
.
.
Royal Ent memiliki cafe atau kantin sendiri untuk staff, karyawan dan Trainee, bahkan para idol juga tidak jarang makan di tempat itu. Makanan yang ada di menu juga ada banyak, minumannya juga banyak, bahkan menjual menu desserts juga. Semuanya lengkap di cafe ini.
Yoshi, Dave dan Wawan bisa berada di cafe itu karena masuk bersama dengan Angel, Angel sudah mengatakan pada pihak cafenya agar semua tagihan dia yang membayarkan.
Berhubung mereka sudah kenal dekat dengan Angel, tidak ada yang namanya sungkan. Di depan meja mereka sudah banyak makanan dan minuman bertebaran, menemani mereka bekerja di meja pojok yang lebih sepi.
“Gampang banget di hack, heran deh” gumam Wawan.
“Mungkin kita terlalu hebat saja, atau mungkin memang keamanannya kurang” sahut Dave, yang sedang memakan kue bentuk ikan, kalau di Korea namanya bunggeobang, kalau di Jepang namanya taiyaki.
“Semua sudah selesai, aman kan?” tanya Yoshi, akhirnya pekerjaannya selesai, dia pun mencomot croffle miliknya yang masih dimakan setengah.
“Aman kok, mereka tidak akan bisa melacak kita – tapi ngomong-ngomong, wifi sini lemot ya” kata Wawan, dia tidak repot-repot mengecilkan suaranya meski ada karyawan lewat, mereka hanya melirik pada meja Yoshi dan bocah-bocah, lalu kembali berjalan seolah tidak ada hal yang aneh.
Lagipula, wawan memakai bahasa Indonesia, mereka tidak akan mengerti.
“Namanya juga wifi perusahaan, jangan pakai wifi Wan, kasihan karyawan sini nanti” kata Yoshi.
“Aku hanya coba-coba hack wifinya, gabut nih, apa kita hack Royal Ent juga? Kali aja kita bisa tau bocoran isi mini album kak Angel” kata Wawan, dia terlihat bersemangat kali ini.
Tapi Dave langsung menjewer telinganya “Jangan macem-macem Wan, kalo kak Fano tau kamu bisa dimarahin, udah hack google aja” usul Dave.
“Gak mau, males, nanti aku disuruh kerja di google gimana?” Wawan.
“Ya gak apa-apa Wan, kali aja gajinya lebih gede” sahut Yoshi.
“Gak mau, mau kerja sama kak Fano aja, bisa jalan-jalan ke Korea gratis kayak gini, ketemu idol-idol – itu idol juga bukan?” Wawan menatap dua orang lelaki tampan yang mendatangi meja mereka.
Dave dan Yoshi juga tidak begitu tau siapa saja yang idol, yang mereka tau palingan cuma Angel dan Dojun, kalau yang lain ketemu di jalan mereka juga tidak akan sadar.
Tapi memang dua laki-laki yang menghampiri mereka memiliki wajah yang sangat tampan dengan penampilan yang luar biasa. Mereka hanya mengenakan kaos putih dan celana jeans saja, tapi aura cowok ganteng mereka terasa bahkan bagi mereka yang tidak mengenal idol.
Dua laki-laki itu menyapa mereka dan meminta ijin untuk duduk di kursi di depan mereka. Berhubung tempat lain penuh. Mereka bilang, mereka memilih duduk disini karena mereka pikir, Yoshi, Dave dan Wawan itu trainee.
“Haha kami bukan trainee, tapi kalian bisa duduk, silahkan.. kalau mau kalian bisa memakan ini juga, semuanya gratis kok, jangan khawatir” kata Yoshi.
Mendengar itu dua laki-laki itu pun duduk di depan mereka.
“Kenalkan aku Noa, ini temanku Wubin” kata salah satu dari mereka yang berambut pirang, dia tidak terlalu terlihat seperti orang Korea, ada bule bulenya gitu. Mungkin dia keturunan campuran.
“Selamat siang” yang bernama Wubin menyapa sambil tersenyum ramah.
“Kayaknya pernah denger nama Noa deh, dimana ya kak?” tanya Wawan pada Dave, sedangkan Dave juga sedang berpikir, tapi dua detik kemudian dia kembali mengingat “Oh! Vivi pernah bilang Noa itu biasnya di grup apa ya.. lupa pokoknya baru debut gitu” bisik Dave pada Wawan.
Meski begitu, Wawan tidak terlalu paham, bias itu apa lagi?
“Kenalkan juga, Aku Yoshi, ini Dave, lalu ini –”
“Ridwan!”
Wawan menyambar ucapan Yoshi, dia tidak ingin dikenal dengan nama Wawan terus, itu kan hanya panggilan.
“Ri.. apa tadi?” tanya Wubin, dia agak susah menyebut nama Ridwan.
__ADS_1
“Panggil aja wawan biar cepet” sahut Dave.
“Oke, Wawan” Wubin menunjukkan jempolnya.
Wawan pun kesal dan ngambek, sudah susah-susah menyebut nama asli, ujung-ujungnya dipanggil Wawan lagi.
“Ngomong-ngomong namamu Yoshi, apa kau orang Jepang?” tanya Noa.
“Itu benar, aku keturunan Jepang” sahut Yoshi.
Noa tersenyum lebar “Aku juga! Aku keturunan
Jepang dan Amerika, namaku Doma Noa –kamu berasal dari wilayah mana?” tanya Noa.
“Aku sih sekarang tinggal di Indonesia, tapi kakekku ada di Tokyo, sedangkan ayahku tinggalnya di Kobe, namaku Nakamoto Yoshi” jawab Yoshi.
