
.
.
Seperti perkiraan, rapat kali ini salah satunya membahas tentang masalah Wonhi dan Angel. Tentu saja Fano membela wonhi, karena itu adalah misinya kali ini, dan juga... Wonhi berjanji akan berubah dan memperbaiki diri.
Albert yang sekejam itu saja masih diberi kesempatan kedua, kenapa Wonhi tidak? Dia juga belum dewasa, masih umur sekitar 17 tahunan, atau 18 tahun? Fano tidak menanyainya tadi, pokoknya sekitar segitu. Maksudnya, dia masih muda, masih bisa membenahi diri.
Tapi ternyata masalah Wonhi bukan hanya dengan Angel, tapi dia juga terlihat terlalu menonjol dibandingkan anggotanya yang lain. Fano mengerti itu, dia mempelajari kasus Wonhi dan ternyata dia hampir sama dengan Noa, mudah sekali menarik perhatian orang.
Jadi meskipun Wonhi memakai baju paling sederhana dari yang lain pun, dia akan terlihat paling menonjol.
Meski begitu, sebenarnya itu tidak harus diperdebatkan, karena Wonhi juga seorang center di grupnya. Center adalah penengah, dimana dia memang seharusnya lebih ditonjolkan dari yang lain.
Tapi masalahnya, banyak yang tidak menyukai itu, haters tentunya banyak sekali yang menyerang Wonhi. Biasalah, yang namanya haters mau bagaimanapun akan selalu mencaci, tidak ada yang benar dimata haters.
Banyak dari petinggi perusahaan ingin Wonhi dikeluarkan, alasannya karena dia bersikap tidak baik pada Angel. Jika ada yang disebut anak emas perusahaan, itu tentu saja adalah Angel dan Dojun.
Jika ada yang menyentuh keduanya, bisa jadi akan langsung dikeluarkan. Karena Angel dan Dojun adalah kunci dari perusahaan, itulah kenapa keduanya sangat dijaga.
Fano sebenarnya senang karena mereka menomor satukan Angel, tapi tentu saja itu tetap tidak benar baginya. Setiap artis yang dinaungi agensi ini harusnya berhak mendapatkan perlakuan yang sama.
Kemudian Fano mengutarakan pendapatnya “Aku tau Wonhi memiliki kesalahan, tapi dia masih sangat muda, dia bisa diarahkan untuk menjadi lebih baik lagi bukan? Mengeluarkan dia juga akan merugikan perusahaan, karena meski dia memiliki banyak pembenci, penggemarnya lebih banyak lagi. Kita harus memberinya kesempatan kedua, lagipula dia sudah meminta maaf pada Angel dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya lagi. Aku percaya dia bisa memperbaiki kesalahannya, jadi... aku ingin dia diberi kesempatan kedua” kata Fano.
“Kau siapa berani berpendapat seperti itu? Dia telah berbuat buruk pada Angel” seorang pria menyebalkan menyahut, Fano menatapnya malas, rasanya Fano ingin segera melenyapkan wajahnya yang menyebalkan itu.
[Hei]
‘Apa? Kau ingin menghentikanku?’
[Tidak]
Apa maunya sistem ini? Tidak jelas sekali.
“Aku? Aku Fano” jawab Fano sekenanya.
“Sahammu pasti tidak seberapa tapi berani banyak bicara” sahut pria itu lagi.
Fano menyeringai “Memang saham anda berapa? Aku tidak perlu menggembor-gemborkan seberapa banyak sahamku untuk berpendapat kan?”
__ADS_1
Pria lain yang ada di sebelah pria menyebalkan itu menyenggol rusuk pria menyebalkan itu lalu berbisik “Dia ini Farelino pemilik Floutesse beauty, sahamnya ada banyak sekali, jaga bicaramu”
Mendengar itu si pria menyebalkan jadi mati kutu.
Hmm, sepertinya dia menyukai Angel tapi tidak menyukai Wonhi. Apa Fano yang terlalu sensitif atau memang pria itu berhak mendapatkan sebuah pukulan telak? Tangan Fano gatal ingin membogemnya.
Tapi tenang Fano, santai saja, kau tidak boleh menunjukkan emosimu di depan banyak orang.
Angel kemudian mengangkat tangannya, semua pandangan tertuju pada gadis cantik itu, pria-pria hidung belang juga menatapnya dengan tatapan memuja, mengundang jari Fano untuk mencolok mata mereka satu-satu.
“Aku setuju untuk memberi kesempatan kedua untuk Wonhi, dia sudah minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya, jadi lebih baik kita memberinya kesempatan. Lagipula, Wonhi dari kecil sudah melatih dirinya untuk menjadi idol, akan tidak adil jika dia dikeluarkan karena hal sepele” kata Angel.
“Angel benar-benar seperti malaikat”
“Angel sangat baik”
Banyak pujian lain berdatangan untuk Angel, Angel sendiri hanya tersenyum canggung, tapi kemudian dia menatap Fano, lalu tersenyum cerah untuk Fano.
“Aku juga setuju untuk memberi kesempatan kedua” Dojun ikut memberi pendapat.
Jadi begitulah, Wonhi berhasil terselamatkan dan Fano mendapatkan 6000 koinnya.
