
.
.
Mereka terus masuk ke dalam hutan, ada jalan setapak yang cukup lebar, jadi tidak sulit untuk masuk ke dalamnya. Setelah sampai cukup jauh ke tengah hutan, akhirnya mereka sampai.
Disana ada Kaisar dan juga Queen, namun Queen tergeletak di atas batu besar yang permukaannya rata. Fano yang terkejut segera berlari menghampiri Queen lalu menggenggam tangannya.
“Apa yang terjadi? Queen kenapa?” tanya Fano tidak sabaran.
“Dia pingsan karena terkena radiasi batu merah” kata Kaisar, Fano mendongak menatapnya dengan tatapan tidak mengerti “Batu merah apa?”
“Semacam ruby, namun itu batu yang berbeda, jika terkena batu itu bisa menyedot energi sihir bahkan bisa saja sampai meninggal, kami tidak menyangka Queen akan menemukan batu itu, meski batu itu sudah kami hancurkan, namun Queen tetap pingsan” kata Raja.
“Lalu apa yang harus aku lakukan?” tanya Fano.
“Kami ingin kau mengalirkan energi sihirmu pada Queen” kata Kaisar.
“Kami sudah kehabisan energi, kau kan memiliki banyak dan hampir tidak pernah memakainya, kami minta tolong ya? Kau hanya harus memegang tangannya dan menyalurkan energi sihirmu – itu ... bayangkan energi sihirmu kau beri untuk Queen” jelas Raja.
Fano yang masih menggenggam tangan Queen menutup matanya, dia melakukan apa yang Raja perintahkan, membayangkan energi sihirnya ia berikan pada Queen. Dia merasakan sesuatu yang hangat
mengalir lalu ia salurkan melalui tangannya. Apakah ini sudah benar? Yang ada dipikiran Fano hanya menyelamatkan Queen.
“Fano cukup”
Fano membuka kedua matanya, Queen sudah bangun dan terduduk, kemudian dia memeluk Fano erat “Terimakasih”
“Kau baik-baik saja kan?” tanya Fano, Queen mengangguk “Sekarang aku sudah baikan, berkat kau yang menolongku, tapi sekarang kau terlihat pucat, maaf sudah merepotkanmu, kau memberi terlalu banyak” kata Queen.
Fano menggeleng “Aku baik-baik saja Queen”
“Raja, antar Fano pulang, dia harus istirahat” pinta Queen “Aku sudah baik-baik saja” tambahnya.
“Fano, kau harus kembali, jangan khawatirkan Queen” kata Raja, kemudian dia memaksa Fano berdiri dan membawanya pergi.
“Queen akan baik-baik saja kan?” tanya Fano, saat mereka sudah berjalan kembali keluar dari hutan.
“Dia akan baik-baik saja, kami akan merawat Queen, Kaisar akan membawa Queen pulang” jawab Raja.
“Kalian kenapa ada di dalam hutan sesore ini? Lalu – apa tidak bisa membuka portal di dalam hutan?” tanya Fano lagi.
“Wah, kau peka juga ya – kami ada urusan disana, di dalam hutan itu terdapat banyak kekuatan magis yang tidak bisa dijelaskan, salah satunya adalah batu merah itu, jika aku memaksa membuka portal di dalam hutan, bisa saja hal yang tidak diinginkan bisa terjadi, misal portal rusak dan tidak bisa dipakai, atau kalaupun bisa, bisa saja aku akan dikirim menuju suatu tempat yang belum aku kunjungi” jelas Raja.
Mereka sudah sampai di tepi hutan, Raja kembali membuka portal “Sebenarnya, membuka portal membutuhkan banyak energi sihir, tapi tidak sebanyak untuk membangunkan Queen, aku tau kau telah
mengeluarkan banyak energi sihir jadi, istirahatlah yang cukup, maaf telah merepotkanmu” kata Raja.
Fano menggeleng “Tidak apa, aku senang bisa membantu, lagipula energi sihirku bisa pulih lebih cepat” kata Fano.
__ADS_1
Raja mengangguk “Itulah salah satu alasan kami memutuskan untuk memanggilmu, masuklah” kata Raja.
Fano pun masuk ke dalam portal, dia kembali berada di ruang tengah.
Raja juga ikut masuk, dia kemudian mendekati Yoshi.
“Kalian sudah kembali? Kau mau apa?”
Raja menyentuh kepala Yoshi “Lupakan semua yang terjadi”
Setelah itu Yoshi pingsan, lalu Raja mengatakan dia hanya menghapus sedikit ingatan Yoshi. Setelahnya Raja kembali masuk portal dan portal itu segera menghilang.
Fano duduk di sebelah Yoshi, kemudian Yoshi bangun lagi.
“Apa aku ketiduran ya?” Yoshi kebingungan, sejak kapan dia tertidur? Dia tidak merasakan apapun, setelah dia memeriksa jam, ternyata sudah sekitar sepuluh menitan hilang karena dia ketiduran.
