
.
.
Mereka harus mengendap-endap agar tidak ketahuan petugas penjaga jika mereka memasuki area terlarang. Mereka tidak menggunakan senter, namun menggunakan lentera kunang-kunang. Abel yang memilikinya, itu seperti lentera biasa dengan cahaya yang tidak terlalu terang berada di dalamnya, mirip kunang-kunang. Tapi tentu saja itu bukan kunang-kunang, itu hanyalah sihir cahaya.
Fano belum sampai mempelajari sihir cahaya, mungkin nanti.
Tiba-tiba layar sihir muncul di depan Fano, ada map kecil untuk bukit. Di dalam map itu ada beberapa titik yang ditandai, biru untuk manusia, dan merah untuk yang bukan manusia.
Ngomong-ngomong, Aron dan Abel termasuk biru, jika kalian bingung.
Jadi hanya satu saja titik merah, titiknya redup, dan hampir didekati oleh tiga titik biru. Fano yakin tiga titik
biru yang hampir dekat titik merah itu adalah teman-temannya Jemin serta adiknya Jemin.
“Apa kita berjalan ke arah yang benar?” tanya Aron, dengan suara pelan agak berbisik.
“Iya, mereka menuju arah sini” sahut Fano.
“Memangnya mereka mencari apa sih? Masa ada hantu disini? Yuree? Yokai?” tanya Yoshi.
“Akuma” sahut Abel.
“Serius Bel?” tanya Yoshi lagi, Abel dan Aron mengangguk yakin, Yoshi jadi tiba-tiba takut, kemudian dia merapat pada Fano.
“Fano lindungi aku” Yoshi.
“Tau gitu gak usah ikut tadi” sahut Fano.
“Tapi kan aku penasaran –” Yoshi berhenti saat Aron mengangkat tangannya, mereka juga berhenti berjalan.
Sayup-sayup mereka mendengar suara teriakan dari kejauhan.
Fano melihat di layar sihir titik merah tidak terlalu dekat kok dengan tiga titik biru temannya Jemin.
“Apa mereka sudah ketemu hantunya?” bisik Yoshi.
“Sudah dibilang, bukan hantu kak Oci, tapi iblis, akuma” sahut Abel.
“Tapi masa iblis sih Bel? Serem amat” Yoshi.
Abel mengangguk-anggukkan kepalanya yakin “Aku yakin itu iblis, tapi ku rasa bukan iblis yang kuat” kata Abel.
“Mungkin binatang iblis, mengingat ini hutan” sahut Aron.
Mereka terus berjalan hingga sampai di dekat tiga titik biru lain, mereka pingsan, tubuh mereka tergeletak begitu saja. jadi Fano, aron dan Yoshi mengangkat tubuh mereka, ditaruh di tempat yang aman.
Sementara itu Abel sudah melihat ke sekeliling untuk memastikan dugaannya. Tapi keberadaan makhluk lain di sekitar sana sangat samar, seperti sengaja menyembunyikan dirinya. Abel bergerak untuk
masuk lebih dalam, namun kemudian Yoshi memegang lengannya “abel, bahaya jangan pergi begitu saja sendirian” kata Yoshi.
“Kalo gitu ayo sama kak Oci – kalian berdua pergi ke arah lain ya? Kita berpencar” kata abel.
“Gak bisa – abel!” aron yang baru selesai menyandarkan seorang perempuan ke batang pohon besar segera berjalan menyusul abel dan Yoshi.
Sementara itu Fano memeriksa keadaan ketiga orang itu, mereka masih aman, hanya pingsan biasa. Setelah memastikan mereka baik-baik saja, Fano kembali berdiri untuk menyusul yang lain namun –
AAARRGGHHH
Teriakan Yoshi yang memekakkan telinga membuat jantung Fano seakan berhenti berdetak.
Tiba-tiba saja keberadaan makhluk dengan sihir jadi lebih kuat, tidak sesamar tadi.
__ADS_1
[Beruang iblis terdeteksi]
[Kamu terlalu lemah untuk melawan]
[Gunakan 10 koin untuk membeli skill copy-paste?]
‘Iya’
[Skill copy-paste sihir berhasil didapatkan!]
Sebuah beruang hitam besar muncul di depan Fano, ukurannya dua kali lipat besar Fano, bahkan mungkin lebih besar lagi. Mata beruang itu merah, namun tubuhnya agak trasparan kelihatannya.
Belum selesai keterkejutan Fano, beruang itu telah bergerak cepat untuk menyerang Yoshi. Entah kenapa, beruang itu mendorong Abel dan malah bergerak melukai Yoshi. Teriakan Yoshi kembali terdengar saat cakar beruang itu mengenai tubuhnya.
Aron melompat dengan cepat untuk menerjang beruang itu hingga si beruang ambruk.
Tunggu! Tunggu!
Fano bahkan masih belum memahami cara menggunakan skill copy paste apalah itu, bagaimana cara kerjanya? Tolong jelaskan!
[Hanya perlu memperhatikan yang lain menggunakan sihir saja sih, sudah perhatikan saja dulu Aron dan Abel]
Fano mengangguk mengerti.
Eh?
Lylac?
[Berisik! Aku terbangun karena kalian mendapat bahaya saja, cepat bawa Yoshi menyingkir dari sana]
Meski kesal karena Lylac memerintahnya seenaknya, tapi Fano setuju dengan perintah itu, dia tidak ingin Yoshi terluka semakin parah, karena sepertinya beruang itu tertarik dengan Yoshi. Entah karena apa.
