Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Menolong seorang nenek


__ADS_3

.


.


Udara pagi ini cerah sekali, Fano baru saja menyelesaikan misi paginya, berlari di tepi sungai Han. Ini masih sekitar jam lima pagi, jadi udara masih dingin, orang-orang yang keluar juga mungkin memakai jaket tebal mereka.


Namun Fano hanya memakai kaos putih polos dan celana hitam, hanya dia pula yang merasakan hangat karena habis berlari. Fano selalu puas saat dia berkeringat setelah olah raga.


Fano memiliki tipe tubuh yang jarang berkeringat kecuali udara sedang sangat terik atau dia sudah berolahraga seperti ini.


Meski capek Fano puas, karena tubuhnya jadi terasa lebih ringan dan segar.


Fano meraih botol air mineralnya, kemudian meneguknya hingga kandas, baru setelahnya bangkit berdiri dan membuang botolnya ke tempat sampah.


Fano kembali berjalan, lebih dekat ke sungai, lalu kembali duduk di tepinya.


Mumpung masih pagi, jadi Fano ingin sendiri dan merenung.


Angel sudah mulai sibuk syuting untuk


comeback-nya, jadwalnya sangat padat hingga Fano tidak yakin dia akan punya waktu untuk Fano. Selain itu, Queen juga sedang sibuk dengan keluarganya. Fano tidak diajak dalam pertemuan keluarga mereka.


Sebenarnya diajak, tapi Fano menolak karena selain dia malas untuk menghadapi Dojun yang sama menyebalkannya dengan Raja, Fano juga ada banyak kerjaan yang harus dia selesaikan.


Belum lagi, Fano mendapat tawaran dari teman satu grupnya Noa, namanya Suho, untuk membuat lagu lagi. Suho bilang dia sangat menyukai suara Fano, Suho berharap Fano akan membuat vidio bernyanyi mengcover lagu dari grup mereka.


Fano tidak yakin, karena dia tidak mau jadi penyanyi, jadi pebisnis saja sudah ribet. Tapi, kalau dipikir-pikir lagi ide itu boleh juga.


[Fano ada misi baru nih]


“Hah?”


[Pergi ke sini, bantu seorang nenek membawa barang-barangnya sampai rumah]


Kemudian sistem menunjukkan sebuah lokasi,


tidak terlalu jauh dari tempat Fano berada. Tiba-tiba saja ada misi, padahal Fano berpikir ingin pergi mencari makan untuk sarapan.


[Nanti juga dikasih makan sama neneknya]


“Aku gak berharap, ngerepotin nanti”


[Pokoknya tolong aja]


“Kenapa?”


[Kok kenapa sih? Kasihan neneknya bawa barang berat]


Fano menghela nafas lelah, kemudian dia bangkit berdiri, berjalan menuju lokasi yang sistem tunjukkan padanya. Ada beberapa orang yang melewati jalan itu, mereka rata-rata memang baru dari belanja di supermarket besar yang ada di dekat sana.

__ADS_1


Fano bingung, nenek yang dimaksud sistem itu nenek yang mana ya?


Bruk


Baru saja Fano berpikir seperti itu, dia kemudian melihat seorang nenek yang menjatuhkan buah-buah yang dia beli. Nenek itu membeli beberapa sayur dan buah, jadi belanjaannya banyak.


Tanpa pikir panjang, Fano segera menolongnya untuk membereskan buah-buah yang jatuh.


“Terima kasih ya nak” kata nenek itu.


“Biar saya bantu membawakannya nek, rumah nenek masih jauh?” tanya Fano, nenek itu tersenyum melihat Fano yang dengan cekatan membawakan belanjaannya.


“Tidak jauh kok, ada di ujung jalan sana” kata nenek.


“Baiklah, saya akan membawakan sampai rumah nenek” sahut Fano.


“Terima kasih nak”


Setelah itu Fano dan neneh berjalan dengan pelan, Fano harus menyamakan langkahnya dengan nenek karena nenek tidak bisa berjalan cepat seperti Fano yang kakinya panjang.


“Nama nak ganteng siapa kalau boleh tau?” tanya nenek.


“Nama saya Fano nek” jawab Fano.


“Kamu masih sekolah? Fano terlihat seperti bukan orang Korea, Fano dari Jepang ya?” tanya nenek lagi sambil memperhatikan wajh Fano.


“Anak muda sekarang suka bekerja keras, itu baik, cucuku juga sedang bekerja keras menjadi penyanyi, dia gadis yang baik, kalo nak Fano belum punya pacar, bisa berkenalan dengan cucu saya” kata nenek.


“Nenek bisa saja”


Merek sudah berjalan jauh hingga sampai di depan rumah sederhana yang halamannya luas. Di halaman banyak ditanam bunga dan tumbuhan lain, rumahnya terasa sejuk juga.


“Ayo masuk nak Fano, nak Fano sudah sarapan?” tanya nenek.


Fano pun masuk ke rumah itu, lalu meletakkan belanjaan nenek yang berat dengan hati-hati di atas meja.


“Nenek tidak perlu repot-repot” kata Fano.


