Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Roti melon di kantin


__ADS_3

.


.


“Boneka itu diberi saat masih kecil, dikasih papa, kakek ... tentu saja aku tidak mungkin membuangnya begitu saja” kata Raja untuk kesekian kalinya.


“Oh ya? Apa kau diberi boneka barbie juga?” sahut Yoshi, yang membuat Raja gemas sekali ingin mencubit ginjalnya. Ini gara-gara Fano karena terus menyebar jika Raja menyukai boneka pada hampir semua teman yang ada disini. Laknat sekali memang.


Fano sudah menyebarkannya pada semua orang yang mereka temui hari ini dan Raja sudah capek untuk menghentikannya, Fano mungkin orangnya pendendam, lihat saja Raja juga akan melakukan hal yang sama pada Fano.


Sejauh ini sudah ada Yoshi, Jungyu, Jehyuk dan anak-anak Ether, cuma Suho dan Shiho sih. Mereka semua menatap Raja seolah Raja telah melakukan dosa besar, mereka keterlaluan memang.


Pagi ini Raja terus mengikuti Fano dan Yoshi untuk menghentikan mereka jika mereka berbuat yang tidak-tidak. Mereka mampir ke kantor sebentar, habis itu ke gedung agensi, habis itu baru menjemput Mina untuk mengikuti casting. Fano sengaja mengantarkan Mina untuk membuat orang heboh saja, dengan begitu rumor Mina mengikuti casting akan tersebar dengan cepat, untuk meredakan rumor Angel. Karena, harus Mina yang mendapat peran itu, bukan Angel.


Dan saat ini mereka ada di kantin gedung tempat diadakan casting, mereka hanya bertugas mengantar


Mina lalu pergi lagi sih harusnya, namun Fano malah diajak mengobrol oleh beberapa orang penting dari pihak televisi yang akan menayangkan drama. Mereka bergurau tentang tantangan Dojun untuk Fano, bahkan sutradara sangat menginginkan Fano untuk benar-benar mengikuti casting tersebut, meski Fano menolak, karena dia tidak berpikir dapat meluangkan waktu untuk syuting drama, paling tidak dia harus mengosongkan jadwal selama paling lama sebulan.


Fano tidak mungkin melakukannya, ada banyak hal yang harus dia kerjakan.


Tentu mereka bertemu Angel dan mamanya juga, Fano mengatakan dia datang untuk memberi dukungan pada Angel, mamanya Angel senang sekali, tidak tau saja rencana licik yang sedang Fano jalankan.


“Mana mungkin aku mainan boneka barbie!” sahut Raja, jika saja dia tidak jaim, pasti sudah dia geplak kepala Yoshi sekarang.


“Kenapa dengan boneka barbie? Semua kakakku perempuan, jadi waktu kecil aku disuruh main barbie dan bahkan aku punya rumah barbie segala, apa salahnya itu?”


Raja dan Yoshi terkejut mendengar suara itu, yang berbicara adalah seorang laki-laki tampan, dia juga seorang idol. Dia ada disana untuk mengikuti casting juga.


Dia adalah anggota boyband yang berasal dari agensi kecil, namun grupnya dapat naik berkat aktingnya di beberapa drama. Namanya Sunwu, wajahnya sering berkeliaran di berbagai drama dan pernah mendapat penghargaan aktor rookie terbaik. Sunwu sangat terkenal berkat wajah tampannya yang luar biasa dan kemampuan aktingnya yang sudah dia asah sedari kecil.


Sunwu berteman dengan Mina, jadi Mina lah yang mengenalkan mereka pada Sunwu.


“Chill, bro. Tidak perlu tersinggung, relax” kata Fano, dia buru-buru memberikan minuman kalengan dingin untuk Sunwu. Rupanya Sunwu sedang sensitif, bagaimana tidak sensitif jika rivalnya terus menatapnya dengan tatapan tidak mengenakkan selama casting?


Yang dimaksud rival siapa lagi jika bukan Dojun.


Mungkin Dojun memang suka bermusuhan dengan banyak orang, atau mungkin karena dia terlalu kompetitif. Namun, justru karena itu Fano jadi sedikit akrab dengan Sunwu.


Jadi, mereka masih nongkrong di kantin adalah karena tidak tega meninggalkan Sunwu yang sedang galau sendirian, dia khawatir tidak mendapatkan peran itu karena Dojun sangat bagus. Tapi, mereka memiliki alasan kedua juga, yaitu karena mereka ingin melihat makanan apa yang bisa mereka buru di kantin itu. Karena kantin disana terkenal dengan roti melon, jadi tentu Fano dan Yoshi ingin mencoba, sedangkan Raja hanya ikutan.


“Maaf, sepertinya aku mudah tersinggung karena kejadian tadi” kata Sunwu.


“Aku akan berbicara dengan sepupuku, dia memang anaknya aneh, entah dari mana dia mendapat sifat itu” sahut Raja.

__ADS_1


“Ku rasa aku baik-baik saja” kata Sunwu.


