Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Saat bersama sahabat


__ADS_3

.


.


Meski mengatakan tidak perlu latihan, pada akhirnya Fano memutuskan untuk latihan di sore hari setelah pekerjaannya untuk hari ini selesai. Mungkin karena ada Yoshi, jadi pekerjaan Fano berkurang. Yah, meski Yoshinya mendumel karena dia langsung diberi pekerjaan.


Mereka ada di ruang tengah di lantai dua yang langsung menyambung ke balkon besar. Fano ada di balkon bersama Jehyuk, sama seperti kemarin. Sedangkan Yoshi ada di dalam ruangan, duduk lesehan di atas karpet bulu dengan meja kecil di depannya.


Yoshi bekerja disana karena dia sambil mengurusi si kecil Jisung yang tidak ingin lepas dari Yoshi. Lagipula si Jisung sangat tenang jika sudah bersama Yoshi.


Itu sebelum negara api menyerang – maksudku, sebelum Yoshi sadar jika Jisung yang tadinya hanya asyik main dengan boneka dan mobil-mobilan itu, kini mulai meremat beberapa dokumen penting.


Refleks Yoshi langsung teriak sampai membuat semuanya kaget, Jisung saja langsung menangis kencang.


“Yoshi kamu apain adikku, hah?!” kata Jehyuk, dia pun meninggalkan laptopnya lalu segera pergi menuju tempat kejadian perkara. Namun setelah Jehyuk hampiri adiknya, yang ada si Jisung malah merangkak menuju pangkuan Yoshi.


Jehyuk merasa dihianati oleh seorang bayi.


Masa adiknya lebih menyukai Yoshi sih? Apa kelebihan Yoshi dibanding dirinya? Ini tidak adil. Dunia ini kejam.


“Maaf, gak sengaja, aku cuma kaget aja tadi, balik kerja sana” kata Yoshi.


“Udah selesai, dah lah, mau nyari minuman dingin aja” Jehyuk yang sedang jengkel.


“Lha, si Jehyuk ngambek apa gimana tuh” gumam Yoshi, namun Fano yang memang tidak jauh darinya, dapat mendengar dengan baik. Lagipula pintu balkon terbuka lebar-lebar.


“Kamu sih tiba-tiba teriak, ngagetin orang gak kaget aja” sahut Fano.


“Siapa?” Yoshi.


“Yang peduli?” Fano.


Jisung sudah tidak menangis lagi dan kembali tenang, Yoshi juga lega, dia merasa seperti bekerja dobel-dobel, sambil mengurusi bayi segala. Yoshi kesal sekali karena si Jehyuk tidak ada rasa bersyukurnya sama sekali adiknya dia jaga.


Ini juga si Jisung kenapa suka sekali sih dengan Yoshi? Masa iya hanya karena Yoshi mirip ibunya, perasaan tidak mirip deh.


Yoshi menunduk menatap Jisung, si bayi juga mendongak menatapnya. Yoshi akhirnya luluh melihat imutnya si bayi, jadi dia tersenyum, Jisung juga ikut tersenyum lalu terkekeh. Lucu sekali giginya yang ada dua di atas dan dua di bawah membuat Jisung makin lucu.


Tapi ... Yoshi yakin jika Jisung sampai mengigit, pasti sakit itu.


Apalagi kalau menyusu – astaga, Yoshi ngilu sendiri memikirkannya.


“Kau sudah tidak bekerja kan Fano?” tanya Yoshi.


“Aku sibuk latihan” balas Fano, Yoshi berdecak malas “Siapa tadi yang bilang sudah tidak perlu latihan ya?” sindir Yoshi.


“Bacot ya, ga usah berisik” Fano kembali menutup telinganya dengan earphone, mendengarkan lagu yang ingin dia bawakan besok. Yoshi berisik sekali dari tadi, jika sudah ada Yoshi, Fano itu tidak bisa tidak julid. Habisnya Yoshi juga menyebalkan dan suka mengerjai Fano. Fano heran kenapa bisa punya teman seperti Yoshi, Fano yang tadi imagenya dingin dan tidak banyak omong jadi ikutan banyak bacot jika sudah bersama Yoshi.


Fano juga capek sendiri hanya dengan memikirkannya.


“Yang berisik juga siapa? Aku mau mintol nih” kata Yoshi, Fano melirik Yoshi “Mintol apaan deh?”

__ADS_1


“Minta tolong” Yoshi.


“Kuker banget pake disingkat” Fano.


“Kamu tau ini apa Fano?” Yoshi mengangkat sendal bulu rumahan yang dia pakai.


Fano berdecak malas, lalu bangkit dari kursinya dan berjalan masuk, mengambil Jisung dari gendongan Yoshi lalu duduk di sofa. Sementara itu Yoshi membereskan dokumen yang tadi diremat oleh Jisung.


“Oh, jadi karena itu kau tadi teriak?” tanya Fano, Yoshi melirik Fano malas “menurutmu?”


“Tsk! Gak usah ngambek deh, kek bocah aja, pacaran sama Abel bukannya lebih dewasa malah ikutan kek bocah” kata Fano.


