
.
.
Hari ini terlalu banyak yang terjadi, Fano sangat sibuk. Ibunya Noa datang pagi ini untuk menjemput Noa, Fano pikir Ibunya Noa adalah wanita yang baik, namun Fano tetap dengan pendiriannya. Dia tidak memperbolehkan wanita itu membawa Noa menuju rumah besar mereka jika Fano tidak ikut. Jadilah ibunya Noa hanya bisa membawa Noa jalan-jalan di sekitar Tokyo, mereka jalan-jalan bersama Leon dan Lylac. Fano sudah meminta Lylac untuk mengawasi mereka.
Sementara itu, Fano, Yoshi, Jehyuk dan Jungyu sudah berada di kediaman rumah besar kakeknya Yoshi. Dari
yang Fano dengar, kakeknya Yoshi masih berteman dengan kakeknya Queen. Sama seperti kakeknya Jungyu yang juga merupakan teman kakeknya Queen. Yang itu artinya, mungkin saja kakeknya Yoshi ini mengenal kakeknya Fano dan Noa, yaitu Haruto. Tapi
perkiraan Fano mengatakan kakeknya jauh lebih muda dari kakeknya Yoshi, terutama jika kakeknya Yoshi seumuran dengan kakeknya Queen.
Namun kakeknya Yoshi bisa menua seperti manusia normal lainnya, tidak stuck di umur 25 sampai 30 tahunan, terlihat seperti kakek-kakek biasa. Hanya saja kakeknya Yoshi terlihat masih gagah, sehat, dan juga berwibawa.
Sebenarnya, sangat berbeda dengan Yoshi sendiri. Yoshi malah terlihat seperti bocah baru puber,
dia tampan, namun juga terlihat seperti masih bocah. Intinya, Yoshi tidak memiliki wibawa seperti kakeknya.
Akan tetapi, setelah mereka berbincang banyak dengan kakeknya Yoshi, Kaze namanya, Fano bisa melihat darimana Yoshi mendapat sifatnya. Terlihat pendiam jika belum kenal, tapi berubah jadi sangat ramai jika sudah mengenal.
Mereka sebenarnya banyak membicarakan pekerjaan, namun kakeknya Yoshi bisa membawa pembicaraan
tentang pekerjaan yang biasanya membosankan dan kaku itu menjadi seperti pembahasan yang menyenangkan. Fano bisa melihat kakeknya Yoshi sangat menyayangi Yoshi, beliau terus membanggakan cucunya tersebut, memuji Yoshi yang tumbuh menjadi pria baik dan bertanggung jawab, beda sekali dengan ayahnya Yoshi.
Mereka berbincang di gazebo yang ada di halaman rumah. Kakeknya Yoshi memiliki rumah besar dengan
halaman yang sangat luas, di halaman itu terdapat taman bunga yang indah, kebun buah dan sayur juga ada, bahkan tumbuhan bambu pun ada di belakang rumah. Ngomong-ngomong rumah besar kakeknya Yoshi ini adalah rumah tradisional Jepang, yang aestetik sekali. Seperti rumah-rumah Jepang yang biasa kalian lihat di anime, dorama atau semacamnya.
Jadi, mereka berbincang di gazebo yang ada di tengah taman, dengan ditemani makanan, camilan dan minuman ala Jepang. Minuman ala Jepang, tentu saja ocha, atau teh.
Bagi Fano yang orang Indonesia dengan lidah Indonesia, tehnya pahit sekali, bahkan Yoshi saja dengan santainya protes jika teh itu pahit. Maklum, orang Indonesia biasa meminum teh mereka dengan gula, sedangkan orang Jepang tidak. Bahkan di Korea juga begitu, jadi Jungyu dan Jehyuk tidak ada masalah.
Hanya Fano dan Yoshi saja yang tersiksa dengan teh pahit itu, jadilah mereka lebih memilih minuman lain. Pelayan keluarga ini menyediakan air putih dan juga kopi untuk mereka.
