Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Kostum maid untuk Angel


__ADS_3

.


.


Pagi ini Fano sangat bersemangat, dia mengerjakan misi pagi lebih pagi dari biasanya, dua teman bocilnya saja masih tertidur pulas. Mereka baru bangun setelah Fano selesai membuat sarapan untuk mereka, karena bau masakan yang wangi tercium membuat perut keroncongan.


Fano sengaja membuat menu spesial pagi ini, yaitu nasi goreng udang, dengan telur di atasnya, kalau tidak salah ini disebut omurice kalau di Jepang.


“Huwah oishi...” Yoshi mendekati meja makan masih dengan muka bantalnya.


“Cuci muka dulu sana!” Fano mendorong Yoshi untuk memasuki kamar mandi. Beda dengan Yoshi, Dave datang sudah cuci muka, wajahnya sudah segar... mungkin dia ingin cepat-cepat makan.


“Aku juga membuatkan sarapan untuk orangtua kalian, pasti mereka capek habis kerja kan? apalagi ini hari minggu, pasti malas memasak” kata Fano setelah Yoshi kembali lagi dari cuci mukanya.


“Pengertian banget deh kak Fano” sahut Dave


Fano hanya tersenyum mendengarnya, tentu saja Fano tidak sebaik itu.. dia hanya mendapat misi untuk memasakkan sarapan untuk orangtua Yoshi dan Dave juga, hadiahnya 200 koin. Lumayan kan hari ini bisa dapat 400 koin dari misi pagi dan misi dadakan.


Dengan ini jumlah koin Fano menjadi 2250 koin. Mungkin mengumpulkan koin akan menjadi kebiasaan baru Fano, dia ingin mengumpulkan sampai 100 ribu koin. Semoga saja bisa, tapi mungkin akan sulit, karena dia ingin membangun bisnis, pasti itu membutuhkan banyak uang juga kan.


Pagi itu setelah sarapan, Yoshi dan Dave kembali ke apartemen masing-masing sambil membawakan masakan Fano untuk orangtua mereka. Itu juga sebagai suap agar orangtua mereka percaya padanya. Karena jika memiliki hubungan baik dengan seseorang, suatu saat mereka bisa membantu jika kita butuh.


Ini jauh berbeda dengan Albert dahulu yang suka membuat semua orang tunduk dengan kekerasan, tapi rupanya itu hanya akan menjadi boomerang di kemudian hari, karena orang-orang yang ditundukkan dengan cara seperti itu hanya akan menghianati dikemudian hari.


Tidak heran jika orang-orang kalangan atas suka bermuka dua hanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Itulah bisnis.. karena Fano ingin memulai bisnis, dia harus mengikuti aturannya.


Fano sudah mandi dan bersiap, memakai pakaian baru yang berharga jutaan – ah, tidak juga.. kaos dan celana ratusan ribu saja, tapi jaket yang Fano kenakan dan sepatu baru harganya jutaan.


Kalau orang ganteng tidak perlu memakai pakaian mahal-mahal, pasti sudah kelihatan keren, apalagi jika memakai pakaian mahal, pasti tambah keren.


[Narsis]


“Aku tidak minta pendapatmu ya”


Fano meraih ponselnya, dia mengirim pesan pada Angel jika dia akan menjemput bersama Yoshi dan Dave, kalau Andy juga diberi pesan agar dia tidak datang telat.


Sebelum beranjak dari kamarnya, Fano menyempatkan diri untuk melihat akun medsosnya. Jumlah pengikutnya terus saja bertambah, sekarang sudah 2,5 juta saja. Ini semua manusia kah? Kenapa banyak sekali? Mana banyak sekali DM yang masuk.


Nanti sajalah diperiksa, jika semua urusan selesai. Karena hari ini meski hari libur alias hari minggu... tapi Fano memiliki jadwal yang padat. Setelah pertandingan nanti, Fano juga mau mampir ke restoran keluarganya Tari, kan lumayan mereka mendapat voucer makan gratis, tidak boleh disia-siakan itu.