“Fano – Fano? Kenapa kau pucat begitu?” tanya Yoshi, dia melihat Fano menyandarkan kepalanya pada sofa. Wajah Fano lebih pucat dari yang terakhir Yoshi ingat.
“Fano kenapa?” tanya Jehyuk yang baru kembali dari dapur, Yoshi mengedikkan bahunya “Aku tidak tau, tadi aku ketiduran, tau-tau Fano sudah seperti itu” kata Yoshi.
“Aku baik-baik saja, hanya terlalu lelah” akhirnya Fano menjawab juga.
“Kembalilah ke kamar, atau mau ku antar?” tawar Jehyuk.
“Gendong” Fano.
“Kau gila ya? Bisa remuk badanku jika menggendongmu, gak usah manja, pergi sendiri sana” tolak Jehyuk. Habisnya, Fano itu jauh lebih besar dari Jehyuk yang selalu terlihat mungil jika berada di
“Pelit” akhirnya Fano pergi sendiri menuju kamarnya, dia meminum ramuan penyembuh tingkat tinggi sebelum memutuskan untuk tidur lebih awal.
Ini masih jam enam sore, dia bahkan belum makan malam, tapi Fano sudah tidak ada mood untuk makan malam. Dia masih kepikiran dengan Queen, semoga energi sihir yang dia beri sudah cukup untuk menolongnya.
***
Fano terbangun di malam hari karena merasa haus dan lapar, dia meraih ponselnya untuk memeriksa jam, ternyata sudah jam dua dini hari. Fano kembali meletakkan ponselnya, lalu mencoba bangkit duduk.
Dia melihat ada Yoshi tidur di sampingnya, lalu dia sadar ada yang lepas dari dahinya, ternyata kompres. Fano kembali menoleh pada Yoshi, apa dia demam semalam? Padahal sudah meminum ramuan penyembuh segala, tapi masih demam juga.
Oh iya, apa energi sihirnya sudah pulih ya?
Fano tau bagaimana cara untuk mengetahui hal itu, dia pikir dulu hal ini tidak berguna, tapi sepertinya Fano harus membelinya kali ini.
Panel sihir.
Harganya hanya 50 koin. Disana Fano bisa melihat berapa jumlah energi sihirnya, jika dia mau, dia juga bisa melihat energi sihir orang lain dengan panel itu.
Setelah membelinya, muncul sebuah layar lain di sebelah layar sistem. Di dalam layar itu diperlihatkan jika energi sihir fano seperti ini [7.000/10.000]. itu artinya masih kurang 3.000 lagi untuk mencapai jumlah normal bukan? Berarti demamnya semalam karena pemulihan.
Apa ini?
__ADS_1
Fano melihat di panel sihir ada penawaran seperti ini,
[Kamu bisa meningkatkan kapasitas energi sihirmu, silahkan pilih]
[20.000 harga 100 koin]
[35.000 harga 160 koin]
[50.000 harga 210 koin]
Apa-apaan ini? Kenapa harganya aneh? Antara 20 ribu dan 50 ribu perbandingan harganya tidak terlalu jauh, hanya 110 koin saja. kalau begini kan lebih baik langsung membeli yang 50.000.
Padahal Raja dan Aron bilang energi sihirnya sudah banyak, tapi ternyata hanya ada 10 ribu saja ya. Tidak aneh jika digunakan sebentar saja bisa menguras banyak sekali.
Fano memutuskan untuk membeli yang 50 ribu untuk jaga-jaga, akan sangat merepotkan jika Fano terus-terusan harus memulihkan energi sihirnya setelah digunakan sebentar saja.
Ngomong-ngomong energi sihir Raja berapa ya? Bagaimana cara Fano mengetahuinya?
Setelah Fano lihat-lihat, ada kolom pencarian, jadi Fano mengetikkan nama Raja disana, ada papan keyboardnya di layar.
Raja Raynold.
Apa segini saja cukup? Haruskah Fano menambahkan tittlenya, sebagai pangeran mahkota di Fleur – Fleur apa ya nama kerajaannya? Susah sekali sih? Oh Fleurazia.
Apakah ini sudah benar?
Kemudian muncul berbagai sihir yang dimiliki Raja, dan juga kapastias sihirnya. Ternyata punya Raja ada sekitar 55.000, tidak heran sih, dia putra mahkota.
Raja memiliki sihir angin, bumi, cahaya dan juga api.
Hmm, Fano tidak mengerti tentang sihir-sihiran begini, ternyata ada elemennya ya?
Eh tapi, apa Fano sendiri punya sihir elemen?
Fano keluar dari kolom pencarian, menuju status sihirnya sendiri.
Benar kan, Fano tidak memiliki elemen.
Fano jadi ragu apakah dia bisa melakukan sihir jika tidak punya elemen.
Sudahlah, Fano capek jika melihat semua itu, jadi dia keluar dari panel sihir dan juga panel sistem. Lebih baik Fano mencari makan saja.
Sebelum turun dari ranjang Fano membenarkan selimut Yoshi dulu.
“Terimakasih sudah merawatku”
.
.
__ADS_1
.
maaf kemarin gak up ya, author tiba2 sakit soalnya 😔