanya juga memperhatikan Noa. Bisa dibilang, Noa hanya memiliki anggotanya saja. Tapi Fano, kenapa kau menanyakan Noa tiba-tiba begini?”
Fano tersenyum canggung “Tidak.. hanya, aku – itu.. tertarik saja? Aku hanya ingin tau, dia kan jadi idol di umur yang sangat muda, jadi aku pikir dia pasti memiliki banyak masalah, aku tidak menyangka masalahnya akan seberat ini”
Angel menatap Fano tidak percaya “Kau yakin?”
“Ke –kenapa kau menatapku seperti itu? Aku serius”
“Mungkin Fano tertarik karena Noa mirip dengan Fano” timpal Yoshi.
“Itu benar, mereka saat bersebelahan sangat mirip, hanya saja Noa lebih kecil dan lebih manis” sahut Dave.
“Jadi maksudmu aku tidak manis?” tanya Fano kesal, tapi Dave hanya mengangguk seakan tidak memiliki dosa “iya”
“Mimpi” Bella.
“Halu banget” Wawan.
“Kalian tuh ya! Harusnya mendukung teman sendiri!” protes Vivi.
“Ngapain dukung perhaluan?” sahut Dave, kemudian Vivi menatapnya sinis.
“Udah udah gak usah ribut, mending tidur sana, udah malem, kalo di Korea tuh di bawah umur 18 tahun jam 10 malem udah harus tidur semua” kata Fano.
“Tapi ini masih jam 9 kak” sahut Bella.
“Maksudnya, siap-siap tidur sana” Fano.
“Ayo kita bubar, Fano kayaknya pengen berduaan sama Angel” Yoshi.
“Iya juga, ayo siap-siap tidur Wan!” Dave juga ikut berdiri.
“Ayo kita coba masker barunya Bel” Vivi menarik Bella pergi ke kamar mereka.
Mereka semua pun pergi meninggalkan Fano dan Angel di ruang tengah.
Tiba-tiba Fano dan Angel jadi canggung karena mereka benar-benar ditinggal berdua.
__ADS_1
“Fano” panggil Angel, Fano menunduk untuk menatap Angel “Iya?”
“Itu.. sungguh kau tidak ada sesuatu dengan Noa? Maksudku – kau kelihatannya sangat tertarik padanya” tanya Angel.
“Kau cemburu?”
Angel memukul dada Fano pelan “Gak gitu! Masa iya aku cemburu sama Noa?”
Fano terkekeh melihat Angel yang kesal “Becanda, sebenarnya memang ada sesuatu, tapi.. ini masih rahasia”
“Apa aku tidak boleh tau?”
Fano berpikir sejenak “Ku rasa kau boleh tau, tapi janji untuk tidak memberitahu siapapun, okay? Yang tahu ini hanya aku, kakeknya Queen, dan kakak dari kakeknya Queen”
Angel mengernyitkan dahinya bingung “Maksudnya?”
“Pokoknya, masih hanya kita bertiga yang tau, jika sebenarnya aku ini adalah cucu dari keluarga Doma, itu keluarga besarnya Noa, yang masih ada hubungan kerabat dengan keluarga Raynold”
Angel yang mengerti banyak tentang keluarga Raynold sekarang bisa memahaminya.
“Jadi begitu.. pasti kau baru tau tadi jika Noa adalah sepupumu kan?”
Fano mengangguk “Iya, dia anak yang hebat, tapi entah kenapa aku tidak tega melihat dia menjadi idol di umur yang sangat muda”
“Aku tau beberapa hal tentang Noa yang seharusnya tidak diberitahukan pada publik” kata Angel.
“Bisa kau memberitahuku?” tanya Fano, Angel mengangguk “Tentu saja, kau berhak tau karena kau masih keluarga Noa. Jadi, Noa itu anak kedua. Orangtuanya lebih menyayangi kakaknya Noa, apalagi Noa memilih untuk menjadi idol daripada meneruskan bisnis keluarga. Bisa dibilang, orangtuanya mengusir Noa dan membiarkannya begitu saja. Itulah kenapa keluarganya kak Dojun yang mengurusinya. Kakaknya juga tidak menyukai Noa, mungkin takut Noa akan merebut posisinya menjadi pewaris atau apa”
Fano menghela nafas berat, mungkin karena hal ini juga Felix dan Chris tidak ingin Fano ikutan berebut warisan keluarga Doma. Pasti sangat berat berada disana, padahal Fano ingin tau bagaimana paman dan bibinya di sana. Tapi, sekarang setelah mendengar cerita Angel, Fano sudah tidak tertarik lagi, sepertinya orangtua Noa bukanlah orang yang baik.
“Bagaimana jika kau memberitahu Noa siapa dirimu, Fano?”
“Haruskah aku memberitahunya?”
“Dia pasti senang memiliki seseorang yang bisa dia andalkan, bukankah kau juga sendirian dan keluargamu juga membuangmu? Maksudku – kau pasti mengerti perasaan Noa bukan?”
Kemudian Fano menarik pinggang ramping Angel dan memeluknya “Aku mengerti perasaannya”
Angel membalas pelukan Fano, kemudian membelai belakang kepala Fano dengan lembut “Kalian memiliki nasib yang hampir mirip”
Fano tidak berpikir mereka mirip, karena Fano masih memiliki sistem yang selalu membantunya, sedangkan Noa? Dia berjuang sendirian.
.
.
.
eits!
udah like and vote belom?
__ADS_1
😅