Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Hadiah kotak misterius


__ADS_3

.


.


Keesokan harinya, tentu saja berita tentang Yohan sangat heboh. Banyak yang tidak menyangka Yohan yang tampan itu ternyata adalah orang jahat. Keluarganya tidak bisa menutupi kejahatannya, bahkan, kejahatan keluarga itu terungkap. Hasilnya merekapun hancur, bisnis mereka juga terpuruk, tapi Fano memanfaatkan keadaan itu untuk membeli semua sahamnya.


Biar saja perusahaan itu terpuruk untuk saat ini, tapi selanjutnya Fano akan membuatnya berjaya lagi. Mereka memiliki bisnis yang cukup bagus sebenarnya, yaitu perusahaan yang memiliki restoran, cafe dan bar. Di setiap daerah di Korea pasti ada restoran atau cafe atau bar milik mereka. Karena itu mereka jadi kaya raya bukan?


Mungkin beberapa waktu bisnis itu akan tutup, tapi Fano akan membeli semuanya dan membuat merek baru dengan namanya.


Rencana itu masih dijalankan, kita kembali lagi pada Fano yang baru bangun tidur, sudah disuguhi dengan pemandangan wajah-wajah mengasihani dari teman-temannya.


Bahkan Jehyuk dan adik bayinya juga datang pagi ini.


Mereka semua mengkhawatirkan keadaan Fano.


Padahal Fano sudah capek mengatakan jika dia baik-baik saja, dia bahkan sudah minum ramuan penyembuh hingga semua luka dan memar meghilang tanpa bekas.


“Jika kalian khawatir padaku, buatkan aku sarapan atau apa –”


“Kan udah dibuatin kak Angel dan kak Jungyu” sahut Wawan, memotong ucapan Fano.


Itu benar juga sih, tapi Fano sebenarnya hanya ingin mengusir mereka secara halus agar dirinya sendiri bisa tidur lagi atau bagaimana. Fano baru bisa tidur jam tiga pagi ini, dan ini masih jam tujuh pagi. Baru empat jam Fano tidur, dan mereka sudah mengusiknya.


“Kak Fano beneran gak apa-apa?” tanya Bella untuk entah yang keberapa kalinya.


Fano tersenyum pada mereka lalu mengangguk, kemudian dia kembali berbaring.


“Jangan tidur!!” Yoshi memaksa Fano kembali bangun.


“Kita gak tenang pergi ninggalin kak Fano” sahut Dave.


“Sudah tidak ada orang yang akan mencelakaiku, kalian tidak perlu khawatir, sudah siap-siap saja, jangan lupa bawa oleh-olehnya, aku membeli banyak untuk kalian” kata Fano, kemudian dia menguap sebentar, sebelum kembali berbaring.


Mereka pun memilih untuk keluar karena Fano mungkin butuh banyak istirahat.


“Bubu”


Fano membuka matanya, melihat bayi Jisung yang duduk sambil menatapnya.


“Jehyuk bawa adikmu!!” teriak Fano.


Tapi kemudian bayi itu malah naik ke atas tubuh Fano lalu duduk disana.


Tidak ada tanda-tanda Jehyuk mendengar suara Fano, dia tidak kembali untuk mengambil adiknya, apa dia sengaja?


Hari ini Jehyuk dan Jungyu akan mengantar teman-teman Fano dulu ke bandara, habis itu baru kembali lagi. Mereka terpaksa libur karena keadaan Fano, tapi maksudnya hanya libur tidak ke kantor, kalau pekerjaan masih bisa dikerjakan di rumah.


Karyawan yang baru juga mulai bekerja besok, toko juga akan mulai disiapkan besok. Fano harus siap-siap kehilangan banyak koin lagi untuk menyetok barang, di gudang juga.


Tapi tidak apa, semua yang keluar nanti akan kembali lagi beberapa kali lipat.

__ADS_1


Fano meraih tangan mungil si bayi, lalu jari telunjuk Fano langsung dia genggam. Duh, imut sekali bayi ini.


Fano jadi ingin memiliki anak lagi, pasti sangat lucu. Apa anak Fano dan Queen akan mirip Alfred? Apa anak Fano dan Angel nanti mirip dengan Fano? Atau dengan Angel? Fano ingin tau.


Fano ikut terkekeh saat si bayi tertawa, bayi Jisung kelihatan sangat senang pagi ini. Fano juga senang.


Oh iya, Fano juga masih memiliki hadiah yang belum dibuka. Hadiah dari melawan Yohan. Hadiahnya berupa kotak misteri, jadi Fano harus membuka kotak penyimpanannya dulu untuk mengetahui hadiah apa yang dia dapat.


Fano kembali duduk sambil menggendong bayi Jisung, kemudian dia membuka kotak misterius hadiahnya.


[SELAMAT! Anda mendapatkan mansion besar di jalan xxx daerah x]


[Silahkan lihat sertifikatnya]


Fano menarik sertifikat dari kotak penyimpanan, matanya membelalak melihat harga untuk mansion itu. Tidak heran sih, ada mansion sebesar itu di Seoul yang harga tanahnya tidak main-main, pasti sangat mahal.


