Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Menangkan pertandingan


__ADS_3

.


.


Belum selesai keterkejutan Fano setelah menerima ucapan semoga berhasil yang tiba-tiba muncul di layar sistemnya, suara musik mulai terdengar memenuhi gendang telinga Fano.


Itu tidak mungkin sistemnya yang sekarang, masa iya robot bisa mengucapkan semoga berhasil segala? Tapi jika itu Lylac ... ah, sudahlah. Tenangkan dirimu Fano, fokus pada lagunya.


Fano mendekatkan microphone ke dekat bibirnya, dia mulai menutup mata agar fokus dengan lagu. Berusaha mengusir rasa gugupnya, dia mulai melantunkan suara yang indah.


Seluruh isi studio mulai terpana, mereka berdecak kagum setelah suara indah Fano mulai terdengar nyaring. Tidak ada nada dan lirik yang salah dalam lagu yang sebenarnya sulit tersebut, semua nada tinggi dapat Fano capai dengan mudah.


Sorak sorai penonton mulai terdengar setelah suara musik berhenti.


Fano mulai membuka matanya kembali setelah selesai bernyanyi, dia terlalu menghayati lagunya hingga tidak sadar lagunya telah selesai.


Dia sangat terkejut dengan tambahan poinnya sudah mencapai 350, tidak bertambah lagi, menjadi 480 ... poinnya masih terus bertambah.


Fano tidak tau ada berapa banyak orang di dalam studio ini, senang sekali mengetahui mereka semua menyukai suaranya.


Poin sudah berhenti, sekarang menjadi seperti ini (16.710/17.000), tambahan poin hanya dari menyanyi banyak sekali. Tapi mungkin karena seluruh gedung dapat mendengar suara Fano, makanya bisa sebanyak


itu.


Bagaimana jika Fano mengadakan konser ya? Pasti Fano bisa panen poin sangat banyak.


Ah, tidak Fano! Jangan tergoda menjadi idol, pekerjaanmu sekarang sudah cukup membuatmu sibuk.


Setelah itu beberapa juri memberikan ulasan atas penampilan Fano, yang semuanya adalah pujian. Fano senang mendengarnya, namun karena dia terlalu senang poinnya bertambah banyak jadi dia tidak terlalu mendengarkan.


Karena Fano adalah penampil terakhir, maka sudah saatnya pemenang ditentukan, namun ada jeda beberapa menit sebelum diumumkan. Iklan dulu.


Fano buru-buru pergi ke belakang panggung untuk mencari minuman karena memakai kostum dan topeng membuatnya gerah dan kehausan.


“Suara mu bagus sekali tadi, aku tidak menyangka kau adalah Fano”


Buru-buru Fano berbalik untuk melihat siapa yang barusan mengajaknya bicara, ternyata salah satu kontestan yang memakai kostum putri. Sial sekali, Fano harus membuka topeng untuk minum, kontestan ini bisa tau wajahnya dan identitasnya.


Kontestan kostum putri ini perempuan, dari suaranya sih sepertinya masih muda.


“Aku sempat melihat kau kemari bersama putra pemilik gedung ini ya?” tanya kontestan itu lagi, Fano hanya mengangguk pelan lalu lanjut minum, habisnya dia kehausan.


“Boleh aku tau hubungan kalian apa?” tanya kontestan berkostum putri itu.


Fano mengerutkan dahinya heran “Yang pasti kita bukan sepasang kekasih” jawab Fano asal, ya mana Fano mau membeberkan informasi tentang temannya sekaligus bawahannya itu begitu saja, apalagi pada orang asing yang entah siapa saja belum jelas ya kan? Fano dan teman-temannya kan punya privasi, yang benar saja.


Si kostum putri itu berdecak malas “Aku tau, kalian kan sama-sama lelaki – yah, bisa saja sih ....”


“Yah, apa maksudmu!” sahut Fano tidak terima, si kostum putri itu terkekeh senang melihat Fano kesal.


“Pokoknya, katakan pada temanmu itu, jika aku mencarinya” kata si kostum putri.


“Memangnya kau siapa? Penting?” tanya Fano ogah-ogahan.


“Penting, aku calon tunangannya” kata si kostum putri sebelum pergi meninggalkan Fano.


