Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Peningkatan sihir


__ADS_3

.


.


Sambil menunggu wajan panas, Fano mencermati status sistemnya.


--*--


Nama: Farelino Adhitama / Alberto Maverick


Umur: 19 tahun / -


Level: 16 (16.200/17.000)


Koin: 825.000


--*--


Kurang 800 poin untuk Fano naik ke level 17, rupanya Fano mendapat tambahan 50 poin setelah menolong Queen kemarin sore. Meski Fano berhasil menarik hati penonton di acara TV nanti, belum tentu Fano akan mendapat 800 poin, paling banyak sih hanya 200 poin kira-kira. Tidak apalah, yang penting sudah berusaha kan.


Wajan anti lengket sudah cukup panas, Fano pun mengoleskan mentega, dia akan membuat french toast. Bahannya hanya telur, roti, potongan sayur, potongan udang dan jamur.


“Minta”


Fano berjengit karena terkejut, tiba-tiba saja suara Jehyuk ada di belakangnya, bocah itu mengintip masakan Fano dari balik bahu Fano.


“Heh! Ngagetin aja sih, kok kamu gak pulang?” tanya Fano, dia menoleh pada Jehyuk sebentar, sebelum kembali fokus memasak.


“Ngusir nih ceritanya?” Jehyuk memasang wajah cemberut, meski Fano tidak bisa melihat karena fokus dengan french toastnya.


“Ya gak gitu, kamu kan jarang nginep, apalagi kalo bawa Jisung” sahut Fano.


“Soalnya mama sama papa lagi ada urusan, kalo disini kan enak, ada pelayan kamu yang bisa ngurusin bayi” kata Jehyuk, dia sudah berjalan menuju kulkas, Jehyuk cukup terkejut melihat ada beberapa botol bir disana.


Siapa yang membeli bir? Padahal Fano saja tidak suka minum alkohol, meski dia kuat saja untuk minum. Masa Yoshi sih? Jehyuk pikir Yoshi juga tidak suka.


Jangan-jangan Jungyu? Tapi masa Jungyu sih?


“Hyuk, masih mau French toast gak nih?” Fano berbalik menatap pada Jehyuk yang bengong di depan kulkas.


“Mau lah, laper nih, capek juga habis pergi ke mini market, beliin kamu obat penurun panas – ngomong-ngomong siapa yang beli bir?”


“Kalo gak salah Jungyu sama Suho, gak tau buat apa, sampe sekarang masih utuh – terus obat penurun panasnya mana?” tanya Fano.


Akhirnya Jehyuk memilih untuk mengeluarkan botol air mineral dan anggur shine muscat “Obat? Mungkin sudah hancur di perutmu.”


“Lho, kapan aku minumnya?”


Jehyuk mengedikkan bahunya “Pokoknya Yoshi bilang udah kamu minum, kayaknya kamu sempet bangun gitu, minum obat bentar terus tidur lagi, apa gak inget?”


Fano menggeleng pelan “Gak inget.”


“Tapi bener deh, semalem kamu kamu demam tinggi, tapi untungnya setelah minum obat dan dikompres demamnya turun, kita gak jadi bawa kamu ke rumah sakit, padahal kalo belum sembuh kita mau batalin penampilanmu” kata Jehyuk.


“Jangan dong, aku udah baik-baik aja kok”

__ADS_1


“Tapi kenapa bisa tiba-tiba demam?”


“Aku juga gak tau”


Itu karena Fano mengirim energi sihirnya untuk Queen, tapi mana mungkin dia mengatakan hal itu pada Jehyuk, yang ada dia tidak percaya dan mengatakan Fano mengada-ada. Kecuali jika Fano bercerita pada Xiao Kun, bocah itu pasti langsung bersemangat mendengarnya.


“Fano yang sehat ya, banyak nyawa bergantung pada kesehatanmu, kamu juga belum punya keturunan, jadi jangan kenapa-napa dulu” kata Jehyuk.


Fano hanya meliriknya sekilas, lalu kembali memasak French toast kedua untuk Jehyuk.


“Aku mengerti”


Sebenarnya meski dari kehidupan yang lalu, Fano sudah punya keturunan, yaitu Alfred. Fano lega sih karena dirinya yang dulu mewariskan beberapa harta untuk Alfred, karena sekarang sudah ada keluarga Raynold yang mengurusnya, Fano sudah merasa lega.


Pagi itu setelah makan dengan Jehyuk, Fano tidak bisa tidur lagi. Jam empat sampai jam lima Fano gunakan untuk latihan bernyanyi. Dia menghafalkan lirik lagu dan nada-nadanya. Lagu yang Fano pilih adalah lagu milik Angel, itu adalah lagu untuk ost salah satu drama, lagu itu sangat terkenal hingga menjadi viral, akibatnya drama yang tadinya memiliki rating biasa-biasa saja itu juga mendadak viral dan ratingnya naik drastis.


Lagunya adalah lagu ballad yang memiliki beberapa nada tinggi.


Bahkan karena Fano gabut, jam lima lebih tiga puluh menit, dia memutuskan untuk pergi ke studio, lalu merekam dirinya sendiri latihan dengan memainkan piano.


