Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Karyawan baru


__ADS_3

.


.


Sepulang dari rumah sakit, Fano mampir ke restoran nasi padang. Di meja di depannya sudah tersedia banyak makanan yang bisa ia ambil dengan sesuka hati. Selain itu, di depan Fano juga ada beberapa orang yang canggung dan bingung harus bagaimana.


“Kenapa kalian diam saja? Ayo makan dulu, rendangnya enak lho” kata Fano.


Orang-orang yang makan bersamanya adalah calon karyawan yang akan bekerja padanya. Beberapa dari mereka adalah mahasiswa atau sarjana IT. Mereka dalah karyawan yang sebenarnya ditolak oleh perusahaan ayahnya Wawan, namun ayahnya Wawan sangat menyayangkan karena sebenarnya kemampuan mereka juga bagus... kendalanya hanya mereka kurang pengalaman saja.


Makanya ayahnya Wawan mengarahkan mereka untuk melamar pada Fano.


“Itu.. apa kami diterima?” tanya salah satu dari mereka, seorang mahasiswa biasa-biasa saja yang sangat membutuhkan uang untuk biaya kuliahnya dan sekolah adik-adiknya, dia hampir putus asa untuk mencari uang karena terus ditolak. Yang bisa ia lakukan hanya bekerja paruh waktu, itu pun masih sangat kurang untuk biaya hidup dan sebagainya.


Fano meninggalkan makanannya lalu menatap mereka satu persatu.


Sebenarnya Fano agak bingung karena menerima mereka bekerja padanya adalah misi penting baginya. Jika Fano menerima mereka, maka sistem akan memberi 1000 koin untuk Fano.


Yang Fano bingungkan adalah kenapa? Padahal Fano juga butuh mereka, kenapa harus ada misi segala? Tidak ada misi pun dia akan menerima mereka kok.


Tapi karena ada misi tersebut Fano jadi berpikir... apakah mereka semua orang susah yang membutuhkan uang dan pekerjaan?


Padahal Fano sebenarnya ingin menunda mereka untuk bekerja sampai di hari libur nanti, tapi sepertinya Fano tidak bisa melakukannya, mereka membutuhkan uang dengan segera.


Fano kemudian tersenyum kepada mereka lalu mengangguk “Tentu, besok kalian bisa ke kantor, kalian sudah tau letak kantornya kan? besok pagi aku akan mengarahkan kalian sebentar, lalu ke rumah sakit dan pergi ke sekolah. aku juga akan memberi pada kalian gaji di muka jika kalian memang membutuhkan uang. Tapi sebelum itu... ayo dimakan dulu, kalian belum makan malam kan? santai saja denganku, jika tidak sedang bekerja, anggap saja aku anak SMA biasa, panggil aku Fano”


Mendengar itu mereka semua perlahan rileks dan tersenyum, kemudian mulai ikut makan bersama Fano. Semuanya lega mendengar jika mereka diterima kerja dan akan mendapat gaji di muka.


Sebenarnya yang bernasib seperti mereka ada beberapa orang lagi, namun yang lain tidak mau menerima saran untuk bekerja pada Fano. Orang-orang itu tidak mau bekerja pada Fano karena tau Fano masih SMA, bahkan dari yang mereka dengar salah satu karyawan ada yang masih SMP.


Orang-orang itu tidak percaya dengan bisnis yang dimulai oleh Fano dan teman-temannya, meski sebenarnya ada atasan yang mengawasi mereka. Mungkin orang-orang itu hanya tidak ingin tunduk pada bocah SMA.


Tapi mereka yang menemui Fano tidak mempermasalahkan hal itu, malah mereka kagum dengan Fano dan teman-temannya yang meskipun masih muda, tapi sudah berani berbisnis. Lagipula bisnis Fano sedang viral dimana-mana dan tidak pernah surut kepopulerannya, malah semakin meningkat saja.


Jadi mereka percaya dengan CEO mereka ini, Fano.


“Oh iya, kalian bisa membawa pulang makanan jika mungkin keluarga yang di rumah belum makan, kan sayang jika tidak dihabiskan... jangan sungkan denganku”


“Terima kasih.. Fano”

__ADS_1


Fano tersenyum pada mahasiswa berkacamata yang berterima kasih padanya barusan “Sama-sama.. oh iya, karena pekerjaan kita santai, kalian tidak perlu memakai baju formal untuk ke kantor, pakai pakaian biasa saja, tapi tetap rapih” kata Fano.


[Selamat! Anda menyelsaikan misi penting!]


[Anda mendapatkan 1000 koin!]


Fano kembali tersenyum melihat pemberitahuan sistem di depannya, dia selalu senang mendapatkan koin.


Saat ini koin Fano sudah ada 11.850 koin.


Oh! Berkat calon karyawan yang bahagia karena mendapat pekerjaan, Fano juga berhasil mengumpulkan poin kebaikan untuk meningkatkan level. Sekarang ada [480/550]


“Terima kasih telah menerima ku bekerja, setelah lulus mencari pekerjaan masih susah, persaingannya juga sangat ketat, banyak yang bilang penampilanku kurang menarik.. padahal ku pikir kemampuan bekerja lebih dibutuhkan” kata seorang pria yang sudah sarjana S1.