Fano juga setuju dengan usulan Subin selaku pimpinan Royal Ent untuk menjadikan artis lain sebagai brand ambasado di produk kecantikan Fano. Pria itu tidak berubah, Subin tetaplah pria yang baik dan banyak tersenyum, dia juga terlihat sabar dan selalu tenang. Dia juga masih terlihat sama tampannya dengan yang terakhir Fano tau, saat masih menjadi Albert.
Subin adalah satu-satunya adik Reina, juga satu-satunya yang banyak mendukung Reina dan Albert. Karena dia sangat baik, dia juga banyak membantu Albert.
Meski Albert tidak terlalu menyukai pria-pria yang baik dan polos seperti itu, namun dia sangat menghargai Subin.
Akan tetapi, Fano tidak percaya Subin memiliki anak yang terlihat dingin seperti Dojun. Dulu Dojun saat dilahirkan sangat lucu, tapi sekarang kenapa jadi laki-laki yang dingin dan irit senyuman?
Sifatnya tidak tertukar dengan Alfred kan?
Intinya, rapat berjalan dengan baik, Fano juga telah menyetujui beberapa proyek besar yang akan mereka kerjakan, membutuhkan banyak dana tapi Fano tidak memiliki masalah dengan dana. Apalagi, Fano juga ingin mendukung Noa disini.
Setelah rapat, Subin mengajak Fano berbincang-bincang. Pembicaraan mereka hanya pembicaraan ringan saja, ada Angel, Noa dan Dojun yang juga ada disana.
“Kelihatannya Fano sudah akrab dengan Noa ya?” tanya Subin.
“Kak Fano adalah kakakku” ucap Noa, kemudian bocah itu segera membekap mulutnya setelah sadar dia keceplosan. Kemudian Noa menoleh pada Fano, tapi Fano hanya tersenyum padanya, menandakan dia baik-baik saja.
__ADS_1
“Itu maksudnya apa? Apa aku boleh mengetahuinya? Karena, aku adalah wali Noa disini” kata Subin.
“Tentang itu, saya ingin mengajukan diri menjadi wali dari Noa” kata Fano, Subin dan Dojun menatap Fano tidak mengerti.
“Sebenarnya saya ingin menjadikan ini rahasia tapi, sebenarnya saya adalah putra dari anak tertua keluarga Doma, yang itu artinya sepupunya Noa. Saya sudah mendengar apa yang terjadi dengan Noa, dan saya mengerti permasalahannya. Saya tau anda orang yang baik, tapi anda dan keluarga sangat sibuk, lebih sibuk dari saya... jadi saya pikir, lebih baik biar saya yang menjaga Noa selama saya ada disini” kata Fano.
“Aku masih tidak mengerti” sahut Dojun.
“Paman Subin bisa menanyai ayah paman, yang pasti, saya adalah sepupunya Noa, saya tidak ingin semua orang tau karena tidak mau dianggap menginginkan harta keluarga Doma. Saya tidak membutuhkan harta itu” kata Fano.
Subin tersenyum lalu menepuk bahu Fano “Baiklah, aku mengerti, aku akan menanyai papa tentang itu nanti, aku mengijinkanmu menjaga Noa. Aku juga senang jika Noa memiliki seseorang untuk diandalkan”
“Tapi Pa, meski dia sepupunya Noa, tetap saja dia orang asing, kita tidak bisa mempercayainya begitu saja” timpal Dojun.
Fano menatap Dojun kesal, ada apa dengan bocah ini? Apa dia tidak menyukai Fano seperti Fano tidak menyukainya? Yah.. Fano tidak berharap jika orang yang tidak dia sukai akan menyukainya sih.
“Dojun, jangan begitu... Fano adalah anak yang baik, dia juga teman baik Angel kan? dan kelihatannya Noa menyukai Fano, iya kan Noa?” tanya Subin, Noa mengangguk dengan cepat, Noa memang sangat menyukai Fano. Jika ditanya alasannya Noa tidak tau, yang pasti dia menyukai Fano, karena Fano terlihat sangat baik, dia juga memperlakukan Noa dengan sangat baik juga tulus.
“Oh iya, jika diijinkan, saya ingin mengajak Noa jalan-jalan, bukankah dia sedang senggang?” tanya Fano.
Memang sebelum rapat Noa sempat bertanya pada Fano, apa yang akan Fano lakukan setelah rapat usai, dan Fano menjawab dia akan mengajak Angel jalan-jalan ke Namsan tower. Mendengar itu Noa ingin ikut, lalu Wonhi juga ribut ingin ikut.
Tapi biasanyakan idol sangat ketat ya, mungkin tidak akan diijinkan, jadi Fano bisa berdua saja dengan –
“Baiklah, saya ijinkan” kata Subin.
Oh, ternyata diijinkan.
“Wonhi juga ingin ikut” sahut Angel.
Subin terlihat senang mendengarnya “Oh itu bagus, kalian harus menunjukkan jika kalian sangat dekat”
“Aku juga ikut” timpal Dojun, Subin menatap putranya dengan tatapan bingung “Dojun, kau ada urusan denganku, kau lupa?”
Dojun berdecak kesal setelahnya, sementara Fano menyunggingkan senyuman penuh kemenangan.
.
.
__ADS_1