
.
.
SRET
Yoshi menggeram kesal saat selimutnya ditarik oleh seseorang, tadi Abel tiba-tiba datang dan memeluknya, lalu tidak lama kemudian Queen ikut datang dan mengganggu tidurnya, sekarang apa lagi?
Oh, tentu saja, siapa lagi jika bukan Fano?
“Fano!” protes Yoshi.
“Yoshi yoshi, kamu ganteng deh” Fano nyengir lebar setelah berhasil membangunkan Yoshi, Yoshi yang mendengar pujian dari Fano malah bergerak mengambil bantal dan memukul Fano kuat-kuat, meski Fano nya malah terkekeh dipukuli seperti itu.
“Pasti ada maunya deh! Pergi sana! Biarkan aku tidur tenang!”
BUGH
Yoshi memukul Fano untuk yang terakhir kali, namun Fano tidak tumbang, dia tetap duduk dengan tegak sambil terkekeh, seolah mengejek Yoshi yang lemah. Yah – jika dibandingkan Fano sih Yoshi memang lemah, buktinya, pukulan bantal Yoshi tidak berpengaruh terhadap Fano.
Fano menyebalkan.
“Apa maumu sih Fano? Pergi sana! Aku lelah dan harus tidur, besok itu ada comeback showcasenya anak
Ether lho, kita diminta ikut, kamu mau lihat Noa gak sih?”
Fano terbengong mendengar ucapan Yoshi, bagaimana bisa Fano lupa dengan comeback showcase anak-anak Ether? Memang acaranya tidak lama, tapi itu penting karena Fano mau mendukung Noa dan membernya.
“Eum, semuanya sudah disiapkan bukan?” tanya Fano.
“Iya, food truck untuk mendukung mereka telah disiapkan, kita bahkan telah memasang iklan untuk comeback mereka di beberapa tempat – aku sudah merasa seperti fans berat mereka, tapi tidak apa, demi adik-adik yang menyebalkan dan rusuh itu, jadi – pergi ke kamarmu, Fano” kata Yoshi, kemudian menarik selimutnya kembali dan siap tidur.
SRET
Tapi Fano kembali menarik selimut warna merah itu.
“Fano!”
“Dengarkan aku, aku harus tidur disini sekarang denganmu” kata Fano.
“Kau sudah punya kamar sendiri! Apa dipakai Queen dan Abel? Ayolah, ada banyak kamar lain di mansionmu!” protes Yoshi.
“Kamarku dipakai Kaisar” jawab Fano.
“APA?! Dia – dia ada disini?” mendadak Yoshi jadi takut, kalau dia salah bertingkah sedikit saja lalu ditebas oleh Kaisar – oke, itu berlebihan, tapi Kaisar itu terlihat menyeramkan.
Oh iya, jika kalian penasaran dengan Kaisar, dia termasuk Hybrid, sama dengan Lylac. Dia memiliki darah iblis (succubus/incubus) dan manusia. dibanding darah manusia, darah iblisnya lebih mendominasi. Berbeda dengan Queen yang sama-sama memiliki darah manusia dan iblis, namun darah manusianya lebih dominan. Lalu berbeda lagi dengan Raja yang memiliki darah seimbang antara peri bunga dan manusia.
Jadi, tentu saja Kaisar selalu terlihat sangat menyeramkan, dia memiliki banyak darah iblis di dalam dirinya.
Untuk ukuran Yoshi yang manusia biasa, takut pada Kaisar adalah hal yang normal.
“Iya, disini, rencananya pesta pernikahan Kaisar akan diadakan disini juga” kata Fano, Yoshi heran sekali mendengar ucapan itu keluar dari bibir Fano, apalagi Fano terlihat ... senang? Ada apa dengan Fano?
Kenapa dia terlihat senang dengan fakta bahwa Kaisar akan mengadakan pesta pernikahannya disini, di mansion milik Fano? Okay, Royal Ent sering memanfaatkan mansion Fano untuk syuting konten, tapi – ini Kaisar lho.
