
.
.
Wonhi melepas pelukannya pada Fano “Kenapa?”
“Wonhi, maafkan aku.. aku sudah memiliki Angel, meski kau tidak melakukan apapun untukku, aku bersedia membantumu, yang perlu kau lakukan adalah meminta maaf pada Angel, dan jelaskan semuanya pada Angel, sekarang” pinta Fano.
“Tapi, Angel sudah memiliki tunangan Ryu Yohan” kata Wonhi bingung.
“Kami akan menjelaskannya nanti, sekarang kau kejar Angel dan jelaskan semuanya”
Meski masih bingung, Wonhi pun pergi untuk mengejar Angel.
Kemudian Fano tersenyum pada Noa “Maaf, kau baru datang dan aku sudah membuat drama”
Noa mengusap belakang kepalanya canggung “Haha – tidak apa kok...”
“Sini duduk denganku Noa, ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu”
Noa pun mendekati Fano dan duduk di sebelahnya.
Sementara itu, Wonhi bersusah payah untuk mengejar Angel hingga sampai ke depan lift, setelah dekat Wonhi segera menarik lengan Angel.
“Angel dengarkan aku!”
Angel sebenarnya tidak ingin mendengar apapun dari Wonhi, apa dia tau jika Fano memiliki hubungan dengannya? Sekarang dia membuat Angel kesal dengan merebut Fano?
Fano juga kenapa –
“Ayo kita pergi, aku akan menjelaskan semuanya padamu” Wonhi menyeret Angel menuju suatu ruangan yang sepi, tidak mungkin dia mengatakan semuanya di depan banyak orang kan?
Angel hanya menuruti permintaan Wonhi, dia akhirnya juga penasaran apa yang akan Wonhi katakan padanya.
Wonhi membawa Angel ke sebuah ruangan tidak terpakai yang di sekitarnya tidak ada siapapun yang bisa mendengar mereka.
“Kenapa kau membawaku kemari? Kau ingin bilang jika kau akan merebut Fano dariku?” tanya Angel kesal.
Wonhi menggeleng pelan, lalu dia meraih kedua tangan Angel “Angel, maafkan aku. Aku tau selama ini aku berlebihan padamu, aku tau aku salah.. jadi – aku minta maaf. Dan itu tadi, aku hanya ingin minta tolong dengan tuan... tuan Fano. Aku memang menyukainya, tapi dia bilang, dia sudah memilikimu. Dia bilang dia akan membantuku, dia juga yang memintaku untuk minta maaf padamu, tapi.. sebenarnya aku memang sudah ingin minta maaf. Kau mau memberiku kesempatan dan memaafkanku?”
“Kau tidak akan menggoda Fano lagi?”
Wonhi mengangguk pelan “Maaf.. aku tidak tau kalian ada hubungan, tapi – bukankah kau sudah memiliki Ryu Yohan? Kau sudah bertunangan dengannya”
Angel menunduk lalu menggeleng pelan “Aku hanya dipaksa bertunangan dengannya, kau tau kan dia sangat berkuasa, dia bahkan dengan mudah merebut hati kedua orangtuaku.. tapi, aku hanya mencintai Fano. Kami sedang berusaha untuk membatalkan pertunangan itu, aku tidak menyukai Yohan sama sekali” jelas Angel.
“Angel, maaf aku pernah iri karena kau bertunangan dengannya, aku tidak tau jika kau –”
Wonhi tidak meneruskan ucapannya saat Angel menggeleng “Tidak Wonhi, aku tau banyak gadis yang iri padaku, mereka tidak tau betapa brengseknya seorang Yohan”
“Maaf aku selama ini iri padamu dan berbuat jahat, aku janji tidak akan melakukannya lagi”
Angel mengangguk lalu tersenyum “Baiklah, aku memaafkanmu dan memberikan kesempatan kedua”
“Aku janji aku akan memperbaiki kesalahanku, maaf juga karena aku sempat menyukai kekasihmu”
Angel terkekeh pelan “Tidak apa, itu sudah biasa”
__ADS_1
“Kau memiliki kekasih yang baik, kali ini aku benar-benar iri padamu”
“Apa kau tidak semakin membenciku Wonhi?”
“Aku tidak membencimu Angel...”
“Tapi, pria yang baru kau sukai ternyata kekasihku, jadi aku pikir kau pasti kesal padaku”
Wonhi tertawa mendengarnya “Astaga Angel... padahal aku yang salah, aku tidak tau jika dia kekasihmu. Benar aku agak kesal, tapi mau bagaimana lagi, ini salahku yang belum mengetahuinya, tidak apa.. aku akan menemukan seseorang suatu hari nanti”
Kali ini Angel tersenyum, dia tidak menyangka ternyata Wonhi tidak seburuk yang dia pikirkan.
“Agel, sekarang kau mau menjadi temanku kan?”
Angel mengangguk “Tentu, maaf juga selama ini aku selalu berpikiran buruk tentangmu”
“Semoga kau berhasil membatalkan pertunanganmu dengan Yohan, jika dia pria yang buruk, dia tidak pantas bersanding denganmu”
“Terima kasih Wonhi”
***
Kembali pada Fano dan Noa.
“Apa yang ingin kak Fano bicarakan?” tanya Noa.
Fano diam sejenak, dia bingung harus memulai dari mana “Itu.. aku hanya ingin mengatakan jika... jika aku - eum”
“Tidak apa, kak Fano katakan saja”
[Idih]
‘Diam kau’
“Noa, sebenarnya aku ini saudara sepupumu”
Noa terdiam masih berusaha mencerna ucapan Fano barusan, sampai kemdian Fano kembali bicara.
