
.
.
Sayang sekali tiket pesawat untuk Indonesia yang tersedia hanya untuk esok hari di siang hari. Jadinya
hari ini setelah dari resort mereka lanjut jalan-jalan, ke tempat yang selama ini membuat Fano penasaran, yaitu Shibuya. Mereka sampai di Shibuya sekitar jam
sepuluh siang. Karena Shibuya juga ada di Tokyo, jadi tidak terlalu jauh dari hotel tempat mereka menginap.
Shibuya merupakan salah satu distrik yang berada di Tokyo, terkenal sebagai tempat perbelanjaan dan sangat padat dengan berbagai jenis manusia. memiliki banyak tempat-tempat perbelanjaan, tempat berburu kuliner, tempat pertunjukan seni, dan lain-lain.
Menurut Fano Shibuya adalah tempat yang menarik, meski baru pertama kali melihatnya Fano menyukainya, sama seperti Fano menyukai distrik Gangnam di Seoul.
Meski sangat ramai, dan Fano tidak terlalu suka keramaian, tempat itu memiliki daya tarik tersendiri. Karena ada banyak manusia, jadi Fano dapat melihat berbagai jenis manusia dengan hanya berdiri di tepi jalan.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Fano membawa kamera terbaik untuk memotret. Yang Fano
potret adalah Noa, Leon dan Sahi, karena mereka idol, liburan mereka juga harus didokumentasikan, itu adalah perintah dari manger, dan manager mendapat perintah dari atasan. Intinya, mereka tidak boleh lupa mendokumentasikan liburan mereka di Jepang.
Sejauh ini Fano sudah banyak memotret ketiga bocah itu, saat di resort, di tepi pantai, bahkan saat menyelam untuk mencari kerang juga. Fano memiliki kamera underwater terbaik, dulu saat membelinya dia pikir hanya akan dipakai beberapa kali saja, ternyata tidak juga.
Kembali lagi pada Shibuya.
Fano sedang memotret ketiga bocah itu, saat ini mereka berada di center-gai. Fano mengernyit heran
melihat Noa yang siang ini tidak terlalu ceria, dia tersenyum tapi Fano bisa merasa dia memaksakan senyuman itu.
Apa Fano dan Yoshi sudah berlebihan meracuni bocah itu? Fano dan Yoshi tidak menjelaskan secara detail, mau secara detail bagaimana ... saat Yoshi dengan kurang-ajarnya menunjukkan vidio percintaan yang entah dia dapat dari mana pada Noa, baru saja
sampai pada adegan membuka pakaian si perempuan, Noa sudah tidak tahan. Wajah Noa pucat dan hampir mual.
Jadilah Fano dan Yoshi berhenti, padahal Fano penasaran dengan kelanjutan vidio.
Mungkin kecurigaan Fano tentang tembok besar yang melindungi kepolosan Noa itu sungguhan ada. Entah
Fano harus senang atau malah sedih. Noa itu sudah hampir 17 tahun, dia sudah harus lepas dari pikiran bocahnya.
Apa ini karena penggemar Noa selalu melabelinya dengan sebutan ‘bayi’, jadi Noa memilih untuk membatasi dirinya sendiri?
Entahlah.
Mereka lanjut lagi ke tempat yang menjadi tujuan utama mereka, yaitu Area koen-dori, tempat dimana pusat perbelanjaan berada. Ada banyak toko-toko dengan skala besar berjejer disana.
Tentu saja belanja menjadi tujuan utama jika sedang liburan.
Noa, Leon dan Sahi pergi bersama Jungyu dan Yoshi, sementara sisanya bersama Fano. Mereka sengaja
berpencar karena akan repot jika terus bersama-sama. Masalahnya satu per satu dari mereka pasti belanjanya lama sekali.
Terutama perempuan seperti Lylac dan Fira. Kedua perempuan itu belanja dengan kalap, karena ada banyak pakaian bagus dan cantik yang cocok untuk mereka.
__ADS_1
Masalahnya itu, mereka cantik, tubuhnya juga indah, jadi pakaian apapun akan cocok untuk mereka. Jadi yah ... Fano mengeluarkan banyak uang untuk membelanjakan mereka.
Tapi Fano dan Jehyuk sendiri juga berbelanja pakaian kok, juga sepatu, apapun yang bagus dibeli. Punya banyak uang buat apa jika tidak dikeluarkan bukan?
Selain pakaian dan sepatu, ada juga hal lain yang tidak boleh ketinggalan untuk dibeli, yaitu makanan, camilan, oleh-oleh. Beberapa dari barang itu tidak bisa dibawa sendiri, akan diantarkan ke hotel mereka.
Belanja memang seru, tapi Fano menyesal mengikuti Lylac dan Fira, mereka belanja lama sekali, dan
banyak sekali. Mereka banyak membeli gaun-gaun sederhana dan juga pakaian yang cantik lain, mereka juga membeli sendal, sepatu, tas, dan lainnya.
Fano tidak keberatan membayarkan mereka, tapi jika lama dan berputar-putar, Fano jadi keberatan, dia capek juga.
