
.
.
Saat Fano sudah kembali ke kamarnya dari menonton film, hanya ada Felix yang tertidur di sana, Lylacnya tidak ada. Fano yang bingung hanya termenung, dia tidak yakin akan membangunkan Felix hanya untuk menanyakan Lylac. Buat apa juga sih.
[Heh, aku disini]
Fano hampir saja berteriak karenablayar sistem tiba-tiba muncul, kalau Fano ada penyakit jantung bagaimana kan gaw –
[Ya mati lagi lah]
‘Kau habis bicara dengan ayahmu jadi makin ngeselin ya’
[Huh! Aku tidak yakin tentang itu, bayangkan saja seorang dewi memiliki anak dengan manusia, yang anaknya jadi seorang peri]
[Kan aneh]
Fano menghela nafas bosan, lalu menggaruk kepalanya karena bingung. Bagaimana tidak bingung jika dia tidak mengerti dengan dunianya Lylac di sana? tapi kemudian dia membalas sistemnya itu dalam hati.
‘Seorang ketua mafia yang masuk raga bocah cupu nan polos juga aneh kok, tapi aku biasa saja, banyak hal tidak terduga di dunia ini. Bisa-bisanya kau mengatakan itu aneh, padahal bagiku ada dunia lain dan peri saja sudah aneh’
Fano kemudian bersiap untuk tidur, eh tapi – ada Felix disini, apa dia pindah saja ya? Fano sudah mager di kamar ini, malas pindah.
[Benar juga ya, mungkin aku yang berlebihan, ku rasa sekarang dia bukan manusia lagi]
Fano menatap layar sistemnya dengan dahi mengernyit heran ‘Kau membicarakan siapa? Ayahmu? Atau aku? Atau siapa?’
[Berisik Fano! Jangan sebut dia ayahku dong!]
‘Lalu aku harus menyebut apa?’
[Tau ah! Aku ngambek sama Fano]
Setelah itu layar sistem pun menghilang. Fano tidak kaget sih, sistemnya ini memang aneh dan masih labil, sejak awal saja sudah sangat sensitif seperti sedang pms saja.
[Berisik!]
‘Jangan baca pikiranku kalau begitu!’
[Tidak bisa, sudah terhubung!]
“Kalian berdua berisik!”
Kali ini Fano terkejut sampai berjengit, Lylac juga menghilangkan layar sistemnya lagi, sementara itu Felix beranjak untuk duduk lalu menatap Fano yang masih duduk karena dia masih bingung mau tidur di kamar atau pindah.
“Ku rasa aku tidak berisik” gumam Fano.
Felix mengacak-acak rambutnya “Maaf ya Fano, aku sedang sensitif... Charlize baru memberitahuku tentang Lylac, aku terkejut saat tau dia anakku. Tapi dia tidak mau mengakui ku, mungkin dia malu”
Fano harus menjawab bagaimana ya?
Meski bingung, pada akhirnya Fano menepuk bahu Felix pelan “Alfred juga tidak tau aku ayahnya, jadi – eum, yang sabar aja”
__ADS_1
Kemudian Felix menoleh dan kembali menatap Fano lekat “Tentu saja Alfred tidak boleh tau, sekarang kau bukan ayahnya lagi, kau sudah ingin tidur? Tidur saja, aku akan kembali bekerja”
Fano hanya bengong menatap Felix yang kembali berdiri, dia kemudian keluar dari kamar Fano. Ini sudah larut malam dan Felix bilang mau kerja? Tapi kerja apa jam segini? Fano saja lebih memilih tidur dari pada banyak bekerja.
[Dia kan vampir, tidak tidur]
“Dia benar-benar vampir?!” Fano hampir saja berteriak, untung kamarnya besar, dan lagipula ini mansionnya sendiri, jadi bebas lah.
[Ya enggak lah, aku cuma bercanda]
Fano berdecak malas, lagi-lagi Lylac mengerjainya.
“Coba kau pikirkan lagi Lylac, kalau dia memang ayahmu, terima saja, siapa tau umurnya tidak lama” kata Fano.
[Heh omongannya!]
“Tapi kan emang udah waktunya”
[Meski hitungannya umur 60 tahunan, itu umur tubuhnya masih 40 an, sama dengan putra pertamanya]
“Kok bisa gitu? Pantesan muda terus, jadi itu bener dia gak tambah tua sejak umur 25”
[Tau ah, jangan ngomongin dia dong! Aku bad mood]
Sistem bisa bad mood juga ternyata, dasar aneh.
[Apa kau bilang?]
Fano tidak menjawab, dia hanya memilih tidur. Fano sudah capek karena banyak pekerjaan, hanya menonton film saja tadi membuatnya lelah juga. Bagaimana tidak lelah jika yang ditonton film menegangkan, sedikit-sedikit semuanya teriak ketakutan, apalagi Angel di sebelah Fano. Angel teriak kencang sekali sampai rasanya telinga Fano berdenging.
Hampir saja Fano terlelap, dia mendengar suara pintu kamar terbuka. Fano tidak ada niatan untuk bangun dan melihat siapa itu, jadi dia lanjut saja tertidur.
Tapi kemudian Fano kembali kepikiran.
