Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Kastil permata Floutessia


__ADS_3

.


.


Lylac terbaring di sebuah ranjang besar, matanya tertutup rapat dan tubuhnya kali ini lebih solid,


tidak transparan seperti yang dulu Fano lihat saat Felix mengeluarkannya dari layar sistem. Namun, tubuh Lylac memiliki sedikit cahaya, namun tidak menyilaukan.


Fano mendekat dan duduk di sebelah Lylac, menggenggam tangannya yang terasa dingin membeku.


“Apa yang harus aku lakukan untuk menolongnya?” tanya Fano.


“Untuk sementara, aku ingin kau melepaskan Lylac dulu” kata ibunya Lylac, namanya Charlize, dia


adalah seorang peri roh yang memiliki tingkatan tertinggi, bisa dibilang seorang dewi.


Fano mendongak menatap Charlize dan Felix tidak mengerti “melepas? Apa maksudnya?” tanya Fano.


“Begini Fano, Lylac bisa sakit setelah berusaha keras menghilangkan semua mimpi burukmu, dreamless


potion yang dia berikan itu sebenarnya hanya bisa bekerja untuk mimpi biasa, tapi mimpimu agak berbeda, itu semua adalah mimpi buruk efek dari masa lalumu sangat kejam. Sangat sulit untuk menghilangkan mimpi itu, jadi Lylac memilih untuk menyerap semuanya, karena itu dia bisa jatuh sakit” jelas Charlize.


Fano kembali menoleh pada Lylac, menggenggam tangannya yang sedingin es dengan erat, tidak apa Fano merasa kedinginan. Lylac diam-diam melakukan semua itu untuknya, mengorbankan dirinya sendiri hanya agar Fano tidak mendapatkan mimpi buruk itu.


Memang Fano sangat menderita saat mendapatkan mimpi buruk itu, tapi jika melihat Lylac yang biasanya


cerewet jadi sakit begini, Fano lebih menderita lagi. Bahkan di kehidupan kedua dia merepotkan seseorang yang sangat dekat dengannya.


“Jadi Fano, kami akan melepaskan ikatanmu dengan Lylac untuk sementara waktu, sistem itu akan terus


ada bersamamu, level atau poin akan terus bertambah sesuai dengan ketentuan, namun yang berubah hanya tidak ada Lylac yang akan memberimu misi-misi yang


baru. Jadi untuk mendapatkan poin agar bisa naik level kau harus banyak membantu orang lain dan menyelesaikan masalah mereka, atau membuat orang lain bahagia” kata Charlize lagi.


“Kau mau melepas ikatan itu kan Fano?” tanya Felix.


Fano mengangguk yakin “Aku mau”


Tiba-tiba sebuah rantai yang mengalung di leher Fano dapat terlihat, baru kali ini Fano dapat melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Rantai itu terhubung pada Lylac.


Kemudian Charlize memegang rantai itu dan menghancurkannya.


Seketika rantai rantai itu hancur dan melebur menjadi cahaya, yang kemudian berpendar dan menghilang. Sakit kepala yang Fano rasakan juga ikut lenyap, badannya kembali terasa ringan.


Akan tetapi, Lylac tetap tidak terbangun.


“Jangan terlalu khawatir dengan Lylac, setelah ini dia akan mendapatkan perawatan khusus, jika masih terhubung denganmu itu akan membuatmu terdampak juga, makanya harus dilepas dulu. Mungkin perawatannya agak lama, setelah dia sembuh dia akan


kebali lagi menemanimu” kata Charlize lagi.


“Bagaimana jika dia tidak perlu kembali? Maksudku – bukannya aku mau berbuat curang, hanya saja aku merasa tidak enak jika mengganggunya” sahut Fano.


Charlize terkekeh pelan lalu mengusap kepala Fano dengan lembut “Jangan khawatirkan itu nak, Lylac sangat menyukaimu, dia hanya ... eum, apa istilahnya? Tsundere? Dia juga sangat perhatian padamu, jadi aku yakin dia pasti akan kembali padamu” jawab Charlize.


“Aku juga sangat menyayanginya” gumam Fano, yang bisa didengar oleh Felix ataupun Raja, buktinya Raja langsung menyahut.

__ADS_1


“Kau tidak bisa menikahinya juga” kata Raja.


“Tidak, rasa sayangku tidak seperti itu” sahut Fano.


“Raja, Fano dan Lylac itu memiliki hubungan yang sangat dekat, bahkan lebih dekat dari anak kembar


sekalipun, mereka bisa merasakan dan melihat hati satu sama lain, hampir seperti satu jiwa, tentu saja tidak bisa menikah, kenapa pikiranmu buruk terus


sih?” timpal Felix, yang diangguki oleh Fano, meski Fano juga baru tau dia dan Lylac itu satu hati. padahal mereka sering sekali cekcok.


Apa itu yang disebut soulmate ya?


“Bukannya gitu grandpa, hari ini Queen marah-marah terus karena curiga Fano akan dinikahkan dengan Lylac” bantah Raja.


Dahi Fano mengernyit mendengarnya “Dari mana Queen bisa berpikir seperti itu?” tanya Fano heran.


“Tauk, aku jadi kena imbasnya, bahkan Kaisar saja kabur ke Clouteria, itu tidak jauh dari sini, mau kesana?” tawar Raja.


“Ada ada disana memangnya?” tanya Fano.


“Lebih baik kalian berkeliling Floutesia saja, disini juga banyak hal yang menyenangkan” sahut Felix.


