Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Apa aku egois?


__ADS_3

.


.


Mereka sudah sampai di restoran untuk makan siang. Mereka memesan berbagai macam makanan, setelah tau yang akan membayar adalah Fano, Dojun sengaja memesan banyak makanan yang mahal. Tentu saja Fano tidak keberatan, itu kan restoran miliknya juga, namun sepertinya Dojun tidak mengetahui hal itu. Biar sajalah, Fano sedang tidak mood berdebat dengannya.


Pikiran Fano terus bercabang, banyak pikiran yang masuk dalam kepalanya. Apalagi Yoshi dan Angel membahas tentang ulang tahun segala. Fano tidak menyukai ulang tahun.


Tidak, maksudnya Albert.


Di saat Albert kecil, banyak sekali anak-anak yang merayakan ulang tahunnya dan Albert tidak pernah bisa merayakannya. Bahkan Albert selalu mengacaukan pesta anak-anak lain saat mereka ulang tahun, kemudian ibunya datang dan memarahi Albert.


Itu sudah menjadi kebiasaan sampai sekarang.


Bukan hanya itu, Fano sendiri juga sepertinya memiliki trauma tentang ulangtahun, setelah Fano telusuri sendiri, ternyata orangtuanya kecelakaan tepat sebelum hari ulangtahunnya, lalu mereka akhirnya meninggal di hari ulangtahunnya.


Tentu saja Fano juga tidak pernah merayakannya.


Untuk apa? Membuka luka lama?


Lebih hebatnya lagi, tanggal kelahiran Albert dan Fano ada di tanggal yang sama, hanya beda tahun saja.


Ulangtahun itu bodoh dan sia-sia, untuk apa merayakan untuk berkurangnya sisa umurmu?


Fano tidak akan merayakannya.


Sama sekali.


“Kapan pengumuman jika kau akan diterima, Angel?” tanya mamanya Angel setelah mereka selesai makan, sekarang tinggal makanan penutup saja. Angel memesankan parfait coklat-strawberry couple dengan Fano, parfaitnya di masukkan dalam wadah besar bentuk hati, kata pelayannya itu promo khusus untuk pasangan. Jadi, Angel yang penasaran ingin mencobanya.


Fano tidak ingat ada promo seperti itu, pasti pelayan itu hanya berbohong dan hanya ingin menggoda Fano saja. Maklum, desas-desus Fano berkencan dengan Angel sudah lama di dengar hampir semua karyawan Fano.


Pasti chef setelah tau ada Fano dan Angel sudah menyiapkan parfait khusus itu.


Tapi tidak apa, rasanya sangat enak, rasa coklat yang agak pahit dengan rasa strawberry yang manis menyatu dengan baik dan terasa menyenangkan di setiap sendokan. Yoshi yang penasaran ikut mencobanya juga, berakhir dengan dia makan lebih banyak dari Fano dan Angel sendiri.


“Katanya aku akan dikabari secepatnya” sahut Angel.


Sementara itu, Dojun tidak ikut menanggapi, mungkin dia sudah tidak percaya Angel akan diterima setelah Mina datang dan mengacaukan segalanya, diterima pun, mungkin Angel akan mengisi peran lainnya.


Asal itu bukan pemeran wanita utama, Fano masih bisa mentolerir. Lagipula ada banyak peran lain yang lebih cocok dengan Angel, misalnya peran sebagai adiknya pemeran utama laki-laki, itu lebih cocok untuk Angel. Karena Angel yang menggemaskan, terutama di mata Fano dan penggemarnya.


“Mama akan selalu mendukungmu, sayang” kata mamanya Angel, sementara itu, Angel hanya terkekeh untuk menanggapinya.


“Aku juga akan mendukungmu, Angel” sahut Fano.


“Tentu saja kau harus mendukungnya, kau kan sebentar lagi jadi suaminya, kau harap kau tidak membatasi karir Angel” timpal mamanya Angel.


Dojun menatap Fano dengan tatapan kesal, Fano pun membalasnya dengan senyuman mengejek pada Dojun.


“Tentu saja tidak, Angel bebas melakukan apapun, aku akan mendukungnya semampuku” balas Fano pada mamanya Angel.

__ADS_1


***


“Hey”


Pagi ini Fano mendatangi Lylac. Lylac sendiri sudah bangun sejak beberapa jam lalu, dia duduk tenang meminum teh hangat di ruang tengah. saat Fano menghampirinya, Lylac juga menuangkan teh pada cangkir kosong yang dia siapkan.


“Kau sudah siap, Fano?” tanya Lylac.


Fano bergumam pelan, kemudian mengangkat cangkirnya dan menyesap minuman hangat itu dengan perlahan.


“Apa kita akan mengakhirinya hari ini?” tanya Fano, Lylac mendengus “Kau bisa mengakhirinya secepat itu? Kalau memang iya, maka silahkan” kata Lylac kemudian. Entah mengapa, namun Fano bisa merasakan jika Lylac tidak yakin dengan Fano.


Dungeon level empat sudah Fano takhlukkan, sekarang tingga dungeon level lima. Tugas Fano hanya sampai disana, karena dia manusia biasa, hanya boleh sampai level lima, harusnya begitu. Meski Fano bilang dia bisa melakukan dengan lebih baik, namun Lylac melarangnya.


