
.
.
“Fano.. Fano..”
Fano merasakan seseorang mengguncang tubuhnya pelan, perlahan Fano mencoba membuka kedua matanya. Dia melihat Angel sedang membangunkannya, Fano tersenyum setelah melihat wajah Angel.
“Jam berapa ini?” tanya Fano dengan suara baru bangunnya yang terdengar makin berat. Angel terkikik melihat Fano yang baru bangun, karena ekspresinya sangat lucu.
“Ini masih jam enam pagi” jawab Angel.
Mendengar itu Fano malah menarik Angel hingga jatuh menimpa tubuhnya “Fano!” protes Angel. Tapi Fano malah kembali tidur sambil masih memeluk Angel “Lima menit lagi”
Angel berdecak kesal “Aku sedang masak sarapan nih, bukankah kau biasanya olah raga jam segini? Ajaklah yang lain olah raga juga”
Fano kembali membuka matanya lalu tersenyum “Angel sudah seperti istriku saja”
Mendengar itu wajah Angel pun merona, kemudian dia melepaskan diri dari Fano dan kembali duduk “Apa sih!”
“Aku akan merebutmu dari Yohan” Fano ikut duduk, menatap Angel serius dengan muka baru bangun tidurnya yang lucu, membuat Angel kembali terkekeh.
“Angel aku serius..”
“Justru karena kau serius, kau terlihat lucu”
Fano berdecak kesal, kemudian dia menarik Angel untuk duduk di pangkuannya, wajah Angel kembali merona karena perlakuan Fano.
“Angel, kau belum tau apa yang terjadi tapi.. alasan aku kesulitan menemukan lokasi untuk toko baru adalah Yohan, dia selalu berusaha merebut lokasi yang ku inginkan karena – aku tidak tau apa motifnya, tapi mungkin karena dia tidak mau aku memiliki bisnis di negara ini” jelas Fano.
“Kenapa kau baru cerita?”
“Maaf, aku tidak ingin membuatmu khawatir Angel... tapi tenang saja, aku sudah mengatasinya. Aku bahkan memiliki banyak saham di perusahaan keluarganya, ku rasa itu lebih besar dari saham yang dimiliki Yohan di perusahaan keluarganya sendiri. Itu artinya, dia tidak bisa meremehkanku lagi sekarang”
Kemudian Angel memeluk leher Fano “Fano.. maaf ya, aku membuatmu repot”
“Tidak, aku tidak repot, dia saja yang menyebalkan. Jika dia terus menggangguku, aku tidak akan segan-segan melakukan yang lebih dari itu, jadi – kau jangan khawatir, aku akan merebutmu dari dia”
Angel melonggarkan pelukannya lalu menatap Fano yang sedang tersenyum padanya.
“Tapi Fano, bagaimana dengan Queen?”
“Eum – apa kau tidak keberatan jika.. itu..”
Angel menggeleng “Tidak apa, aku hanya ingin bersamamu”
“Sungguh? Ku pikir kau tidak menyukai Queen?”
Angel menggeleng lagi “Jika kau menyukainya, itu artinya dia tidak seburuk yang aku pikirkan, aku percaya padamu Fano”
Fano senang mendengarnya, ia pikir Queen dan Angel tidak cocok satu sama lain, mereka memiliki kepribadian yang jauh berbeda. Queen sangat keras dan tidak akan segan-segan melakukan apapun yang dia inginkan, atau mengatakan apapun yang dia ingin katakan, dia benar-benar seperti Ratu yang sesungguhnya.
Sedangkan Angel, mirip dengan namanya juga, Angel sangat lembut, dia juga seseorang yang tulus. Untuk menyakiti orang lain dia akan memikirkannya seribu kali dulu, untuk mengucapkan kata-kata yang kasar juga dia tidak akan berani.
“Terima kasih karena kau masih percaya padaku, jadi... kau juga harus percaya jika aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan melakukan apapun agar kau bisa lepas dari si brengsek Yohan itu” kata Fano.
__ADS_1
Angel tersenyum kecil lalu mengangguk “Aku percaya padamu”
Setelah itu mereka berdua saling menatap mata satu sama lain, hingga akhirnya Fano menarik tengkuk Angel dan –
“FANO!! AYO PERGI OLAHRAGA!!”
Angel segera menjauh dari Fano setelah mendengar teriakan Yoshi.
Pintu kamar dibuka, terlihat Yoshi yang sudah siap dengan celana training, kaos dan jaket tipis.
“Kalian habis ngapain sih?” Yoshi “Kenapa kau menatapku seperti itu Fano?”
BUGH
Fano melayangkan sebuah bantal yang dapat ditangkap Yoshi dengan mudah.
“Aku akan memasak sarapan” Angel berdiri lalu pergi dari sana.
Yoshi menyeringai pada Fano “Kalian habis ngapain?”
Fano siap-siap untuk melemparkan bantal kedua, tapi dengan cepat Yoshi kabur dari sana sambil tertawa lepas.
***
Fano memeriksa status sistemnya.
--*--
Nama: Farelino Adhitama / Alberto Maverick
Level: 15 (15.200/16.000)
Koin: 130.900
--*--
Fano menghela nafas berat, selalu berat untuk melepaskan beberapa koin demi menyetok beberapa produk. Fano baru saja mengeluarkan beberapa koin untuk membeli produk yang telah berkurang banyak.
