
.
.
Fano menguap untuk yang entah ke berapa kalinya. Saat ini dia ada di butik paling terkenal, butik yang biasanya hanya dikunjungi orang-orang kalangan atas. Dia pergi bersama Lylac dan Angel, untuk mempersiapkan pakaian yang akan dipakai di pesta pernikahan Kaisar dan Lady Lydia.
Fano sendiri sudah memilih satu setelan yang bagus, tinggal Lylac saja yang ribet sendiri, apalagi dia ditemani Angel, tambah ribet memilihnya. Buktinya, Fano sudah menunggu satu jam sejak dia selesai memilih setelannya. Lylac dan Angel masih saja memilih, malah Angel yang tidak ikutan pergi ke pernikahan saja sudah memilih beberapa gaun yang cantik.
Tentu saja Angel tidak ikut, karena pestanya ada di dunia lain, tepatnya di kerajaan Fleurazia. Lagipula
Angel juga ada jadwal yang penting saat pesta itu berlangsung, jadi Angel sekalian memilih gaun yang cantik untuk dia pakai ke acara itu.
“Fano, gimana?” tanya Lylac, dia datang dengan mengenakan gaun yang cantik berwarna Lylac juga.
Rasa kantuk Fano langsung hilang, dia berdecak kagum karena Lylac sangat cocok dengan gaun itu, kemudian Fano mengacungkan dua jempolnya “Bagus sekali!”
“Kalau begitu aku pilih yang ini, sekarang ayo kita beli sepatunya” kata Lylac, dia kembali ke ruangan ganti untuk melepas gaunnya.
“Psstt, Fano!”
Fano menoleh pada salah satu bilik, ada Angel yang melongok kan kepalanya, lalu melambaikan tangannya, meminta Fano untuk masuk. Fano sih menurut saja, dari pada hanya duduk diam dan menguap terus.
Setelah Fano dekat, Angel buru-buru menarik Fano untuk masuk.
Fano terkejut melihat Angel yang hanya mengenakan pakaian dalam, tiba-tiba darahnya berdesir aneh, dia hanya pria normal yang bisa saja memiliki fantasi yang liar.
Sementara itu, Angel tidak terlalu memperhatikan jika Fano saat ini sedang gugup, dia kembali mengenakan gaun yang ingin dia coba, lalu meminta Fano untuk menutup resleting untuknya.
“Sudah” ucap Fano, setelah akhirnya selesai menutup resleting itu, dengan perasaan gugup.
“Bagaimana? Apa menurutmu ini bagus?” tanya Angel, dia memutar tubuhnya di depan cermin beberapa kali. Ruangan ganti itu memiliki cermin besar di dalamnya.
“Iya, sangat cantik” kata Fano.
Lalu Angel berbalik pada Fano, kemudian mengalungkan lengannya di leher Fano, refleks Fano memegangi pinggang Angel yang ramping.
“Aku akan mengenakan gaun ini untuk pergi ke acara penghargaan, apa ini bagus?” tanya Angel, Fano mengangguk dan tersenyum “Sangat cantik, kau pantas memakai pakaian apapun, Angel.”
Kemudian Angel menarik tengkuk Fano mendekat, lalu mencium bibirnya. Fano yang terbawa suasana semakin menarik Angel mendekat, tidak membiarkan Angel melepas ciuman itu dengan cepat.
“Fano ... hhh hentikan, bagaimana jika ada yang melihat?” gumam Angel setelah akhrinya Fano melepas ciuman itu.
“Tidak ada yang melihat, tenang saja” kata Fano.
“Kata siapa? Aku melihat kalian” sahut Lylac, entah sejak kapan dia sudak masuk, berkacak pinggang, menatap Fano jengkel.
Buru-buru Angel mendorong Fano menjauh.
“Kenapa kau ada disini sih?” tanya Fano jengkel, padahal tadi kan sedang seru-serunya.
__ADS_1
“Aku datang untuk menghentikanmu berbuat gila” kata Lylac.
“Siapa yang berbuat gila sih?” Fano.
Setelah itu Lylac menarik Fano keluar dari bilik, meninggalkan Angel disana sendiri.
“Ingat Fano, jika kau ada berbuat bodoh, nanti seluruh orang di dunia tau, jadi jangan pernah lakukan itu di tempat umum” omel Lylac.
“Iya, maaf, aku hanya terbawa suasana saja, lagian yang memulai Angel duluan kok” kata Fano.
“Tidak peduli siapa yang memulainya, pasti kau yang salah” Lylac.
“Kok gitu?”
“Sudahlah, ngomong-ngomong, aku sudah memilih sepatu, sudah ku beri pada kasir, kau tinggal membayar” kata Lylac, dengan senyuman manisnya.
“Oh, jadi aku yang bayar?” Fano.
“Hei, semua uangmu itu dariku!” Lylac.
“Kenapa kau mengambilnya kembali?” Fano.
“Kau mau ku pukul?” Lylac.
“Tidak, terima kasih” Fano.
Setelah selesai memilih gaun dan sepatu, mereka akhirnya pergi dari butik, kini dalam perjalanan kembali pulang, namun sebelum pulang Angel mengajak mereka untuk membeli ayam dulu. Ayam yang dibeli adalah ayam goreng bumbu, pedas manis. Fano sih mau saja jika itu makanan, meski yang dibeli adalah produk yang bukan dari restoran Fano.