Bagaimana jika dia sekarang sudah dalam alam mimpi? Mana belum minum dreamless potion lagi.
“Fano.. kau sudah tidur?”
Fano lega mendengar suara Queen. Fano membuka matanya, menatap Queen yang sedang memeluk tubuhnya.
“Baru saja aku ingin tidur, kau sendiri kenapa kemari?” tanya Fano.
Queen meletakkan kepalanya di dada Fano, dia bisa mendengar degup jantung Fano yang teratur. Sedangkan tangan Fano melingkar di pinggangnya.
“Aku mau tidur sama Fano, Angel sudah tidur, dan kakek juga sudah pergi dengan mobilnya, Raja... aku tidak tau dia sedang apa, tidak penting juga – Fano?”
Queen mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Fano, kemudian dia terkekeh saat melihat Fano sudah terlelap. Mungkin Fano lelah, dia banyak bekerja seharian ini. Setelah pemotretan lanjut dengan dengan editing foto juga vidio.
Fano ingin iklan jadi dalam waktu dekat, bahkan saat Queen menyelinap ke kamar Fano barusan, Queen masih melihat Jungyu dan Jehyuk sedang bekerja, mungkin mengedit lagi. Katanya mereka sudah tidak mengantuk setelah menonton film, jadi memutuskan untuk bekerja sebentar.
Queen mengecup pipi Fano sebentar sebelum
kemudian pandangannya turun pada leher Fano. Kemudian Queen menyentuh rantai itu, entah mengapa dia bisa menyentuhnya, padahal Aron bilang, dia tidak bisa.
__ADS_1
Bagaimana cara melepas rantai ini?
Queen kembali menurunkan rantai itu, lalu memeluk Fano lagi dan mendengar degup jantungnya lagi. Queen suka mendengar suara degup jantung Fano, karena itu menandakan Fano masih hidup.
“Aku senang kau masih hidup... mari hidup untuk waktu yang lama kali ini” setelah mengatakan itu Queen mulai menutup kedua matanya dan mencoba tidur.
***
Fano pusing sekali pagi ini, dia mendapat ceramah panjang lebar dari Felix, belum lagi cibiran dari Raja. Padahal Fano tidak melakukan apapun, dia hanya tidur saja, dia bahkan tidak terlalu ingat kapan Queen masuk ke kamarnya.
Fano sangat mengantuk jadi dia lupa.
Tapi padahal kan salah Queen, namun Fano yang disalahkan.
Dunia ini tidak adil.
Jadi ceritanya Felix kembali lagi di pagi hari dan membangunkan Fano dan Queen yang ketiduran. Setelahnya Fano harus menahan malu karena diomeli panjang lebar seperti bocah saja. Fano juga tidak suka melihat ekspresi puas di wajah Raja.
Fano mencurigai dia yang melapor pada
kakeknya, karena kan seharusnya Felix tidak kemari lagi pagi ini, dia harus pergi ke rumah anaknya, si Subin.
Benar saja, setelah mengomeli Fano, Felix pun pergi.
Jadi sudah pasti semua ini kerjaan Raja.
Apa Fano harus mendekatkan dia dengan
Cherin agar dia tidak mengganggu ketenangan Fano?
Eh, tidak juga sih... Felix sempat memasakkan mereka sarapan, nasi goreng kimchi. Grupnya Noa dan grupnya Wonhi sarapan dengan nasi goreng dulu sebelum balik ke asrama masing-masing.
Jadi di mansion tinggal segelintir orang saja, seperti Fano, Angel, Jungyu, Queen, Raja, dan Jehyuk. Mana mereka tinggal sisa-sisa saja sarapannya. Alhasil Fano kembali memasak karena dua nyonya rumah mengeluh masih lapar.
Fano heran sekali dengan dua gadis itu, makannya banyak sekali.
Tapi kemudian mood Fano kembali naik setelah Jungyu menunjukkan hasil iklan mereka yang dia kerjakan semalam dengan Jehyuk. Fano tidak tau jika mereka lembur.
Yang pasti Fano suka sekali dengan hasil iklan itu.
Oh iya, Fano juga memberikan satu paket produk kecantikannya untuk grupnya Noa dan Wonhi, masing-masing satu. Tentu saja Fano tidak menyiapkan sendiri, paketnya disiapkan oleh sistem, bahkan dikirim langsung ke alamat asrama mereka.
Setiap model, bahkan karyawan Fano, memang akan mendapat paket seperti itu, Jungyu dan Jehyuk juga. Karyawan baru untuk toko cabang di Korea yang baru dibuka itu juga juga dapat.
Rencananya, Fano masih akan tinggal di Korea sampai cabang disini berkembang pesat, karena saingannya ada banyak sekali. Fano beruntung karena memiliki kerja sama dengan Royal Ent. Jadi Fano tidak perlu melakukan promosi dari nol.
Dan lagipula, Fano masih ingin membangkitkan bisnis milik keluarga Yohan yang sudah menjadi miliknya. Saat ini bisnis tersebut sangat terpuruk, tapi Fano yakin dia bisa menaikkan bisnis itu lagi bahkan lebih besar dari yang dulu.
Mungkin.. Fano akan mengganti namanya dengan nama baru.
Nama apa yang bagus ya?
.
__ADS_1
.
.