“Kau masih bisa mendapat peran lain bukan?” tanya Yoshi.


Sunwu mengangguk lemah “Iya, mungkin aku tidak menjadi pemeran utama, namun pemeran pria kedua” jawab Sunwu.


“Itu tidak buruk, bukankah akhir-akhir ini second male lead banyak disukai penggemar?” sahut Fano.


“Iya, ku rasa itu tidak buruk, terimakasih kalian sudah membuat ku lebih baik, sekarang aku sudah lebih tenang” kata Sunwu, kemudian dia meneguk minuman kaleng yang Fano berikan padanya.


Setelah Sunwu sudah merasa lebih baik, Fano memutuskan untuk pergi dari sana untuk makan siang. Angel dan mamanya ikut karena mereka sudah selesai, sementara Mina akan kembali bersama temannya, Sunwu.


Dojun? Entahlah, Fano tidak mau tau.


“Kalian mau pergi tanpaku?”


Fano berbalik, lalu mendumel dalam hati melihat Dojun berjalan menghampiri mereka yang baru sampai di depan mobil.


“Kami akan makan siang bersama, apa nak Dojun mau ikut?” tanya mamanya Angel.


Dojun tersenyum lebar “Tentu saja saya ikut, tante dan Angel bisa masuk mobil saya” tawar Dojun.


“Oh, boleh juga, pasti mobil Fano tidak muat” putus mamanya Angel.


“Tidak masalah, biar aku yang ikut mobil Dojun bersama tante Elena” kata Raja, dia langsung menggiring Dojun dan mamanya Angel menuju mobil milik Dojun.


Wajah Dojun sudah masam karena Angel menolaknya.


“Ada masalah apa sih di hidupnya sampai berusaha merebut Angel?” gumam Yoshi setelah mereka sudah masuk mobil Fano.


Bukan Fano yang mengendarai, namun Yoshi, dia sudah mendapat SIM di Korea juga, jadi aman.


“Yoshi, apa laporan keuangan bulan lalu sudah kita periksa?” tanya Fano tiba-tiba.


“Kau mengalihkan pembicaraan atau memang lupa? Kita memeriksanya semalam sebelum Raja curhat, ingat?” sahut Yoshi.


“Kenapa Jehyuk bilang belum dikirim ya?” tanya Fano lagi, dia sudah mengutak-atik ponselnya sendiri, meninggalkan Angel yang tidak bisa menyela obrolan itu, karena tentang pekerjaan.


“Udah dikirim kok, coba tanyakan Jungyu” sahut Yoshi


“Ah iya, benar, Jehyuk kurang teliti” gumam Fano.


“Ngomong-ngomong, sebentar lagi Fano ulang tahun kan?” tanya Angel.

__ADS_1


Fano menoleh dengan cepat pada Angel “Ulang tahun?”


“Fano tidak pernah merayakannya, tidak mungkin dia ingat” sahut Yoshi yang sedang mengendarai.


“Jangan banyak bacot Yoshi, fokuslah mengemudi” timpal Fano.


Fano tidak menyangka dia sudah akan berumur 20 tahun saja, padahal dia masih merasa umur 17 atau 18 tahun.


“Fano mau kado apa dariku?” tanya Angel.


“Apa ya? Hmm, jadi istriku saja bagaimana? Aku mau dirimu yang menjadi kadoku” jawab Fano, sambil mengerling ada Angel, membuat Angel terkekeh karena tidak biasanya Fano menggodanya seperti itu.


“Tuan Fano Adhitama, lebih baik anda tidak membuatku mual, aku ingin muntah sekarang” sahut Yoshi dari kursi depan belakang kemudi.


“Itu menggelikan, hahaha!” Angel tertawa lepas.


“Kalau kau ulangtahun, aku akan menggendong mu sebagai kado” kata Yoshi.


“Kalau begitu aku tidak mau ulangtahun, aku tidak bisa membayangkan tubuh kecilmu menggendongku” timpal Fano.


“Kalian pasti jatuh” sahut Angel.


“Angel, jangan kira aku lemah ya!” kata Yoshi tidak terima.


“Lebih baik jika kau tidak memberiku kado, aku akan merasa lebih senang” kata Fano.


“Baiklah, aku tidak akan memberi kado” Yoshi.


“Lagipula aku tidak akan merayakannya” Fano.


“Aku mau membuatkan kue untukmu” Angel.


“Tidak, tidak perlu, aku tidak suka ulangtahun” Fano.


“Kenapa? Itu kan seru, apalagi jika mengadakan pesta” Angel.


“Harusnya besar-besaran sih” Yoshi.


“Lebih baik uangnya ku sumbangkan saja ke yang lebih membutuhkan” Fano.


“Apa Fano memiliki kenangan buruk saat ulang tahun?” tanya Angel, membuat Fano benar-benar terdiam, dia tidak bisa menjawab yang satu itu.


.

__ADS_1


.


__ADS_2