“Jadi begini, ayahmu memiliki kakak perempuan yang sudah pergi dari rumah kakekmu disaat remaja, ku rasa... eum – dari istri pertama? Jadi kakek kita bercerai dengan istri pertama dan memiliki seorang putri sebelum menikah dengan nenekmu dan melahirkan ayahmu, begitu.. dan aku, anak satu-satunya dari kakak perempuan ayahmu, nama ibuku adalah Doma Haruna, tapi aku memakai marga ayahku, jadi namaku Farelino Adhitama”
Noa membekap mulutnya tidak percaya. Jadi itulah kenapa Noa berpikir Fano sangat mirip dengan foto kakeknya saat masih muda. Ayahnya memang tidak pernah menyinggung jika dia memiliki kakak perempuan, tapi Noa pernah melihat foto kakeknya dengan seorang anak perempuan kecil.
Saat Noa lahir, kakeknya sudah meninggal.
Tapi Noa sepertinya bisa mempercayai cerita Fano.
“Jika kau masih tidak percaya, kita bisa menelfon Tuan Raynold” Fano sudah ingin menelfon seseorang tapi Noa menghentikannya.
“Tidak perlu, aku percaya dengan kak Fano”
Fano menatap Noa tidak percaya “Kau.. mempercayaiku begitu saja?”
Noa mengangguk antusias “Iya! Kak Fano mirip dengan foto kakek saat masih muda, jadi tentu saja aku percaya. Dan juga, meski ayahku tidak pernah membicarakan kakak perempuannya, aku pernah melihat foto anak perempuan kakek”
Fano tersenyum lega, dia senang karena Noa mempercayainya.
“Kak Fano, boleh aku memeluk kak Fano?”
__ADS_1
Fano mengangguk lalu menarik Noa ke dalam pelukannya “Tentu saja, aku adalah adikku... tapi, jangan mengatakan pada siapapun jika aku bagian dari keluarga Doma ya? Ayahmu atau yang lain tidak akan menyukainya, karena aku bisa saja menggeser posisi pewaris, aku tidak membutuhkan harta mereka juga kok”
“Kak Fano... hiks”
Fano menepuk-nepuk punggung Noa saat bocah itu mulai menangis “Keluargaku membenciku... kakakku juga sangat membenciku, sepupuku yang lain juga tidak menyukaiku, ayahku berpikir aku sangat bodoh karena memilih menjadi musisi... mereka sudah tidak peduli padaku”
“Sudah tidak apa, kau sekarang memilikiku, aku juga mengalami hal yang sama denganmu, setelah kedua orangtuaku meninggal, aku diasuh oleh paman dan bibiku, adik dari ayahku. Mereka sangat membenciku, aku menjadi cinderella di rumah itu, mereka bahkan memakan semua harta peninggalan orangtuaku.
Hingga kemudian aku mengalami kecelakaan hingga hampir meninggal, pamn dan bibiku mengusirku setelahnya. Tapi aku beruntung karena ada seseorang yang baik yang menolongku, jadi aku memulai bisnis untuk bangkit dengan kekuatanku sendiri. Noa juga tidak boleh menyerah, meski semua orang membencimu, tapi aku yakin kau bisa selalu bangkit dan membuktikan jika kau bisa”
Fano melonggarkan pelukan mereka, mengambil sapu tangan dari balik jas yang ia kenakan lalu memberinya pada Noa yang sudah banjir airmata.
“Yang semangat ya, aku yakin kau bisa melalui semuanya” tambah Fano.
Noa mengangguk lalu mendongak menatap Fano “Jadi kak Fano sudah tau apa yang terjadi padaku?”
Fano mengangguk “Iya, aku mencari tau, Angel mengatakan banyak hal tentangmu”
“Kak Angel sangat baik padaku, kak Dojun juga... tapi, aku takut padanya”
“Memangnya Dojun kenapa?”
Noa menggeleng “Entah, dia hanya.. terlihat sangat dingin, tapi paman Subin sangat baik, dia perhatian denganku, istri paman Subin juga baik, Yua juga baik padaku.. tapi, kak Dojun terlihat dingin dan jarang tersenyum. Sama seperti paman Lino dan kak Kaisar, mereka terlihat menyeramkan”
Fano terkekeh mendengar curhatan Noa “Aku bisa mengerti maksudmu... haha, mereka memang terlihat dingin, tapi sebenarnya mereka orang yang baik. Ku rasa keluarga Raynold hanya terlihat mengintimidasi, tapi sebenarnya mereka baik kok... yang baik”
Noa ikut tertawa “Benar, mereka terlihat menyeramkan, aku tidak banyak mengenal keluarga Raynold. Tapi kakek Felix dan kakek Chris sangat baik saat bertemu denganku, mereka menyebutku Haruto kecil”
“Ah, mereka juga menyebutku Haruto”
“Tapi kak Fano memang sangat mirip dengan mendiang kakek”
Fano mengusak kepala Noa gemas “Kau juga mewarnai rambutmu jadi pirang”
“Hehe – biar samaan sama kak Angel”
“Jadi kalian sudah janjian?”
Noa mengangguk senang.
“Kau cocok dengan rambut pirang, tapi jangan sering-sering mewarnai rambut ya, itu tidak baik untuk rambutmu”
“Kak Angel memberiku shampoo yang bagus, itu membuat rambut dan kulit kepalaku jadi lebih sehat”
“Shampoo dari Floutesse Beauty?”
Noa mengangguk “Iya”
“Itu produk dari perusahaanku, kalau kau mau aku akan memberikan untukmu gratis”
“Sungguh?”
“Tentu saja”
.
.
__ADS_1