
.
.
Selama Fano bercerita, ada Wubin dan Xiao Kun yang mendengarkan dengan seksama. Mungkin Kun
merasakan radar cerita fantasi jadi dia bisa tau jika Fano sedang bercerita, tiba-tiba saja bocah itu datang dan mendengarkan, sambil membawa takoyaki yang dia masak sendiri.
“Jadi begitu” Fano mengakhiri ceritanya yang tidak terlalu jelas tersebut. Fano hanya menceritakan
bagaimana rupa kastil indah nan megah di Floutessia, belum lagi pemandian di dalam gua, kemudian istana Fleurazia, danau dengan bunga-bunga teratai besar
yang bersinar di malam hari, juga kupu-kupu cahaya yang dapat bersinar di malam hari.
Intinya, Fano hanya menceritakan apa yang dia lihat saja, dan kedua bocah itu akan menganggapnya sebagai dongeng, padahal itu nyata.
“Wah, keren sekali, coba saja aku bisa pergi ke sana” kata Wubin.
“Apa disana ada kerajaan duyung juga?” tanya Kun.
Fano mengangguk “Ku rasa ada, dan pasti istana di bawah laut juga sangat indah”
Kun mengangguk cepat “Benar, pasti sangat indah!”
Selesai bercerita Fano pindah lagi menuju balkon, untuk menyelesaikan pekerjaannya. Mungkin karena sudah tidak bosan lagi berkat bercerita pada Wubin dan Kun, kini Fano telah fokus dengan pekerjaannya.
Fano baru merasa lelah setelah hari sudah beranjak sore, tidak terasa sudah jam tiga sore. Fano sudah lelah, jadi dia menyudahi pekerjaannya, mungkin akan dilanjutkan nanti lagi.
Untuk menghilangkan penat, Fano memilih berendam di jacuzzi kali ini. Menggunakan bathbomb ungu untuk
relaksasi, yang ungu aroma lavender, sangat menenangkan.
Karena tidak ingin lama-lama berendam, jadi Fano hanya berendam sekitar enam menit saja selesai.
Selesai mandi dan Fano keluar, dia terkejut melihat seseorang sudah ada di kamarnya berbaring menyamping sambil memainkan ponsel milik Fano. Dan yang membuat Fano shock adalah, bukan hanya karena orang itu adalah Lylac, tapi juga karena dia makan camilan di atas ranjangnya.
“YAH!!!” teriak Fano.
Lylac mendongak dari ponsel Fano, kemudian dia tersenyum seolah tidak memiliki dosa sama sekali “Halo Fano!”
“Halo halo kepalamu! Jangan makan camilan di atas ranjang, itu nanti kotor teru banyak semutnya!” omel Fano. Fano sudah mengenakan ccelana pendek dan juga bathrobe, rambutnya yang basah juga sudah tidak terlalu basah, jadi Fano berani menghampiri Lylac lalu
menyeretnya keluar dari kamar Fano.
“Kenapa aku diusir?!” protes Lylac.
“Pertama, kau kenapa keluar kesini? Kedua, aku ingin ganti baju dulu” sahut Fano. Lylac berdecak malas, kemudian memaksa untuk masuk kamar lagi, tapi Fano kembali mengeluarkannya.
“Jangan masuk!”
“Kenapa? Aku kan sudah sering melihat tubuhmu juga, kita satu hati, ingat?”
“Tidak ingat”
Lylac berdecak malas, kemudian karena dia capek, jadi dia memilih untuk duduk di sofa ruang tengah, yang berada tepat di depan kamar Fano.
__ADS_1
“Aku tunggu disini, cepat ganti bajunya”
“Ini siapa?”
Fano dan Lylac menoleh pada Noa yang baru saja sampai di depan kamar Fano, Noa sebelumnya ingin bertanya apakah Fano ingin memesan makanan juga karena Noa dan yang lain akan memesan makanan, kali ini bukan Fano yang akan membayar, tapi mereka akan ditraktir tuan muda Leon.
Wajah Lylac langsung cerah melihat ada Noa datang.
“NOA HALO!!” Lylac berdiri lalu memeluk lengan Noa, ternyata Lylac tidak sekecil yang Fano kira, dia hanya beberapa centi lebih pedek dari Noa, mungkin sekitar 174 cm tingginya Lylac. Itu sangat tinggi untuk ukuran perempuan bukan?
Noa sendiri setelah puber jadi bertambah tinggi dari hari ke hari.
“Ha – halo?” sahut Noa, dia canggung jika ada gadis cantik dan seksi tiba-tiba datang memeluknya seperti itu, tapi bukan berarti dia tidak suka, Noa hanya laki-laki biasa yang normal.
“Jauh-jauh dari Noa, kenapa kau memeluknya seperti itu sih?” protes Fano, tidak rela dia adiknya dipeluk-peluk oleh Lylac.
“Karena aku menyukainya? Noa benar-benar tipeku, ayahku bilang, aku harus menikah dengan manusia jika ingin terus bersamamu, maksudku, tinggal denganmu, jadi memutuskan memilih Noa saja” kata Lylac.
Fano terbengong karena tidak mengerti, kenapa Lylac harus menikah dengan manusia hanya untuk berada disisi Fano? Tidak masuk akal. Menikah bukan jawaban dari segala masalah, memangnya ini negri dongeng?
“Lihat wajahmu yang bodoh ini! Aku membutuhkan identitas yang resmi, jadi menikah dengan seseorang akan membuatnya jadi cepat” kata Lylac sambil menatap Fano kesal.