“Tidak repot kok, kebetulan nenek tadi memasak gukbab, nak Fano makan dulu ya”


Fano tidak enak untuk menolak karena neneknya sudah menyiapkan makanan untuk Fano, jadi Fano tidak ada pilihan lain selain duduk manis disana, karena nenek memintanya duduk saja.


Pandangan Fano berkeliling pada sekitar rumah yang bisa dibilang kecil, namun terasa nyaman dan hangat. Sampai kemudian mata Fano berhenti pada sebuah foto yang terpajang di dinding.


Fano yang penasaran berjalan untuk melihatnya.


Ada foto nenek bersama seorang gadis –tunggu! Rasanya gadis ini familiar bagi Fano deh. Fano berusaha mengingat-ingat sampai


kemudian dia sadar jika gadis itu adalah Cherin, itu lho anggotanya Wonhi yang sedang didekati oleh Raja.

__ADS_1


Dunia ini sempit ya.


Fano kembali duduk saat nenek sudah kembali dengan dua mangkuk berisi makanan bernama gukbab. Itu adalah gabungan dari guk atau sup dan juga bab yang artinya nasi. Intinya itu adalah nasi dan sup.


Seperti meja makan orang Korea kebanyakan, ada juga kimchi yang di sajikan disana, itu tidak boleh tertinggal sepertinya.


“Nak Fano makan yang banyak ya, maklum saja nenek tidak punya banyak uang, putra nenek juga sudah tidak ada, nenek hanya memiliki seorang cucu. Sebenarnya nenek khawatir dengan cucu nenek, bagaimana jika nenek sudah tidak ada? Cucu nenek masih sangat muda” kata nenek itu, Fano bisa melihat kesedihan dan kekhawatiran di mata nenek itu.


“Maaf sebelumnya nek, tapi aku melihat foto nenek bersama seorang gadis, pa itu cucu nenek?” tanya Fano.


Nenek tersenyum kemudian berdiri dan mengambil foto yang tadi Fano bicarakan, nenek tersenyum melihat foto tersebut “Benar


ini cucu nenek, dia sangat cantik bukan? Dia berjuang sangat keras di usia muda agar bisa menjadi penyanyi, dia memiliki suara yang sangat indah. Sekarang menjadi penyanyi bersama teman-temannya, dia sangat sibuk, tapi saat dia memiliki waktu senggang dia selalu kemari dan memperhatikan nenek, dia bilang ingin mencari uang yang banyak untuk nenek”


“Sebenarnya, saya mengenalnya, namanya Cherin kan? saya memiliki saham di agensinya, kami juga bekerja bersama” kata Fano.


Nenek terlihat senang mendengarnya “Sungguh? Nak Fano bisa menjaga Cherin disana kan? apa dia baik-baik saja?”


Fano tersenyum lalu mengangguk “Cherin baik-baik saja nek, dia bekerja dengan giat dan banyak yang menyukainya, dia gadis yang baik”


Haruskah Fano memberitahu Raja tentang ini? Dia pasti ribut jika Fano tau sesuatu tentang Cherin.


“Tapi nenek sangat sedih, umur nenek tidak akan lama, padahal nenek ingin melihat Cherin memiliki pasangan dan menikah, tapi sepertinya itu masih lama” kata nenek lagi.


“Nenek jangan mengkhawatir kan itu, Cherin sangat cantik, banyak yang menyukainya, bahkan ada seorang tuan muda dari keluarga kaya yang menyukainya” kata Fano.


“Tapi nenek hanya ingin Cherin menikah dengan seseorang yang sederhana saja, menjadi nyonya keluarga yang kaya raya akan membuatnya menderita”


Menderita?


“Maksud nenek apa? Tenang saja, keluarga itu sangat baik kok”


Nenek tersenyum lemah pada Fano, kemudian menghela nafas berat “Sebenarnya nak, aku dulu jatuh cinta pada pemuda kaya raya, tapi kemudian aku tersingkir oleh perempun lain yang jauh lebih cantik. Nenek hanya tidak ingin Cherin mengalami hal seperti itu”


Sepertinya nenek memiliki ceritanya sendiri hingga berpikir seperti itu, tidak aneh sih, memang kebanyakan seperti itu. Ada persaingan yang kejam jika menyangkut tentang harta dan kekuasaan, dan yang lemah akan tersingkir.


Sebelum pulang, nenek membekali Fano dengan satu kotak besar berisi strawberry Korea. Fano ingin menolak, tapi nenek bilang strawberry itu diberi oleh seorang tetangga yang petani strawberry, jadi nenek punya banyak. Karena tidak enak untuk menolak, jadi Fano membawanya saja.


Fano kembali berjalan hingga sampai apartemen, dia belum memindahkan barang ke mansion, rencananya sih masih besok. Fano terlalu sibuk untuk melakukannya, lagipula lebih dekat dari apartemen untuk ke gedung baru untuk toko Fano.


Ini sudah jam tujuh pagi.


Fano akan memulai harinya, hari ini, dia akan pergi ke kantor perusahaan keluarganya Yohan, untuk secara resmi mengganti nama perusahaan menjadi miliknya.


Mungkin hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan.


.


.

__ADS_1


__ADS_2