
.
.
“Bangun kalian!!”
Fano menyingkirkan selimut dari tubuh Dave dan Wawan, menepuk-nepuk tubuh mereka agar mau bangun. Fano belum masak memang, dari tempat Yoshi, menaruh belanjaan lalu lanjut membangunkan dua bocah itu.
Malas-malasan dua bocah itu bangun, namun masih belum berniat membuka mata mereka.
PUK PUK
Kembali Fano menepuk-nepuk pipi mereka, pelan saja sih, kalau terlalu keras, itu namanya menampar.
“Masih pagi kak” keluh Wawan.
“Cepat bangun dan cuci muka, setelah itu sarapan” perintah Fano.
Wawan kembali bergumam dan mengeluh, namun Dave hanya mengangguk kecil sambil mengusak matanya.
Fano pun keluar dari sana, lalu lanjut memasak, Fano tidak mau membangunkan Lylac dan Fira, nanti saja selesai memasak.
Hari ini Fano memasak apa adanya saja, nasi, sayur sup, ayam goreng, tempe goreng, tahu goreng ... begitu saja sudah selesai, tidak mau ribet-ribet. Makanan sederhana begitu saja sudah cukup.
Fano memasak sambil memakan bubur sumsumnya, tidak lama kemudian Wawan dan Dave datang, Fano
memberi mereka bubur juga.
“Kita mau ke villa di bukit ya hari ini?” tanya Dave.
“Iya, kalian mau ikut?” sahut Fano.
“Ikut dong, tapi Vivi bilang mau ikut” kata Dave.
“Bukannya dia hari ini ada acara ya?” tanya Wawan.
“Acara apa?” Fano.
Wawan menelan makanannya dulu sebelum menjawab “Itu kak, ada acara model gitu di salah satu cafe yang akhir-akhir ini sedang trend, cafe punya selebgram apa yutuber ya? Aku lupa” kata Wawan.
“Yutuber deh Wan, dia yutuber sekaligus chef, suka vlog ke restoran lain atau tutorial masak gitu, tapi dia juga sering mosting di IG juga, kebetulan Vivi diundang sebagai model, terus ada juga selebriti, itu lho, yang banyak main film sama drama, Lily Revaldi” sahut Dave.
“Tunggu, Lily Revaldi itu yang penampilannya seksi itu kan?” tanya Fano “Rambutnya di cat coklat, dada dan pinggulnya gede terus pinggangnya kecil?” tambah Fano.
“Ih tumben kak Fano tau artis, biasanya gak tau apa-apa” sahut Wawan.
“Iya kak, itu dia Lily, dia kan anaknya itu, masih teman papa juga, temen om Lino juga, anaknya Om Randy, kak Fano kenal Om Randy gak?” kata Dave.
Fano buru-buru mematikan kompornya lalu duduk di depan Dave “Serius? Anak Om Randy? Anak tiri?” tanya Fano.
Dave menggeleng “Anak kandung kak”
Fano mulai bingung, jika Lily itu anak dari Randy kan berarti paling tidak umurnya masih baru 18 tahunan, tapi kenapa penampilan Lily sangat ....?
“Dia umur berapa?” tanya Fano lagi.
__ADS_1
“17 mau 18 deh kayaknya, kak Fano pasti bingung ya, dia punya banyak kontroversi emang sih, aku gak terlalu suka. Dia mulai masuk dunia entertaiment sejak umur 15 tahun, sering pake baju-baju terbuka juga, selain itu, dia juga oplas, tapi emang oplasnya buat kesehatan sih, kata papaku ada masalah gitu dengan pernapasannya, tapi orang-orang ngiranya dia oplas yang lain, banyak banget kontroversinya dia kak. Papa pernah bilang aku mau dijodohin sama dia, aku takut banget, untung papa cuma bercanda”
Fano tidak tau harus kasihan atau tertawa karena Dave lucu sekali saat bercerita, sementara itu Wawan sudah mentertawai Dave, Dave sih hanya lanjut makan bubur.
“Aku ingin bercerita pada kalian, tapi ini cukup rahasia, aku hanya akan menceritakan pada kalian, Yoshi pun belum tau –” Fano
“Kau mau main rahasia-rahasiaan denganku? Gak bisa!”
Terlambat, Yoshi sudah datang dengan Abel.
“Baiklah, Yoshi boleh tau, tapi Abel, minta tolong bangunin Lylac dan Fira dong?” pinta Fano.
“Siap!” Abel pun berjalan sambil loncat-loncat menuju kamar Lylac.
“Jadi ada apa?” tanya Yoshi, dia duduk di sebelah Fano, berhadapan dengan Wawan, lalu mengambil bubur yang belum di makan.
“Di pesawat, kami memilih VIP, kebetulan disana hanya ada kami dan Lily, Lily bersama dua managernya, yang satu masih baru, tapi yang satu lagi ingin membunuhnya, dan berkali-kali ingin mencelakainya, dia minta tolong padaku untuk bersama-sama meminta petugas memeriksa CCTV, saat managernya ingin meracuninya” kata Fano.
“Jadi manager jahat sudah memberikan racun?” tanya Dave.
“Aku sempat menggagalkannya, makanya setelah itu dia minta bantuan ku” Fano.
“Aku pikir kau hanya ingin tebar pesona, ternyata sungguhan ada racun ya?” Yoshi.
“Jangan nethink makanya” Fano.
“Kalau itu kau, aku ga bisa ga nethink” Yoshi.