Pembicaraan terus berlanjut, kakeknya Yoshi kemudian menceritakan tentang adik sepupunya yang
juga bernama Yoshi. Kakeknya Yoshi, Kaze, sangat menyayangi adik sepupunya itu, Yoshi, dan Yoshi Lah yang lebih dekat dengan Felix. Bahkan Yoshi diam-diam menaruh rasa cinta pada adiknya Felix yang sayangnya sudah memiliki kekasih. Karena itu,
Kaze sangat terkejut saat cucunya, Yoshi, sekarang malah memiliki hubungan dengan cucu dari Felix, si Abel.
Kakeknya Yoshi ingin bertemu dengan Abel langsung, tapi sayangnya kakeknya Yoshi masih belum bisa berkunjung ke Indonesia.
“Lalu kabar adik sepupu kakek yang bernama Yoshi juga itu bagaimana?” tanya Fano, mereka semua sudah terbiasa memanggil kakeknya Yoshi dengan sebutan kakek juga.
“Sayangnya, Adik sepupuku itu meninggal di umur yang masih muda, dia belum menikah. Karena itu
setelah aku cucuku lahir, aku berpikir dia mirip sekali dengan Yoshi jadi ya ku namai Yoshi juga. Eh, ternyata sampai sekarang dia benar-benar mirip dengan
adik sepupuku, Yoshi. Jadi jangan heran jika Yoshi tidak mirip denganku, dia lebih mirip dengan adik sepupuku itu” cerita kakeknya Yoshi.
Satu misteri telah terpecahkan, rupanya Yoshi memang tidak mirip kakeknya, namun adik sepupu
kakeknya. Bisa jadi Yoshi ini reinkarnasi dari adik sepupu kakeknya, nanti saja Fano coba bertanya pada Lylac, mungkin dia tau sesuatu.
__ADS_1
“Ngomong-ngomong, Fano ini mirip sekali dengan suami dari adik sepupuku, jadi Yoshi itu memiliki
adik perempuan bernama Ren, dia menikah dengan adik sepupunya Felix. Namanya Haruto, aku ingat sekali wajah tampannya itu, mirip denganmu, siapa namamu tadi nak?” tanya Kaze.
“Fano kek” jawab Fano.
“Apa kau kau cucunya Haruto? Tidak cucunya Haruto namanya bukan Fano tapi Noha atau Nowa” kata Kaze.
“Namanya Noa kek” sahut Yoshi.
“Ah iya, itu! Itu juga mirip dengan Haruto, tapi sekarang dia juga sudah meninggal, sayang sekali, hartanya menjadi rebutan, yang ku dengar si Nowa diusir oleh ayahnya karena memilih menjadi penyanyi kan”
Yoshi tidak mengerti kenapa kakeknya bisa tau gosip juga.
“Itu benar kek, dan Fano ini memang cucu pertama keluarga itu, tapi kakek jangan mengatakannya pada siapapun ya?” kata Yoshi.
“Lho, kenapa? Jika saja Fano atau Noa yang mengambil alih harta itu pasti tidak akan seperti sekarang, aku sudah lelah dengan perebutan harta mereka, karena sekarang masih aku yang memegang sebagian besar harta itu” sahut Kaze.
“Kenapa kakek yang memegangnya?” tanya Jehyuk.
“Tentu saja itu aku, tidak mungkin aku menyerahkan semuanya pada keturunan Haruto yang semuanya
serakah, aku berpikir untuk menyerahkannya pada Noa dulu, karena dia bocah yang pandai dan tidak serakah seperti yang lain, tapi dia malah diusir, sepertinya
ayahnya Noa tidak terima jika bukan anak pertamanya yang mendapat bagian itu – aku jadi pusing sendiri, jika aku tau ada cucu pertama, yaitu Fano mungkin ceritanya akan berbeda, eh, tapi, Fano keturunan anak yang mana?” tanya Kaze.
“Kalau tidak salah, nama ibuku Haruka” sahut Fano.
“Aku juga tidak mengerti kek” sahut Fano.
“Iya iya, aku ingat ibumu itu kabur dan nikah diumur yang masih sangat muda, kami kesulitan untuk
mencarinya hingga kemudian terdengar berita kematiannya, tapi kami tidak mendengar Haruka memiliki anak, sepertinya keberadaanmu ditutup-tutupi” kata Kaze.
