
.
.
Pesan dari akun Park_Jungyu adalah ‘Hai Fano, ini aku Jungyu. Aku adalah kakak sepupu yang sedang menjaga Angel disini. Aku memberi pesan ini agar kau bisa menyampaikan ini juga pada teman-teman Angel yang lain. Dia tidak bisa menghubungi kalian karena ada larangan dari pihak ‘atas’. Dia tidak boleh sembarangan menghubungi siapapun saat ini. Angel ingin meminta maaf karena itu, semoga kalian bisa mengerti keadaan Angel. Jika kalian ingin memberi pesan pada Angel, maka berilah pesan padaku saja, nanti akan ku sampaikan padanya. Terima kasih sebelumnya.’
Sudah Fano duga ada yang tidak beres.
Tidak mungkin Angel tidak memberi kabar jika dia harus pergi, ternyata dilarang. Fano ingin tau siapa yang memberi larangan tersebut.
Lino? Rasanya tidak mungkin, meski Albert tidak menyukai kakak iparnya tersebut, Fano tau Lino sebenarnya orang yang baik.
Queenza? Itu mungkin saja... tapi yang lebih mungkin adalah...
Kaisar?
Bisa jadi Kaisar yang melarang Angel.
Apa Kaisar menyukai Angel?
Fano menghela nafas berat, kalau pikirannya benar jika Kaisar menyukai Angel, itu akan menjadi sangat konyol.
Tapi jika tidak... untuk apa jaga Kaisar yang harusnya sibuk dengan perusahaan kakeknya jadi ikut ke Korea bersama Angel? Tidak mungkin ada urusan dengan Royal Ent karena Royal Ent bukan lah urusan Kaisar, itu urusan pamannya Kaisar, Subin... dan juga Dojun.
Fano jadi penasaran, apa yang sebenarnya mereka kerjakan disana?
Tapi mungkin saja Fano yang terlalu banyak berpikir, sejak berada di tubuh remaja ini Fano jadi mempertanyakan banyak hal entah itu penting atau tidak.
Drrttt
Fano mendapat sebuah pesan baru dari nomor tidak dikenal.
Pesan itu mengatakan jika Fano diundang makan malam di salah satu hotel bintang lima untuk bertemu dengan utusan Deline Jewelry.
Fano menyeringai “Apa ini? Kenapa harus begini? Biasanya bertemu secara terbuka di kantor atau menemuiku langsung bukan? Padahal sahamku kan ada 30%” gumam Fano.
Saham Fano di Deline Jewelry bukan hanya saham di toko cabang saja, itu adalah saham utama perusahaan.
Nama yang digunakan adalah Alfredo Maverick seperti rencana awal.
Mereka tidak sopan sekali menghubungi dan meminta pembeli saham pergi ke hotel dengan sebuah pesan saja.
Apa ini masuk akal?
“Kira-kira yang menemuiku siapa ya ?Bawahannya? Atau dia langsung?”
Fano kembali meraih laptopnya “Mari kita cari tau”
[Aku tidak akan menghentikanmu]
“Itu sudah seharusnya kau lakukan – tunggu! Apa maksudnya itu?”
[Kau bisa melakukan apapun padanya]
Fano tidak percaya melihat pesan dari sistem, ini sungguhan kah? Atau sistemnya sedang ada bug atau virus?
__ADS_1
[Aku serius, jangan berpikir aku bisa rusak, aku ini bukan teknologi]
Fano terkekeh “Bercanda, aku tau kau tidak akan rusak, tapi kenapa aku boleh melakukan apa saja? Apa ada syarat tidak boleh membunuh?”
[Tidak juga]
Kembali Fano harus dikejutkan, ini serius tidak sih?
[Ada hukum membunuh dan dibunuh, jadi tidak masalah kau membunuhnya]
Fano benar-benar terdiam, dia sedang merenungkan apa yang telah sistemnya sampaikan.
“Apa maksudmu?”
[Coba cari tau sendiri]
“Tapi aku tidak yakin bisa melakukannya..”
[Bukankah itu yang kau inginkan?]
Fano menggelengkan kepalanya, “jika aku membunuh Gio, aku pasti akan merasa bersalah pada Bima, jadi aku tidak berpikir bisa berbuat sejauh itu”
[Kau sudah banyak berubah rupanya, itu bagus... pikirkan dulu semuanya sebelum bertindak]
[Tapi jika kau memilih untuk berbuat lebih jauh, aku tidak akan menghentikanmu]
Fano meletakkan kembali laptopnya.
Kepalanya bisa meledak karena ada banyak informasi masuk.
Tidak cukup dengan berbagai masalah, kini datang masalah baru.
Saat itu Fano sedang menikmati liburan dengan bermain di pantai bersama teman-temannya, tentu saja pantai itu adalah pantai di belakang villa miliknya. Fano tidak hanya mengajak teman-temannya seperti Yoshi, Dave, Wawan, Andy dan Haikal... tapi Fano juga mengajak ketiga karyawan barunya, Yanto, Surya dan Joni.
Ini hari libur, jadi mereka juga butuh liburan, apalagi yang masih mahasiswa seperti Surya, pasti sangat penat harus mengurus tugas kuliah dan pekerjaan juga.
