Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Kamu cemburu?


__ADS_3

.


.


Setelah makan siang dan belanja banyak hal, Fano kembali lagi ke apartemennya bersama Dave. Beberapa belanjaan akan dikirimkan ke apartemen karena terlalu ribet jika mereka bawa sendiri.


“Kak Fano.. panas!” keluh Dave, dia sudah melepas hoodie yang tadinya ia kenakan, di dalam hoodienya dia memakai kaos putih polos yang sudah basah karena keringat, rambutnya juga sudah basah, wajah putihnya terlihat memerah.


“Mau menyalakan AC?” tawar Fano, dia sudah memegang remote ac siap mendinginkan ruang tengah tempat mereka berada.


“Jangan terlalu dingin kak, nanti malah masuk angin” kata Dave.


“Sebentar lagi waktunya anak sekolah pulang, apa mereka akan kemari untuk menjengukmu ya?” Fano duduk di lantai, karena lantainya lebih dingin dan lebih nyaman.


Fano memeriksa ponselnya, tapi kemudian dia bingung harus memeriksa apa dulu, karena banyak sekali notifikasi muncul.


“Kemungkinan besar mereka akan kemari sih, aku haus..”


“Ambil minum sana” sahut Fano, dia sudah mulai berselancar di media sosial.


“Minum es gak baik kalo habis kepanasan gini” kata Dave


“Dasar anak dokter” Fano


“Tapi aku tetap akan minum air dingin” kata Dave, kemudian dia bangkit dari duduknya, berjalan menuju dapur untuk mengambil air dingin di kulkas.


Fano hanya terkekeh melihat tingkah Dave, dia seperti bocah yang sudah dilarang dokter gigi untuk makan permen tapi tetap makan permen.


Bima dan Andy sudah mengikutinya di media sosial, jadi Fano balik mengikuti mereka. Kemudian dia melihat notifikasi lain, tapi tidak ada yang menarik baginya, banyak yang ingin mengirim pesan, tapi dia tidak peduli.


Eh, apa ini?


Queenza_Raynold menyukai postingan anda.


Fano mengedipkan matanya beberapa kali, dia tidak salah lihat kan? sepertinya Quennza tidak main-main tertarik padanya. Kenapa? Apa karena bathbomb yang dia jual?


Dia hanya menyukai postingan Fano saat Fano selfie mau berangkat ke pertandingan game tempo hari. Tapi Queenza tidak mengikutinya.


Tapi tidak aneh sebenarnya, mengingat keluarga itu tidak akan melepas potensi apapun yang bisa menjadi bisnis. Dulu mereka memiliki produk kecantikan juga, tapi setelah itu redup karena produksinya terhambat.


Fano tidak terlalu mengerti.. tapi kata istrinya Albert dulu tiba-tiba persik putih tidak berbuah. Fano tidak mengerti maksud dari persik putih tapi dulu dia pikir itu adalah bahan penting pembuatan produk kecantikan mereka.


“Sistem, kau tau tentang persik putih ini?”


[Tentu saja, itu adalah salah satu bahan untuk membuat bathbomb dan beberapa produk kecantikan]


“Tapi kenapa kita bisa memilikinya sekarang?”


[Aku tidak boleh mengatakan ini padamu... tapi intinya dunia dimana semua produk di tokoku terbuat sekarang semua produksi bahan-bahannya sudah lancar kembali]


“Bagaimana bisa begitu?”


[Menumbuhkannya membutuhkan sihir, kita sudah mendapatkannya berkat keinginan ibumu, jadi secara tidak langsung kau dan ibumu menyumbang sihir untuk menumbuhkannya, begitupun dengan Fano yang asli]

__ADS_1


[Kau tidak perlu menghawatirkan itu, biar jadi urusanku]


[Kau fokus saja dengan kehidupanmu]


Benar, kau terlalu khawatir dengan segala hal Fano..


Fano mendongak menatap Dave yang kembali membawa gelas transparan berisikan minuman kecoklatan, terlihat teh susu atau kopi susu.


“Apa itu Dave? minta”


“Ini yang ibunya Kak andy bawakan untuk kita” jawab Dave sambil memberikan gelas itu untuk Fano.


Minumannya sudah dingin, jadi segar saat diminum – eh? Rasa apa ini? Kok aneh? Fano mencoba meminumnya kembali, agak manis... tapi tidak terlalu manis, rasanya aneh tapi lumayan enak.


Dave tertawa melihat reaksi Fano saat meminum minuman itu, itu adalah jamu tradisional dari ibunya Andy.


“Apaan nih” dengan mengernyitkan dahinya Fano kembali memberikan minuman aneh tapi yang lebih membuatnya aneh itu rasanya cukup enak, apalagi jika disajikan dingin seperti itu.


“Hahaha kalo gak salah ini namanya beras kencur kak, kau juga gak terlalu paham sih jamu-jamuan gini... enak juga kan?” Dave ikut meminum minuman aneh tapi enak itu hingga habis setengah gelas.


Sambil mendinginkan tubuh, Fano dan Dave membuka laptop untuk melihat toko mereka di marketplace. Padahal itu baru dibuat dan belum ada promosi sama sekali, di toko itupun hanya ada foto bathbomb, foto Angel memegang kotak bathbomb, juga foto Shampoo, lalu Angel yang memegang botol shampoo.


Hanya ada dua produk di toko baru tersebut, bathbomb dan shampoo. Sama seperti bathbomb yang telah diturunkan kegunaannya sampai 50%, shampoo juga sama. Tujuannya agar lebih lambat saja dan tidak terlalu terlihat ajaib.