Fano mengambil foto dirinya di balkon apartemen lalu mengunggahnya, Fano juga memberi caption jika dirinya akan pergi untuk menghadiri acara pertandingan game. Fano tidak memberitahu dimana pertandingan itu, kan gawat jika banyak orang datang ke tempat itu hanya karena postingannya.


Mereka berangkat tentu saja menaiki mobil milik Fano, menjemput Angel dulu di rumahnya. Sepanjang perjalanan Dave dan Yoshi terus membicarakan tentang membeli game terbaru dan beberapa action figur, tapi karena orangtua mereka melarang menghamburkan uang jadi mereka akan membeli satu atau dua saja. Padahal mereka membeli juga dengan uang mereka sendiri.


Tapi orangtua memang begitu, meski anaknya sudah bisa menghasilkan uang, orangtua tetap melarang ini dan itu, mereka ingin anaknya bisa mengatur uang dengan baik dan memastikan mereka menggunakan uang mereka untuk hal-hal yang benar-benar dibutuhkan.


Oh iya, karena sekarang Albert sudah berada dalam tubuh Fano, dia sudah menjadi Fano seutuhnya. Jiwa dewasanya sudah sedikit berkurang, tergantikan dengan jiwa muda sama dengan Fano yang asli.


Ini agak susah karena remaja suka memberontak dan jarang bisa mengendalikan diri sendiri, Fano takut dia kelepasan dan akhirnya gagal pada kesempatan kedua hidupnya ini.

__ADS_1


Mereka sudah sampai di rumah Angel, hari ini Angel berpenampilan manis mengenakan kemeja putih, rok chiffon biru muda dan sweater kebesaran warna baby pink. Belum lagi rambut panjangnya yang indah di gerai dan disematkan pita cantik warna biru muda dan pink.


“Apa penampilanku aneh?” tanya Angel yang khawatir karena Fano, Yoshi dan Dave hanya bengong menatapnya.


“Tidak, penampilanmu bagus kok” kata Fano, tentu saja dia tidak mau mengakui jika dia terpesona dengan Angel.


“Mecca kawaii!!” (imut banget!) Yoshi


“Hehe, arigato ne Yoshi-san” Angel


“Eh? Kak Angel bisa bahasa Jepang?” Dave


“Cuma bisa bilang makasih aja” Angel


“Kak Angel cantik banget, duduk di belakang sama aku ya?” tawar Dave


“Lho, terus aku?” Yoshi menunjuk dirinya sendiri, menatap Dave terluka karena dirinya dibuang demi seorang perempuan, ini kejam.


“Kan bisa duduk sama kak Fano di depan, kak Angel harus di belakang” Dave


“Hidoi yo” (Teganya) Yoshi


“Gak usah ngomong Jepang, gak ngerti” Dave


“Udah ayo berangkat” Fano menggandeng lengan Angel untuk masuk mobil duluan, maunya Fano sih Angel duduk di depan saja dengannya. Tapi Angel malah benar-benar duduk di belakang dengan Dave.


Yoshi menepuk-nepuk bahu Fano “Sabar bro, jodoh gak akan kemana”


“Gak usah ngambek, gak pantes” Yoshi


Fano pun melajukan mobilnya keluar dari perumahan elit tersebut.


Mereka sampai di tempat diselenggarakannya pertandingan, banyak orang yang datang memenuhi tempat ini, sudah seperti festival saja. Ada orang-orang yang cosplay juga memakai berbagai kostum unik.


“Kak Angel mau cosplay juga? Ada yang nyewain kostumnya lho” kata Dave


“Boleh juga, coba Angel cosplay jadi maid, pasti imut deh” Yoshi menyahuti dari depan.


Fano sudah membayangkan Angel memakai


kostum maid, benar juga.. pasti imut... dan sexy.. astaga! Apa yang kau bayangkan Fano!!