Pria itu memiliki tubuh yang besar, gemuk memang, Fano pikir dia juga kurang bisa merawat tubuhnya. Tidak aneh sih, namanya laki-laki kan? bahkan perempuan yang kurang bisa merawat tubuhnya juga banyak.


“Kak Yanto sudah berusaha merubah penampilan?” tanya Fano pada pria itu, namanya Yanto.


Yanto mengangguk lalu tersenyum tipis “Aku sudah berusaha sesuai kemampuan kantongku, tabunganku sudah tidak banyak... aku juga bekerja sambilan di beberapa tempat untuk mencari uang, karena sudah sarjana juga, aku tidak ingin merepotkan orangtuaku di kampung”


Fano mengangguk-angguk mengerti “Tidak apa, karena sekarang sudah bekerja padaku, kak Yanto bisa berhenti kerja sambilan” kata Fano sambil memainkan ponselnya.


Sebenarnya Fano bukannya bertingkah tidak sopan, tapi dia sedang mengirimkan gaji diawal untuk mereka.


Mereka yang tidak mengerti saling pandang dengan yang lain sampai kemudian ponsel mereka berbunyi. Mereka mengeluarkan ponsel untuk memeriksa pesan masuk.


Betapa terkejutnya mereka pesan pemberitahuan dari bank masing-masing jika rekening mereka telah di transfer uang masing-masing 5 juta rupiah.


“Itu adalah gaji di awal, hanya setengahnya sih.. ku harap setelah ini kalian bisa semangat bekerja. Aku membutuhkan banyak orang untuk mengelola toko online, website, akun media sosial juga... ada banyak pekerjaan yang menunggu untuk kalian. Jika aku puas dengan kerja kalian, aku bisa meminta atasan kita, tuan Alfred untuk menaikkan gaji kalian. Oh iya, nama atasan kita, adalah Alfredo Maverick, ingat itu baik-baik”


Kemudian Fano menyerahkan sebuah kartu untuk mereka, itu adalah kartu tanda jika mereka adalah karyawan dari Floutesse beauty, agar mereka tidak diremehkan dan diusir saat masuk gedung kantor besok.


Mereka menatap kartu yang terlihat luar biasa tersebut dengan tatapan takjub, bagaimana tidak takjub jika kartunya sangat berkilauan dengan warna perak dan emas yang indah.


“Jangan sampai hilang, tapi jika memang hilang, jangan takut, aku bisa memberikan itu pada kalian lagi” kata Fano.


Mereka tidak percaya yang di depan mereka ini masih anak SMA, kharismanya, auranya.. semuanya sangat luar biasa, seakan mereka berhadapan dengan boss besar.


Sekarang mereka mengerti kenapa di media sosial nama Fano sangat populer akhir-akhir ini.

__ADS_1


“Oh iya sampai lupa.. karena kalian sudah menjadi karyawan Flutesse beauty, jadi aku memberikan paket ini untuk kalian, akan aneh jika kalian karyawan tapi belum pernah menggunakan produknya kan? kalian wajib menggunakan ini, bathbomb, shampoo, sabun, parfum... ini untuk kalian”


Fano memberikan mereka satu kotak besar pada tiga orang itu.


“Untuk kak Yanto, Kak Surya dan kak Joni, semoga kalian senang dengan hadiah kecil ini”


Tiga orang itu tidak percaya Fano mengatakan itu hanya hadiah kecil, padahal jika mereka membeli satu paket itu bisa mengeluarkan berjuta-juta.


“Terima kasih CEO!” kata Surya.


Fano terkekeh mendengarnya “Aku sudah bilang, kita tidak di kantor, panggil Fano saja”


“Terima kasih Fano”


Entah mengapa, melihat ketiga orang itu senang, Fano juga merasa senang. Sepertinya berbuat baik dan membuat orang lain bahagia tidak buruk juga. Karena sistem percaya dengan ketiga orang itu, maka Fano akan mempercayai mereka juga.


Okay, masalah bisnis Fano sudah bisa merasa lega. Kini pekerjaan Dave, Yoshi dan Wawan bisa sedikit berkurang. Karena bagaimana pun juga Fano, Yoshi dan Wawan sudah kelas tiga semua, Wawan kelas tiga SMP, mereka harus menghadapi ujian kelulusan. Tidak mungkin mereka membebankan pekerjaan hanya pada Dave seorang.


Oh iya... manager.


Fano tidak terlalu yakin dengan manager yang dia pilih, tapi dia adalah kandidat yang paling bagus untuk itu. Fano menginginkan manager yang luar biasa dan memiliki pengalaman bisnis yang bagus.


Menurut Fano, tidak ada calon yang lebih bagus dari dia... Queenza Raynold.


Seorang Raynold yang cerdas, sedikit licik.. atau mungkin banyak, memiliki keberuntungan besar, dan memiliki pengaruh besar juga.


Fano menginginkan Queenza menjadi managernya, membantu dalam bisnisnya.


Tidak masalah memanfaatkan seorang Raynold bukan? Lagipula, Queenza juga tertarik dengan produknya.


Ngomong-ngomong Raynold...


Sepertinya ada yang Fano lupakan... tapi apa itu?


Hmm...


Astaga! Abel!


Apa dia sudah pulang dari memancing ya?

__ADS_1


.


.


__ADS_2