Seingat Fano sih, Jehyuk tidak punya tunangan, dia kan jomblo dari lahir, anaknya yang bercerita sendiri.


Bodo amatlah, gak penting ini.


Fano kembali mengenakan topengnya setelah acara kembali dimulai.


Semua peserta diminta untuk maju ke depan.

__ADS_1


Pertamanya, tiga peserta yang tereliminasi dipanggil duluan untuk meninggalkan panggung. Yang disebut adalah si kostum raja, mentri, dan juga ratu. Jadi yang masih tinggal hanya pangeran, putri dan prajurit.


Masih banyak yang mengira Fano adalah raja atau mentri, jadi banyak yang kecewa setelah ketiga kontestan itu pergi.


‘Yang raja Fano kan?’


‘Fano tereliminasi?’


‘Aku yakin Fano yang mentri, suaranya cocok dengan dividio’


Fano tidak yakin mereka yang mengatakan itu serius mendengarkan suara Fano di vidio. Namun, ada juga penonton cerdas yang bisa menebak dengan benar jika kostum pangeran adalah Fano.


Juaranya memang tiga orang, yaitu juara satu, dua dan tiga.


Kemudian disebutkan kostum prajurit adalah juara tiga.


Fano malas sekali karena bertemu si kostum putri ini, kemudian Fano mencari-cari keberadaan teman-temannya. Mereka ada dibangku penonton paling atas, dari sana memang terlihat jelas.


Fano bisa melihat Yoshi yang menggendong baby Jisung, bayi itu terlihat senang karena mendapatkan balon, entah mereka dapat dari mana balon berbentuk hati tersebut. Sementara itu Jehyuk dan Jungyu terlihat lempeng saja, duduk tenang di tempatnya. Namun setelah tau Fano menatap mereka Jungyu mengacungkan jempolnya, sementara Jehyuk memberikan jari berbentuk hati.


Apa-apaan anak itu, Fano berdecak malas dalam hati, untung si Jehyuk jauh, coba saja dekat sudah Fano tendang dia.


“Hihi”


Fano melirik pada si kostum putri di sampingnya, aneh banget, dia tiba-tiba ketiwi sendiri.


“Pemenang yang mendapat perhatian juri dan para penonton dengan suara indahnya adalah ...” suara musik yang berlebihan terdengar, agar suasana menjadi tegang.


Dum dum dum dum.


Duar!


“Pangeran Joseon! Selamat!”


Si kosutm putri undur diri karena dia bukan pemenangnya.


Dan kemudian tibalah saatnya bagi pemenang untuk membuka topengnya untuk mengejutkan juri dan para penonton, selain itu pemenang juga akan menyanyikan kembali lagunya untuk penutupan acara.


Dengan gerakan dramatis Fano membuka topeng saat musik untuk lagunya sudah dimulai.


Penonton menjerit setelah topeng itu terlepas, tidak menyangka jika pangeran yang mendapatkan juara satu adalah Fano.


Fano pun mulai bernyanyi untuk penutupan acara.


Misi mengejutkan seluruh Korea selatan selesai.


[Kamu berhasil membuat orang-orang berbahagia]


[Hadiah 10.000 koin untukmu]


Fano tidak menyangka dia mendapatkan koin juga, dia pun kembali bernyanyi sambil menyunggingkan senyuman bahagia.


***


“Capeknya” keluh Yoshi.


Saat ini mereka perjalanan pulang dari lokasi syuting, baru saja masuk mobil. Mobil yang mereka gunakan adalah mobil biasa saja milik Jungyu, van putih yang muat untuk 8 orang.


Setelah acara televisi berakhir, Fano masih harus bertahan beberapa waktu untuk interview. Karena Fano tidak mau sendiri, dia mengajak Yoshi yang pandai publik speaking. Fano tidak bisa mengajak Jungyu atau Jehyuk karena wajah mereka tidak boleh masuk TV sembarangan. Siapa yang tidak memperbolehkan? Fano lah, kan Fano boss mereka. Fano hanya tidak ingin hidup mereka terganggu karena banyak penggemar, cukup Fano dan Yoshi saja yang sudah terlanjur terkenal.


