
.
.
“Ohayou”
Fano menoleh pada Yoshi yang baru bangun, “Bisa gak sih, gak usah ngucapin selamat pagi segala?” sahut Fano. Yoshi yang mendengar itu berdecak malas “Dia gak inget kalo pernah ngomel karena aku gak ngomong apa-apa pas pagi, dia bilang ‘ngomong apa gitu kek, jangan diem-diem, met pagi, ohayou’ eh, pas ngomong met pagi beneran ngomel juga” gumam Yoshi, dengan sengaja dikeraskan agar Fano dapat mendengarnya.
“Berisik Yoshi” sahut Fano, kemudian kembali memasak sarapan.
Yoshi tidak menyahut lagi, dia hanya mengambil air minum lalu duduk di kursi. Yoshi hanya diam memperhatikan Fano, sambil meminum air mineral. Ini perasaan Yoshi saja, atau Fano memang kulitnya makin cerah bersinar? Yoshi pikir Fano tidak ada waktu untuk perawatan kulit deh, dia cuek sekali padahal dia sendiri adalah boss pemilik brand kosmetik dan skin care.
Apa hanya perasaan Yoshi ya?
Ini aneh.
“Jangan menatapiku terus, nanti kamu jatuh cinta kan bahaya” kata Fano, yang sudah selesai memasak dan baru saja mematikan kompornya.
“Najis, Fano! Aku cuma mikir” sahut Yoshi.
“Oh, bisa mikir?” Fano.
“Sekali lagi kamu bikin aku kesel, cangkir keramik ini bakal melayang ke kepala kamu” ancam Yoshi, mengangkat cangkirnya yang isinya sudah habis.
“Becanda doang, gitu aja baper” sahut Fano.
“Pagi semuanya!!” teriak Leon, Noa dan teman-temannya baru datang, mereka sudah berpakaian rapi. menggunakan kaos atau hoody dan juga celana training.
“KAK FANO!!” Noa berlarian dengan ceria lalu memeluk Fano.
“Halo kak Yoshi, makin imut aja deh” sapa Shiho.
“Mau digampar bolak-balik kamu? Sini!” sahut Yoshi sewot.
“Eits, kalem bro, berani gampar memberku, kamu bakalan dapet balasan berkali-kali lipat” kata Suho.
Yoshi mengerutkan keningnya “Kok gitu? Apa aku bakal diaduin fans kalian gitu? Beraninya keroyokan ya kalian.”
“Kita aja bertujuh, jadi kak Yoshi bakal dapet balasan tujuh kali” sahut Wubin.
“Enam kali, Noa ga bakal tega mukul aku, iya kan Noa?” tanya Yoshi.
Noa hanya tersenyum manis saja, tidak tau harus menjawab apa.
“Wah udah rame aja nih” Jungyu dan Jehyuk juga ikutan datang, seketika, rumah yang tadinya tenang itu menjadi rusuh.
Ada yang membuka-buka si kulkas yaitu Asahi dan Xiao Kun, ada yang merecoki Fano menyiapkan sarapan, yaitu Noa dan Leon. Ada juga kalem duduk bersama Yoshi seperti Suho, Wubin dan Shiho.
“Fira mana?” tanya Jehyuk tiba-tiba.
“Basa-basi dulu kek sama yang punya rumah” sambar Fano.
“Gak penting, Fira lebih penting” sahut Jehyuk, tidak ada takut-takutnya pada boss besar.
“Cari aja di kolam ikan” jawab Fano asal, mana dia tau Fira kemana, yang Fano tau hanya Lylac dan Angel yang sedang berendam di jacuzzi besar sambil mengobrol, mungkin Fira bergabung, entahlah.
“Oke!” tanpa basa-basi lagi, Jehyuk pun pergi dari dapur, mencari Fira yang kemungkinan besar masih tidur.
__ADS_1
“Dasar, bocah itu, gak bisa lihat ada bidadari turun dari langit” celetuk Jungyu.
“Emang cantik banget ya?” tanya Suho.
Jungyu mengangguk “cantik banget, Jehyuk aja sampe nikung Fano buat dapetin Fira” jawab Jungyu, yang membuat Suho dan yang lain jadi bingung, terutama yang tidak ikut ke Jepang seperti Suho, Shiho, Xiao Kun dan Wubin. Mereka hanya tau Fira dari cerita Jehyuk dan anak-anak yang ikut ke Jepang saja.
“Cantikan mana sama kak Lylac?” tanya Wubin.
“Jangan banding-bandingin gitu, semuanya cantik” sahut Fano.
“Coba tanya Noa, mana yang lebih cantik” timpal Yoshi.
“Semuanya cantik kok, cuma kak Fira lebih sexy, kata Leon gitu, iya kan?” Noa.
“Aku pernah bilang gitu ya?” Leon.
“Jangan meracuni pikiran Noa lagi, Leon” Suho.
Fano jadi ingat, tentang dia dan Yoshi yang ingin meracuni pikiran Noa, hingga Noa jadi aneh. Entah Noa masih ingat atau sudah dihapus oleh Lylac.