Apa Fano melakukannya karena sudah sangat bucin pada Queen?
__ADS_1
TAK
“Aduh!” Yoshi mengusap kepalanya yang baru saja dijitak oleh Fano.
“Ekspresimu sangat menyebalkan, Yoshi, aku setuju karena – aku hanya ingin setuju saja, ini tidak aneh” kata Fano.
Justru ucapanmu membuat Yoshi merasa lebih aneh lagi.
“Baiklah, terserah padamu, tapi – kau bisa tidur dengan Kaisar di kamarmu” kata Yoshi.
“Aku lebih memilih tidur denganmu” sahut Fano.
“Kenapa? Apa kau lebih suka mengangguku begitu?” tanya Yoshi.
Fano menggeleng “tidak, aku hanya gugup jika bersama Kaisar, aku – ingin menghindar?”
Yoshi terkekeh mendengarnya “Baru kali ini aku melihatmu takut dengan seseorang selain tuan Raynold – oh iya, apa Kaisar sudah minta maaf padamu?” tanya Yoshi.
Fano mengangguk pelan, lalu menghela nafas sebelum menjawab “Iya, dia minta maaf karena membentakku, kami sudah saling minta maaf, aku juga salah. Intinya, kita dalam tahap seperti ... eum – pendekatan? Tidak, itu terdengar menggelikan” kata Fano.
“Pendekatan dengan calon kakak ipar? Kau sudah akrab dengan Jungyu dan Raja, ku rasa sudah saatnya kau akrab dengan Kaisar juga, oh iya – apa istri Kaisar sangat cantik? Aku tidak sabar ingin melihatnya.”
Fano mengangguk antusias sambil tersenyum lebar, sampai-sampai Yoshi heran, ini yang menikah Kaisar apa Fano, kenapa Fano yang terlihat sangat bersemangat begini?
“Cantik sekali! Dia juga yang sering mengajariku memasak, bisa dibilang, dia inspirasiku dalam mengembangkan F&A Group, kau harus bertemu dia! Dia sangat cantik dan baik” kata Fano, dengan semangat 45.
“Okay? Sepertinya kau dekat dengannya, terserah saja jika kau mau tidur disini, tapi ingat untuk tidak menyentuhku, jauh-jauh ya” kata Yoshi, dia kembali menarik selimut dan berbaring. Fano juga berbaring di sebelahnya.
Itu adalah ranjang ukuran king size, meski mereka berdua besar-besar (Yoshi sekitar 177 cm), namun ranjang itu masih longgar untuk mereka.
SRET
“Fano, kenapa kau tidak membawa selimut sendiri?” keluh Yoshi.
“Aku sangat gugup, jadi buru-buru pergi” Fano.
“Baka” Yoshi.
***
Saat Fano terbangun di pagi hari, dia sangat terkejut, pasalnya, dia sudah tidak berada di kamar Yoshi seperti semalam, tapi sudah di kamarnya sendiri.
Tunggu!
Apa ini nyata? Atau hanya mimpi?
Karena semalam Fano bermimpi buruk, dan itu terlihat hampir seperti nyata. Jangan-jangan ini masih dalam mimpinya.
“Kau sudah bangun? Bagaimana jika kita jalan-jalan di epi sungai Han, eum – jogging? Atau, kau mau naik sepeda?”
Fano kembali terbengong, melihat Kaisar muncul dari kamar mandi sudah memakai pakaian untuk jogging, berupa kaos warna abu-abu muda dan celana training hitam, sepertinya dia baru mencuci muka, dia terlihat segar.
Tunggu!
Ini pasti mimpi, semalam kan Fano tidur dengan Yoshi. Kemungkinan Yoshi menggendong Fano kembali ke kamarnya itu sangat mustahil. Yoshi yang mageran tidak mungkin melakukan itu.