Fano membawa Yoshi sedikit menjauh, kemudian kembali memperhatikan Aron dan Abel. Aron bertugas untuk menahan beruang itu agar tidak berkutik, sementara itu Abel sudah mendapatkan busur cahaya, dia menarik busur itu, keluar juga beberapa anak panah cahaya. Abel melesatkan beberapa anak panah cahaya pada beruang itu hingga beruang menggerang kesakitan.
[Panah cahaya berhasil disalin]
[Peluru es berhasil disalin]
[Tembok es berhasil disalin]
Semuanya terlihat mengagumkan, terlihat sekali jika Aron dan Abel kuat, namun sepertinya beruang juga sama kuatnya dengan mereka. Buktinya panah itu belum berhasil melukainya, dia juga berhasil menghancurkan es dari Aron.
Kemudian beruang itu menggeram beberapa kali hingga abel dan aron terpental agak jauh, diikuti dengan kabut hitam tipis.
[Auman hewan iblis berhasil disalin]
[Sihir kegelapan level satu berhasil disalin]
[Sihir kegelapan level dua berhasil disalin]
“Kak Fano jangan mendekat!” teriak Abel saat Fano sudah berada di dekat mereka, menatap beruang dengan tatapan tidak suka. Sepertinya ini memang terlalu nekat untuk melawan beruang iblis ini, namun tidak ada cara lain. Jika tidak seperti ini, maka beruang akan terus memakan korban. Walaupun sebenarnya yang salah manusia juga, karena sudah tau dilarang tapi masih didatangi juga.
Namun, beruang juga salah karena telah membunuh beberapa orang.
Intinya, beruang berhak dibunuh, karena dia juga makhluk yang tak seharusnya berada di tempat ini.
“Aku akan mencoba melawannya, kalian istirahat sejenak, kalian pasti capek” kata Fano.
“Fano jangan nekat!” teriak aron, Fano hanya tersenyum mendengar aron yang tumben sekali mengkhawatirkannya dengan tulus.
Beruang kembali menyerang dengan mengaum pada Fano, namun Fano mengembalikan auman itu, bahkan jauh lebih nyaring sampai beruang yang terkejut jatuh.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu, Fano segera menyerang beruang dengan peluru es seperti Aron. Namun karena Fano kurang puas, dia akhirnya menciptakan sihir imajinasi sendiri, kali ini mirip dengan peluru es, tapi Fano menggunakan api. Yaitu sihir peluru api, peluru itu awalnya kecil, tapi setelah Fano pikir beruang itu terlihat kesakitan, Fano tambah kapasitasnya jadi lebih besar.
__ADS_1
Beruang itu menggeram kesakitan karena peluru-peluru api dari Fano, tapi Fano masih belum puas juga, dia kini menyerang dengan panah cahaya seperti Abel.
Hingga akhirnya, setelah panah ke sepuluh yang Fano tembakkan mengenai tubuh beruang itu, baru kemudian si beruang pun lenyap, musnah mencadi abu.
Aron dan Abel yang menonton perjuangan Fano hanya terbengong di tempat mereka. Mereka tau Fano memiliki kapasitas energi cahaya yang banyak, tapi mereka tidak tau jika Fano dapat sungguhan menggunakannya.
Siapa yang mengajari Fano? Mungkinkah Raja karena Fano akhir-akhir ini jadi dekat dengan Raja? Rasanya mustahil Raja mengajari Fano.
“Ini sudah selesai kan?” tanya Fano setelah dia sampai di depan Aron dan Abel, mereka berdua hanya mengangguk mendengar pertanyaan Fano yang masih bingung.
“Sungguh selesai? Dia tidak akan kembali lagi?” tanya Fano lagi, Aron dan Abel kembali mengangguk.
“Syukurlah, oh iya – Yoshi!”
Mereka kembali menghampiri Yoshi yang masih pingsan.
“Biar aku obati” kata Abel.
Setelah itu Fano memperhatikan Abel menyembuhkan luka Yoshi dengan sihir cahaya miliknya, yang Abel dapat dari ibunya.
[sihir penyembuhan cahaya berhasil disalin]
[skill copy paste sihir telah berakhir, beli 10 koin untuk mengaktifkannya kembali?]
Fano pun melotot melihat pemberitahuan itu, dia pikir itu tadi permanen! Ternyata hanya berlaku 20 menit saja. tidak apa lah, lumayan. Tapi ... ugh.
[Itu bisa dibeli permanen asal semua sihir dasarmu sudah level dua]
Syukurlah kalau begitu.
“Uhuk” Yoshi terbangun “kuma ... akuma” gumam Yoshi.
“Kak Oci!!” Abel memeluk Yoshi erat, kemudian menangis “Maafin Abel gak bisa jagain kak Oci, huwaaaaaa”
Yoshi pun tersadar sepenuhnya setelah mendengar tangisan Abel “Shhh Abel, aku baik-baik aja, aku tidak mengerti apa yang terjadi tapi, aku sudah baik, jangan menangis ya?”
[Kamu berhasil menyingkirkan beruang iblis pengganggu bukit hutan!]
[Kamu berhasil naik level 17!]
[Kamu mendapatkan hadiah khusus kenaikan level!]
[Kamu mendapatkan koin sebanyak 20.000]
Fano tersenyum, misi yang Fano cari sendiri dengan manual juga berhasil kali ini.
[Selamat ya Fano, ternyata kau baik-baik saja tanpaku]
‘Jangan pergi lagi’
‘Jangan sakit lagi’
[Kalau begitu biarkan aku istirahat dan berlibur]
‘Boleh, tapi jangan lama-lama karena aku merindukanmu’
[Haha, aku juga]
.
.
.
__ADS_1