
.
.
Fano tidak tau jika jadinya akan seperti ini, bukan hanya Indra dan anak IPS yang ingin memberi pelajaran pada Fano karena sudah dikalahkan saat pertandingan, tapi juga tim yang sebelumnya selalu menang dalam pertandingan.
Fano tidak mengerti, mereka kan juara dua, masa masih tidak terima juga, kurang bersyukur.
Selain itu, sepertinya Indra dan kawan-kawan mengundang preman gang yang harusnya menjadi target Fano esok hari.
Baguslah, bisa sekalian.
[Ingat! Satu pukulan untuk satu pukulan, kau bisa menyerang duluan hanya batas tiga kali, jika mereka terluka parah kau mendapat hukuman]
Itu aturan yang kurang menyenangkan, tapi lebih baik dari pada hanya boleh menyerang setelah diserang lebih dulu.
Hanya Fano dan Andy yang datang, sementara Angel, Yoshi dan Dave sudah dia minta untuk menunggu di mobil saja.
Fano pikir mereka akan basa-basi dulu mengucapkan sesuatu, tapi yang namanya laki-laki, terutama yang masih remaja yang maju tinju duluan. Karena Fano hanya ingin main-main dulu, jadi dia menghindari semua serangan mereka.
Andy juga berusaha melawan meski sebenarnya dia takut. Fano menangkap lengan seseorang yang ingin meninjunya, lalu melemparkan tubuhnya hingga mengenai seseorang yang hampir memukul Andy hingga keduanya tersungkur ke tanah.
Hari semakin siang, mentari pun telah berada di atas kepala mereka, udara semakin terik dan keringat bercucuran dari tubuh mereka.
Fano tidak tahan lagi bermain-main dengan mereka, dia meminta Andy untuk mundur, membiarkan semuanya mengepungnya hingga mereka pikir mereka dapat mengalahkan Fano dengan mudah.
Tapi yang terjadi kemudian Fano malah melemparkan mereka semua hingga terkapar di tanah.
“Sebenarnya kau itu siapa? Fano tidak mungkin sekuat ini!” teriak Indra.
“Manusia bisa berubah jika sudah marah Indra.. dan kau sudah membuatku marah dengan hampir membunuhku, lalu sekarang kau berharap aku masih seperti dulu dan mengalah padamu? Jangan tolol”
Fano menginjak perut Indra dengan sepatu mahalnya hingga Indra tidak dapat bergerak, seseorang di belakang Fano mengendap-endap membawa pisau belati.
“FANO!!” teriak Andy saat preman itu sudah dekat hendak menusukkan belati itu, tapi Fano bergerak cepat menendang tangannya yang membawa belati hingga belati tersebut terlempar jauh.
Fano segera memukul preman yang hendak menusuknya hingga tersungkur ke tanah.
Fano meraih kerah baju preman itu hendak memukul lagi, tapi kemudian dia ingat batas menyerang duluannya telah habis.
Saat itu petugas keamanan dan polisi datang menggrebek mereka.
Fano dan Andy juga hendak dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan, tapi kemudian Yoshi, Dave dan Angel keluar entah dari mana, mereka tiba-tiba muncul dan mencegah polisi membawa Fano dan Andy.
Dave menunjukkan sebuah rekaman, yang menunjukkan bahwa Fano dan Andy sebenarnya diserang duluan. Pak polisi membebaskan Fano dan Andy, apalagi setelah Fano memasang wajah anak polosnya. Pak polisi juga percaya karena Yoshi dan Dave terlihat seperti anak-anak polos tidak bersalah, meski begitu pak polisi juga meminta nama dan alamat Fano dan Andy jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk keterangan lebih lanjut.
Akhirnya mereka bebas.
“Kalian habis ini langsung pulang?” tanya Andy
“Kami akan ke restoran dulu, jika kau mengenal Mentari anak IPS dia memberi kami voucer makan gratis di restoran keluarganya, mau ikut?” tawar Fano
“Ku pikir kau akan memanfaatkanku untuk menjadi bawahanmu, kenapa sekarang kau malah baik padaku?” tanya Andy lagi.
Sontak Yoshi dan Dave kebingungan mendengarnya, bagaimana bisa Fano yang memanfaatkan Andy? Bukankah harusnya malah sebaliknya ya?
Fano terkekeh lalu merangkul bahu Andy “Kamu ngomong apa sih? Kita kan temen.. kamu kemari naik apa? Angkot?”
__ADS_1
“Aku membawa motorku” jawab Andy, dia agak merasa tidak nyaman Fano merangkulnya begini, terutama karena saat ini neraka sedang bocor – tidak, maksudnya hawanya sedang panas-panasnya.
“Bagus, ayo ikut kami saja, disana bisa sekalian ngadem” kata Fano, setelah itu dengan masih merangkul Andy, dia berjalan menuju tempat parkir mobil.
***
Mereka sudah sampai di restoran keluarganya Tari, Fano tidak menyangka tempatnya akan penuh sesak begini.
“Maaf restoran kami sedang penuh, hanya ada tempat VIP tapi jika masuk kesana –”
“Tidak masalah, antar kami kesana, biaya tidak masalah” sahut Fano, dia sudah tidak sabar karena merasa lapar. Mereka belum makan siang dan sudah diajak berantem oleh para preman.
Tapi Fano tidak mengeluh, terutama karena dia berhasil menyelesaikan misi, dan juga mengendalikan diri dengan baik. Fano terkejut dia sudah sedikit berubah tidak bar-bar seperti dulu. Mungkin ingatan Fano yang asli yang membuatnya bisa mengendalikan diri dengan baik begini.
