Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Ternyata bukan Kim Yena, tapi -


__ADS_3

.


.


“Kalau begitu kita triple date”


Fano menatap Aron tidak mengerti, dia sudah ingin bertanya tapi Abel lebih dulu menyambar.


“You’re not even dating someone, silly” kata Abel.


Fano merasa dia sudah sangat tua setelah mendengar Abel mengatai Aron ‘silly’, maksudnya – Fano tidak terbiasa mendengar abel berbahasa Inggris, itu tidak terdengar seperti abel di telinga Fano. Abel yang tadinya selalu terdengar berbicara seperti para loli – anak kecil – tiba-tiba terdengar seperti remaja-remaja yang lain membuat Fano merasa sudah sangat tua.


Padahal seingat Fano dirinya masih berumur 19 tahun jalan 20 tahun.


Meski dirinya pernah hidup sebagai Albert, tidak membuat mental jiwanya lebih tua, dia masih sama seperti mental yang seharusnya dia punya. Atau – mungkin itu memang jiwa asli Fano.


Entahlah, Fano hanya merasa aneh.


“Sejak kapan Abel cuma ngomong aja bisa keren gitu?” bisik Yoshi di telinga Fano, Fano sendiri hanya menjawab dengan mengedikkan bahunya.


“Don’t call me that!” sahut Aron.


“Dummy” abel.


“It’s the same thing!” Aron “anyway – Fano dengan Angel, kau dengan pacarmu dan kemudian aku bersama Yua” tambah Aron.


“Aku menolak menjadi pasanganmu” jawab Yua, masih dengan wajah datarnya.


Fano menatap Yua dengan rasa penasaran. Tidak pernah Fano bertemu Yua seperti ini – maksudnya, biasanya ketemu hanya sekilas atau dua kilas. Baru kali ini juga Fano mendengar suaranya – yang menurut Fano entah kenapa terdengar familiar.


“Not like a real couple! Why the heck! I don’t wanna date my cousin, silly” sahut Aron, yang kemudian diangguki abel “silly” sahutnya.


Yua hanya memutar bola matanya malas, aron dan abel ini bukan saudara kembar tapi sudah seperti kembar saja, mungkin karena Aron yang kelakuannya sama bocahnya dengan abel. Akhir-akhir dia bocah itu suka sekali menyebut kata ‘silly’ dengan aksen british, sejak mereka banyak bergaul dengan Alfred, masih ingat Alfred? Anaknya Albert atau Fano dimasa lalu. Dia memiliki aksen Eropa yang kental.


“Aku juga akan ikut!” Jehyuk mengangkat tangannya tinggi-tinggi.


“Kenapa kau ikutan?” protes Jungyu, karena dia tidak berniat ikut, jika Jehyuk ikut akan membuatnya tergoda untuk ikut juga. Tapi tidak mungkin dia ikut karena ada pekerjaan, astaga inget kerja, Park Jungyu!


Semenjak kenal Fano, Jehyuk dan Yoshi, hidup Jungyu tidak teratur seperti biasanya.


Teman macam apa mereka ini.


“Harus ada orang waras diantara mereka, jadi aku harus ikut” sahut Jehyuk atas pertanyaan Jungyu sebelumnya.


“Masih ada aku kok” sahut Yua.


“Siapa?” Jehyuk.


“Yang nanya? Yah – tapi karena aku tidak mau pasangan dengan makhluk ini, aku setuju, kau harus ikut” tambah Yua sambil menunjuk Aron saat menyebut ‘makhluk’.


Aron sudah biasa dinistakan, jadi dia biasa saja sih.


“Ngomong-ngomong aku belum mengerti kenapa Aron dan Abel ada di negara ini tiba-tiba, kau bahkan tidak mengatakan apapun padaku” tanya Fano, sambil menatap aron penuh selidik.


“Karena kak Fano suruh kak Oci kesini jadi Abel kesini juga!” sahut Abel.


Kini Fano merasa muda kembali, karena abel kembali seperti sedia kala. Bisa gitu ya, ganti bahasa vibes juga ganti. Abel jadi lebih dewasa, sedikit, jika bicara bahasa Inggris.


“Salahin aja si Fano, Bel ... maaf ya aku harus kemari dan membuatmu panik” kata Yoshi, kemudian Abel yang ada di sebelahnya memeluknya erat.

__ADS_1


Fano ingin membantah jika dia sebenarnya tidak bersalah, tapi ... sudahlah, hitung-hitung berbaik hati pada kawan. Tapi lihat saja jika sudah tidak ada abel Fano akan balas dendam pada Yoshi, enak saja dirinya disalah-salahkan. Padahal Yoshi sendiri yang ingin pergi karena capek dengan sepupu-sepupunya Abel dan juga Aron.


“Yoshi dan abel kelihatan lucu ya” bisik Angel yang ada di sisi Fano yang lain, Fano hanya mengangguk saja karena masih malas dengan Yoshi.


Lalu ... Fano kembali menatap Yua.


Entah mengapa sosok dan suaranya membuat Fano familiar, kalau ada Lylac pasti dia bisa membantu Fano menjawab.


Oh iya, si Kim Yena itu ... Fano sempat bertanya pada Jehyuk bagaimana kelanjutannya, dia bilang hasilnya buntu, mereka tidak menemukan petunjuk apapun.


Tidak ada yang sesuai dengan data-data Kim Yena yang ada. Seolah si kostum putri adalah sosok yang tidak pernah ada.


Namun, bagaimana jika sebenarnya ... namanya bukan Yena.


Fano kembali menatap Yua penuh selidik.


Yua yang sadar juga ikut menatap Fano, namun tatapannya terlihat sinis pada Fano.


Apa Fano salah lihat?