***
Fano berdiam diri di depan layar ponselnya. Ponsel Fano diletakkan di atas meja, phenoe holder, dia akan memulai siaran langsung tapi bingung harus bagaimana, apa yang harus dia lakukan.
Ini siang hari sebelum jam makan siang, Fano bekerja di rumah bersama Yoshi, lalu Angel pergi bersama Lylac, Fira dan supir mereka, Jehyuk. Berhubung manager Angel sedang ada halangan, jadi mereka mengantar Angel, sekalian jalan-jalan, karena Angel ada syuting iklan yang tempatnya di taman bunga yang indah.
Anak-anak Ether juga kebanyakan sedang latihan, walaupun latihannya mereka ada di mansion ini, jadi suara musik terdengar cukup jelas. Namun, Fano tidak terganggu, dia malah menikmati musiknya.
“Fano, udah mulai?” tanya Yoshi, dia kembali lagi dari dapur, mengambil beberapa camilan untuk dibawa ke ruang tengah di lanai dua, tempat mereka bekerja. Sedangkan ruang latihan anak-anak Ether ada di lantai satu.
“Astaga, terus kamu dari tadi ngapain? Musik juga udah berhentikan? Mumpung kita lagi istirahat” sahut Yoshi.
“Aku gak tau harus ngapain.”
Yoshi menghela nafas lelah “kau ini, udah mulai aja!” Yoshi yang tidak sabaran pun memulai siaran langsung.
“Udah selesai siarannya?” tanya Suho, dia baru dari lantai bawah, ingin melihat siaran langsung Fano.
“Belum” jawab Yoshi.
“Lho?” Suho pun mendekat, ikut duduk di Sofa, di sebelah Fano. Jadi sekarang Fano ada di tengah-tengah.
“Aku mulai ya?” Yoshi.
“Gak apa-apa nih Suho ikut masuk?” tanya Fano.
“Gak apa-apa dong, kita kan bestie” Suho.
“Hah? sejak kapan?” Yoshi.
“Terus kita ngapain?” tanya Fano lagi.
Penonton mulai banyak bermunculan, sudah ada sekitar seribu lebih yang menonton dan jumlahnya terus bertambah.
“Coba baca-bacain komen dulu aja” usul Suho.
Fano pun mendekat untuk membacakan komentar yang bermunculan, dia memilih pertanyaan yang berfaedah saja untuk dijawab.
__ADS_1
“Kok ada Suho?” Fano.
“Kenapa komentar seperti itu yang kau baca?” protes Yoshi.
“Halo semuanya, saya leadernya Ether, Suho” kata Suho sambil melambaikan tangan dengan antusias.
“Hei, ini aku yang memulai siaran, kenapa kau yang mengenalkan diri?” protes Fano.
“Kau tidak perlu mengenalkan diri, ini kan akunmu, tentu saja semuanya mengenalmu” sahut Suho.
“Oh iya, ya” Fano.
“Fano baka” celetuk Yoshi “Halo semuanya, aku Yoshi yang paling genteng!” tambah Yoshi.
“Matiin ajalah siarannya” Fano.
“Baru dimulai beberapa detik” Suho.
“Nyanyi dulu Fano!” Yoshi.
“Gak, males” Fano.
“Aduh, Fano gak jelas banget, ya udah aku bacain pertanyaan, kamu yang jawab ya?” usul Yoshi.
“Ya udah deh” Fano pasrah saja, sebenarnya tiba-tiba dia malas melakukan siaran, dia tiba-tiba gugup karena jarang sekali melakukan siaran seperti ini.
“Fano kamu kok ganteng banget sih? Apaan – aku dan Suho juga ganteng” Yoshi.
“Ngapa kamu jawab sendiri sih?” protes Suho.
“Suho, spoiler comeback dong” kata Yoshi, yang membacakan komentar penonton.
“Gak ada, bisa dipecat aku nanti” Suho.
“Katanya Fano mau ikut casting drama ya? Apa itu bener – Fano, kamu mau casting drama?” tanya Yoshi, setelah membacakan komentar.
Fano mengernyitkan keningnya “Hah? Itu gak bener, aku cuma mau dukung Angel yang bakal ikutan casting, bukan mau ikutan casting, kalian denger dari mana?”
Bisa-bisanya sudah ada yang tahu, padahal Fano mau ikut casting kan masih niat saja, belum tentu sungguhan ikut. Jangan-jangan Lylac yang menyebarkan rumornya.
Awas aja jika itu memang Lylac, Fano akan laporkan pada ayahnya.
“Aku juga baru tahu lho” sahut Suho.
“Oh ini ada jawaban lagi – kami tau dari postingan kak Dojun tadi pagi – hmm?” Yoshi yang membaca komentar bingung sendiri, kemudian mengeluarkan ponsel miliknya sendiri, memeriksa postingan apa yang dimaksud.
Setelah melihat postingan yang dimaksud, Fano rasanya ingin mengumpat.
Dojun menantangnya untuk ikutan casting.
Buat apa coba?
Jelas saja Fano akan kalah, dia bukan orang Korea! Mana bisa ikutan drama Korea!
.
.
__ADS_1