Raja menggeleng “Gak mau, maunya ke Clouteria, banyak bar bar baru bertebaran, kan aku jadi penasaran” bantah Raja.


“Gak bisa dibilangin ya? Kau itu pangeran mahkota, jaga sikapmu dong!” kata Felix, yang membuat Raja


langsung cemberut “Kalo Kaisar gak apa-apa” keluhnya.


“Kan kaisar bukan putra mahkota” jawab Felix.


Sekarang Fano mengerti kenapa Raja tidak banyak bekerja di perusahaan seperti Kaisar dan Queen, rupanya dia bertugas menjadi pangeran mahkota di negara ini. Rupanya dia memang bukan pengangguran ya, tapi tetap saja lebih bebas, buktinya dia bisa seenaknya mengganggu hidup Fano.


“Kalian jangan ribut disini dong, ada Lylac sedang sakit” kata Charlize.


“Maaf grandma” kata Raja.


“Jangan panggil aku grandma! Aku tidak setua itu” bantah Charlize.


“Kau bahkan sudah lebih tua dariku” sahut Felix.


“Umur peri itu berbeda dengan manusia, tidak boleh disamakan, kalau dibandingkan dengan umur manusia aku masih 50” jawab Charlize.


“Aku 25” Felix.


“Mana ada!” Charlize.


“Lebih baik kalian pergi jika ribut” kata Fano.


“Hei, ini rumahku” sahut Charlize.


“Sudah, ayo kita pergi, biar Fano menemani Lylac dulu” kemudian Felix menarik Charlize dan raja menjauh dari sana.


Setelah pintu kamar ditutup, Fano kembali menunduk menatap Lylac yang masih terbaring kaku. Sepertinya pengobatan untuk peri berbeda, tidak seperti manusia yang hanya diberi ramuan penyembuh.


Fano mengulurkan tangannya untuk membelai pipi Lylac “Cepat sembuh ya, aku sudah kangen untuk berdebat denganmu, dari yang lainnya kau adalah teman pertamaku, tidak – kau bahkan sama seperti saudara bagiku, bahkan lebih dekat lagi. Jadi cepat sembuh ya”

__ADS_1


Setelah itu Fano menundukkan tubuhnya untuk mengecup kening Lylac.


Rasanya dingin.


Tapi kemudian setelah itu, tubuh Lylac jadi lebih hangat dari sebelumnya, Fano bisa merasakannya dari


genggaman tangan mereka. Sepertinya Lylac akan sembuh perlahan-lahan.


“Meski tanpamu, aku janji tidak akan melanggar, aku akan menunggu sampai kau sembuh” kata Fano. Setelah itu dia melepaskan genggamannya pada Lylac, lalu beranjak dari sana.


***


Raja dan Fano berkeliling kastil Floutessia. Tempatnya sungguh sangat indah, dindingnya terbuat dari kristal khusus, lantainya juga terlihat jernih bahkan lebih mulus dari marmer. Hiasan istana ini adalah berlian-berlian dengan berbagai warna.


Ada sebuah kolam yang sangat indah, dindingnya terlihat seperti gua, namun terbuat dari bebatuan perhiasan, yang dapat memantulkan kilauan ke dalam air, sehingga air yang sangat jernih tersebut terlihat lebih berkilauan.


Karena ini sudah malam, Raja mengajak Fano untuk berendam di kolam yang airnya hangat. Menurut Raja,


mandi di kolam itu dapat membuat tubuh bersih dari racun-racun yang beredar di dalam tubuh. Karenanya Fano sangat penasaran untuk mencoba.


Setelah mandi Fano merasakan tubuhnya jadi lebih segar dan ringan, entah mengapa, tapi dia juga


merasa kulitnya jadi lebih halus dan cerah dari sebelumnya. Fano pikir para wanita pasti suka mandi di kolam itu, sudah tempatnya sangat indah, khasiat kolamnya juga luar biasa.


Tapi sayang sekali kolam itu hanya ada di dunia ini, itupun tidak berada di banyak tempat, kata Raja hanya ada di Devirtia, Istana Skeria, Kastil Floutessia, dan Kerajaannya Raja sendiri, yaitu kerajaan bangsa Peri bunga, namanya Fleurezia.


Namanya ribet sekali, tapi semoga Fano dapat mengingatnya dengan baik.


Menurut Raja juga, kolam yang ada di Floutessia jauh lebih alami dan khasiatnya lebih baik dari yang lain.


Fano juga bisa melihat Raja yang tadinya sudah ganteng alami, sekarang jadi lebih ganteng lagi. Fano tidak bisa melihat dirinya sendiri karena belum bercermin, tapi dia yakin dia pasti terlihat jauh lebih tampan dari Raja.


“Mau ke Fleurezia?” tawar Raja “Menenangkan pacarmu, dia sedang ngambek, aku kan sudah bilang tadi ... oh iya, pangeran sialan itu juga masih disana” tambah Raja.


“Yang mau melamar Queen?” tanya Fano.


“Eh, kok tau?” sahut Raja.


“Dia yang mengatakannya, baiklah ayo kita kesana” jawab Fano.


“Kau tidak sibuk dengan pekerjaan? Tadi kau juga meninggalkan Angel” kata Raja.


“Oh iya, tapi pasti Angel sudah tidur sih” Fano.


“Padahal aku mau ke bar” Raja.


“Jika tidak boleh, ya tidak boleh” Fano.


“Fano gak asyik” Raja.


“Terserah, ayo pergi”


.


.

__ADS_1


__ADS_2