Meski begitu sudah ada banyak yang memesan, Fano sedang mencatat data yang memesan bathbomb, sedangkan Dave data yang memesan shampoo.


Setelah itu pengiriman akan dilakukan oleh sistem setelah pembeli mentransfer uang mereka.


“Aduh, capek” keluh Dave, dia merenggangkan otot-ototnya yang kaku.


“Itu karena kau kurang olah raga, pagi-pagi ikut oleh raga denganku” kata Fano


“Baiklah.. aku dan kak Yoshi akan ikut” sahut Dave, setelah itu dia meraih gelas jamunya lalu meminumnya hingga kandas.


“Oh iya, aku akan menyebar iklan untuk merekrut beberapa karyawan untuk kantor” kata Fano


“Tunggu kak Fano.. kita saja belum punya nama yang cocok untuk perusahaan”


“Oh, aku akan tanya tuanku dulu”


Untuk sementara nama toko mereka di marketplace adalah A.M Beauty. A berasal dari Alfred atau Albert, sedangkan M adalah marga yaitu Maverick.


“Bagaimana jika kita tetap menggunakan A.M Beauty, apa itu nama yang payah?” tanya Fano


Dave mengedikkan bahunya “aku tidak tau, itu terdengar biasa saja sih, ku rasa tidak buruk”


“Terima kasih pendapatnya Dave” kata Fano dengan nada datar.


“Aku mencoba untuk berpendapat jujur” Dave


Disaat Fano sibuk berpikir, bel pintu apartemennya berbunyi, Dave yang berdiri untuk membukakan pintu.


Yoshi, Angel, Vivi dan Bima datang.

__ADS_1


“Dave udah baikan?!” Bima menangkup pipi Dave lalu menekannya hingga bibir Dave mengerucut seperti ikan.


“Aku kemari untuk memberimu PR! Hari ini ada PR banyak sekali” kata Vivi


Dave mendesah malas “Makasih”


“Oh iya, aku bawain madu murni buat Dave, ini diambil langsung dari peternakannya” Angel memberikan toples kaca berisi 500ml madu untuk Dave. Dengan hati-hati Dave menerimanya, lalu dia segera berlari ke dapur untuk meletakkannya di tempat aman.


“Kalian sudah pulang?” sapa Fano tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar laptop.


“Kak Fano! Hari ini ada banyak PR, bantuin ya..” kata Vivi yang tiba-tiba sudah duduk di sebelah Fano saja, Fano menoleh lalu tersenyum “Boleh.. sekalian ngerjain bareng Dave ya nanti”


“Oke kak!” balas Vivi “Kak Fano ngapain?” Vivi melongok pada laptop Fano untuk melihat pekerjaan Fano.


Yoshi menyenggol bahu Angel yang diam saja melihat interaksi Fano dan Vivi.


“Cemburu?” bisik Yoshi.


Angel menggeleng pelan “Enggak..”


“Cemburu juga gak apa-apa.. coba deketin juga, kalo kamu diem aja gimana bisa dapetin dia coba? Kamu tau sendiri kemarin Fano dapet surat dari Queenza” kata Yoshi lagi.


Angel lagi-lagi menggeleng, kepercayaan dirinya tidak sebesar itu meski dia sudah dekat dengan Fano. Meski dia sekarang sudah kurus, tapi bukan berarti Fano akan menyukai dia juga kan?


“Fano!! Aku minta crofflenya!” teriak Bima dari arah dapur, dia sedang menghangatkan croffle yang tadi Fano dan Dave beli di microwave, dia disana bersama Dave.


“Hangatkan semuanya kita makan bersama!” sahut Fano, dia masih asyik menunjukkan tokonya pada Vivi, Vivi juga meminta untuk menjadi modelnya Fano seperti Angel.


Angel yang termakan cemburu tapi tidak bisa berbuat apapun memilih pergi ke balkon apartemen, Yoshi mengikutinya.


“Angel..” panggil Yoshi, dia berdiri di sebelah Angel, menatap wajah cantik Angel yang cantik tertimpa sinar mentari sore, angin sepoi-sepoi menerbangkan rambut mereka perlahan. Di atas sini sangat sejuk.


“Kau tau Yoshi... semalam kakek menghubungiku, jika aku mendapat rekomendasi di salah satu universitas ternama di Korea” kata Angel.


“Serius? Kok bisa – maksudku, kenapa Korea?” tanya Yoshi.


“Karena bantuan Royal Ent”


“Aku masih tidak mengerti”


“Aku dulu bermimpi menjadi seorang penyanyi, tapi aku mengurungkan niatku karena sadar jika aku tidak cantik dan gemuk... meski aku memiliki bakat, orang-orang akan tetap memandangku dengan sebelah mata. Tapi kau tau, keluargaku masih berhubungan dengan The Royal Group, karena sekarang aku sudah kurus dan tiba-tiba populer, Royal Ent ingin memasukkanku kesana, karena itu aku bisa mendapat rekomendasi itu” cerita Angel panjang lebar.


“Tapi tidak ada salahnya kan? kau bisa kuliah sambil meraih cita-citamu” kata Yoshi.


Angel mengangguk “Benar.. tapi entah mengapa aku masih ragu, karena Queenza yang meminta semua itu untukku. Pertama dia mengundang Fano, sekarang dia berusaha mendapatkan rekomendasi untukku juga..”


“Aku pikir juga aneh, tapi ambil sisi positifnya saja” sahut Yoshi.


Angel mengangguk “Kau benar”


.


.

__ADS_1


__ADS_2