Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Makan malam dengan lobster


__ADS_3

.


.


Angel, Lylac, Fira dan Jehyuk baru kembali saat Fano sedang memasak makan malam dengan Jungyu, dibantu Yoshi, manager anak Ether dan Hyun. Anak-anak Ether memaksa managernya untuk makan malam di rumah Fano saja daripada makan di restoran dan membuang banyak uang perusahaan.


Fano tidak mengerti, sepertinya dia ditipu. Anak-anak itu tidak ingin menghabiskan uang perusahaan untuk makan, namun bukankah dengan makan di rumah Fano, akan menghabiskan uang Fano?


Sebenarnya menghabiskan uang perusahaan hanyalah alasan, alasan mereka sebenarnya hanyalah ingin main game di ruangan game, setelah capek latihan, mereka malah ingin main. Biasalah, anak muda.


Apalagi, ada game terbaru yang sedang trending, game itu mengajak kolaborasi dengan anak-anak Ether dan La-ve (grupnya Wonhi) untuk menyanyikan lagu tema mereka. Jadi mereka ingin mencoba game itu.


Sebenarnya, Fano juga penasaran, tapi dia belum punya waktu untuk sekadar bermain sebentar, karena Fano tau, tidak mungkin dia bermain sebentar, pasti dia langsung kecanduan dan ingin bermain terus.


Jadi lebih baik jangan dulu lah, game itu mudah membuat candu. Gawat bagi orang sibuk seperti Fano.


Hari ini mereka makan malam dengan olahan seafood, teman Fano, Jemin, mengirimi mereka beberapa lobster berduri dan gurita. Kalian ingat Jemin? Itu lho yang saat mereka camping di pegunungan, bertemu beruang, yang Fano, Abel dan Aron melawan beruang itu. Jemin memiliki bisnis keluarga restroran seafood, itu adalah restoran yang besar, sudah bekerjasama dengan F&A Group-nya Fano. Sampai sekarang mereka berteman baik.


Karena ada resep yang ingin sekali Fano praktekkan, makanya dia yang memasak makan malam.


Saat akhirnya makanan matang, mereka yang menunggu makan malam sudah duduk dengan rapi berjajar di ruang makan.


Karena yang makan ada banyak, jadi mereka makan dengan lesehan, pelayan menyiapkan meja-meja panjang rendah di ruang tengah lantai satu, yang dekat dengan kolam renang, meja panjangnya ada dua dan ditata memanjang.


Semua masakan ditata di atas meja, mereka mulai makan dengan lahap. Fano berpikir sekarang rumahnya jadi berasa seperti restoran, tidak kalah ramai juga dengan restoran. Tapi dia senang, ramai dengan orang-orang terdekatnya membuatnya ikut bahagia.


Setelah makan malam usai, mereka tetap tinggal, sebagian untuk memakan makanan penutup berupa


puding yang dibuat pelayan, sebagian lain mengobrol sambil minum. Bukan minum alkohol sih, hanya minum teh levare putih saja yang diseduh Fano.


Oh iya, haruskah aku menjelaskan? Mungkin kalian akan bosan, tapi aku ingin memberikan fakta-fakta tentang bunga levare.


Bunga itu seperti gabungan antara bunga mawar dan juga anggrek. Bentuk bunganya seperti mawar, namun cara hidupnya mirip anggrek, daunnya juga mirip dengan daun anggrek. Satu tangkai bisa ada ratusan bunga, bunganya kecil-kecil hanya berdiameter satu centi tiap bunga.


Baunya harum sekali, dapat menimbulkan efek relaksasi, rasanya juga manis dan segar jika dijadikan teh. Bunga itu tidak beracun jadi bisa dimakan begitu saja, dibuat asinan, dibuat sayur juga.


Bunga yang unik itu banyak terdapat di hutan-hutan di Ardez.


Ada warna merah, kuning, merah muda, ungu, biru, dan putih. Yang warnanya merah, sangat wangi, namun rasanya gabungan antara manis dan sedikit asam, jika diberi satu sendok gula rasanya akan menjadi sangat unik.


Warna ungu rasanya segar, baunya harum, namun kurang manis. Sedangkan yang merah muda lebih manis dari yang ungu, namun tidak terlalu harum. Lalu yang warnanya putih, baunya harum dan lembut, rasanya tidak manis, bahkan lebih tidak manis dari yang ungu, namun rasanya juga segar.

__ADS_1


Lalu warna yang paling langka adalah warna biru hanya ada di wilayah Frazeice, disana wilayahnya banyak diselimuti salju dan juga es, sangat dingin, namun bunga levare dapat tumbuh disana, diantara pepohonan kering, bunganya berwarna biru, menjadi lambang wilayah itu juga, tehnya hampir semanis bunga levare merah muda ini, namun yang paling mencolok adalah ada sensasi aneh didalamnya, padahal tehnya hangat, namun ada rasa sejuk-sejuknya juga, seperti mint.


Fano beruntung karena peri kupu-kupu memberinya bunga levare biru juga, yang biru lebih cocok di musim panas, apalagi jika diminum dengan es. Fano sudah mencoba di Indonesia, dia akan membuat yang biru di Korea jika musim panas saja.