“Cih, pokoknya habis itu petugas bersedia membantu Lily kan, tapi kemudian Lily malah menggodaku di tempat yang ada CCTV nya” Fano.
“Aku serius, maksudku, bisakah kalian membantuku untuk menghapus vidio itu?” pinta Fano.
“Emang kak Fano ga bisa sendiri?” tanya Wawan.
“Aku meminta kalian agar kalian punya kerjaan, aku bisa melakukan semuanya sendiri jika aku mau, tapi aku punya uang untuk membayar orang, gimana dong?” kata Fano.
Dave mengangguk mengerti “dimengerti kak Fano, tapi meretas CCTV pesawat itu agak sulit”
“Ayolah, siang ini Lily akan menemui petugas itu untuk meminta rekamannya” Fano.
“Tapi kan dia ada di acara yang sama dengan Vivi, paling tidak, itu sampai jam makan siang” Wawan.
“Tapi kenapa sih Fano? Biarin aja, gak apa-apa” Yoshi.
“Masalahnya si Lily ingin menggunakan vidio itu untuk menaikkan popularitasnya, aku gak mau aja sih” Fano.
“Kak Fano ngerepotin” Dave.
“Apa?” Fano.
“Enggak kak, nanti kalo selesai jangan lupa bayar yang banyak ya?” Dave.
“Satu miliar” Wawan.
***
__ADS_1
Fano dan Fira sudah sampai cafe yang disepakati oleh Randy untuk bertemu.
Cafe ini memang sangat trendy, desainnya juga unik dan tidak menjemukan. Ada tempat di dalam ruangan, di luar ruangan dan juga di atap. Randy meminta untuk bertemu di atap, karena tembah di dalam dan luar cafe sedang disiapkan untuk acara yang tadi pagi di ceritakan Dave dan Wawan.
Randy bisa ada di cafe ini itu karena dia adalah salah satu pemilik saham terbanyak cafe ini, chef dan yutuber yang memiliki cafe ini masih sepupunya Randy, perempuan berumur sekitar 30 tahunan saat ini.
Randy yang tadinya duduk tenang menikmati menu sarapan dan juga kopinya itu, sontak berdiri melihat sosok Fira. Dia terlihat begitu terkejut dan juga senang disaat yang bersamaan.
“Selamat pagi Om” sapa Fano.
“Se – selamat pagi, kalian ... silahkan duduk”
Fano dan Fira pun duduk, kemudian Randy meminta seorang pelayan mendekat “Kalian bisa memesan dulu”
Mata Fira berbinar-binar melihat semua makanan itu, dia ingin membeli semuanya, terutama yang kue.
“Aku matcha chifon cake dan juga ... eum, chapuchino latte” kata Fano.
“Aku sama saja dengan Fano” sahut Fira.
“Hei, kau bisa membeli apapun yang kau mau” tambah Randy.
“Sungguh? Kalau begitu aku beli semua kue!” Fira.
Randy terkekeh mendengarnya, sementara Fano hanya tersenyum kecil, dia sudah maklum dengan kelakuan Fira.
“Pesan semua jenis kue ya, kalau terlalu banyak, sebagian di bungkus saja” kata Randy.
“Baik tuan”
Setelah itu Fano menjelaskan masalah Fira dengan detail, tanpa menutup-nutupi siapa dia dan berasal dari dunia mana. Jika Randy pernah berhubungan dengan seorang putri duyung dari dunia lain, sudah bisa dipastikan dia mengetahui segalanya.
Kemudian pelayan datang membawakan pesanan Fano dan Fira, untuk kue Fira hanya ada matcha chifon
cake, blueberry cheese cake dan tiramisu, yang lainnya mungkin di bungkuskan.
“Aku sudah bisa merasakannya, Safira, adalah nama yang ku berikan untuk putriku, namun sayangnya hubungan kami ditentang oleh keluarga kerajaan, karena aku hanya orang biasa, meski aku di bantu oleh kerajaan Iblis, Devirtia, dan juga kerajaan kak Lino, Fleurazia ... eum, atau Fleuretia? Aku lupa nama kerajaannya, susah sekali – pokoknya itu. Tapi, kerajaan Bluequa tetap menentangku, jadi aku membawa lari istriku, meski begitu kami tertangkap, istriku dibawa lagi ke Bluequa dan sampai sekarang. Ku dengar dia sudah meninggal aku sedih sekali, kemudian aku dijodohkan seorang perempuan yang sampai sekarang masih jadi istriku. Fira sangat mirip dengan ibunya, rambutnya yang biru, warna matanya, cantik sekali, boleh ayah memelukmu, nak?”
Fira segera berdiri lalu beranjak untuk memeluk ayahnya “Ayah ... mereka jahat padaku, sejak kakek
meninggal dan kerajaan dipimpin pamanku, semuanya jadi jahat padaku, aku mau dinikahkan dengan orang yang tidak jelas, hiks – jadi aku kabur lalu bertemu Fano dan Lylac”
Ayah Fira menepuk-nepuk punggung Fira “Maafkan ayah ya? Ayah tidak bisa berbuat banyak untukmu”
“PAPA!”
Mereka semua menoleh pada asal suara, Lily datang dengan raut yang tidak mengenakkan, apalagi saat menatap Fira.
.
.
.
maaf ya kemaren gak ada up, sbnernya kmaren jam 7 malem tuh udah up, tapi gak lulus2 review, baru lulus td pagi 😭 kesel bgt aku tuh.
__ADS_1
udah, gitu aja curhatan author 🥲