Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Camping di tepi pantai


__ADS_3

.


.


Fano dan yang lain sudah sampai di pantai, pantainya sangat indah dan sepi, karena memang sengaja dipesan khusus untuk mereka. Untuk konten. Kalau tidak dipesan khusus nanti bisa gawat, akan ada banyak penggemar gila atau sasaeng yang akan datang.


Sasaeng itu semacam penggemar yang sangat fanatik, sampai selalu berusaha mengikuti idol dan membuat idol tidak nyaman. Namun kali bisa dijamin tidak ada sasaeng yang menyelinap, karena Royal Ent sudah menyiapkan banyak keamanan. Karena bukan hanya anak-anak Ether yang ada disana, ada Fano juga, dia kan orang penting yang harus dilindungi, meski sebenarnya dia lebih dari mampu untuk melindungi diri sendiri.


Tapi mungkin tidak sopan untuk tidak menjaga keamanan Fano, mengingat dia seorang boss besar dari F.A Group dan juga pemilik saham yang cukup besar di Royal Ent. Tapi ya memang kalaupun ada


sasaeng Fano mungkin malah tidak berani melakukan sesuatu, soalnya kan sasaengnya perempuan, bahkan banyak juga yang masih dibawah umur, mengingat


umur anak-anak Ether juga masih piyik.


Fano jadi berpikir, apa dia punya penggemar yang separah itu ya? Semoga tidak. Fano masih berpikir jika dia tidak punya penggemar sebanyak dan segila itu sih.


Fano tidak tau jika penggemarnya jutaan di luar sana, Fanonya saja yang cuek.


“Fano bikin tendanya ya, aku sama Jungyu mau siap-siap mancing” kata Jehyuk, kemudian dia dan Jungyu kabur untuk memancing dengan Suho, Wubin dan Leon untuk memancing ikan.


Pantai yang mereka kunjungi ini memang memiliki banyak ikan, boleh dipancing oleh orang-orang yang sudah membayar biaya tertentu. Karena sudah disewakan Royal Ent, jadi mereka bebas untuk


memancing. Akan tetapi, memancingnya harus menggunakan bahan-bahan yang alami, dan tidak boleh mengotori pantai.


Entah mengapa mereka sedang semangat untuk memancing, Fano juga ingin memancing, tapi dia sudah mendapat jatah untuk memasak, berhubung dia yang paling pandai memasak dari mereka.


Oh iya, Fano bahkan membawa beberapa toples kecil yang berisi bumbu-bumbu unik dari dunia lain – Ardez – yang akan ia gunakan untuk memasak nanti. Fano juga tidak sendirian, ada Xiao Kun yang juga bertugas untuk memasak. Dari semua anak Ether yang paling jago memasak hanya Xiao Kun, Noa juga bisa sih ... jika memasak mie instan.


Eh, tapi siapapun pasti bisa kan jika memasak mie instan, kalau ada yang tidak bisa keterlaluan sekali.


Untungnya memasang tenda tidaklah sulit, Fano memasang tenda yang besar, yang bisa digunakan empat orang, itu merupakan tenda yang mudah dipasang bahkan jika kamu sendirian. Harga? Tentu saja yang mahal.


Kemarin sore setelah Jungyu sampai di apartemen Fano, setelahnya Fano, Jungyu dan Suho pergi untuk berbelanja alat-alat kemah. Seperti tenda, kursi lipat, meja lipat, kantung tidur, tikar, lentera, pemanggang ukuran sedang yang bisa digunakan untuk memanggang daging dan bisa juga digunakan untuk perapian. Juga beberapa peralatan lain.


Ini masih siang, jadi selain Fano dan Xiao Kun, yang lain jika tidak memancing ya bermain. Mereka memilih bermain voli pantai.


Fano dan Xiao Kun malah memilih santai sambil meminum air kelapa yang disiapkan para staff. By the way, dari tadi mereka sudah melakukan syuting lho, untuk konten. Fano tidak mengerti kenapa ada kamera yang menyorotnya segala, mungkin karena dia bersama Xiao Kun – kenapa namanya panjang sekali ya? Kita panggil Kun saja mulai sekarang ya? Oke.


Mungkin karena Fano bersama Kun, makanya dia sorot kamera. Eh tapi, saat Fano mendirikan tenda sendirian ada juga kamera yang menyorotnya. Fano sih cuek, tapi masalahnya dia tidak pandai menghibur, dia juga bukantipe yang ramai, kecuali jika dia sudah bersama Raja atau Yoshi, pasti Fano banyak tingkahnya.

__ADS_1


Jika dia bersama bocah-bocah, dia malah jadi pendiam seperti sosok kakak yang keren. Entahlah, Fano memang aneh.


“Kak Fano” panggil Kun.


Fano menoleh pada Kun “Iya?” kemudian Fano meraih camilan mereka, berupa sakura mochi, itu camilan dari keluarga Asahi di Jepang sana. Asahi menyukai sakura mochi, jadi keluarganya sering membawakan sakura mochi atau sakura manjuu, bahkan camilan dengan sakura lain juga ada. Camilan seperti itu memang lebih enak dengan minuman teh. Haruskah Fano membuat teh? Kenapa dia mager tapi ya?