Dia mengatakan Fano tidak boleh memaksakan dirinya, Fano manusia biasa, pasti punya batasannya. Orang yang melewati batas akan hancur nantinya.


Entah mengapa, Fano agak tersinggung dengan itu.


Apakah jika Fano ingin masuk dungeon sampai tingkat sepuluh itu berlebihan? Sepertinya tidak. Lagipula dungeon itu ada sampai 99 tingkat, dan Fano dilarang untuk menaiki lebih jauh dari lima.


Ini aneh.


“Kalau kau membiarkan ku naik sampai –”


“Tidak!”


“Ayolah....”


“Apa? Apa yang harus kita akhiri?” tanya Fano tidak mengerti.


Lylac menghembuskan nafas berat, lalu tersenyum kecil. Fano bisa merasakan sebuah perasaan berat dan bersalah muncul dalam benaknya, mungkin itu adalah perasaan Lylac yang dapat ia tangkap.


“Maafkan aku Fano, sistemmu sudah harus berakhir karena aku akan menikah dan pergi meninggalkanmu, jadi –”


“Aku tidak setuju!”


“FANO!”


“Kau akan tetap disini bersamaku, tidak perlu menikah dengan dewa dunia lain, dengan begitu kau juga tidak perlu pergi, aku tidak mau pergi ke dungeon kalau begitu, aku juga tidak akan cepat-cepat menaikkan level sampai 20, tidak akan! Kalau bisa aku akan tetap di level 17 selamanya” tolak Fano mentah-mentah.


Lylac bilang, sistem Fano akan berakhir jika level sudah mencapai level 20 dan Fano sudah menyelesaikan sampai dungeon ke lima.


“Jangan egois Fano!”


“Aku? Bukankah kau yang egois dan seenaknya sendiri? Kau dulu yang mengatakan jika tidak akan mau menikah dengan dewa dunia lain, kau juga bilang tidak masalah menjadi manusia karena bisa bersama denganku, apa kau hanya berbohong?”


“Fano, aku –”


“Aku hanya tidak ingin kehilanganmu, apa kau salah? Kau malah mengatakan jika aku egois? Iya, aku egois, jahat dan kejam, kau mau apa? Apa aku perlu menjadi orang jahat lagi agar kau tetap disini bersamaku? Ku rasa kau benar, aku memang egois!”


Dengan amarah yang masih meluap-luap, Fano menghabiskan sisa teh di cangkirnya, lalu pergi dari sana untuk turun menuju dap –

__ADS_1


Fano berhenti melihat Noa sudah berdiri diujung tangga.


Oh iya, pagi ini manager Ether bilang jika Noa akan datang pagi-pagi, mengingat akan ada pesta resepsi pernikahan Kaisar dan Lady.


Fano bodoh, kenapa dia bertengkar dengan suara selantang itu padahal ada banyak orang di mansionnya. Fano kembali berjalan menuruni tangga, lalu meraih lengan Noa agar mengikutinya menuju dapur.


“Apa kau lapar?” tanya Fano.


“Ti –tidak terlalu” jawab Noa.


“Mau sandwich?” Fano melepaskan lengan Noa, lalu membuka lemari pendingin untuk melihat apa saja yang bisa dia masak pagi ini.


“Boleh....”


Fano mengeluarkan beberapa bahan masakan, lalu menutup pintu lemari pendingin kembali “Apa Noa mendengar semuanya?” tanya Fano.


Noa mengangguk pelan, dia sudah duduk di kursi, tidak berani mengatakan apapun.


“Apa saja yang kau dengar?”


“Sebenarnya aku sudah datang saat kak Fano menghampiri kak Lylac” jawab Noa.


“Begitu ya? Apa menurutmu aku ini egois?” tanya Fano.


Noa menggeleng “Tidak, egois itu kan jika kak Fano hanya memikirkan diri sendiri, aku yakin kakak mengatakan semua itu karena memikirkanku juga, jadi kakak tidak egois. Kakak tenang saja, biar aku yang menyelesaikan semua ini.”


Mendengar itu, Fano berbalik menghadap Noa, ditangannya, dia membawa selembar roti yang akan dia buat sandwich.


“Apa maksudmu? Kau akan melakukan apa?” tanya Fano.


“Aku sudah memikirkan semuanya, kak, sama seperti kak Fano yang meminta restu dulu sebelum menikah


dengan kak Queen dan kak Angel, aku juga akan melakukan hal yang sama” ucap Noa yakin.


“Ap –apa?”


Hampir saja roti di tangan Fano jatuh ke lantai, jika saja Noa tidak memiliki refleks yang bagus dan segera menangkapnya.


.


.


.


.


aku gak yakin apa cerita ini bisa sampe 300k 🥲 mungkin enggak sih, kyknya ceritanya udah bosenin gitu ya kan 🥺🥺


mungkin ini Krn puasa jd aku lebih sensi apa gimana, tapi aku akan usahain namatin cerita ini dg baik.


udah gitu aja, oh iya yang butuh bacaan baru, mohon dukungannya untuk novel Baru temenku ya, ☺️

__ADS_1



__ADS_2