Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Pada akhirnya


__ADS_3

.


.


Noa mengatur nafasnya beberapa kali, dia sudah ada di depan pintu kamar yang ditempati Felix dan Chris. Hampir semua keluarga Raynold ada di mansion Fano, karena hari ini adalah pesta pernikahan Kaisar, bahkan Subin juga menginap disini tidur bersama kakaknya, Lino.


Sementara itu, Fano duduk di sofa tidak jauh dari sana sambil memakan sandwich nya, mengawasi Noa dengan perasaan khawatir.


Dia harap semua baik-baik saja.


Akhirnya Noa memberanikan diri untuk memasuki kamar.


“Hey, ada apa? Kemari lah” Chris yang sudah terbangun menepuk tempat kosong di sebelahnya. Noa bisa mendengar suara air dari kamar mandi, sepertinya Felix masih ada di kamar mandi.


Chris sudah terlihat segar, di duduk diatas ranjang sambil membaca sebuah buku. Setelah Noa mendekat dan duduk di sampingnya, Chris menutup buku bacaannya setelah menandai, lalu meletakkannya dia atas meja nakas.


“Ada yang ingin ku bicarakan dengan grandpa Felix” jawab Noa.


“Begitu ya? Sebentar lagi dia selesai, Noa kapan datang? Apa baru saja?” tanya Chris.


Noa mengangguk “Pagi ini aku baru sampai, satu jam lalu, kemudian aku memakan sandwich bersama kak Fano.”


“Fano? Dia sudah bangun juga ya? Sekarang dia ngapain?”


Noa kembali melirik pintu kamar, mungkin Fano malah sudah disana menguping pembicaraan mereka.


“Eum ... mungkin membuat sandwich untuk semuanya” kata Noa asal.


“Bagus kalau begitu, aku juga sudah lapar” sahut Chris.


Sementara itu Fano di luar kamar terkejut mendengarnya, dia berdecak malas, lalu pergi lagi ke dapur untuk membuat sandwich. Kalau ketahuan Fano tidak membuat sandwich dan malah menguping disana kan gawat.


Felix keluar dari kamar mandi sudah memakai kaos dan celana bersih, rambutnya sedikit basah, dia keringkan dengan handuk kecil.


“Kenapa Noa ada disini?” tanya Felix.


“Dia ingin bicara denganmu, Felix” sahut Chris.


Felix mendekat lalu duduk di tepi ranjang “denganku? Apa yang ingin Noa bicarakan?” tanya Felix.


Padahal Felix bertanya padanya dengan nada yang lembut, namun entah mengapa Noa malah gugup, tiba-tiba keberaniannya menguap begitu saja.


“Noa?” panggil Chris.


“Apa kau tidak ingin aku mengetahuinya? Oke, aku akan pergi” kata Chris, dia pun beranjak dari ranjang. Noa menatap Chris, tapi tidak berani mengucapkan apapun, sebenarnya Noa tidak keberatan ada Chris juga bersama mereka.


“Chris sudah pergi, kau bisa mengatakannya” kata Felix, setelah Chris keluar dari kamar.


“Eum ... aku, aku ingin bicara” kata Noa.


“Iya, katakan saja, jangan takut, apa yang ingin kau katakan?”


Noa menatap Felix, dia harus berani kali ini, tidak boleh jadi pengecut.


“Bisakah kak Lylac tidak dinikahkan dengan orang lain?” tanya Noa.


“Apa? Bagaimana kau tau jika dia akan dinikahkan –”


“Aku tau! Aku ... tidak sengaja mengetahuinya, dia akan dinikahkan dengan seorang dewa bukan? Aku juga tau kak Lylac itu peri, tapi ... berikan kesempatan padaku juga, aku tau aku juga manusia biasa tapi –”


Ucapan Noa terhenti setelah Felix menepuk bahunya, Noa sudah berusaha menahan dirinya untuk tidak cengeng, tapi itu sangat sulit.


