Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Biarkan Fano tidur


__ADS_3

.


.


“Jadi, apa benar ayahnya ada di dunia ini?” tanya Fano.


Saat ini mereka sudah ada di dalam resort, ini masih sore tapi Fano sudah mandi dan berganti pakaian. Rencananya dia mau tidur sebentar saja karena dia sudah merasa lelah. Mungkin efek kepanasan dan juga berenang di dalam laut, tidak mudah untuk berenang di dalam laut apalagi jika arusnya cukup kuat, butuh tenaga ekstra dan Fano bahkan sudah berenang jauh sampai dalam. Jadi tidak aneh jika dia merasa kelelahan, apalagi sebagian energinya sudah diambil oleh Fira, si putri duyung.


Namun, keinginan Fano untuk istirahat kembali terganggu karena Lylac datang bersama Fira, untuk


merundingkan bagaimana cara menolongnya dan mengembalikannya pada ayah kandungnya.


Fano ingin protes tapi dia tidak tega juga dengan Fira.


Sementara itu teman-teman Fano yang lain kebanyakan masih mandi di pemandian air panas. Entahlah, Fano tidak paham kenapa mereka malah ingin mandi di pemandian air panas saat hawanya


juga sedang panas. Jika sedang musim dingin sih Fano akan ikut, tapi musim panas begini dia malas sekali.


“Setelah ku selidiki, ternyata memang benar dia memiliki ayah seorang manusia biasa, akan tetapi Fira


diambil sejak masih balita, ayahnya Fira tidak pernah melihat Fira lagi setelah itu, dan sekarang, ayahnya Fira sudah menikah lagi dan memiliki anak” jawab Lylac.


“Ku rasa tidak masalah kita mempertemukan mereka” sahut Fano.


Lylac berdecak kesal “Begini ya Fano, pria itu sudah memiliki keluarga, apa kau pikir istrinya bisa dengan mudah menerima Fira begitu saja? tentu saja tidak.”


“Itu kan bisa dipikir nanti, sekarang kita pertemukan saja dulu dengan ayahnya” kata Fano.


Lylac mendesah malas “Baiklah jika menurutmu begitu, tapi ayahnya sekarang ada di Indonesia, bukan di Jepang”


“Lalu kenapa Fira bisa berada disini, kenapa tidak muncul di Indonesia saja?” tanya Fano.


“Itu normal kok, karena Fira tidak tau tujuannya ada di bumi bagian mana, jadi dia secara random muncul di tempat yang juga random” jawab Lylac.


“Apa Indesa jauh dari sini?” tanya Fira yang dari tadi hanya menyimak saja karena dia tidak berani untuk menyela perdebatan Lylac dan Fano.


“In do ne si a” Fano.


“Iya, itu” Fira.


Fano berdecak kesal.


“Tentu saja jauh, itu seperti dari Bluequa menuju Frazeice” jawab Lylac, Fano baru mendengar nama


itu, Frazeice. Dilihat dari namanya, itu seperti tempat yang dingin dan banyak saljunya, karena ada kata ice. Tapi tidak tau lagi, Fano juga malas untuk bertanya. Dia hanya ingin perbincangan ini berakhir dan dia bisa tidur dengan tenang.


“Ah, jauh sekali kalau begitu” sahut Fira.


“Apa kau akan kembali ke Indonesia Fano?” tanya Lylac, kemudian Fano menggeleng “Tidak, setelah ini


balik lagi ke Korea, tapi jika itu untuk sehari atau dua hari aku masih bisa sih” jawab Fano, kemudian dia menguap sebentar, rasa kantuk benar-benar mengendalikan tubuhnya saat ini.

__ADS_1


Tidak.


Fano tidak tahan lagi.


“Hey hey, Fano! Ish – bocah ini” Lylac berdecak kesal melihat Fano yang sudah tergeletak di atas karpet bulu


sambil memeluk bantalnya, sementara kepalanya tidak diberi bantal.


Fira terkekeh melihat Fano yang langsung tertidur pulas “Sepertinya dia kelelahan, aku menyedot terlalu banyak energi sihir, habisnya jika tidak begitu aku tidak bisa merubah ekorku menjadi kaki” kata Fira.


“Jangan khawatir, Fano memiliki kelebihan dapat mengisi energi sihirnya lebih cepat dari yang lain, jadi biarkan saja dia tidur untuk mengisi energi sihirnya lagi. Meski dia manusia, dia itu tidak bisa hidup tanpa energi sihir” kata Lylac.


Fira menunduk untuk menatap Fano yang telah tertidur di sebelahnya.


Mereka tidak duduk di atas ranjang, namun di bawah sofa, lebih tepatnya di atas karpet bulu yang tebal. Lagipula, resort bergaya jepang ini ini tidak memiliki ranjang, di kamar ada dua sofa besar, karpet bulu, televisi, kotatsu, lalu jika memang ingin tidur, bisa menggelar futon. Kotatsu atau meja penghangat tentu tidak dipakai, karena ini kan musim panas, buat apa juga.