Lagipula Jehyuk juga anak konglomerat, apalagi sedang membawa Jisung juga. Fano takut kehidupan pribadinya, terutama karena ayahnya kan nikah lagi, jadi tersebar luas dan membuat keluarga mereka


tidak nyaman.

__ADS_1


Jadilah Fano dan Yoshi menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh pihak media, mereka hanya menjawab yang penting dan aman untuk dijawab saja, selebihnya pertanyaan aneh akan ditolak.


Itulah kenapa Yoshi mengeluh capek, bicara di depan umum dibandingkan dengan mengomeli sahabat dekatmu capeknya tentu saja beda level. Berbicara sebentar saja di depan umum dengan banyak kamera menyorot tentu saja akan menguras lebih banyak energi. Sementara, jika mengomeli Fano seharian atau dua hari berturut-turut, Yoshi sanggup saja, malah dengan senang hati.


“Jisung masih bayi tapi gak rewel ya, pinter banget sih” kata Fano, yang sedang menggendong Jisung. Oh iya, balon hati yang tadinya Jisung pegang sudah meletus, untung hati Jisung tidak kacau, jadi dia tidak menangis.


Jehyuk saja sampai heran, kenapa adiknya tidak rewel sama sekali, dia tenang saja meski banyak gangguan.


“Adek siapa dulu dong” sahut Jehyuk.


“Tapi apa Jisung baik-baik aja gaul sama kita-kita? Maksudku, dia kan masih bayi tuh, butuh temen yang seumuran lah” timpal pak supir, Jungyu.


“Bener juga ya, kamu butuh temen Jisungie?” tanya Fano pada Jisung, yang hanya berkedip-kedip lucu saja, Fano yang gemas kemudian mengecup pipi gembilnya.


“Makanya Fano, buatin temen” kata Jehyuk.


Fano menoleh pada Jehyuk yang duduk di sampingnya “Kau pikir bayi tinggal nyetak aja gitu?”


“Bukannya ada pabriknya sendiri ya? Terus bayi dikirim burung bangau?” tanya Jehyuk.


“Terus dipilih lagi, kalo pinter jadi boss kan?” sahut Jungyu.


“Hah? Apaan sih?” Jehyuk.


“Beda film lagi itu Gyu, yang Jehyuk bilang filmnya judulnya burung bangau, yang kamu maksud tadi itu bos bayi” kata Yoshi.


“Oh itu, yang ada pasangan rambutnya hitam sama pirang tapi dikasih bayi rambut merah?” sahut Fano, yang baru tau mereka membicarakan film, meski dia tidak yakin pernah menonton film anak-anak sih.


“Random amat” sahut Jungyu.


“Namanya juga film” Yoshi.


“Bakal cepet ketahuan kalo bukan anak kandung dong” Jungyu.


“Ngomong-ngomong Hyuk, hampir lupa, tadi yang kostum putri, yang juara dua itu ngakunya calon tunangan kamu lho” kata Fano, dia baru mengingat kejadian tidak jelas yang menimpanya di belakang panggung. Sayang sekali yang bisa melepas topeng hanya juara satu saja, jadi Fano tidak tau siapa si kostum putri. Kecuali jika Fano niat untuk melacak saat sampai rumah nanti pasti dalam sekejab langsung ketahuan, pasti pihak televisi punya datanya kan? mudah sekali untuk meretas.


Jehyuk menatap Fano bingung “Apa sih Fano, aku gak punya calon tunangan, ayahku tidak mau menjodohkanku dengan siapapun kok”


“Lalu wanita itu siapa?” tanya Fano.


“Mana aku tau” Jehyuk.


“Cari tau aja” Yoshi.


“Males” Fano “Gak penting juga”


“Ya udah aku cari tau” Yoshi sudah mengeluarkan ponselnya, mencoba menemukan siapa identitas si kostum putri.


“Orang halu kali” sahut Jungyu.


“Banyak yang kayak gitu sih” Jehyuk.


“Sombong amat tuan muda satu ini” Fano.


“Sombonglah sekarang sebelum sombong dilarang” Jehyuk.


“Sudah ketemu” Yoshi.


“Siapa?” Jehyuk.


.


.

__ADS_1


__ADS_2