Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Dungeon untuk berlatih sihir


__ADS_3

.


.


Dikatakan dungeon pelangi itu karena dinding gua memiliki banyak warna, memiliki beberapa tingkatan, semakin tinggi, maka monster yang menghuni akan semakin tinggi pula levelnya. Dungeon pelangi itu ada di Floutessia, agak jauh dari kastil milik Lylac.


Menurut penjelasan Lylac, dungeon itu memang dibangun untuk latihan sihir. Berhubung Fano masih memiliki sihir yang rata-rata level satu, maka harus masuk dungeon tingkat satu. Monster yang ada di dalamnya adalah monster buatan.


Dan ternyata monster yang dulu Fano habisi karena dihukum, jika kalian ingat, saat itu di padang pasir. Itu adalah salah satu monster level dua. Namun jika dulu Fano melawannya dengan bantuan senjata sihir otomatis dari Lylac, kali ini Fano harus melawannya dengan sihir yang dia miliki.


Jadinya akan lebih susah.


Monster kalajengking sekuat itu hanya level dua ternyata, bagaimana dengan level tiga dan selanjutnya.


Sama seperti hukuman dulu, jika berhasil mengalahkan monster akan mendapatkan koin, seperti game. Memang dungeon pelangi itu dibangun mirip sekali dengan game. Dan sesuai tingkatan, koin yang didapat pun akan disesuaikan dengan tingkatan monsternya.


Dan itu, untuk latihan sihir saja.


Lylac bilang, dia sudah melakukan latihan itu sejak umur lima tahun, umur lima belas dia sudah lulus sampai tingkatan 100. Dua tahun kemudian dia hanya diam saja dan main-main di sekitar Adez, hingga kemudian ibunya memberikan tugas pertama Lylac, yaitu menemani Fano dan menjadi sistemnya.


Jadi intinya, Fano itu merupakan tanggung jawab Lylac.


Tapi jika di dunia manusia seperti sekarang, malah gantian Lylac yang jadi tanggung jawab Fano. Tidak apalah, gantian.


“Tapi, Lylac, ada yang ingin ku tanyakan” kata Fano.


“Apa itu?” sahut Lylac.


Mereka masih ada di ayunan, kini sudah terbang jauh sekali dari atas villa, Fano bisa melihat samudra hindia di bawahnya, sebenarnya ngeri sih, kalau mereka jatuh kan bisa langsung mencebur ke laut.


Siang-siang begini, Lylac mulai mengantuk, jadi dia menyandarkan kepalanya pada bahu Fano. Sedangkan Fano masih sibuk berpikir dan mencatat informasi dungeon pelangi di otaknya.


“Jika kau bisa memberiku banyak hadiah-hadiah uang, itu artinya kau bisa menyihir uang untukmu sendiri kan?” tanya Fano.


“Iya, tentu saja bisa, itu mudah – hoamm, aku ngantuk Fano” Lylac kembali menguap.


“Kalau begitu kita kembali lagi ke tempat semula, kita sudah ada diatas samudra hindia ini!!” protes Fano.


“Oh?” kemudian Lylac menendang kapsul yang menyelimuti ayunan mereka, hingga kapsulnya pecah seperti gelembung.


Namun mereka tidak jatuh ke samudra hindia, melainkan kembali lagi ke hutan. Lylac memeluk Fano lalu bergumam “Gendong aku, kembali ke villa, aku ngantuk”


“Dasar manja”


Padahal masih banyak pertanyaan yang ada di kepala Fano, tapi sepertinya Lylac tidak bisa menjelaskan banyak hal dalam waktu singkat, dia juga bisa lelah. Fano merasakan makin lama, Lylac makin memiliki banyak kesamaan dengan manusia, karena dia setengah manusia, apa namanya? Hybrid?


Saat Fano sudah keluar dari ayunan, ayunan itu langsung lenyap begitu saja.


Jadi inti dari pembicaraan Fano dan Lylac adalah, sistem Fano sudah berubah untuk menguji Fano. Jadi saat Fano berbuat baik, yang masuk hanyalah poin-poin kebaikan saja, sementara hadiah seperti koin dan dan bonus lain tidak akan masuk.


Sudahlah, harta Fano juga sudah banyak sekali dari bisnisnya, meski modalnya juga berputar, tapi tetap saja harta bersih Fano sudah sangat banyak. Belum lagi dari saham-sahamnya juga.


Ngomong-ngomong saham, padahal Fano ingin menanyai Lylac bunga levare itu apa, yang akan jadi produk baru Royal Food&Drink.


***

__ADS_1


“Gimana, kamu udah hubungin Lily?” tanya Fano.


Ini sudah malam, merekapun baru selesai makan malam, tapi yang pekerjaan sebaiknya tidak ditunda, Fano ingin segera menyelesaikan masalah yang ada disini.


Terutama masalah Lily, Fano sudah menceritakan masalah itu pada Fira juga, dan Fira yang super baik itu malah mendesak Fano untuk membantu adiknya. Padahal sudah jelas-jelas adiknya itu jahat pada Fira. Tapi, Fira tidak tega mengetahui Lily sedang diincar oleh seseorang.


“Bentar kak, dia ga mau ngangkat, aku hubungi lewat DM sosmed dulu ya” keluh Dave, dia memiliki nomor Lily, tapi Lily tidak mau mengangkat telfon darinya, sombong sekali Lily itu.