“Kenapa? Apa kau sakit? Demam?” tanya Kaisar, terdengar khawatir.
__ADS_1
Fano tersenyum kecil “tidak kok, aku hanya – kenapa aku biasa ada disini?” tanya Fano.
“Oh itu, kau datang sendiri semalam – kalau tidak salah sekitar jam ... dua? Atau tiga? Sekitar jam segitu, kau tidak ingat?” tanya Kaisar.
Fano membelalakkan matanya tidak percaya, Kaisar bohong kan? tidak mungkin Fano melakukan itu.
“Kau kelihatannya tidak percaya padaku, tapi kau memang melakukannya, berarti kau tidur sambil
berjalan ya? Untung kau kemari, kau bilang kau bermimpi buruk, kau bahkan memanggilku – papa?”
“TIDAK MUNGKIN!!”
Kaisar tersentak saat tiba-tiba saja Fano berteriak. Fano segera membekap mulutnya saat sadar dia barusan berteriak.
“Maaf, kau pasti tidak ingat, tidak apa – jangan dianggap serius, lupakan saja, aku tau kau pasti malu, aku tidak bermaksud mempermalukanmu –”
“Diam! Aku tidak ingin mendengar apapun!” setelah mengatakan hal itu Fano buru-buru berjalan menuju kamar mandi, membasuh mukanya agar dia kembali waras.
“Jadi selama ini aku tidur sambil berjalan saat mimpi buruk? Apa karena itu Lylac sampai sakit saat berusaha menyerap mimpiku? Astaga, aku merepotkan mereka, sial!” gumam Fano, kembali dia membasuh mukanya dengan air keran yang terus mengalir.
Tapi – kenapa Fano harus kembali ke kamarnya? Masih mending jika Fano berjalan ke kamar Lylac dan Fira atau Queen dan Abel.
Diantara semua kamar, kenapa harus kamarnya sendiri? Saat di dalamnya ada Kaisar pula!!
Sial, sial!!
Kenapa juga Fano memanggilnya ‘Papa’? pasti Fano sudah gila.
“Aku bisa gila jika terus seperti ini!” gumam Fano lagi.
“Fano?!” panggil Kaisar dari luar kamar mandi.
Semoga Kaisar tidak berpikiran aneh seperti pembaca yang sering menghubungkan sesuatu dengan rainbow pride.
“Aku baik-baik saja” sahut Fano.
“Jadi bersepeda ke sungai Han?” tanya Kaisar.
“Ba - baiklah” sahut Fano.
“Aku tunggu dibawah, cepatlah, aku tau kau sibuk hari ini, jadi kita harus cepat” kata Kaisar. Kemudian Fano bisa mendengar suara Kaisar yang berjalan menjauh.
Fano menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan “Anggap saja tidak ada yang terjadi, iya, anggap saja seperti itu, kau bisa, Fano!”
Setelah keluar dari kamar mandi, Fano mengganti piyama yang ia kenakan dengan pakaian santai, berupa kaos hitam biasa dengan celana abu-abu, asal ambil saja. lagipula apapun yang dia kenakan akan terlihat bagus.
Ternyata, Kaisar sudah menyiapkan dua sepeda untuk mereka gunakan pergi ke sungai Han.
“Ayo berangkat, kita bisa mencari sarapan juga disana” kata Kaisar.
“Baiklah” sahut Fano.
Merekapun bersepeda menyusuri jalanan, menuju sungai Han, tempat orang biasanya jogging, bersepeda, atau sekedar piknik biasa.
Beberapa anak sekolah terlihat sudah bersiap untuk pergi sekolah, ada juga pekerja kantoran yang berlalu lalang. Seperti tidak pernah mati, jam berapapun kau keluar di jalanan kota, pasti ada saja orang. Tidak jauh berbeda dengan di Jakarta. Kota besar memang seperti itu.
.
__ADS_1
.