Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Mengusir dengan 'halus'


__ADS_3

.


.


“Jadi wanita itu mengundang kalian makan malam nanti?” tanya Jungyu.


Saat ini semuanya sedang sarapan, Angel, Vivi dan Bella yang memasak sarapan mereka saat Fano dan Yoshi main di tepi Sungai Han. Fano dan Yoshi menjelaskan kenapa mereka lama tidak pulang-pulang.


“Aku berfoto juga dengan si bayi, lihat ini” Yoshi menunjukkan foto selfie dirinya dengan bayi Jisung.


Wawan segera merebut ponsel itu lalu melihatnya bersama Dave dan Vivi.


“Imut banget! Ini yang bayi yang mana? Kok sama aja?” kata Wawan, Yoshi pun menjitak kepalanya, tapi Wawan malah tertawa.


“Imut banget dedek bayinya, gemes” sahut Vivi.


“Kalian juga boleh ikut kok katanya” kata Fano, yang kemudian membuat teman-temannya bersorak, terutama para bocah.


“Aku hanya akan mengantar kalian, aku tidak bisa ikut, ada tugas” timpal Jungyu.


“Aku – sepertinya tidak boleh ikut” kata Angel, dia terlihat murung.


“Memang kenapa Angel tidak bisa ikut?” tanya Fano.


“Managerku adalah pilihan dari keluarga Raynold dan dia – menyebalkan, dia akan membatasi pergerakanku, dia bahkan memantau semua media sosialku, pokoknya menyebalkan” jawab Angel.


Vivi beralih dari ponsel Yoshi lalu menatap Angel “Bukannya semua idol begitu? Ku pikir kak Angel agak spesial jadi diberi kelonggaran” kata Vivi, menatap Angel prihatin.


Angel menggeleng pelan “Tidak, malah ku rasa aku lebih dijaga dari idol lain, bahkan pertemananku juga dibatasi, tidak boleh berteman dengan sembarang orang”


“Memang siapa yang memberimu manager itu?” tanya Fano, dia mulai kasihan dengan Angel, tidak suka melihat Angel terlihat menderita begitu.


“Apa kak Kaisar?” tanya Dave.


Angel menggeleng pelan lalu tersenyum kecil “Bukan, yang memilih Dojun”


Fano sudah malas mendengar nama itu, padahal harusnya Dojun itu kan keponakannya, tapi Fano tidak terlalu menyukainya sejak mendengar kabar Dojun bertengkar dengan Yohan karena Angel. Fano pikir, Dojun memang ada perasaan dengan Angel.


Atau ini hanya Fano saja yang berlebihan? Apa Fano jadi semakin sensitif akhir-akhir ini? Mungkin Fano terlalu banyak bekerja, butuh merilekskan diri.


Mungkin Fano yang berlebihan.


“Dojun yang ganteng itu kan? yang suaranya bagus itu?” sahut Bella.


“Iya Bel, masa gak tau Dojun-oppa sih?” timpal Vivi yang tidak terima Bella tidak mengenali Dojun yang mana.

__ADS_1


“Aku kan gak terlalu ngikutin idol, kalo drakor baru suka” Bella.


“Padahal Dojun-oppa juga main drakor! Itu lho, yang judulnya Haunted class” Vivi.


“Horror ya? Nanti deh aku lihat kayaknya seru” Bella.


“Aku gak ngerti obrolan cewek” Wawan.


“Kamu gak perlu ngerti Wan, kamu masih kecil, belajar aja yang giat, nih makan yang banyak” Fano memberikan tambahan daging ke piring Wawan.


Wawan pun senang mendapat banyak makanan.


***


Seperti rencana, Fano dan Jungyu pergi untuk melihat gedung yang di rekomendasikan oleh Dojun untuk Jungyu. Sementara itu Yoshi, Dave dan Wawan ada yang mereka kerjakan, karena mereka tidak mau bekerja di apartemen, mereka memilih bekerja di cafenya Royal Ent. Sekalian mengantar Angel, Vivi dan Bella yang ada keperluan di gedung itu.


Fano dan Jungyu sudah bicara panjang lebar dengan pemilik gedung, dia adalah kakak ipar dari Subin, ayahnya Dojun. Jika kalian ingin tau, apa kalian ingat jika KH Ent dan Lova Ent sudah merger menjadi satu Royal Ent?


KH Ent sudah menjadi milik Subin sejak sebagian besar saham dimiliki oleh Royal Group, lalu Subin menikah dengan putri bungsu pemilik Lova Ent. Itulah kenapa sekarang dua agensi lama itu berubah menjadi Royal Ent sekarang.


Akan tetapi, Royal Ent menjadi milik keluarga Subin saja, karena pria pemilik gedung ini memiliki perusahaan lain untuk diwarisi. Lalu gedung yang akan dijual ini hanyalah salah satu properti dari pria ini. Nama pria ini Yuno. Dia adalah pria yang tampan dengan senyuman menawan, pria ini pun terlihat baik dan ramah.


Paling tidak itulah kesan pertama dari Fano.


Akan tetapi, mungkin Yohan memang suka sekali mengajak ribut Fano padahal belum kenal dan belum bertemu.