Tapi, mungkin juga dia tidak menyimpan nomor Dave, makanya tidak mau mengangkat.


“Nah, langsung dibalas, sebentar, aku telfon lagi” Dave kembali menghubungi Lily, kali ini langsung diangkat.


“Ini Dave? Hiks – ada apa? Ku harap ini penting” kata Lily diujung telfon.


“Kau menangis?” tanya Dave, Fano dan Fira ikutan khawatir mendengar isakan Lily, sedangkan Yoshi,


Wawan dan Abel yang ikut mendengarkan hanya lanjut memakan camilan saja. Camilan mereka malam ini adalah pia basah, itu di dapat dari salah satu pengurus Villa ini, dia sempat pulang kampung ke Sidoarjo, jadilah dia membawa oleh-oleh banyak sekali pia basah, karena ada pabriknya di dekat rumahnya.


Tapi bukan hanya pengurus villa, Fano juga memberikan oleh-oleh dari Korea dan Jepang untuk


mereka, rencananya Fano juga akan memberi oleh-oleh untuk pengurus villa pinggir pantai dan juga pengurus mansion yang ada di Indonesia.


Tapi mungkin besok saja.


Kembali lagi pada Dave dan Lily.


“Tumben kau ingat padaku, Dave, aku pikir kau sudah lupa denganku” kata Lily.


“Bagaimana bisa aku lupa padamu? Kau sangat terkenal, aku tidak ingin basa-basi, apa yang membuatmu menangis adalah bukti rekaman managermu tidak diberikan oleh petugas pesawat?”


tanya Dave.


“Hiks – apa kau ... mendengar dari Fano?”


“Iya, aku mendengar dari kak Fano, kami memutuskan untuk membantumu menangkap manager jahat itu” kata Dave.


“Sungguh?”


“Iya, meski kami sebenarnya malas sekali, apa kau tau siapa yang mendesak kami untuk melakukannya?”


“Siapa?”


“Kakakmu, Fira, yang kau tarik rambutnya pagi tadi”


Lily tidak menyahut lagi, dia hanya menangis saja, sampai kemudian Dave meminta bertemu dengannya besok. Setelah itu telfon berakhir.


“Dasar, cewe, nangis mulu” gumam Dave.


“Heh, kamu juga masih cengeng, gak berhak komen” sahut Yoshi.


“Iya nih! Abel kan jadi tersinggung” timpal Abel.


“Kalo kamu cengeng gak apa-apa Bel” Yoshi mencubit pipi Abel gemas, Fano berdehem kencang “EHEM!”


“Hargai yang jomblo dong kak!” protes Dave.

__ADS_1


“Jomblo itu apa?” tanya Fira.


“Yang gak punya pasangan gitu kak” balas Dave.


“Berarti aku gak jomblo dong, kan Jehyuk bilang kita couple, couple itu artinya pasangan kan?” kata Fira antusias.


“Tuan muda satu itu gak bisa lihat yang bening dikit ya, Fira kok mau sih dibego-begoin dia” sahut Yoshi.


“Biar aja sih, yang penting dia tanggung jawab – eh, tapi dia gak boleh nikahin Fira, kan Fira bukan orang Korea” tambah Fano.


“Katanya aku mau dijadiin orang Korea” kata Fira lagi.


“Fira, dia bilang apa aja sama kamu? Kalo itu cuma janji manis di awal gimana?” tanya Yoshi.


“Tapi kayaknya bisa deh, Fira kan belum punya kewarganegaraan, bisa aja kita daftarin dia” sahut Fano.


“Lho, dia gak ikut bapaknya?” Yoshi.


“Gak mau dia” Fano.


Yoshi menatap Fira bingung, sepertinya pelet diberikan Jehyuk cukup kuat, bukan hanya berpaling pada Fano, tapi juga percaya sekali dengan Jehyuk.


Buaya Seoul memang beda.


“Laper ....” Lylac yang baru saja bangun setelah tertidur cukup lama dari sore hari tiba-tiba muncul begitu saja.


“Kak, ini pia basah, mau gak??” tawar Wawan.


“Mau ... tapi, mau makan makanan berat juga, Fano masakin” pinta Lylac.


“Makanan berat? Batu bata mau?” Fano.


“Fano ....”


“Iya, iya, oseng kerikil aja gimana? Mau gak?”


“Aku ngambek nih! Kalo aku udah ngambek, aku bakal kirim kamu ke naga gunung” ancam Lylac.


Karena Lylac terdengar serius, jadi Fano buru-buru menutup laptopnya lalu ke dapur, Lylac pun mengikutinya.


“Mereka berdua kenapa sih?” gumam Yoshi.


“Emang naga gunung tuh kayak gimana sih?” tanya Wawan.


“Naga gunung itu adanya di gunung gitu, dia galak banget dan punya sayap, biasanya dia tidur ratusan tahun, tapi sekali bangun dia bisa ngamuk dan merusak rumah warga, juga mengambil ternak warga” jawab Abel.


“Jadi naga itu ada beneran? Kok aku takut ya” Wawan.


“Gak ada Wan, jangan takut” Dave.


“Tapi naga keren juga ya?” Yoshi.


“Kak Oci mau Abel kenalin sama naga?” Abel.


“Gak usah Bel, makasih” Yoshi.

__ADS_1


.


.


__ADS_2