Apa si Yua memang sedang menyeringai padanya?


Sepertinya Fano sudah menemukan siapa si kostum putri itu, dan kenapa identitasnya tersembunyi. Semuanya sudah tersambung dengan ilmu cocoklogi yang Fano miliki.


Yang Fano tidak mengerti hanyalah, kenapa dia mengaku dia adalah calon tunangan Jehyuk?


Si kostum putri itu, pasti Yua.


Posturnya, cara bicaranya, suaranya, tingkahnya, semua mirip.


Bukan Kim Yena, tapi Kim Yua.


***


Sekitar jam sepuluh pagi, Fano dan yang lain sampai di area glamping yang ada di hutan. Sudah ada tenda-tenda mewah yang disewakan disana. Fano menyewa dua tenda yang dapat diisi empat orang.


Tempatnya cukup bagus, ada sungai besar di tepi hutan yang disana bisa menyewa perahu kecil untuk berlayar.


Ada beberapa rombongan yang berkemah juga, satu keluarga besar, dua rombongan anak muda, satu rombongan orang dewasa. Fano memilih tenda yang lebih dekat dengan keluarga besar dan rombongan anak muda saja. jika dekat dengan tenda orang dewasa, takutnya ada hal-hal yang tidak diinginkan, karena Fano membawa anak di bawah umur seperti Abel dan Yua.


Karena ini tempat glamping (perkemahan mewah) jadi tentu saja tersedia berbagai fasilitas mewah, seperti meja besar dan kursi yang cukup untuk mereka.


Padahal Fano yang mengusulkan berkemah, tapi sampai perkemahan dia hanya diam duduk di depan meja memikirkan resep masakan yang akan dia masak untuk makan siang hari ini.


Kemudian Fano menatap ke depan, Aron, Abel, Yoshi dan angel sudah siap untuk pergi ke sungai, mereka ingin naik perahu. Jehyuk dan Yua ikut mereka, namun mereka berdua mengatakan tidak mau naik perahu.


Ngomong-ngomong perahunya hanya bisa dinaiki dua orang, kan perahu kecil.


Karena jumlah mereka ganjil, makanya Fano memilih mengalah saja.


Mereka sudah berjalan jauh, setelah sudah tidak terlihat, Fano masuk ke dalam tenda. Kemudian Fano memunculkan layar sistem dan layar sihir.


Pembaharuan layar sihir sudah ditambahkan, sekarang Fano bisa meningkatkan sihirnya. Jadi otomatis ada


misi-misi khusus.


Misinya masih mudah.


Yaitu Fano harus mempelajari sihir dasar dari semua elemen, itu adalah teori. Masing-masing elemen memiliki berbagai teori dasar, yang semuanya harus dibaca dengan seksama.

__ADS_1


Fano baru selesai membaca teori sihir dasar elemen api.


Sekarang tinggal melakukan misi, yaitu mencapai sihir api level satu.


Fano mengulurkan tangan kanannya, dengan posisi menghadap ke atas. Karena menurut Fano lebih mudah menggunakan sihir imajinasi dari pada sihir rapalan mantra atau lingkaran sihir, jadi Fano berkonsentrasi membayangkan sebuah api kecil.


Api merah, agak jingga, terlihat kecil seperti nyala api lilin.


Kemudian Fano merasakan tangannya mulai menghangat. Saat dia membuka mata, Fano tersenyum melihat sebuah api kecil menari-nari di atas telapak tangannya.


[Kamu berhasil mencapai sihir api level satu]


Selanjutnya adalah sihir dasar elemen air.


Senyum Fano luntur melihat layar sihirnya menunjukkan semua teori dasar sihir air, yang jauh lebih panjang dari dari sihir api.


Belum apa-apa Fano sudah muak duluan, tidak apalah, demi mencapai rasa penasarannya akan ilmu sihir.


Fano kembali membaca teori dasar sihir air, sampai kemudian tendanya dibuka.


Angel masuk dan tersenyum “Fano, ayo jalan-jalan dulu! Jangan memikirkan masakan, kita bisa memesan saja untuk siang ini, ya?”


“Tapi Angel –”


“Aku tidak mau tau, ada spot yang menarik di sebelah sana, aku ingin melihatnya denganmu” angel masih


menarik-narik lengan Fano agar berdiri, namun kemudian Fano balik menarik Angel pelan hingga Angel jatuh menimpa tubuhnya.


“FANO!!”


“Ssshh – diam dulu disini, aku masih rindu padamu, jika di luar aku tidak bisa menciummu seperti ini” kemudian Fano mengecup bibir Angel sekilas.


“Ih Fano!”


“Ayo kita jalan-jalan dulu!”


“Hehe, ayo!”


Fano dan Angel keluar dari tenda, lalu Angel menyeret Fano menuju tempat yang ingin dia kunjungi, ke tempat yang permukaannya lebih tinggi, jadi mereka menaiki tangga untuk mendaki tempat itu.


Setelah sampai di puncak, tidak ada siapapun Selain mereka yang ada disini.


“Kenapa sepi sekali disini?” tanya Fano.


“Mungkin karena belum banyak yang tau tempat ini, ayo duduk disana” Angel kembali menyeret Fano menuju tempat duduk yang mengarah pada pemandangan indah dari atas bukit.


“Fano, apa Queen memang sibuk?” tanya angel.


“Kenapa kau bertanya seperti itu? Bukan hanya kau, dia juga sibuk, tapi dia sudah memberiku pesta kejutan kecil-kecilan untuk merayakan kemenanganku” kata Fano.


“Oh ya?”


“Iya, intinya, kalian berdua sudah membuatku bahagia”


“Aku juga bahagia”


.


.

__ADS_1


__ADS_2