“Saya selama ini dirawat oleh paman dan bibi, saya juga berpikir keberadaan saya sengaja dijauhkan dari keluarga Doma” timpal Fano.
Kaze mengangguk-angguk mengerti “Rumit sekali ya, tapi apa nak Fano ingin mengambil alih semua harta itu?” tanya Kaze.
Namun, Fano memilih untuk menggeleng “Tidak perlu kek, jika saya boleh meminta, lebih baik harta
itu dibagi rata saja, meski saya tau pasti akan ada pihak yang tidak terima, namun itu lebih baik dari pada hanya menyerahkan pada satu orang saja”
Kaze mengangguk-angguk, bibirnya mengulas sebuah senyuman puas. Fano memang mirip sekali dengan Haruto dulu, bocah tampan yang pandai dan baik. Sebenarnya Kaze tidak mengerti kenapa keturunan Haruto banyak yang tidak baik, terutama setelah Haruto menikah lagi dengan perempuan cantik dari Amerika itu.
“Baiklah jika itu permintaan nak Fano, aku juga sempat berpikir begitu, hanya saja rasanya mengkhawatirkan jika harta itu jatuh pada orang yang salah” kata Kaze.
“Menurutku lebih baik memang dibagi rata kek, sesuai ketentuan, agar semuanya mendapat bagian, jadi
tidak ada yang bisa beralasan jika hartanya tidak dibagi dengan benar” sahut Jungyu.
“Baiklah, soal harta keluarga Doma akan kami rundingkan lagi dan kami akan membaginya rata, tapi,
bagaimana dengan bagianmu Fano?” tanya Kaze.
__ADS_1
Fano menggeleng “Saya tidak perlu kek, tapi jika kalian tetap memberi saya bagian, lebih baik bagian
itu diberikan pada Noa saja, saya tidak membutuhkannya”
Kaze mengangguk “Memang sih, aku juga yakin harta nak Fano sudah sangat banyak bahkan lebih banyak dari keluarga Doma, jelas kamu tidak membutuhkannya bukan?”
Fano terkekeh pelan “Tidak, harta saya tidak sebanyak itu, tapi mungkin karena saya belum menikah jadi
kelihatannya sangat banyak, karena saya sendirian”
“Kalau begitu segeralah menikah, sudah punya pacar kan?” tanya kakeknya Yoshi.
“Sudah kek, malah ada dua dia” sahut Jehyuk.
“Waduh, langsung dua ya” Kaze.
“Iya iya, beri tahukan saja semuanya” Fano.
“Fano juga masih suka menebar pesona –mmpp” Fano buru-buru membekap mulut Yoshi yang ingin ember. Meski Fano berkata ‘beritahukan saja semua’, tapi itu kan hanya candaan – sudahlah.
Yoshi memang suka sekali membuat Fano kesal.
“Coba saja Yoshi perempuan ya, aku akan dengan senang hati menjodohkan kalian” kata Kaze.
Mendengar itu sontak Fano melepaskan Yoshi, lalu mereka saling menjauh satu sama lain.
“Amit amit kek! Aku yang ga mau!!” protes Yoshi.
“Kau pikir aku sudi apa?!” tambah Fano.
“Benar ya, pasti lucu sekali jika mereka berjodoh, mungkin di kehidupan selanjutnya” sahut Jungyu.
“Tidak! Aku menolak” Fano.
“Tapi Yoshi memiliki adik perempuan Fano, mungkin kau bersedia menikahinya” sahut Kaze.
“Kek, adiknya Yoshi itu kan masih bayi” Fano.
“Lalu?” Kaze.
“Aku bukan pedofil kek, terimakasih” Fano.
“Ah, sayang sekali” Kaze.
“Lagian kakek gabut banget mau jodohin Fano sama bayi baru lahir” sahut Yoshi.
“Sudah lima bulan kok” Kaze.
“Itu sama saja kek” Yoshi.
.
.
__ADS_1