Pelayan mengantarkan mereka pada ruang VIP, mereka lega akhirnya bisa merasakan AC yang sejuk juga. Meski sebenarnya di mobil sudah cukup sejuk, tapi ternyata setelah keluar dari mobil sebentar, udara panasnya kembali terasa. Apalagi Andy yang mengendarai motor.
“Aku gak nyangka hari ini bisa sepanas ini” keluh Angel.
“Kota ini memang tidak bisa diharapkan” sahut Andy.
“Tapi aku punya villa di puncak, ku rasa disana dingin” kata Fano tiba-tiba, yang membuat teman-temannya heran, dia pun buru-buru melanjutkan “Maksudku, tuanku menitipkanku villa miliknya, aku bebas jika mau main kesana”
“Nama tuanmu itu siapa sih?” tanya Yoshi
“Aku beritahu tapi jangan kalian sebarkan, namanya Alfredo Maverick” Fano
“Kok aneh gitu namanya.. tapi keren” Dave
“Apa dia tampan?” tanya Angel
[Selamat! Misi penting telah terselesaikan! Hadiah saham H.Z Group akan segera dikirim]
Sekarang Fano sudah punya saham di dua perusahaan yang sedang naik daun, meski atas nama Alfred.
Seorang pelayan cantik datang ke tempat mereka membawakan buku menu. Semua menu makanannya tentu berkelas karena ini restoran bintang lima.
Fano menatapi sampul buku menu tersebut, setelah dia sadar, dia berdecak malas.
Ternyata restoran ini masih ada di bawah The Royal Group, perusahaan raksasa milik mertua Albert.
Sial sekali, kemana-mana ketemunya mereka lagi.
Mereka masih saja menguasai seluruh dunia.
Tiba-tiba nafsu makan Fano semakin bertambah, dia kesal.. dia akan mencoba semua menunya, tidak peduli akan menghabiskan banyak uang, lagipula dia bisa membayar berapapun itu.
“Aku pesan semua yang ada di menu masing-masing satu” kata Fano, yang tentu saja mengejutkan teman-temannya.
“Fano yang bener aja!” Yoshi
“Kita tidak mungkin bisa menghabiskannya” Angel
Fano menggeleng “tidak, kita pasti bisa”
“Akhirnya aku bisa merasakan caviar dan abalone” Dave
“Aku tidak akan ikut membayar” Andy
__ADS_1
“Siapa bilang aku akan memintamu membayarnya, biar aku yang bayar” kata Fano yakin.
Akhirnya mereka semua memesan menu yang ada di restoran itu masing-masing satu, makanan terus berdatangan dan semuanya terlihat lezat.
Awalnya mereka semangat untuk memakan semua makanan mahal tersebut, tapi yang namanya manusia pasti punya kekurangannya, pada akhirnya mereka tidak bisa menghabiskan semua makanan itu.
Angel juga tidak bisa menghabiskannya, dia hanya memakan makanan yang dia suka saja seperti Abalone. Dia serius saat mengatakan pada Fano dia tidak bisa makan banyak, dia itu bisa gendut karena makan camilan saja.
Tapi untungnya ada Tari selaku orang yang mengundang mereka kemari akhirnya datang juga, dia datang bersama pacarnya. Tari mengenalkan pacarnya pada mereka, namanya Tian, mereka berterima kasih karena Fano dan teman-temannya membantu menemukan gelang yang Tian hadiahkan untuk Tari.
Selain itu, Tari dan Tian juga membantu menghabiskan makanan mereka.
Karena Fano dan teman-teman memiliki voucer, jadi mereka mendapat diskon untuk semua makanan yang mereka pesan, meski begitu Fano tetap mengeluarkan uang 10 juta.
Tari dan Tian berterima kasih mereka telah mampir ke restoran milik keluarga Tari.
“Aku tidak menyangka mereka bisa benar-benar berpacaran” kata Andy setelah mereka keluar dari restoran, mereka ada di parkiran hendak pulang.
“Maksudmu?” tanya Angel
“Kau tidak tau? Mereka kan dijodohkan demi kerja sama bisnis” kata Andy
“Ternyata kau tau juga gosip seperti itu ya” sahut Fano
Mereka sudah ingin memasuki mobil, tapi mobil mewah yang baru saja datang mengalihkan perhatian mereka, mobil itu sangat cantik berwarna merah muda seperti mobil milik Barbie.
Kemudian seorang gadis muda cantik berambut pirang keluar dari mobil tersebut dengan ditemani bodyguardnya.
Fano mengenalinya sebagai gadis jutek yang dia temui di toko desserts sweetpeach kemarin.
“Kalian mengenalnya?” tanya Fano, agak berbisik pada Angel.
“Queenza, aku baru tau dia ada di Indonesia, ku pikir ada di Amerika atau Australia” kata Angel.
“Apa dia model atau selebriti?” tanya Fano lagi.
“Kau sungguh tidak mengenal Queenza?” Yoshi malah balik bertanya
“Lebih baik tidak berurusan dengan keluarga konglomerat seperti dia” sahut Andy, dia sudah memakai helmnya bersiap untuk pergi.
Fano mengangguk setuju “Kau benar, ayo pergi”
Yang tidak Fano ketahui, gadis berambut pirang itu, Queenza, mengenali Fano dan Angel.
“Itu bukannya laki-laki yang kemarin?” tanyanya pada butler yang mengantarnya
“Benar, tuan putri, dia juga bersama dengan putri keluarga Graham” jawab sang butler.
“Oh, kenapa dia bisa berubah sekurus itu?”
“Tuan putri ingin saya mencari tau?”
Kali ini Queenza mengangguk “Benar, coba cari tau”
.
.
__ADS_1