Saat ini Fano ada di sebuah ruang latihan yang tidak terpakai, sambil menunggu rapat akan dimulai. Fano juga sedang menunggu Angel yang sedang memanggil Noa di studio, Fano tidak bisa ikut karena dia tidak mau saja. Fano hanya merasa canggung jika pergi ke tempat-tempat khusus artis, karena itu dia menunggu di ruangan latihan tidak terpakai ini.
Oh iya, Angel dan Noa akan ikut rapat juga, karena semua pemilik saham harus ikut rapat, meski saham Angel dan Noa tidak terlalu banyak. Tapi karena mereka berdua juga merupakan idol, jadi ide-ide dari mereka juga dibutuhkan di dalam rapat.
Baru saja Fano memutuskan untuk bermain game dulu sambil menunggu, tiba-tiba ruangan terbuka, Fano pikir itu adalah Angel yang sudah datang, tapi ternyata bukan.
Seorang gadis cantik dengan postur tinggi kurus memasuki ruangan, dia sangat cantik hingga Fano pikir jika gadis itu tidak bergerak, dia akan mengira gadis itu boneka.
Gadis itu berhenti di depan Fano, mata besarnya berkaca-kaca, jika dia mengedip pasti airmatanya akan keluar. Dia pun mengedip, dan menangis.
Fano hanya menatap gadis itu bingung, kenapa dia datang-datang langsung menangis? Apa Fano memiliki salah padanya? Tapi Fano tidak mengenalnya.
Fano semakin bingung saat gadis itu berlutut di depan Fano.
“Tuan! Saya mohon, bantulah saya... saya mendengar anda memiliki banyak saham di perusahaan ini, jadi...” gadis itu mendongak menatap Fano dengan kedua mata yang basah dan hidung yang sedikit memerah.
Fano merasa bersalah karena berpikir gadis itu makin cantik saat menangis, tapi tentu saja Angel jauh lebih cantik.
__ADS_1
“Duduklah disini, jangan disitu” Fano menepuk tempat di sebelahnya agar gadis itu duduk disana, tapi bukannya duduk di sebelah Fano, gadis itu malah duduk dipangkuan Fano.
Fano jadi bingung.
Ada apa dengan gadis ini??
“Jangan duduk disini, duduklah di sebelahku” kata Fano.
Gadis itu menggeleng sambil mengusap air matanya dengan lengan bajunya “Tidak mau.. tuan harus berjanji menolongku dulu”
[Dia adalah gadis yang pernah cari gara-gara dengan Angel, jika kau menolongnya aku akan memberi 6.000 koin]
Fano tidak percaya melihat pesan dari sistem, hadiahnya bahkan lebih banyak seribu koin dari pada menolong baby Jisung dan Jehyuk kemarin. Padahal dia adalah gadis yang pernah memfitnah Angel dan membuat Angel susah.
Itu berarti... sepertinya gadis ini sebenarnya tidak jahat, dia hanya memilih jalan yang salah dan sekarang menyesalinya. Fano harus bagaimana ya?
“Duduklah di sebelahku dan aku akan mendengarkan keluh kesahmu, okay?”
Mendengar itu si gadis mau turun dan duduk di sebelah Fano. Kemudian dia menceritakan masalahnya. Selama ini dia menjadi trainee dari umur yang sangat muda, hingga kemudian terpilih menjadi line up debut di sebuah girl grup.
Tapi kemudian Angel datang dan merebut semua perhatian orang-orang, dia jadi iri pada Angel. Karena itu dia sering mencari gara-gara dengan Angel, dia pikir itu tidak adil karena Angel tiba-tiba datang dan mengalahkannya.
Tapi kemudian dia pikir dia terlalu berlebihan karena mengatakan hal buruk tentang Angel dengan menyebarkan berita buruk melalui orang lain. Memang tidak ada yang tau itu perbuatannya, tapi perusahaan dan Angel mengetahuinya.
Karena itu, dia berpikir rapat kali ini pasti akan membahas dia akan dikeluarkan dari grupnya.
“Jadi.. tuan bisa membantuku agar tidak dikeluarkan?”
Fano menghela nafas bosan “Kau tau kau salah kan?”
Gadis itu mengangguk “Aku tau, aku mengerti aku salah...”
“Siapa namamu?”
“Wonhi”
“Okay, Wonhi. Aku akan menolongmu, tapi ada yang harus kau lakukan” kata Fano.
“Saya bersedia melayani tuan”
Fano mengernyitkan dahinya “Apa?”
“Bukankah biasanya begitu? Karena tuan sangat tampan, jadi.. eum- saya mau menjadi pacar tuan, saya sudah menyukai tuan sejak melihat tuan masuk gedung kemarin”
Lalu Wonhi memeluk lengan Fano “Saya sangat menyukai tuan”
Fano sudah ingin membuka mulutnya untuk menolak Wonhi, tapi kemudian Angel datang bersama Noa.
Angel terlihat sangat terkejut melihat Fano bersama dengan Wonhi.
Angel pun berbalik dan pergi dari sana.
“Angel!” panggil Fano.
.
__ADS_1
.