Fano malah membayangkan Angel menjadi


maid sungguhan, mengenakan kostum maid seperti di rumah mertuanya Albert, karena mereka memiliki maid dan butler seperti jaman kerajaan kuno.


Hanya saja dibayangan Fano rok maidnya di atas lutut.


“Ditambah telinga kucing pasti makin imut” Dave menambahkan.

__ADS_1


“Hentikan” Fano.


“Eh. Kenapa?” tanya Yoshi


“Jangan memaksa Angel..” kata Fano lagi


“Aku juga tertarik kok, pasti seru pake kostum kayak gitu” sahut Angel dengan bersemangat.


“Tuh, kak Angelnya mau! Ayo kak aku anter ke tempat penyewaan kostum” Dave membuka pintu mobil, mengajak Angel keluar.


“Jangan tinggalkan aku!” Yoshi ikut menyusul mereka. Tentu saja Fano tidak ingin ketinggalan, tapi sial sekali Andy datang menghampirinya.


“Kau benar-benar datang dengan mobil ini” kata Andy, dia terlihat keren mengenakan jaket hitam bertudung, tudungnya ia kenakan jadi ia terlihat misterius. Tapi Fano pikir mungkin dia tidak ingin terlihat berada disini.


“Bagaimana kau tau jika ini mobilku?” tanya Fano. Mereka berjalan santai memasuki gedung, menyusul teman-teman yang tadi sudah masuk duluan untuk mencari kostum.


“Rolls royce phantom, sedang viral di internet, aku terkejut setelah tau kau yang ada di vidio” jawab Andy apa adanya.


“Sebenarnya ini punya majikanku, aku bisa mendapatkan uang karena menjadi orang kepercayaannya” kata Fano, dia kembali menyinggung tentang majikan yang hanya nama saja tersebut.


 “Majikan?”


“Benar, anggap saja dia kasihan padaku, dan merubahku seperti ini” kata Fano.


“Aku penasaran dengan majikanmu, dia sekaya apa” Andy


“Yang pasti dia sangat sibuk, aku disini menjadi asistennya” Fano


“Jadi bathbomb jutaan itu juga bisnis yang dijalankan majikanmu?” tanya Andy


Fano menoleh pada Andy, dia merasa Andy tertarik dengannya sekarang “Kau terdengar sangat tertarik”


Andy menghela nafas berat “bisnis itu sampai ke telinga mama, setelah tau itu kau, mama ingin aku mendekatimu agar bisa membeli bathbomb dengan harga lebih murah”


“Ibumu ingin menjualnya kembali? Kalau iya, aku bisa memberi diskon, jadi satu setengah juta seperti ibunya Angel” tawar Fano.


Andy mengangguk lalu mengulurkan tangannya “Mari berbisnis, mama ku tidak main-main jika sudah menyukai sesuatu”


Fano menyeringai, sepertinya bisnisnya akan berkembang pesat, banyak orang yang ingin jadi reseller. Fano menjabat tangan Andy “Senang berbisnis dengan kalian, kita bisa membicarakan ini nanti, sekarang fokus dengan pertandingan dulu”


“Aku juga sudah mendengar kabarnya, kau menantang teman-temannya Indra kan? mereka juga menawari aku ikut dengan mereka tapi aku menolak” kata Andy


Fano menatap Andy tidak percaya “Kenapa kau lebih memilihku? Tidak mungkin itu karena aku mengancammu tempo hari kan?”


Andy menggeleng “memang tidak, aku hanya berpikir akan jadi lebih buruk jika menjadi musuhmu, mungkin itu hanya insting.. entahlah, lagipula aku sudah tersentuh dengan ajakanmu untuk menjadi anak baik seperti keinginan orangtuaku, aku pikir.. aku tidak mau nanti menyesali perbuatanku karena mengecewakan mereka, aku sadar aku tidak pernah membanggakan mereka”


Fano tersenyum lalu menepuk-nepuk punggung Andy “Itu keputusan yang tepat”


.

__ADS_1


.


__ADS_2