Harganya mencapai triliun jika dirupiahkan, tepatnya 2 triliun rupiah.


[Mansion itu satu paket dengan pelayannya]


Pantas saja harganya semahal itu, karena sudah ada yang mengurus.


“Fano, apa Jisung ada bersa – astaga, ternyata beneran sama kamu ya? Apa yang kamu pegang itu?”Angel masuk ke kamar Fano, lalu mengambil alih bayi Jisung dari gendongan Fano, dia duduk di sebelah Fano untuk melihat apa yang Fano lihat.


Angel tercekat setelah tau jika itu adalah sertifikat mansion mahal yang belum lama ini sedang dibicarakan karena saking mahal dan mewahnya.


“Fano.. kamu –”


Angel menatap Fano tidak percaya “Apa maksudmu? Tentu saja aku suka – tapi kenapa?”


“Agar kita punya tempat tinggal disini, dan.. lagipula Noa juga kerja disini, pasti dia senang jika memiliki rumah untuk kembali kan?” kata Fano, sebenrnya asal saja, tapi dia juga tulus mengatakannya.


Angel mengangguk lalu memeluk Fano, jadi bayi Jisung ada di antara mereka.


“Noa pasti senang” Angel


“Nyonya rumah sepertinya juga senang” Fano


“Apa sih Fano! Kan kita belum menikah” Angel terlihat malu-malu saat mengatakannya, Fano yang gemas mencubit pipinya, yang meski sudah tidak chubby, tapi masih tetap kenyal.


“Kapan kau bisa menikahnya? Masa nunggu umur kamu 30 tahun sih” tanya Fano.


Angel menepis tangan Fano dari pipinya “Ya nggak selama itu juga”


“Tapi nunggu apa? Aku udah banyak uang, kau juga sudah sukses... atau menunggu selesai kuliah? Berapa tahun lagi? Dua? Tiga?”


Angel menunduk sedih “Maaf... kamu bisa menikah dengan Queen dulu”


Fano menghela nafas berat, kemudian dia memeluk Angel dari samping “maaf, aku tidak akan menanyakannya lagi, kita bisa menjalaninya dulu kan? tidak perlu buru-buru juga kok, kita memiliki banyak waktu”


Angel mengangguk pelan, kemudian tersenyum kecil.

__ADS_1


“Bububu”


Fano menunduk menatap si bayi, kemudian menoel pipi bayi itu gemas “kamu imut banget sih”


“Makasih” Angel


“Maksudku si Jisung” Fano


“Jadi aku gak imut?” Angel


“Imut juga kok...”


“Hmph! Ayo kita pergi saja Jisung” Angel berdiri lalu pergi sambil menggendong Jisung, meninggalkan Fano sendirian.


“Angel jangan ngambek”


Tapi Angel tetap pergi, Fano tidak mau repot mengejar, lagipula dia tau Angel hanya bercanda padanya.


Fano lebih memilih untuk menyimpan sertifikatnya kembali, lalu meraih ponselnya. Banyak pesan datang dari Wonhi, sayang sekali jadwal pemotretannya dengan produk Fano telah diganti dan dijadwal ulang. Itu karena Fano kan habis terkena musibah, satu Korea sedang gempar, jadi rasanya tidak etis jika Fano masih melangsungkan acara pemotretan, paling tidak, dia harus istirahat terlebih dahulu.


Fano kan sedang memainkan peran seorang korban, jadi harus terlihat meyakinkan, dia bahkan rela tidak ikut mengantar teman-temannya ke bandara.


Kemudian pesan selanjutnya...


Hmm?


Ini bohong kan?


Queen berpesan jika dia akan segera berangkat ke Korea, karena dia menghawatirkan Fano. Okay, Fano sangat senang karena Queen akhirnya mau pergi ke Korea juga tapi – kenapa bersama kakeknya?


Tidak, bukannya Fano tidak suka menemui Felix, hanya saja – apa ya?


Dia tidak siap.


Sampai kapanpun dia tidak akan siap.


Felix mengetahui semua tentang Fano, jadi dengannya Fano merasa tidak bebas.


Apalagi, gedung apartemen ini kan punya Felix. Katanya juga, apartemen yang sedang Fano tempati dulu apartemen milik Felix yang sering dia tempati jika sedang ke Korea. Mungkin karena itu sekarang sekalian seluruh gedung dia beli.


Tidak heran, mungkin uangnya sudah tidak terbatas.


Kenapa juga Reina harus bereinkarnasi menjadi Queen? Jika begini Fano akan tetap jadi menantu keluarga Raynold lagi dan lagi, seperti lingkaran setan, dia tidak bisa keluar.


Mungkin karena masih mengantuk, dia hanya tidur kira-kira empat jam saja. Apalagi dia juga masih dalam masa pemulihan setelah babak belur, reaksi ramuan penyembuh juga butuh waktu meski seluruh luka telah hilang.


Jadi... Fano kembali terlelap.


.


.

__ADS_1


__ADS_2