Studionya sangat besar, sampai piano pun ada disana, jangankan piano, drum, gitar, harpa serta alat-alat musik lain juga ada. Semua itu pernah menjadi bahan kontennya anak-anak Ether, belajar memainkan alat musik. Vidionya langsung viral setelahnya, karena kan direkam di mansion ini, lalu yang membuat viral lagi adalah karena permainan piano luar biasa dari Leon, dan juga Noa ternyata bisa memainkan harpa dengan baik, selain itu ternyata lagi Wubin bisa memainkan terompet. Mereka mendapat banyak pujian, jadi mungkin itu hal yang bagus bukan?


Setelah vidio latihan sambil memainkan piano sudah selesai, Fano malah ragu untuk mempostingnya. Tapi jika di posting sekarang akan menjadi spoiler untuk penampilannya kan? mungkin nanti setelah penampilannya sudah ditayangkan.


Sekitar jam enam pagi Fano memutuskan untuk melakukan misi pagi. Meski tidak ada Lylac, tapi sistem sudah diatur otomatis. Jadi jika Fano melakukan hal yang sudah pasti seperti misi pagi begini, setelah selesai dia akan mendapat hadiahnya.


Oh iya, misi pagi sekarang ada beberapa paket, hadiahnya juga tergantung dari berapa banyak yang bisa Fano lakukan. Paket misi pagi baru muncul setelah level Fano naik ke level 16, jadi baru saja ada.


Ada paket yang isinya Fano harus melakukan sit up, push up, squat jump 100 kali juga lari sekitar 100 meter. Jika berhasil akan mendapatkan 100 koin. Itu paket 100.


Fano sih tidak mau susah-susah ya, paket 500 saja cukup baginya, lumayan dapat 500 koin. Jadi Fano hanya melakukan sit up, push up dan Squatt masing-masing 500 kali, kemudian lari 500 meter.


Padahal sebelumnya Fano sampai 700 bisa, tapi sekarang cuma segitu saja dia kelelahan. Apa mungkin ini karena dia sudah jarang melakukan misi pagi? Atau ini efek kekurangan energi sihir?


Tapi rasanya tidak mungkin karena energi sihir kan?


Fano memeriksa panel sihirnya, energinya sudah naik lagi menjadi [8.500/50.000]


Kemudian Fano berhenti setelah menemukan sesuatu yang menarik di panel sistem.


[Kamu ingin meningkatkan kemampuan sihirmu?]


[Beli peningkatan sihir seharga 500 koin]


[Setelah itu kamu akan dengan mudah meningkatkan kemampuan sihirmu, kamu juga bisa mendapatkan elemen sihir yang sesuai denganmu]


Nani kore?


Baru saja Fano mendapat 500 koin setelah capek-capek olah raga, dan sekarang dia dipaksa untuk mengeluarkan 500 koin lagi? Yang benar saja!


Kalau saja ada Lylac, dia pasti langsung menyumpah serapahi Fano karena protes terus.


Sudahlah, karena Fano penasaran, dia pun membeli peningkatan sihir atau apalah itu, mungkin saja akan berguna di kemudian hari, walaupun dia tidak yakin juga sih.


[Peningkatan sihir dipersiapkan]

__ADS_1


[Proses akan berlangsung sekitar 10 jam]


Lama amat.


Sudah lah, Fano pun bangkit untuk kembali ke dalam mansion.


Pagi ini setelah Fano selesai mandi, dia heran melihat Jehyuk, Yoshi dan Jungyu sudah rapih dan terlihat sangat bersemangat. Padahal yang akan tampil di acara televisi kan Fano, bukan mereka, tapi kenapa mereka yang bersemangat ya?


“Kalian kenapa kelihatannya semangat sekali?” tanya Fano.


“Kan kamu mau tampil di acara tivi, kita kan udah gak sabar” kata Yoshi.


“Jungyu aja yang ikut, yang lain kerja” kata Fano, hanya bercanda sih, kemarin kan mereka sudah bekerja jadi hari ini mereka bebas jika mau ikut mengantar Fano.


“Hidoi yo!” Yoshi.


“Neomuhae!” Jehyuk.


“Hahaha Fano bener tuh, kalian kerja aja mending” kata Jungyu


“Ya udah, ikut aja gak usah nangis” Fano.


“Siapa juga yang nangis!” Yoshi.


“Apa anak Ether bakal ikut lihat juga? Atau gak boleh sama managernya?” tanya Jehyuk.


“Kayaknya gak boleh deh, mungkin menghindari hujatan lagi, biasalah haters bakal mencari cela untuk menghujat” kata Jungyu.


“Tidak masalah, mereka bisa melihat di tivi” sahut Fano “Eh, Jehyuk, adikmu gak diajak?” tambah Fano.


“Boleh ikut nih? Kalo nangis gimana?” tanya Jehyuk.


“Kan ada Yoshi” sahut Fano.


“Sembarangan! Tapi ya gak apa-apa sih, mending diajak lah, lumayan kalo bosen bisa jadi mainan” kata Yoshi.


Jehyuk melotot mendengar perkataan Yoshi barusan “Apa yang tadi kau katakan?!”


“Mainan”


TAK


Jehyuk menjitak kepala Yoshi.


“Aduh jangan kdrt gini dong!”


“Ga usah ribut kalian, ayo berangkat!” ajak Fano.


Meski acaranya masih siang nanti, mereka harus berangkat di pagi hari untuk persiapan, karena itu adalah acara langsung. Tidak bisa dipungkiri Fano sangat bersemangat kali ini.


Dia sudah sangat siap.


.


.

__ADS_1


__ADS_2