“Apa Noa juga menyukai putriku? Kami melarangnya mendekatimu karena berpikir itu akan membebanimu, kami tidak pernah berpikir jika hal itu malah semakin menyakitimu” kata Felix.


“Aku mungkin masih belum dewasa, tapi aku ingin diberi kesempatan juga, dan ... Kak Fano akan sedih jika kak Lylac pergi, ku mohon batalkan pernikahan itu, lagipula aku tau kak Lylac tidak menginginkannya” ucap Noa.


Felix menarik Noa untuk dipeluknya “Maafkan aku, jangan menangis, aku akan membatalkannya dan memberi kesempatan untukmu.”


***

__ADS_1


“Fano!”


Fano menoleh pada asal suara, Lylac datang mendekatinya, dia sudah cantik mengenakan gaun yang juga berwarna lylac. Kali ini rambut Lylac sudah berubah menjadi warna coklat, entah kenapa dia jadi makin cantik dengan rambut barunya.


“Kau mau apa?”


DUGH


Tiba-tiba Lylac menendang kakinya “Tidak sopan! Kau masih marah padaku? Dasar tukang ngambek!”


Meski kaki Fano sedang sakit, dia buru-buru menyeret Lylac agar duduk di kursi kosong yang ada di dekatnya “Diam! Jangan teriak-teriak, ada banyak orang disini! Kau membuatku malu” desis Fano kesal.


“Baiklah, aku akan lebih tenang, ehem – aku minta maaf, aku mungkin egois dan terbawa perasaan, baru kali ini aku menggunakan banyak emosi manusia, biasanya kan aku tidak seperti ini, jadi – eum, ayahku tiba-tiba bilang perjodohanku dibatalkan, ayah akan


meminta ibuku untuk membatalkannya dan ... aku boleh ada disini bersamamu!” kata Lylac, Fano senang melihatnya tersenyum lebar seperti itu.


“Begitu ya? Aku bisa merasakan kau sangat bahagia, aku jadi berpikir, apa kau sengaja mau menerima perjodohan itu agar –”


“Kau terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak Fano, aku tidak memiliki rencana licik seperti yang kau bayangkan!”


Fano tersenyum jahil “Oh ya?”


“Diam dan makan kue saja sana!”


Lylac menggeser sepiring kue mont blanc ke depan Fano, Fano hanya mengambil satu lalu menggigitnya.


“Jadi sistemku akan pulih kembali?” tanya Fano, Lylac mengangguk senang, dia mengambil minuman yang ditawarkan pelayan, berupa jus semangka.


“Iya! Itu pun kalau kau mau, sistem bisa kembali aktif seperti dulu karena aku ada bersamamu, tapi sebenarnya sistem itu untuk sekarang aturannya jadi berbeda, paling tinggi adalah level 30, tapi bisa saja menjadi paling tinggi 20 atau 15, apalagi jika pengguna sudah tidak membutuhkan sistem, dan Fano – kau sudah tidak membutuhkan sistem lagi, karena itu aku membatasinya sampai 20 saja” kata Lylac.


“Jadi tidak sampai 30 seperti awal?” tanya Fano.


“Kan awalnya aku tidak yakin kau bisa berubah secepat ini, bahkan harusnya di level 15 kau sudah tidak membutuhkan sistem, itulah kenapa waktu itu aku memberimu ujian, karena kau sudah selesai. Namun, karena level 17 itu nanggung, maka lebih baik kau berhenti di level 20 kan?” jawab Lylac lagi.


“Kau hentikan sampai disini juga tidak apa-apa” kata Fano.


“Eh, kenapa?”


Kemudian Lylac memeluk lengan Fano “Aku tidak repot kok, Fano! Lalu, untuk panel sihiritu beda lagi, kalau kau mau, kau bisa naik sampai dungeon tingkat paling tinggi kok, tidak ada batasannya, hehe, tapi seingatku, jarang ada manusia yang bisa melewati sampai level akhir, yang paling tinggi hanya kak Lino saja, itu pun ada di level 89, tinggal 10 lagi dia sudah malas katanya.”