“Kasihan dia” gumam Lylac, kemudian dia menggelarkan futon atau tempat tidur untuk Fano, dengan menggunakan sihir, dia juga memindahkan Fano dengan sihir.


“Fano sangat tampan” gumam Fira.


“Ngomong-ngomong, kau tidak bisa menikahinya, Queen tidak akan menyetujuinya, ku rasa” kata Lylac.


“Queen?” tanya Fira, Lylac mengangguk “Salah satu pacarnya Fano, dia sangat galak, sementara yang


satu lagi Angel, dia baik sih, hanya dia agak pencemburu, intinya, aku tidak yakin mereka berdua akan menyukaimu” balas Lylac.


Fira menundukkan kepalanya “Tapi ... aku menyukai Fano”


mengenalnya dulu, baru setelahnya memutuskan, dan juga, tidak baik untuk memaksakan perasaanmu pada seseorang” kata Lylac, tapi setelah mengatakan itu


Lylac terdiam, dia merasa dirinya sangat bodoh dan munafik. Karena kenyataannya Lylac sendiri memaksakan perasaannya pada Noa.


“Ah, tapi – jika Fanonya tidak menolak ku rasa itu baik-baik saja” tambah Lylac dengan terburu-buru.


“Sungguh? Ku rasa Fano juga menyukaiku” kata Fira.


“Iya tapi ... eum – maksudku, jangan terburu-buru, santai saja karena kalian baru bertemu” sahut Lylac. Fira mengangguk setuju “Tentu, sebenarnya aku tidak bermaksud untuk menjebak Fano, hanya saja aku langsung menyukainya karena dia sangat tampan”


“Sama, maksudku – aku juga langsung menyukai Noa setelah melihat wajah tampannya yang manis itu, hehe”


BUGH


“HEI!!!”


Tiba-tiba Fano melempari Lylac dengan bantal yang tadi dia peluk, kemudian Lylac membalasnya dengan melempar balik bantal itu.


BUGH


“Jika ingin mengobrol di tempat lain sana!” protes Fano, lalu dia kembali tidur.


“Dasar!” Lylac.

__ADS_1


Fira terkekeh melihat interaksi mereka berdua “Kalian lucu sekali.”


“Aku sih memang lucu, imut dan menggemaskan, tapi Fano tidak” Lylac.


“Berisik!” Fano.


“Tidur saja sana!” Lylac.


“Fano, biarkan aku tidur denganmu!” Fira.


“Kalo gitu aku juga mau tidur, ayo kita gelar futon lagi” Lylac menggelar tempat tidur lain di sebelah Fano, Fira juga membantunya.


Namun baru saja selesai, pintu kamar terbuka, menampilkan Noa yang sudah rapi memakai yukata.


“Lho, kok kak Fano tidur?” tanya Noa.


“Dia capek, ayo kita tidur juga” ajak Lylac, dia sudah menghampiri Noa dan menariknya untuk duduk di atas futon. Namun Noa menolak “Gak mau, aku mau ngajak kalian makan malem” kata Noa.


“Kan ini masih sore” sahut Fira.


“Iya tapi udah waktunya makan malem kan? ada banyak makanan disana, menunya serba seafood, ada


kerang, ada sashimi, ada cumi, banyak pokoknya” kata Noa dengan antusias.


“Oke aku mau tapi cium dulu” kata Lylac, Noa pun mendekatinya dan ....


Chup.


Tanpa ragu Noa mengecup pipi Lylac, sampai Lylac sendiri kaget, tumben Noa tidak menolaknya. Apa ini kemajuan besar?


Kemudian Lylac melirik pada Fano, dia menghela nafas lega setelah melihat Fano tidak ada tanda-tanda ingin bangun. Bagus lah.


“Ya udah, ayo makan sashimi! Ayo kau juga Fira!” Lylac.


“Tapi aku ingin tidur dengan Fano” tolak Fira, dia sudah siap-siap untuk berbaring, tapi Lylac dengan cepat menariknya untuk berdiri.


 “Gak boleh!” Lylac.


“Ayolah, aku belum tidur selama 20 jam” keluh Fira.


“Kakak ngapain aja ga tidur selama itu?” tanya Noa, 20 jam itu hampir seharian kan? kalau Noa yang seperti itu sudah seperti zombie dia nanti.


“Iya, soalnya di laut –mmpp”


Lylac buru-buru membekap mulut Fira, lalu menyeretnya keluar kamar “Noa sayang, ayo kita pergi


makan malam”


Noa pun mengikuti mereka, sebelum pergi, dia menutup pintu kamar Fano rapat-rapat.


.

__ADS_1


.


__ADS_2