“Kita mampir kesana juga! Ayo Fira” Lylac menyeret lengan Fira menuju sebuah toko besar.
“Aku gak ikut masuk deh kayaknya” kata Jehyuk, bagaimana dia mau masuk jika toko yang dituju Lylac
adalah toko pakaian dalam wanita, tapi Lylac tidak salah juga, itu penting, apalagi kan Fira belum punya. Bahkan saat ini Fira memakai punya Lylac yang masih baru belum dipakai. Itupun ukurannya tidak pas.
Lylac sedikit lebih kecil dari Fira.
Akan tetapi Jehyuk dan Fano tidak bisa menghindar saat Lylac dan Fira ikut menyeret mereka berdua
untuk masuk. Fira menyeret lengan Fano, sedang Lylac lengan Jehyuk.
Padahal ya, setelah masuk Fano dan Jehyuk hanya akan bengong menunggu dua perempuan itu untuk
memilih. Jadi Fano dan Jehyuk tetap ada di dalam, hanya saja mereka duduk di sofa yang tersedia.
“Aku capek” keluh Jehyuk.
“Sudahlah, hitung-hitung sekarang simulasi, nanti kalau kau sudah bersama dengan adiknya Dojun itu, pasti mengalami hal seperti ini lagi” sahut Fano.
Jehyuk melirik Fano “Aku tidak ada niatan untuk bersama dengannya tuh” timpat Jehyuk. Fano terkekeh lalu membalas “Oh ya? Kau yakin menolak gadis secantik itu?”
“Gak tau ah”
Lylac dan Fira kembali lagi ke depan Fano dan Jehyuk.
“Fano menurutmu bagusan yang mana?” tanya Lylac, dia menunjukkan dua pakaian dalam yang jauh berbeda modelnya, yang satu lebih ke sexy, satunya lagi lebih ke imut-imut dengan renda-renda cantik.
“Kenapa kau meminta saran dari Fano?” tanya Jehyuk tidak mengerti.
“Kalo gitu kamu aja, bagusan yang mana?” kata Lylac lagi.
“Dilihat dari kepribadianmu, kau lebih pantas dengan yang model renda-renda” sahut Fano.
“Apa menurutmu Noa akan menyukainya?” tanya Lylac lagi.
“Tidak usah membeli! Memangnya kau ingin menunjukkan pada Noa? Yang ada dia sudah pingsan duluan” Fano.
“Ih, aku bercanda – eh, apa maksudmu? Memangnya Noa pernah melihat pakaian dalam perempuan sebelum ini?” tanya Lylac bingung.
__ADS_1
Fano pun bingung harus menjawab bagaimana, tidak-tidak, Lylac bisa membaca pikiranmu, berhenti Fano!
DUGH
Lylac menendang kaki Fano “Apa yang kau lakukan pada Noa?”
Fano menggeleng sambil memegangi kakinya yang ngilu “Gak ada kok, hehe”
“Kau mencurigakan, kita akan bicara lagi nanti!” Lylac.
“Fano benar, kamu pilih yang modelnya imut aja, kalo udah dipakai, jangan lupa menunjukkan padaku juga ya?” Jehyuk.
DUGH.
Jehyuk memegangi kakinya yang ngilu “Sakiiitt!! Tega sekali dirimu, Lila”
“Rasain! Ayo Fira kita pilih lagi” Lylac kembali mengajak Fira untuk memilih-milih.
“Bar-bar sekali makhluk satu itu” gumam Fano.
“Kau bisa menemukan perempuan ganas macam itu dari mana sih Fano?” keluh Jehyuk.
“Tidak sengaja, itu sebuah kecelakaan” jawab Fano asal.
Jehyuk menatap Fano bingung “Apa maksudmu? Aku pikir kalian ini sudah seperti saudara tiri, dekat sekali, tapi lebih seringnya berantem”
Fano berdecak malas “Pokoknya, aku bertemu dia juga aku tidak menginginkannya, itu sebuah kecelakaan yang aku –”
Fano menghentikan ucapannya setelah sebuah ****** ***** dan bra melunjur mulus hingga tepat mengenai wajahnya.
Tentu saja pelakunya hanya satu makhluk.
Siapa lagi jika bukan Lylac.
“Rasakan itu!!” teriak Lylac sambil berkacak pinggang.
“Dah lah bro, jangan ngomongin dia di dekat orangnya, btw, ini ukurannya gede amat ya” Jehyuk mengambil pakaian dalam itu dari kepala Fano.
Tapi kemudian Fira buru-buru datang merebutnya “Ini punyaku, hehe”
“Fira, gimana kalo kamu lupain Fano aja, terus nikah sama aku?” tanya Jehyuk.
“Heh! Kan kata Jungyu anak laki-laki pertama di Korea itu harus nikah sama perempuan Korea juga ya?” tanya Fano.
“Iya, terus?” Jehyuk balik bertanya.
“Kau ini anak pertama!” kata Fano.
“Oh, hampir lupa” sahut Jehyuk.
.
__ADS_1
.