Dengan tengilnya si Yohan datang juga ke gedung menemui Yuno, lalu seenaknya sendiri mengatakan ingin membeli gedung ini dengan harga lebih tinggi sekitar 10% dari harga yang disepakati dengan Fano.


Tentu saja Fano marah, melihat mukanya yang sok ganteng, dan juga mengingat dia memaksa Angel bertunangan dengannya, Fano pun tersulut emosi. Namun Fano sudah level 15 sekarang, ingat? Jadi Fano sudah bisa berpikir jernih dan mengandalikan dirinya dengan baik.


Lagipula jika Fano main tangan, ada Yuno yang akan menilai Fano buruk lalu tidak jadi memberikan gedungnya pada Fano.


“Bagaimana kau bisa tau kami akan membeli gedung ini? Kau ingin merebut gedung yang ingin ku beli lagi? Menghamburkan uangmu untuk membuat bisnisku tidak lancar?” kata Fano, dengan nada agak bercanda tapi disaat yang bersamaan juga terlihat ingin menonjok muka Yohan.


Fano meremat tangannya, menahan diri untuk tidak menghabisi Yohan saat ini juga.


“Suka suka aku dong, uang juga uangku, aku mau membeli apapun itu urusanku, akan ku beli dua kali lipat” kata Yohan, menunjukkan seringai penuh kemenangannya yang membuat Fano dan Jungyu muak.


“Maaf tuan muda Yohan, tapi anda tidak bisa berbuat seperti ini, harusnya ada pemberitahuan dulu” kata Yuno.


Yohan berdecak kesal “Aku bilang aku bisa membeli dua kali lipat!”


“Aku akan membeli tiga kali lipat” sahut Fano, masih dengan nada santainya.


Yohan melirik Fano dengan tatapan meremehkan “Kau? Kau tidak terlihat seperti memiliki banyak uang tuh, Angel tidak jadi denganmu karena kau miskin kan?”

__ADS_1


Huuhh tahan Fano, jangan tonjok dia disini. Di dalam pikiran Fano, dia sudah menyayat-nyayat tubuh Yohan hingga hancur. Tapi seperti yang keluarga Raynold bilang, ada rantai di lehernya, meski Fano sendiri tidak dapat melihat rantai itu, tapi Fano dia tidak boleh melebihi batas atau dirinya tidak akan memiliki kesempatan hidup lagi.


Dengan diberi kesempatan kedua saja itu sudah sangat luar biasa, mana mungkin Fano menyia-nyiakan kesempatan yang diberi padanya? Apalagi ibunya sudah memohonkan untuknya demi kesempatan kedua ini.


“Miskin? Haruskah aku membeli 30% saham di bisnis keluargamu agar kau tutup mulut?” kini ganti Fano yang menyeringai, tapi Yohan yang berpikir itu hanya bualan saja tertawa keras seolah Fano hanyalah melucu.


“Kau lucu sekali, kau berbakat jadi pelawak! Kau pikir membeli saham sebanyak itu seperti membeli permen?” kata Yohan.


Fano mengeluarkan ponselnya dari saku, kemudian menelfon seseorang “Kalian sudah siap? Beli sekarang juga” setelah itu Fano menutup telfonnya.


Tidak lama kemudian Yohan mendapat telfon, dengan kesal Yohan mengangkat telfon itu.


“Ada apa? Cepat katakan!”


“Ada seseorang yang membeli saham perusahaan sebesar 30%! Selain itu sistem kemanan perusahaan kita juga diretas!”


Yohan mengumpat mendengar suara di sebrang telfon, kemudian dia menutup telfonnya dan berbalik pada Fano.


“Bagaimana kejutannya Yohan? Kau suka?” tanya Fano, kemudian tersenyum lebar, dia puas melihat raut kesal Yohan.


“Kau.. tunggu pembalasanku brengsek!”


“Hmm.. sama-sama!”


Dengan itu Yohan pun pergi dari sana.


Fano dan Jungyu melakukan tos lalu tertawa puas sampai mereka sadar Yuno juga ada disana.


“Hahahaaaa – maaf tuan Yuno” kata Fano.


Yuno kemudian tertawa terbahak-bahak lalu menggeleng “Hahaha tidak tidak.. itu tadi sangat menyenangkan, aku juga tidak suka keluarga Ryu. Mereka seenaknya sendiri, aku tidak suka berhubungan dengan mereka, caramu mengusirnya boleh juga”


Fano tersenyum “Meski kami tidak suka memamerkannya, tapi kami punya tim yang luar biasa”


“Saya senang sekali jika bisa bekerja-sama dengan kalian, semoga setelah ini kita bisa berhubungan dengan baik ya” kata Yuno.


Dengan itu, gedung telah dibeli oleh Fano, dengan harga normal yang sebelumnya, bukan tiga kali lipat. Meski begitu, sebenarnya Fano mampu saja untuk membeli dua kali lipat.


Sekarang kalian tau kan apa yang dikerjakan Yoshi, Dave dan Wawan?


Benar, mereka hanya menghabiskan makanan di cafe.


.


.

__ADS_1


__ADS_2