Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Dijebak seorang mermaid


__ADS_3

.


.


Ekor ikan dari mermaid itu tiba-tiba menghilang, berganti dengan sepasang kaki manusia, kaki putih jenjang yang indah. Lalu, yang membuat Fano membelalak terkejut adalah ... dia tidak memakai pakaian.


Tidak sehelai pun pakaian menempel di tubuhnya.


“Ka – kau ... apa yang terjadi?”


Mermaid itu kembali menarik tubuh Fano dan memeluknya, Fano ingin menghindar tapi dia sendiri masih bingung.


“Tenanglah, terimakasih telah memberiku energi sihir, aku sudah kehilangan banyak demi pergi kemari, aku bukan berasal dari dunia ini” kata mermaid tersebut, dia sengaja memeluk Fano agar Fano tidak memandangi tubuhnya, sebenarnya dia juga malu.


Dia juga sekalian moduslah, kapan lagi bertemu lelaki setampan Fano ya kan? karena di laut kebanyakan hanya ikan-ikan saja.


“Jadi kau sengaja untuk pergi ke dunia ini? Lalu kehabisan energi sihir?” tanya Fano, mermaid itu mengangguk, Fano bisa merasakan jika dia mengangguk.


Mereka diam, Fano merasa canggung. Haruskah dia bergerak? Haruskah dia memeluknya balik? Duh, Fano harus apa?


Dimana Lylac? Masa dia tidak bisa merasakan jika Fano sedang bersama seseorang?


“Aku kedinginan, bisakah kau peluk aku?” tanya mermaid itu “Oh iya, namaku Safira, panggil saja Fira” tambahnya.


Fano memeluk Fira lalu dengan sihir api yang dia miliki, Fano berusaha menyalurkan rasa hangat untuk Fira. Memang Fira terasa dingin, maklum saja sebelumnya dia mermaid, sekarang berubah jadi wujud manusia pasti butuh beradaptasi.


“Ayo kita ke atas” usul Fano.


Fira menggeleng “Tapi aku tidak memakai pakaian”


Fano sendiri hanya mengenakan celana renang selutut, dia juga tidak memiliki pakaian di dalam kotak penyimpanan, tau akan begini mungkin Fano akan menyimpan pakaian renang atau apa. Tapi mana dia tau akan ada kejadian seperti ini segala.


“Jika kita tidak ke atas kau akan kedinginan, Aku akan menutupi tubuhmu” ucap Fano.


“Siapa namamu?” tanya Fira.


“Oh iya, aku Fano”


“Fano ... aku menyukaimu”


Fano harus menjawab bagaimana? Tidak mungkin dia langsung menolak kan? takut tidak sopan dan menyakiti hatinya.


“Boleh aku tau kenapa kau kemari?” tanya Fano, mengalihkan pembicaraan.


Fira melonggarkan pelukan mereka lalu mendongak menatap Fano, mata biru toska itu membuat Fano


terpesona sekali lagi, sangat indah dan berkilau seperti permata.


“Aku mencari ayahku, katanya ada di dunia ini” jawab Fira.


“Apa kau tau petunjuk untuk menemukannya?” tanya Fano, Fira menggeleng “Tidak, aku hanya tau dia ada disini, hanya itu saja”


“Di dunia ini ada banyak sekali manusia, tanpa petunjuk apapun kau tidak dapat menemukannya” kata Fano.


Mendengar itu Fira terlihat sedih “Jadi aku tidak bisa menemukannya?” mata indah itu berkaca-kaca, siap mengeluarkan air matanya.


“Tid – tidak, maksudku –”


Fano terdiam melihat Fira menangis, lalu air matanya berubah menjadi mutiara putih, Fano mengulurkan


tangannya untuk meraih mutiara itu.


Apakah dosa jika Fano menyuruh Fira menangis terus demi mutiara?


Tidak, tidak boleh Fano, kau jahat sekali ingin mencari keuntungan seperti itu!

__ADS_1


Fira melepas pelukannya untuk menghapus air matanya “Maaf aku cengeng” namun karena hal itu


Fano jadi bisa melihat tubuh polosnya, jadi Fano menarik pinggang Fira dan kembali memeluknya. sebenarnya memeluk Fira seperti ini hanya akan menimbulkan sesuatu yang tidak nyaman di bawah sana, Fano pun jadi berdebar-debar tidak jelas. Tapi jika dia melihat tubuh polos itu, akan membuat suasana makin memburuk.


“Tenang saja aku memiliki teman yang bisa membantumu” kata Fano, berusaha menenangkan Fira.


“Sungguh?”


“Ya, aku yakin dia pasti tau sesuatu tentangmu, dia juga berasal dari dunia Ardez”


“Aku juga dari sana, aku dari kerajaan Bluequa”


“Kau seorang putri?”


“Iya, meski aku tidak terlalu dipedulikan juga sih, ibuku seorang putri di Bluequa yang menikah dengan manusia biasa, tapi setelah ibuku meninggal aku diambil kakekku untuk tinggal di Bluequa. Sekarang kerajaan dipegang oleh pamanku, jadi aku tidak dipedulikan, aku malah ingin dijodohkan dengan pria tidak jelas, jadi aku memilih kabur dan mencari ayahku” cerita Fira.


“Jadi begitu, tidak apa aku akan membantumu” kata Fano.


Fira mendongak menatap wajah tampan Fano “Kalau begitu menikahlah denganku, dengan begitu aku tidak perlu dijodohkan lagi”


“Eh ta – tapi ....”