Yoshi menoleh pada Fano, “Fano bacot”


Fano hanya diam, dia merasa kata-kata itu sangat familiar, tapi siapa yang mengatakannya pada Fan – oh iya, Lylac.


Lylac mirip sekali menyebalkannya dengan Yoshi.


Fano harus menyiapkan banyak-banyak stok kesabaran jika menghadapi mereka berdua. Tapi ... Fano kangen Lylac, kangen ucapannya yang menyebalkan itu.


“Untung aja ini dokumen baik-baik aja” gumam Yoshi, setelah itu dia menyimpan dokumen ke dalam map. Baru setelah itu menoleh pada Fano, Yoshi baru sadar jika Fano tiba-tiba terdiam.


Kemudian Yoshi duduk di sebelah Fano, di sofa yang masih sangat lebar itu. Jisung kembali merangkak lepas dari Fano, menuju gendongan Yoshi lagi.


Fano pun merasakan rasa sakit yang sama dengan Jehyuk.


Apa Jisung tidak menyukai Fano? Apa bayi itu lebih menyukai Yoshi? Apa kurangnya Fano?


Tapi sungguhan lho, Fano merasa jengkel karena hal sepele itu. Sama seperti ketika Angel bisa tertawa lepas saat bercanda dengan Yoshi. Mungkin Yoshi memiliki pesona tersendiri yang tidak dapat Fano lihat. Kadang Fano juga iri dengan Yoshi yang mudah disukai orang-orang.


Mungkin Yoshi tidak tau, tapi keluarga Raynold juga menyukai Yoshi, Fano tau sendiri dari Aron. Aron mengirimi Fano chat, dia memang sering bertukar pesan dengan Fano. Aron bilang, dia dan beberapa sepupunya suka sekali menggoda Yoshi. Tapi Yoshinya yang tidak tau jika Aron dan para sepupunya sebenarnya sudah merestui Yoshi dan Abel.


Menurut Aron, hanya Yoshi yang pantas untuk Abel, karena Yoshi dapat menjaga Abel dengan baik.


Harusnya Aron memberitahu orangnya langsung, agar Yoshi tidak salah paham.


Rumit sekali memang.


Padahal jika Yoshi pergi seperti ini, Fano yakin Abelnya sedang marah karena Aron dan para sepupunya membuat Yoshi kabur. Yah, meski Yoshi tidak sepenuhnya kabur sih, dia memang Fano tarik untuk


membantunya disini, karena ternyata Fano susah jika sendirian. Apalagi rencananya Fano ingin membuat F&A Group jadi lebih besar lagi dari sekarang.


Bekerja bersama akan membuat semuanya terasa ringan bukan?


“Fano, ya ampun, kamu kenapa sih nglamun terus?” tanya Yoshi.


“Hah? Apa?”


Yoshi berdecak kesal “Kamu nglamun terus dari tadi, ada masalah?”


Fano menggeleng pelan “Itu, eum – aku sebenarnya tidak boleh memberitahumu tapi, ah gak jadi”

__ADS_1


Yoshi mengernyitkan keningnya tidak mengerti “Apaan? Cerita gak?”


Kemudian Fano membeberkan isi pesannya dengan Aron, mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


“Oh, jadi gitu, ngeselin banget si Aron, kalo gak ada Bima, gak ada yang belain aku, aku dikerjain mulu sama Aron and the gank”


“The gank nya siapa?” tanya Fano.


“Siapa ya? Ada Aron, Peter, Christal, siapa lagi ya, banyak pokoknya” jawab Yoshi.


“Fano!”


Mereka berdua terkejut karena tiba-tiba Raja sudah ada di depan Fano, keluar dari portal.


Yoshi membekap mulutnya, tidak percaya dengan fenomena yang barusan dia lihat.


“Fano, kamu harus ikut aku!” kata Raja, dia kemudian menarik lengan Fano begitu saja, kemudian menoleh pada Yoshi yang masih menatap Raja dan portal tidak percaya.


“Kami akan jelaskan nanti, jangan katakan ini pada siapapun, oke?” pinta Raja.


Yoshi hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat “O - oke”


“Ayo Fano!”


Sepertinya Raja sedang terburu—buru, jadi Fano pikir pasti ada sesuatu hal mendesak yang membutuhkan Fano, atau Fano harus segera tau.


Akan tetapi, setelah Fano masuk ke dalam portal, Fano dan Raja tidak berada di istana, atau restoran milik Lady Lydia. Bukan pula di Floutessia atau Clouteria.


Namun mereka sampai di pinggir hutan.


Ada hutan dengan pohon-pohon besar yang terlihat berwarna-warni karena warna daun dan warna buahnya beragam.


Ini seperti sedang musim semi, bunga dan buah bermekaran dengan indahnya.


Akan tetapi, kenapa Fano diajak ke tempat ini?


Raja terus menarik lengan Fano menuju ke dalam hutan.


“Sebenarnya ada apa?” tanya Fano.


“Nanti saja, tidak ada waktu untuk menjelaskan!”


Entah mengapa, perasaan Fano jadi tidak enak.


Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi.


.


.


.

__ADS_1


menurut kalian alurnya terlalu lambat atau gimana??


__ADS_2