“Itu, apa menurut kak Fano putri duyung itu ada? Aku pikir itu ada, maksudku – hal-hal seperti itu bukannya tidak mungkin kan?” tanya Kun.


Fano menatap Kun dengan tatapan tidak mengerti, disaat ada anggota Ether yang sangat logis seperti Leon, ada pula anggota yang sangat menyukai sesuatu yang kurang realistis seperti alien, putri duyung, sihir ... dan itu adalah Xiao Kun.


Akan tetapi, setelah Fano mengalami banyak hal yang ajaib, Fano tidak bisa berkata tidak.


Fano pun mengangguk lalu tersenyum “Tentu saja ada, kemungkinan hal-hal yang kurang realistis itu bukan nol persen, hanya saja kau belum melihatnya, bukan berarti tidak ada kan?” kata Fano. Kun tersenyum mendengar jawaban Fano yang membuatnya puas.


Kun juga berpikir sesuatu yang gila bukannya tidak ada, tapi hanya belum mereka temui saja.


“Mungkin saja ada dunia lain, yang mereka memiliki sihir, kerajaan yang megah dengan dinding permata, mata air yang jernih, tanaman yang unik, peri, dunia di bawah lautan yang luas, bahkan bangsa iblis. Bisa juga sebenarnya mereka menyamar menjadi manusia dan berbaur dengan kita” tambah Fano.


Mata kun berbinar-binar bahagia menemukan seseorang yang satu server dengannya, akhirnya ada orang yang nyambung membicarakan hal-hal aneh dengannya.


“Aku juga berpikir seperti itu bisa saja nyata” kata Kun.


Ardez nyata dan memiliki semua yang ada di imajinasi Kun.


“Ngomong-ngomong, kenapa kau bisa mempercayai hal-hal ajaib seperti itu?” tanya Fano, sambil kembali nyemil mochi.


Kun terkekeh sejenak sebelum menjawab “Karena aku pernah melihat putri duyung, dia sangat cantik, waktu itu aku masih sangat kecil, putri duyungnya juga kecil. Ini mungkin terdengar seperti bualan anak-anak, tapi serius. Aku sungguh pernah melihatnya, meski orangtuaku tidak percaya dan mengira aku hanya berkhayal” kata Kun.


Jika itu memang benar, pasti itu duyung dari Ardez, tidak salah lagi.


“Bagaimana jika nanti kau bertemu gadis itu lagi – maksudku, si duyung?” tanya Fano.


Kun menggeleng “Ku rasa tidak mungkin kak, aku hanya menyukai fakta jika aku pernah melihatnya saja” kata Kun.


“Kau masih mengingat dengan jelas ciri-cirinya?” tanya Fano.


Kun mengangguk “Kulitnya putih pucat, rambutnya kebiruan, dia sangat cantik, ekornya juga berwarna biru, biru muda, dia mengenakan kalung mutiara warna merah muda”


Fano mengangguk-angguk, tidak menyangka jika Kun masih mengingat sedetail itu. Mungkin bagi itu Kun duyung kecil itu berkesan sekali di benaknya. Tapi jika itu Fano dulu mengalami yang seperti itu pasti susah lupanya juga sih.

__ADS_1


Misal kau tiba-tiba bertemu alien, pasti akan selalu mengingatnya sebagai pengalaman paling berkesan, kau bahkan mungkin akan menceritakannya pada orang terdekat, tidak peduli mereka percaya atau tidak.


“Kak Fano!!” Noa dan Wubin berlarian ke arah Fano dan Kun, dengan penampilan berantakan penuh pasir dan wajah super ceria.


Jangan bilang mereka baru menemukan mutiara makanya sesenang itu.


“Kenapa?” tanya Fano, kemudian dia kembali menyesap air kelapa mudanya dengan santai.


“Itu itu! Disana ada ikan kisu ternyata!” kata Noa kelewat gembira sambil menunjuk-nunjuk ke arah lautan.


“Kisu? Ikan apaan tuh?” tanya Fano, mana dia mengerti jenis-jenis ikan.


“Sekarang sudah musim ikan kisu ya?” tanya Kun, dia juga terlihat bersemangat.


Wubin dan Noa mengangguk antusias.


“Lalu hubungannya denganku apa?” tanya Fano, yang masih tidak peka dengan suasana.


“Ih kak Fano, bantu mancing juga! Biar dapat banyak ikan kisu nya!” kata Wubin, kemudian noa menyeret Fano agar berdiri dari kursi lipatnya.


Padahal Fano sedang mager.


“Aku gak pernah mancing please!” tolak Fano “Kan aku nanti yang masak, ngapain ikut mancing juga” tambahnya.


“Kak Fano!!”


Tapi karena rengekan para bocah, akhirnya Fano ikut juga memancing ikan – apa tadi? Kisu? Kalau di Indonesia, kisu itu ikan apa ya?


.


.


.


nah lho, kisu bahasa indo nya apa?? ada yg tau??


btw, kalian udah baca novel ini belom? novel fav aku nih, kepoin yak ❤️


__ADS_1


makasih semuanya ❤️


__ADS_2