“Kau tidak menyukaiku? Aku tau aku tidak cantik”


“Yah, bukan begitu, hanya saja, aku sudah memiliki dua kekasih, salah satunya adalah putri di kerajaan – eum, Fleurazia, lalu satunya lagi manusia biasa”


“Memangnya tidak bisa menikahi putri dari Bluequa juga?”


Gawat! Fano tidak ingin menambah karena pasti akan ribet, apalagi dia ini putri dari kerajaan laut, putri duyung lagi!


“Siapapun yang pernah melihat tubuh seorang mermaid dalam keadaan tanpa pakaian, lalu pernah menciumnya, berarti harus menikahinya”


“Apa kau membuat sendiri peraturan itu?” tanya Fano, agak curiga dengan peraturan yang aneh itu.


“Itu artinya, kau sengaja menjebakku?”


Fira mengangguk lalu tersenyum polos.


Jadi, begitu ya, Fano dijebak.


“FANO!!!!”


Akhirnya datang juga yang ditunggu-tunggu.


Lylac meluncur dengan cepat menuju Fano dan Fira yang masih berpelukan, setelah sampai Lylac langsung memukuli Fano.


“Apa yang kau lakukan! Mesum! mesum!”


“Hey hey hey dengarkan penjelasan ku dulu!!” protes Fano.


Lylac berhenti memukuli Fano lalu berkacak pinggang “Sebaiknya penjelasan mu masuk akal ya”


Fano berdecak malas, kemudian dia mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Lylac.


Lylac mengangguk-angguk mengerti setelah Fano menyelesaikan ceritanya “Oh jadi begitu ya, aku paham ... Fano memang mesum”


“HEY!!”


“Lagipula kau itu bodoh atau apa sih? Kau kan punya skill fast change, jika kau menyentuh seseorang lalu membayangkan orang itu berganti pakaian maka kau bisa mengganti pakaian dan penampilan orang lain” kata Lylac.


“Kau tidak pernah mengatakannya padaku, jadi mana aku tau itu?!” protes Fano, kemudian Fano melakukan apa yang Lylac perintahkan, dia memberi Fira pakaian, berupa pakaian renang yang cantik warna biru.


PLAK


Kembali Lylac memukul Fano “Dasar mesum! Pakaiannya terlalu terbuka!”

__ADS_1


“Jangan memukulku!”


“Tidak apa, ini sudah bagus, aku suka” sahut Fira.


Memang pakaian renang yang Fano berikan lebih mirip dengan bikini.


Lylac berdecak kesal lalu melirik Fano sinis “dasar, tidak cukup dua kekasih, kau memikat mermaid juga?”


“Dia yang menjebak ku, tapi kau menyalahkan ku?” protes Fano, Lylac akan selalu menyalahkannya dalam segala situasi, menyebalkan sekali.


“Maaf, aku langsung menyukai Fano karena dia sangat tampan” timpal Fira.


“Tuh dengar! Ini salahmu, Fano!” tuduh Lylac lagi.


“Baiklah, itu salahku karena aku terlalu tampan!” sahut Fano, dia tau dia tidak akan menang berdebat dengan Lylac.


“Memang menurut peraturan baru Bluequa, harusnya kau menikahinya” kata Lylac.


“Jadi peraturan itu sungguhan?” tanya Fano.


Lylac mengangguk “Iya, gimana? Mau menikahinya?”


Fira segera memeluk lengan Fano “Dia tidak punya pilihan lain!” kata Fira, namun kemudian Lylac menarik Fira menjauh dari Fano “Kau jangan terlalu polos, jangan jatuh cinta pada orang jahat sepertinya”


“Fano tidak jahat! Dia baik sekali, dia juga tidak memperlakukanku dengan buruk atau langsung menyerangku meski melihat tubuh polosku, jadi ku pikir dia orang baik” kata Fira.


“Itu karena dia sudah melatih dirinya sejak lama, makanya dia bisa dengan mudah mengendalikan


nafsunya – sudahlah, aku sih masa bodoh mau Fano menikahi tiga orang atau empat orang”


“Tidak ada empat orang” sahut Fano.


“Sudahlah, ayo ke permukaan!”


Merekapun kembali ke permukaan, di tepi pantai sudah menunggu Noa, Leon, Asahi, dan Jehyuk yang


sedang mengeluarkan mutiara dari dalam tiram. Mereka mendapatkan banyak mutiara juga, kemudian Fano mengeluarkan kerang yang dia dapatkan.


“Waaa kak Fano dapat banyak!!” teriak Noa senang melihat Fano memberikan banyak sekali kerang.


“Fano, dia anakmu?” tanya Fira sambil menunjuk Noa.


Fano mengangguk “Iya dia anakku”


“Bukan, itu adiknya! Apaan sih, jangan mengaku-ngaku Noa sebagai anakmu ya! Dia calon suamiku” balas Lylac “Aku tidak sudi memiliki ayah mertua sepertimu” tambahnya.


“Aku juga tidak sudi memiliki menantu menyebalkan sepertimu!” balas Fano.


“Fano, dia siapa?” tanya Jungyu yang baru mendekati mereka.


“OH iya, ini Safira, panggil saja Fira, dia ... eum, temanku” kata Fano.


“Tidak! Aku calon istrimu” sahut Fira.


“Kau berani memiliki pacar ketiga aku akan memaksa Angel menikahi Dojun saja” ancam Jungyu.


“Tidak! Tidak, kakak ipar ku mohon ... dia hanya bercanda” Fano.


“Aku tidak bercanda” sahut Fira.


Lylac tertawa melihat Fano kesulitan seperti itu.


.


.

__ADS_1


__ADS_2