“Aku masih tidak mengerti, kita bisa membuatkan identitas baru untukmu dengan mudah, tidak perlu
menikah dulu” sahut Fano tidak mau kalah, mendengar itu Lylac menginjak kaki Fano hingga Fano mengaduh kesakitan.
“Diam kau! Aku hanya mencari-cari alasan agar bisa menikahi Noa saja” kata Lylac.
“APA?!!!” teriak Fano, sambil meringis menahan sakit di kakinya, injakan Lylac tidak main-main.
situasi yang membingungkan ini. Lylac menangkup kedua sisi wajah Noa, gadis setengah manusia setengah peri tersebut tersenyum lebar melihat wajah tampan Noa dari dekat.
“Kau imut sekali, sangat pantas menjadi suamiku, hehehe”
SRET
Fano menarik Lylac menjauh dari Noa “Jauh-jauh dari adikku! Aku tidak merestui kalian, tidak boleh, maaf Noa, kau bisa pergi” kata Fano, kemudian membawa Lylac masuknkamarnya.
“Kalian mau pesen makanan juga?” tanya Noa, sebelum mereka benar-benar masuk kamar.
“Boleh saja!! asalkan nanti makannya aku disuapi ya sama kam –mmmphh!”
BRAK
Noa hanya diam berkedip-kedip karena bingung dengan situasi yang baru saja dia alami. Itu tadi siapa gadis cantik itu? Kenapa dia ingin menikah dengan Noa? Tapi Noa masih di bawah umur, mana boleh menikah kan? ada-ada aja sih. Eh, tapi ... kakaknya tadi sangat cantik, hehe.
Noa mengedikkan bahunya “Entahlah, mungkin temannya kak Fano” kata Noa sebelum turun lagi ke bawah memberitahukan yang lain jika ada tambahan pesanan dua porsi.
Sementara itu di dalam kamar, Fano menatap Lylac kesal “Kenapa kau melakukan itu?” tanya Fano.
“Aku? Melakukan apa? Sudah, ganti baju dulu sana” kata Lylac. Fano menjentikkan jarinya, kemudian dalam sekejap dia sudah berganti baju dengan baju kering yang santai. Masih ingat kan Fano punya skill fast change? Tentu saja itu masih berlaku sampai sekarang, apalagi sudah ada Lylac, jadi bisa digunakan lagi.
“Kau tidak bisa menikahi Noa, dia masih kecil” kata Fano.
“Menurutku dia sudah besar” bantah Lylac “Oh iya, aku mau ikut ke Jepang”
__ADS_1
“Kau kan bisa ikut dengan masuk menjadi sistem lagi!”
Lylac menggeleng “Tidak mau, aku ingin pdkt dengan Noa, tidak bisa jika menjadi sistemmu lagi”
Fano berdecak kesal “Sekarang katakan alasan kenapa kau ngebet ingin menikah dengan Noa? Pasti ada alasan logisnya kan?”
“Aku jatuh cinta padanya, apa itu kurang logis?”
“TIDAK! Sama sekali”
Lylac berdecak malas.
Kemudian Fano duduk di sebelah Lylac “Sudahlah, ceritakan saja, aku tau kau ada masalah, iya kan?”
Lylac sekarang cemberut, ia memajukan bbirnya ke depan beberapa centi hingga menjadiseperti bebek, untung dia cantik, jadi meski begitu dia tetap saja cantik.
“Orangtuaku bilang, karena aku setengah manusia, jadi jika aku ingin tetap di kastil atas, aku harus menikah dengan peri roh lain yang berdarah murni, maksudnya, yang benar-benar peri roh, tidak ada campuran darah lain. Ada seorang peri roh yang katanya paling cocok, tapi tentu saja aku tidak mau! Aku masih terlalu muda, ini mengerikan, padahal kau tau sendiri aku baru saja siuman kan? aku baru sembuh dari sakit dan mereka langsung memberiku kabar buruk begitu. Menyebalkan sekali” cerita Lylac panjang lebar.
Fano mengangguk-angguk mengerti “Jadi sekarang kau memberontak dengan pergi ke dunia manusia ini lalu ngebet menikahi Noa?”
Lylac mengangguk-angguk “Iya, sekalian saja aku menjadi manusia, tidak mau jadi peri lagi, capek! Padahal ibuku saja bisa menikah dengan ayahku yang manusia, kenapa aku tidak coba?”
“Bagaimana bisa orangtuamu dulu bertemu?” tanya Fano.
“Oh itu? Ibuku dulu sistemnya ayahku, tapi beda dengan kau dan aku, kita kan ada ikatan darah – maksudku, kita terikat satu sama lain, seperti saudara, jadi aku tidak bisa menikahimu, tapi kalau Noa bisa”
“Bisakah kau memilih yang sudah dewasa saja?”
“Tidak! Aku mau Noa, titik!”
“Kenapa Noa coba?”
“Pertama, dia dekat denganmu, kedua, dia sangat manis dan tampan, ketiga, dia tipeku, keempat, aku
hanya ingin menikah dengan dia, selain dia aku tidak mau, titik!”
“Bisakah kau berhenti mengatakan titik?”
“Tidak! Titik!”
Fano menghela nafas berat, Lylac sembuh bukannya meringankan beban Fano, malah menjadi beban.
“Apa kau bilang? Aku beban?” tanya Lylac kesal, dia sudah mengangkat tangannya, sebuah bantal sofa juga ikut terangkat, siap dilempar ke muka Fano.
“Iya, kau beban!”
BUGH
“HEII”
.
.
.
__ADS_1
cerita ini udah bosenin ya? jangan khawatir, bentar lg mungkin tamat 🥲