Ngomong-ngomong soal ketiga karyawan Fano, ini sudah beberapa hari sejak mereka memakai perawatan yang Fano berikan, bukan hanya Yanto yang makin kurus, wajah mereka juga makin terawat dan makin terlihat ketampanannya.
Makin lama nama Yanto dan Surya makin kurang cocok bagi wajah setampan itu, mereka jadi lebih cocok diberi nama Yohan atau Stevan. Tapi hargai saja nama pemberian orangtua ya.
Kalau begini mereka jadi tidak dipandang sebelah mata lagi, karena sudah glowing dan banyak duit, pasti banyak perempuan mengejar mereka. Tapi untungnya mereka lebih sayang keluarga dari pada berpikir untuk cari pacar.
Fano saja heran, mereka menggunakan sebagian besar uang gaji mereka untuk orangtua di kampung, baru sisanya untuk mereka.
Fano yang sudah tidak punya orangtua jadi iri, dia rindu dengan ibunya lagi.
Ditengah-tengan mereka asyik main voli pantai, datang beberapa orang yang tidak Fano inginkan.
Itu bukanlah mafia yang mengejar Fano atau orang suruhan Gio, melainkan paman, bibi dan sepupu Fano yang asli.
Fano tidak mengerti, bagaimana mereka bisa tau tempat ini dan terlebih lagi, bisa masuk ke tempat se-elit ini hanya untuk menemuinya.
Fano pergi meninggalkan teman-temannya saat penjaga villa melaporkan jika paman, bibi dan sepupunya datang untuk menemui Fano.
Teman-teman Fano menatap Fano khawatir, mereka tau jika hubungan Fano dengan keluarga pamannya kurang baik, Fano bahkan diusir oleh mereka tepat setelah Fano bangun dari kritis.
__ADS_1
“Aku akan menemanimu” kata Yoshi.
“Tidak perlu, kau disini saja dengan yang lain, aku akan segera kembali” balas Fano, dia tersenyum agar teman-temannya tidak khawatir.
Setelah itu Fano pun pergi meninggalkan mereka.
Saat Fano sudah sampai ruang tamu, penjaga villa ternyata sudah menyuguhi keluarga pamannya dengan minuman dan beberapa camilan yang memang tersedia di dapur villa.
“Dasar anak durhaka, seenaknya menikmati semua ini sendirian sementara kita kesulitan”
Baru saja Fano sampai disana, bibinya sudah mencercanya dengan ucapan yang sangat tidak enak didengar.
“Apa kau sengaja keluar dari rumah agar bisa menikmati semua ini sendirian? Dasar keponakan tidak berguna” sahut pamannya Fano.
“Dia sudah terkenal dan ingin membuang kita, dia hanya ingin menikmati semua harta sendirian lalu melupakan kita” kali ini giliran sepupu Fano yang mencibirnya.
Tidak terlalu mempedulikan ucapan mereka lalu duduk di kursi menghadap mereka semua.
“Lalu kalian ingin apa kemari? Minta uang? Haha lucu sekali, bukankah kalian yang membuangku?” kata Fano.
Mereka cukup terkejut melihat Fano yang tidak seperti biasanya, jika Fano yang dulu pasti akan langsung ketakutan saat ini.
Aura dan kharismanya sudah berbeda, meski tubuh dan wajahnya tetap sama... yah, lebih bening sih. Maklum lah, efek bathbomb dan juga perawatan.
“Kami tidak pernah membuangmu, bukankah kau yang pergi dari rumah?” sahut sepupu Fano. Dia adalah laki-laki tinggi besar dan menyebalkan, dulu Fano selalu takut padanya, terutama jika sepupunya sudah mengancam ingin memukulnya.
Tapi jika saat ini, Fano hanya memandangnya sebagai pecundang.
Tidak layak disebut saudara, sama sekali.
Karena dia – tidak, mereka ini... jauh lebih buruk dari pada pembully Fano di sekolah.
Serius.
Fano lebih sering dicaci, diremehkan, dimanfaatkan, bahkan dipukuli oleh mereka.. oh, ditendang juga sering. Tidak cukup sampai disana, Fano disuruh mengerjakan banyak pekerjaan rumah, memasak, mencuci, mengepel dan menyapu..
Belum lagi uang warisan Fano juga diperas dan digunakan mereka seenak hati.
Jika Fano salah sedikit saja mereka tidak akan segan-segan melempari Fano dengan apapun yang ada didekat mereka, entah itu sapu, mangkuk plastik, piring kaca, gelas kaca..
Dahi Fano bahkan pernah terluka parah sebab dilempari mangkuk keramik, sudah begitu mereka tidak peduli dengan Fano yang kesakitan.
Setelah semua yang Fano lewati, pada akhirnya Fano merenggang nyawa karena si kecoak bernama Indra itu, yang sekarang sudah mendekam dipenjara karena kebodohannya sendiri... tapi apa?
Mereka berbalik peduli?
Tidak, mereka malah mengemasi barang-barang Fano dan mengusir Fano segera setelah tau Fano siuman.
Apa itu yang disebut keluarga?
Sekarang Fano terkenal dan punya banyak uang mereka datang untuk meminta??
Enak sekali hidup mereka ini.
.
__ADS_1
.