“Kalau begitu paling tidak aku harus sampai level 90!”


“Kau ingin menyaingi dia?”


“Iya lah!”


“EHEM!”


Mereka berdua langsung berbalik mendengar suara deheman keras yang disengaja itu. Terlihat Noa yang membawa sepiring cookies, ada juga Angel dan Queen di belakangnya.


“Aku – aku... eum, buat kue ini, kak Lylac mau coba?” tanya Noa.


“Kau yang membuatnya?” sahut Lylac, dia mengambil satu kue lalu mencicipinya.


“Kak Kun yang mengajariku” kata Noa.


“Ini enak! Aku suka!” Lylac.


Queen menjauhkan Lylac dari Fano, kemudian menarik kursi lain agar bisa duduk disamping Fano, Angel juga duduk di kursi lain di sebelah Fano.


“Hari ini aku mendapat kabar baik, aku diterima main drama, tapi bukan untuk pemeran utama! Fano tidak marah kan? scene ku tidak banyak kok, hanya beberapa saja, tapi aku akan melakukan yang terbaik” kata Angel.


“Jadi siapa yang mendapat peran wanita utama?” tanya Queen.


“Tentu saja kak Mina! Pemeran utama laki-laki tetap kak Dojun, lalu pemeran kedua laki-laki kak Sunwu” jawab Angel.


“Bagaimana pendapat mama mu tentang itu?” tanya Fano.


“Tenang saja, mama dan bibiku sangat bahagia, mereka bilang ini bisa jadi awal karirku di dunia akting, tapi aku tidak yakin dengan itu” sahut Angel.

__ADS_1


Kemudian Fano menepuk bahunya dan berkata “Asal tidak ada adegan peluk-pelukan dan ciuman, aku akan mendukungmu.”


“Itu artinya secara tidak langsung kau mengatakan Angel tidak boleh jadi pemeran utama” timpal Queen.


“Begitulah” Fano.


“Tapi aku tidak begitu suka bermain drama” Angel.


“Memang apa yang kau suka selain bernyanyi?” tanya Queen.


“Rebahan” Angel.


“Kalo itu, aku juga suka” sahut Lylac, yang kini makan kukis buatan Noa.


“Kak Lylac tenang aja, nanti biar Noa yang kerja keras” kata Noa.


“Apa maksudnya ini? Kau mau jadi suamiku?” tanya Lylac dengan senyuman jahilnya.


“Iy – iya nanti... kalau sudah dewasa” jawab Noa, dia gugup sekali.


Lylac yang bahagia menaruh kukisnya kembali ke piring, lalu memeluk Noa erat.


“Apa ini? Baru dateng udah ada adegan menggelikan saja” celetuk Yoshi yang baru datang dengan Abel.


“Diam kau!” Lylac.


“Kak Angel katanya mau main drama ya? Selamat!” Abel.


“Omedeto!” Yoshi.


“Terimakasih, Aku denger Abel juga bentar lagi ada ujian, jadi harus balik ke Indonesia ya? Selamat!” Angel.


“Ugh! Gak mau pergi!” Abel memeluk lengen Yoshi.


“Abel, sekolah harus yang utama” Yoshi.


“Nanti aku suruh pindahin sekolah Abel kesini aja deh” Abel.


“Emang kakekmu hercules bisa pindahin gedung sekolah? ke negara lain?” Yoshi.


“Maksudnya tuh Abel yang pindah” sahut Fano.


“Oh” Yoshi.


“Atau sekolah di rumah aja kayak Noa, bisa bareng sama Noa!” Abel.


“Oh, boleh juga” Noa.


“Kalau kalian sekolah dengan baik, aku akan memberi hadiah” Lylac.


“Hadiah?” Abel.


“Aku juga mau sekolah deh” Yoshi.


“Aku juga!” Fano.


“Mending kalian berdua kerja aja cari duit!” Queen.


.


.


.


.


The End


or....???

__ADS_1


😏😏😏


__ADS_2