“Kalau keluarga ayahku sekarang ada di Fukuoka, tapi juga punya rumah besar di Tokyo, kalian yakin kalian bukan trainee? Atau kalian lagi ikut audisi?” tanya Noa.
Yoshi menggeleng “Tidak, kami sebenarnya teman baik dari Angel, itu lho.. Park Angel, kalian kenal kan? kami menunggu Angel dan teman-teman kami selesai acaranya” jawab Yoshi.
“Oh, jadi kalian temannya Angel-sunbae?” sahut Wubin.
“Angel-sunbae orang yang baik, dia banyak membantu kami, kami adalah grup yang baru debut, ada tujuh orang... yang lima ada yang sekolah, ada yang masih di asrama” timpal Noa.
Dave dan Wawan hanya bisa mendengarkan mereka mengobrol, mau bagaimana lagi bahasa Korea mereka tidak terlalu bagus meski sudah belajar susah payah dari Fano.
“Kalau boleh tau, kalian dari grup apa?” tanya Yoshi.
“Kami adalah grup baru, Ether” jawab Noa.
Merekapun kembali makan dan mengobrol sampai kemudian ada bisik-bisik berisik yang mengusik mereka. Rupanya tokoh utama kita datang memasuki area cafe, hingga seluruh pasang mata tertuju pada sosoknya yang tampan berkharisma.
“Yo!” Fano mengangkat tangannya, menyapa teman-temannya yang rupanya mendapat dua teman baru. Meja mereka sudah seperti meja kumpulan para cogan, karena semuanya tampan.
Fano tidak datang sendirian, dia bersama dengan Jungyu.
Fano duduk di sebelah Noa meski belum kenal, dengan sok kenalnya Fano merangkul bahu Noa yang langsung menciut.
“Ini siapa?” tanya Fano.
“Saya Noa” jawab Noa dengan singkat.
“Aku Wubin!”
“Mereka adalah anggota grup baru, apa namanya tadi? Ether?” kata Yoshi “Noa ini dari Jepang juga lho” tambahnya.
Fano menunduk menatap Noa yang masih dia rangkul “Oh ya? Umurmu berapa?”
“Aku masih 16 tahun, Wubin 17 tahun” jawab Noa.
Fano menatap Wubin, lalu Noa “Kalian masih sangat muda, kenapa kalian sudah menjadi idol? Tidak sekolah?”
“Aku sekolah dari rumah, Noa juga begitu” jawab Wubin.
“Aku menjadi idol karena sangat menyukai musik, aku juga suka membuat lagu – oh iya, laguku ada yang akan masuk di mini album Angel-sunbae” sahut Noa.
Mereka berdecak kagum mendengarnya. Fano sendiri tau jika lagu untuk Angel biasanya dipilih dari composer yang terbaik, tapi jika lagu Noa bisa lolos itu artinya Noa memang sangat berbakat.
__ADS_1
Anak-anak muda sekarang memang luar biasa.
“Berarti Noa ini seumuran Wawan, lalu Wubin seumuran Dave” kata Fano “Kalian bertemanlah dengan baik, aku sendiri adalah Fano, aku memiliki 30% saham di Royal Ent” tambahnya.
“Noa juga memiliki saham disini” sahut Jungyu yang duduk di sebelah Yoshi sambil mencomot beberapa makanan yang tersedia.
Fano kembali menunduk menatap Noa yang masih dia rangkul “Oh ya? Kok bisa?”
Noa menggeleng pelan “Tidak banyak kok, hanya 1%, aku bisa mendapatkannya karena – itu.. aku malu mengatakannya, tapi Dojun-hyung memberikannya padaku, karena aku masih kerabat jauh”
Mendengar itu Fano melepaskan rangkulannya, lalu mulai mencomot satu kentang goreng “Oh ya? Kerabat Jauh apa kau keluarga Raynold juga?”
Noa menggeleng pelan “Bukan.. keluargaku memiliki hubungan kerabat yang jauh dengan Raynold, keluargaku adalah Doma”
“Uhuk uhuk”
“Fano pelan-pelan kalo makan, ini minum dulu” Yoshi menyodorkan susu pisang yang belum tersentuh untuk Fano sekalian sedotannya.
“Makasih” Fano segera meminum susu pisang itu, enak juga rasanya.
Kemudian Fano kembali menatap Noa, yang sedang menatap Fano khawatir “Kalau kau keluarga Doma, kau apanya Haruto?”
“Haruto? Kakekku?”
Astaga, haruskah Fano kemana-mana bertemu dengan keluarganya sendiri? Semuanya sambung-bersambung menjadi satu seperti kepulauan Indonesia.
Berarti... sepupunya Fano yang asli dong?
[Selamat sudah bertemu dengan sepupu, dia anak dari adik laki-laki ibunya Fano]
Jadi begitu.
“Kalo dilihat-lihat kalian mirip ya? Cuma Noa lebih imut deh” sahut Jungyu.
“Fano versi garangnya ya” timpal Yoshi.
“Hehe terima kasih” kata Noa.
“Kenapa kau senang dipanggil imut?” Yoshi.
“Sesama imut dilarang saling mendahului” Fano
“Apa sih!” Yoshi menendang betis Fano yang kemudian ternyata Noa pun ikut kena.
“Noa maaf ya... ish – ini semua salah Fano!”Yoshi.
“Situ yang nendang kenapa aku yang disalahin?” Fano.
“Kak Fano kan selalu salah” Dave.
“Bocil ikutan aja” Yoshi.
“Aku cuma satu tahun lebih muda ya dari kalian!” Dave.
.
.
__ADS_1