Jehyuk sedang bercerita jika dia membawa Fira untuk bertemu kedua orangtuanya, untungnya mereka menyukai Fira, bahkan si kecil Jisung juga menyukai Fira. Namun, setelah tau jika Fira bukan orang Korea, melainkan Indonesia, kedua orangtua Jehyuk jadi ragu, namun Jehyuk yang keras kepala tetap membujuk orangtuanya, karena saat ini kan Fira belum memiliki kewarganegaraan, jadi masih bisa memilih menjadi orang Korea.


Orangtua Jehyuk hanya pasrah saja, mereka bukan orangtua yang suka melarang putra mereka, ayah Jehyuk juga bukanlah ayah yang keras, jadi dia menyerahkan keputusan pada anaknya. Jadi segala konsekuensi akan ditanggung Jehyuk sendiri nanti.


“Aku membantu meyakinkan mereka tadi” kata Lylac.


“Kau menghipnotis mereka atau bagaimana?” tanya Jungyu.


“Ya, begitulah, ngomong-ngomong, Jisung tadi lucu sekali ya” Lylac.


“Apa dia menempel padamu?” tanya Yoshi.


Lylac menghela nafas kesal “Tidak, dia menempel pada Fira, tapi tidak bisa dikatakan menempelnya seperti pada Yoshi sih, ku rasa hanyaada Yoshi di hati Jisung” kata Lylac.


“Apaan sih!” Yoshi.


“Jodohin aja ama adeknya Yoshi, kan sama-sama bayi tuh” usul Jungyu, bagi Fano itu usul yang aneh, namun herannya hampir semua setuju.


“Itu pasti lucu sekali!” kata Fira.


“Lha, gimana sih, dia adikmu” sahut manager yang masih bingung, yang adiknya Yoshi kan yang Aoi, kenapa dia tidak setuju?


“Jisung pasti tumbuh jadi pria yang tampan dan berkharisma seperti aku, kalau dapetnya cuma yang kayak Aoi ya kasihan, Aoi kan bandel” jawab Yoshi.


“Aoi bayi yang nurut kok” sahut Fano.


“Iya, soalnya dia menempelimu terus, Aoi ngeselin sama aku” Yoshi.


“Aoi juga baik sama aku, beda sama Jisung yang cuek mulu kalo aku ajak main” keluh Jehyuk.


“Kalian tukeran adek aja lah” usul Jungyu.


“Tau nih, kok ribet amat” sahut Suho.


“Tuker tambah ya Jehyuk” Yoshi.


“Emang barang bisa dituker-tuker? Kalo bisa dituker gitu aku juga bakal nuker adikku sama Noa aja, adikku bandel banget, capek” timpal Xiao Kun, dia memiliki adik laki-laki dan perempuan yang semuanya bandel, belum lagi adik sepupunya juga, sama bandelnya.

__ADS_1


“Wah, aku juga mau kalo adikku kayak Noa, udah nurut, banyak bantuin juga lagi, sopan juga, pinter” tambah Suho.


Sementara itu Noa yang dipuji-puji hanya diam sambil memakan pudingnya, dia malu mendapat pujian seperti itu.


“Enak aja kalian mau ngambil adikku! Langkahi dulu mayatku” sahut Fano, dia tidak terima jika adiknya mau direbut.


“Biar ajalah Noa jadi adiknya Suho atau Kun, biar gampang dapet restunya aku nanti” timpal Lylac.


Fano pun menatap Lylac penuh permusuhan “Aku semakin tidak ingin merestuimu” kata Fano.


“Ish, Fano pelit!” Lylac.


“Oh iya, Hyun, ayo kita pulang, aku akan mengantarmu” kata Jungyu, pada Hyun yang hanya diam menyimak pembicaraan mereka semua, karena dia pendatang baru, jadi tidak tau apa-apa dan bingung.


“Ehem! Jangan sampe ada yang kurang ya nanti” kata Jehyuk.


“Aku bukan orang mesum sepertimu!” sahut Jungyu tidak terima.


“Sekalian minta restu orangtuanya kak, jangan mau kalah sama Jehyuk” kata Angel.


“Angel, kamu jangan ikutan!” Jungyu.


Jungyu dan Hyun pun pergi, kemudian manager juga ikut pergi, hanya bersama Suho, Xiao Kun, Asahi dan Shiho. Sedangkan Leon, Wubin dan Noa bandel tidak mau ikut, namun manager setuju saja sih mereka tetap disana, meski besoknya dia yang repot menjemput anak-anak itu.


Manager itu kuat sekali menghandle anak-anak banyak tingkah seperti Ether, terutama Leon dan Wubin, pasti susah sekali. Fano sangat respek pada manager. Andai saja manager mengenal Dave dan Wawan, pasti mau ikutan tukar tambah Leon dan Wubin dengan Dave dan Wawan deh, Fano yakin.


“Fano, aku ingin bicara” kata Lylac.


“Tentang?” tanya Fano.


“Masa depan kita”.Lylac.


“Hah? Apa maksudnya?” Angel.


“Enggak, becanda, aku cuma ingin membahas gaun saja” Lylac.


“Gaun apaan?” tanya Fano lagi.


“Aku ingin tampil cantik di pesta pernikahan nanti” kata Lylac.


“Kirain apaan” Fano.

__ADS_1


.


.


__ADS_2