Fano pikir semua orang sudah tidur, terutama para bocah, namun ternyata mereka masih main game, Fano pun mengomeli mereka dan meminta mereka untuk segera tidur. Padahal yang lebih besar seperti Yoshi saja sudah tidur, Fira juga sudah tidur lelap di kamar Lylac, dia minta ingin sekamar dengan Lylac. Tentu saja dengan senang hati Lylac menerimanya.
“Kenapa masih disini?” tanya Fano, pada Noa yang belum mau tidur.
“Laper” jawab bocah itu singkat, dia memandangi ayam yang baru dibuka oleh Angel di ruang tengah, jadi baunya menggugah selera Noa, jadi dia merasa lapar.
“Makan sebelum tidur membuat wajahmu bengkak di pagi hari” kata Angel.
Noa memegangi kedua pipinya, dia tidak mau bengkak, karena ada acara dan jadwalnya padat, tapi dia juga mau makan ayam.
“Gak apa-apa, sini Noa makan sedikit aja” Lylac menarik bocah itu untuk duduk di sampingnya.
“Besok kalian mau datang ke pernikahan siapa?” tanya Noa, yang sudah mendapat satu potong ayam.
“Kaisar” jawab Fano singkat, dia tidak ikut makan ayam dengan yang lain, namun Angel menyuapinya sedikit.
“Oh, sejak kapan kak Kaisar punya pacar?” tanya Noa, karena setahu dia, kabar tentang Kaisar memiliki kekasih tidak ada sama sekali. Padahal biasanya media tidak akan menyia-nyiakan info sepenting itu.
“Dia memiliki kekasih yang baik dan tidak ingin dipublikasi, karena itu tidak ada yang tau selain orang terdekat, karena itu yang diundang tidak semuanya” kata Lylac.
“Tapi Queen bilang akan ada pesta resepsi nanti, entah dimana resepsinya, mungkin di Indonesia” sahut Fano.
__ADS_1
“Kalo ada resepsi aku mau ikut” kata Noa.
“Tentu saja kau harus ikut” timpal Fano.
“Aku sudah kenyang, aku akan tidur sekarang” kata Noa, dia berdiri dari duduknya, Lylac pun ikut berdiri “Aku akan memastikan Noa benar-benar tertidur” kata Lylac.
“Aku sungguhan mau tidur kok” tolak Noa.
“Tidak bisa, aku yakin kau akan mencuri-curi waktu untuk bermain game lagi” bantah Lylac.
“Ugh, baiklah, Kak Fano, kak Angel, selamat malam!” Noa dan Lylac pun pergi ke kamar Noa yang ada di lantai dua.
“Memang resepsinya kapan?” tanya Angel, setelah Noa dan Lylac sudah tidak terlihat.
Fano mengedikkan bahunya “entahlah, besok aku tanyakan pada Queen, sudah makan ayamnya? Sisanya masih banyak itu” kata Fano.
“Fano sih gak mau ikutan makan” Angel mencebikkan bibirnya kesal, padahal kan dia membeli agak banyak agar bisa makan dengan Fano, tapi Fano malah sibuk dengan ponselnya.
“Baiklah, mau makan di ruang bioskop gak? Sekalian nonton film, terakhir kita nonton film bareng kan udah lama, aku juga gak pernah nonton film alhir-akhir ini” usul Fano.
“Ayo deh, ada film baru yang ingin aku tonton”
“Oh iya, apa menurutmu baik-baik saja meninggalkan Lylac dan Noa berdua? Kok aku gak tenang ya?” kata Fano.
Angel menatap Fano bingung “Emangnya kenapa? Noa gak bakal ngapa-ngapain Lylac kok, kan Noa masih bocah” sahut Angel.
Fano menggeleng “Bukan begitu, tapi sebaliknya.”
Angel mengangguk mengerti “Tapi ku rasa itu tidak mungkin, biar saja, ayo kita nonton film” sambil membawa kotak ayamnya, Angel menyeret Fano menuju ruang bioskop.
“Kamu duluan aja, aku mau lihat bentar, ya?” pinta Fano.
Angel pun melepaskan Fano “Ugh, baiklah, tapi jangan lama-lama, aku gak mau sendirian di bioskop” kata Angel.
Fano mengangguk lalu mengecup kening Angel dan berbalik arah untuk pergi ke kamar Noa.
Dan benar saja, saat Fano membuka pintu begitu saja, dia langsung terkejut, melihat Lylac melepas kancing baju Noa.
“Heh, kamu mau apain Noa hah?” teriak Fano.
Lylac menoleh dan menatap Fano malas “Aku sedang memaksa Noa berganti piyama, kau ini jangan berpikiran kotor deh!”
“Aku tidak percaya padamu, biarkan Noa melakukannya sendiri” Fano buru-buru menyeret Lylac pergi dari kamar Noa.
“Noa, pakai piyamamu sendiri!” teriak Fano sebelum menutup pintu kamar adik sepupunya.
Noa sendiri bingung kenapa Fano marah. Memang Lylac memaksa Noa memakai piyama, tapi karena Noa malas ganti baju, jadi Lylac memaksanya dengan membuka bajunya, lalu Fano datang.
Noa mengedikkan bahunya tidak peduli “Mumpung kak Lylac gak tau, aku pake baju ini lagi aja” Noa pun mengancingkan kembali bajunya dan bersiap untuk tidur.
__ADS_1
.
.